Daily Archives: July 20, 2018

Syarat Kambing Qurban Idul Adha

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Syarat Kambing Qurban Idul Adha

Hai para sahabat Aqiqah Berkah yang dirahmati Allah SWT. Bagaimanakah kabarnya hari ini fine kan?pasti baik kan. Nah berikut ini kami akan mengulas mengenai soal Syarat Kambing Qurban Idul Adha. Ulasan tersebut langsung kami sampaikan di dalam pembahasan di bawah ini. Langsung saja ya…

Kambing Qurban Jiwan 1

Pengertian Qurban

Bagi umat Islam, kurban adalah syariat yang ditetapkan Allah swt. Bahkan, sejak masa Nabi Adam a.s. sudah ada syariat kurban. Hal ini dapat kita pahami dan kisah Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam a.s. yang bertengkar karena kurban salah seorang dari keduanya tidak diterima.

Kata kurban berasal dan bahasa Arab yang berarti pendekatan diri atau mendekatkan diri. Kata kurban telah dijadikan istilah dalam syariat Islam untuk pengertian penyembelihan binatang ternak yang memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada waktu tertentu, dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah swt. Syariat kurbah didasarkan atas penintah Allah swt. yang tercantum dalam Surah al-Kausar Ayat 1-3 dan al-Hajj Ayat 34 berikut :
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (Q.S. al-Kauar/108 : 1-3) Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) (Q.S. al-Hajj / 22: 34)

Hukum Kurban

Bagi umat Islam, hukum kurban adalah sunah muakad. Oleh karena itu, orang Islam yang telah mampu menyembelih kurban, tetapi tidak mau melaksanakannya, ia tercela dalam pandangan agama. Rasulullah saw. Bersabda Sesungguhnya menyembelih kurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari Rasulullah saw. (H.R. at-Tirmizi : 1427). Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. Bersabda Diwajibkan kepadaku berkurban dan tidak wajib atas kamu. (H.R. ad-Daruqutni). Sebagian ulama berpendapat bahwa kurban itu hukumnya wajib. Mereka menggunakan dasar hukum sebagai berikut. Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban maka janganlah ia menghampiri tempat salat kami.” (H.R. Ahmad dan Abu Hurairah: 7924; Ibnu Majah: 3114)

Sejarah Singkat Perintah Berkurban

Bagaimana sebenarnya sejarah kurban itu? Peristiwa itu bermula ketika Allah swt. menyuruh Nabi Ibrahim a.s. lewat mimpi pada malam kedelapan bulan Zulhijah untuk menyembelih Ismail, putra yang sangat dicintai. Sebagai seorang yang taat pada perintah Allah swt., Nabi ibrahim a.s. menyampaikan hal itu kepada putranya. Sungguh, luar biasa jawaban Nabi Ismail a.s., ternyata beliau tidak keberatan. Pada hari kesepuluh bulan Zulhijah, tepat waktu duha Nabi Ibrahim a.s. melaksanakan perintah Allah swt., yakni melaksanakan mimpinya. Hari kesepuluh. tersebut dikenal dengan sebutan hari Nahar.

Artinya, hari menyembelih. Ketika Nabi Ibrahim a.s. melaksanakan perintah Allah swt., Allah swt. mengganti Ismail dengan seekor kambing sembelihan. Berdasarkan peristiwa itu, Nabi Ibrahim a.s. menyembelih kurban setiap tanggal 10 Zulhijah. Syariat ini terus berlaku hingga sekarang (umat Muhammad).

Waktu Penyembelihan Kurban

Waktu pelaksanaan berkurban adalah tanggal 10 Zuthijah (Hari Raya Iduladha) atau pada Hari-Hari Tasyrik berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Penyembelihan yang dilakukan di luar batas waktu tersebut hanyalah penyembelihan biasa, bukan kurban. Rasulullah saw. Bersabda Barang siapa menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barang siapa menyembelih sesudah salat dan dua khotbah maka telah sempurna ibadahnya (sah kurbannya) dan telah sesuai dengan sunah muslimin. (H.R. al-Bukhari dan Bara’ bin ‘Azib: 5130). Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Salat Iduladha bukan syarat penyembelihan kurban.

Syarat Binatang untuk Kurban

Jenis binatang yang sah untuk kurban adalah jenis binatang ternak yang dipelihara/diternakkan untuk dimakan dagingnya. Binatang temak tersebut meliputi empat macam, yaitu kambing/ domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang ternak yang dipergunakan untuk melaksanakan syariat kurban itu harus memenuhi dua syarat, yaitu cukup umur dan tidak cacat. Ketentuan Umur Binatang Kurban. Binatang kurban itu dapat dikatakãn cukup umur apabila telah mencapai umur yang ditentukan syara. (1) Domba sekurang-kurangnya berumur satu tahun atau telah berganti gigi (musinnah). Rasulullah saw. berdabda dalam sebuah hadis sebagai berikut. Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menyembelih (berkurban) kecuali telah berganti gigi. Kecuali apabila engkau sulit mendapatkannya maka sembelihlah yang telah berumur satu tahun dari (jenis) domba. (H.R. Muslim: 3631). (2) Kambing biasa sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (3) Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (4) Unta sekurang-kurangnya berumur lima tahun.

Cacat Binatang Kurban

Cacat binatang yang menyebabkan tidak sah dipergunakan untuk berkurban ada empat macam, yaitu sakit mata (buta), sakit-sakitan (tidak sehat), pincang kakinya, terlalu kurus, dan tua sekali sehingga seakan tak bersumsum. Dalam sebuah hadis, diterangkan sebagai berikut. Rasulullah saw. bersabda, “Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu yang jelas cacat matanya, jelas sakit, jelas pincang, dan kurus tidak berlemak.” (H.R. Ahmad dari Bara’.: 17777)

Kurban untuk Lebih dari Satu Orang

Sebagaimana pembayaran dam (denda) dalam ibadah haji, seekor kambing berlaku untuk satu orang, sedangkan sapi atau unta berlaku untuk tujuh atau sepuluh orang. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut. Dari Jabir berkata, “Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah saw. pada tahun Hudaibiyah, satu ekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang. (H.R. Muslim: 2322)

Pemanfaatan Daging Kurban

Daging kurban harus habis dibagikan kepada fakir miskin dan sebagian untuk dirinya sendiri (yang berkurban). Allah swt. berfirman dalam Surah al-Hajj Ayat 28. ….Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Q .S. al-Hajj / 22:28) ……maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta…. (Q.S. al-Hajj /22: 36)

Penyembelih hewan kurban atau pengurus kurban boleh saja menerima daging kurban, tetapi bukan sebagai upah menyembelih atau mengurus. Rasulullah saw. Bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut.

Dari Ali bin Abi Talib r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kepada saya supaya saya mengurus unta kurban beliau, dan supaya membagikan dagingnya, kulitnya dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu kepada orang-orang miskin, dan saya tidak menerima upah sembelihan daripadanya.” (H.R. Muslim: 2321; al-Bukhari: 1602). Pada hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut: Dari Abi Sa ‘id r.a., telah bersabda Rasulullah saw., “Janganlah engkau jual daging denda haji dan kurban. Makanlah dan sedekahkanlah serta ambillah manfaat dari kulitnya, jangan engkau jual (kulit itu). (H.R. Ahmad : 15622)

Daging Hewan Qurban, Hak Siapa?

Dalam surat al-Hajj (22) ayat 28 disebutkan:
Artinya: “… Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” [QS. Al-Hajj (22): 28]

Pada surat al-Hajj (22) ayat 36 disebutkan:
Artinya: “… maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” [QS. Al-Hajj (22): 36]

Dalam hadits, antara lain disebutkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari Buraidah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Aku pernah melarang kamu sekalian makan daging qurban lewat dari tiga hari, supaya orang yang mampu dapat menyantuni orang yang tidak mampu. Makanlah kalian apa yang tampak, berikan untuk makan (orang lain) dan simpanlah’.” [HR. Ahmad, Muslim, dan at-Turmudzi serta dishahihkannya]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Sa‘id, bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu sekalian makan daging qurban lewat dari tiga hari. Mereka kemudian mengadu kepada Rasulullah saw, bahwa mereka mempunyai keluarga, bujang, dan pembantu. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Makanlah kalian, berikan untuk makan (orang lain), tahanlah, dan simpanlah’.” [HR. Muslim]

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah ra, juga disebutkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Pada zaman Rasulullah saw, ada beberapa keluarga dari penduduk suatu desa berdatangan (menanyakan) tentang daging qurban. Rasulullah saw menjawab: ‘Simpanlah selama tiga hari, kemudian shadaqahkanlah sisanya’. Namun setelah itu, kemudian mereka mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang membuat tempat air dari (kulit) hewan qurban, lalu mereka mengisinya dengan samin’. Rasulullah saw bertanya: ‘Apa maksudnya?’ Mereka menjawab: ‘Anda telah melarang makan daging qurban lewat dari tiga hari’. Kemudian Rasulullah saw bersabda: ‘Hanyasanya saya melarang kamu sekalian karena masih banyak orang yang membutuhkan; maka makanlah, simpanlah, dan sedekahkanlah’.” [Muttafaq ‘Alaih]

Dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang telah dikemukakan, dapat diambil maknanya bahwa daging qurban diperuntukkan: Pertama, bagi orang yang berqurban (shahibul-qurban), baik segera dimasak untuk segera dimakan saat itu atau disimpan untuk dapat dimakan pada saat yang dibutuhkan; Kedua, dishadaqahkan baik kepada orang yang meminta-minta (fakir miskin); Ketiga, dishadaqahkan kepada orang yang tidak meminta-minta, yang dikehendaki oleh shahibul-qurban.

Baik dalam ayat al-Qur’an maupun dalam Hadits tidak dijelaskan tentang berapa bagian masing-masing. Namun jika dilihat banyaknya dan intensitas perintah dalam al-Qur’an untuk memperhatikan kaum fakir miskin, maka hendaknya dalam membagi daging qurban juga lebih diperhatikan dan diprioritaskan untuk kaum fakir miskin, di samping untuk shahibul-qurban sendiri atau dishadaqahkan kepada yang lain.

Itulah mungkin sedikit yang bisa kami sampaikan mengenai Qurban, Syarat Hewan Qurban dll. Semoga apa yang kami sampaikan di atas tersebut berguna untuk anda semuanya. Amminnnnn…

Jika anda membutuhkan kambing Aqiqah atau qurban dengan Kualitas terbaik dan berkualitas anda melihat di website kami www.qurban-aqiqah.com atau bisa juga menghubungi nomor berikut ini untuk informasi lebih detailnya. Kami tunggu pesanan anda….

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Hukum Qurban Kambing Untuk Berapa Orang?

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Hukum Qurban Kambing Untuk Berapa Orang

Alhamdu lillah. Segala puji bagi Allah swt, atas izin dan petunjuk-Nya buku ini dapat disusun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Salawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhammad saw Rasul utusan Allah, atas perjuangan beliau agama Islam dapat dirasakan oleh umat manusia di segala penjuru dunia. Nah langsung saja kami ulas mengenai hukum qurban kambing untuk beberapa orang. Cekidot…

Memang betul al-Qur’an menegaskan bahwa seseorang memperoleh pahala adalah hanya atas perbuatan (ibadah) yang ia lakukan. Di samping difahami dari surat al- aZilzalah ayat 7-8, juga lebih tegas disebutkan dalam surat an-Najm (53) ayat 39:
Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” [QS. an-Najm (53): 39]

Dalam surat al-Baqarah (2) ayat 286 Allah SWT berfirman:
Artinya: “… ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya …” [QS. al-Baqarah (2): 286]

Dan dalam surat Yasin (36) ayat 54 Allah berfirman:
Artinya: “… dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. Yaasiin (36): 54]

Lalu, bagaimana dengan keterangan hadits tentang penyembelihan binatang qurban bahwa satu ekor kambing telah mencukupi untuk berqurban satu keluarga? Apakah tidak kontradiktif/ta‘arudl (saling bertentangan)?
Dalam menghadapi persoalan ini perlu diketahui tentang fungsi hadits di samping al-Qur’an. Dalam surat an-Nahl (16) ayat 44 Allah berfirman:
Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [QS. an-Nahl (16): 44]

Dari ayat di atas para ulama menyimpulkan bahwa fungsi hadits terhadap al-Qur’an adalah sebagai اْلينا (al-bayan), yakni sebagai yang memberi penjelasan atau keterangan. Penjelasan hadits terhadap al-Qur’an oleh para ulama diklasifikasikan menjadi beberapa macam, di antaranya adalah:

  1. Bayan Taqrir, yaitu keterangan dalam hadits memperkuat yang telah diterangkan oleh al-Qur’an, seperti keterangan tentang wajibnya berpuasa Ramadlan setelah melihat hilal (awal bulan).
  2. Bayan Tafshil, yaitu keterangan dalam hadits yang memberi rincian keterangan dalam al-Qur’an secara ringkas, seperti keterangan tentang pelaksanaan atau tata cara melakukan ibadah shalat.
  3. Bayan Tafsir, yaitu keterangan dalam hadits yang menjelaskan maksud keterangan dalam al-Qur’an, seperti haditsِ yang artinya: “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” [QS. al-Baqarah (2): 187], adalah batas antara malam dan siang, sebagaimana diketahui bahwa larangan makan dan minum bagi orang berpuasa adalah di siang hari, yang batas awal siang yaitu terangnya antara benang hitam dengan benang putih atau waktu fajar.
  4. Bayan Tasyri‘, yaitu hadits yang menerangkan hukum yang tidak terdapat atau tidak diterangkan oleh al-Qur’an, seperti hadits yang menerangkan larangan perkawinan karena ada hubungan sepersusuan (radla‘ah).
  5. Bayan Taqyid, yaitu hadits yang menerangkan batas dari kemutlakan yang disebutkan oleh al-Qur’an, seperti hadits yang menerangkan batas mengusap tangan dengan debu sampai pergelangan tangan dalam melakukan tayammum.
  6. Bayan Takhsis, yaitu hadits yang menerangkan kekhususan dari ketentuan (hukum) umum yang disebutkan dalam al-Qur’an, seperti dalam ayat-ayat sebagaimana yang ditulis di atas, bahwa seseorang akan memperoleh pahala atas perbuatannya sendiri.

Akan tetapi hadits membolehkan seorang anak melakukan ibadah haji untuk orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Dalam hadits diterangkan antara lain:
Artinya: “Seorang laki-laki dari Bani Khats‘am menghadap Rasulullah saw, kemudian ia berkata: Sesungguhnya ayahku masuk Islam pada waktu ia telah tua, tidak dapat naik kendaraan untuk haji, padahal haji itu adalah wajib baginya. Bolehkah aku menghajikannya? Rasulullah saw bertanya: Apakah kamu anak tertua? Laki-laki itu menjawab: Ya. Rasulullah saw bersabda: Bagaimana pendapatmu jika orang tuamu mempunyai hutang, lalu kamu membayar hutang itu untuknya cukup sebagai gantinya?
Laki-laki itu menjawab: Ya. Rasulullah saw bersabda: Hajikanlah dia.” [HR. Ahmad dari Abdullah ibn Zubair]

Dalam hadits lain diterangkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya ada seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi saw, kemudian ia berkata: Sesungguhnya ibuku pernah bernadzar untuk menunaikan ibadah haji, namun tidak menunaikannya sampai ia mati. Bolehkah aku menghajikannya? Nabi saw bersabda: Ya, hajikanlah ia. Bagaimana pendapatmu andaikata ibumu memiliki hutang, apakah kamu yang melunasinya? Perempuan itu menjawab: Ya. Nabi saw bersabda: Lunasilah hutang kepada Allah, karena Allah lebih berhak atas pelunasannya.” [HR. al-Bukhari]

Diterangkan pula bahwa seseorang boleh menghajikan saudaranya, sebagaimana diterangkan dalam hadits:
Artinya: “Bahwa Nabi saw mendengar seorang laki-laki mengucapkan talbiyyah atas nama Syubrumah. Nabi saw bertanya: Siapa itu Syubrumah? Laki-laki itu menjawab: Ia adalah saudara atau orang yang dekat denganku. Nabi saw bertanya: Apakah kamu telah berhaji untuk dirimu sendiri? Laki-laki itu menjawab: Belum. Nabi saw bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, setelah itu berhajilah untuk Syubrumah.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas]

Demikian halnya dengan hadits yang menerangkan berqurban dengan sesekor kambing cukup untuk satu keluarga, yaitu hadits:
Artinya: “Saya bertanya kepada Abu Ayyub al-Anshari: Bagaimana kamu berqurban pada masa Rasulullah saw? Ia berkata: Bahwa seseorang pada masa Rasulullah saw berqurban dengan menyembelih kambing bagi dirinya dan anggota keluarganya, kemudian mereka makan dan membagikannya kepada orang lain sehingga mereka saling membanggakan diri. Maka jadilah hal itu sebagaimana yang kamu lihat.” [HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi dari Atha’ Ibn Yasar]

Hadits-hadits tersebut adalah merupakan bentuk aturan khusus dari keumuman sebagaimana yang terdapat pada ayat-ayat yang telah disebutkan.

Dengan pendekatan bayan takhsis ini, kiranya dapat menghilangkan kesan seolah-olah ada pertentangan (kontradiksi/ta‘arudl) sehingga diharapkan dapat menghilangkan pula kebingungan saudara.

Itulah mungkin yang dapat di sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya. Aminnn ya robbal alamain…..

Jika anda membutuhkan kambing Aqiqah atau qurban dengan Kualitas terbaik dan berkualitas anda melihat di website kami www.aqiqahberkah.com atau bisa juga menghubungi nomor berikut ini untuk informasi lebih detailnya. Kami tunggu pesanan anda….

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Syarat Qurban Idul Adha

By | Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

SYARAT QURBAN IDUL ADHA

Ibadah qurban atau ibadah di Hari Raya Idul Adha merupakan perintah yang dihukumi sunnah muakad, dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak pada waktu-waktu tertentu. Hewan sembelihan qurban adalah unta, sapi, kambing dan domba. Allah memerintah berqurban yang termaktub dalam kitab suci Al-Quran.

20 Syarat Qurban Idul Adha

Perintah berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as diperintahkan berqurban. Maka Allah SWT menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maaidah 27).

Perintah ibadah qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim AS, saat beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Ismail Alaihi salam. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Kemudian qurban ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat kehidupan.

Syarat Qurban Kambing

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.

Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”

Syarat Qurban Sapi dan Unta

Berqurban dengan sapi boleh dijadikan sembelihan qurban untuk tujuh orang. Sedangkan seekor unta dapat dijadikan sembelihan qurban 10 orang (atau 7 orang). Dari Ibnu Abbas ra beliau mengatakan,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”

20 Syarat Qurban Idul Adha 1

Bagaimana Hukum Qurban Kolektif ?

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, satu kambing hanya dapat dijadikan sembelihan untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga). Satu ekor sapi boleh dijadikan qurban untuk tujuh orang (termasuk keluarganya) dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya).

Lalu bagaimana bila seekor kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa ? Ada pula yang melakukan seperti ini karena alasan dana yang begitu terbatas.

Bagaimana ketentuan umur hewan qurban yang layak dan sesuai tuntunan syariat Islam ? Berikut ini ketentuanmengenai umur hewan qurban yang dapat dijadikan pelajaran untuk umat muslim yang akan berqurban :

  1. Unta, umur minimal 5 tahun
  2. Sapi, umur minimal 2 tahun
  3. Kambing, umur minimal 1 tahun
  4. Domba Jadza’ah, umur minimal 6 bulan

Hewan qurban yang lebih utama dan layan dijadikan sembelihan adalah sebagai berikut ini :

  1. Yang paling gemuk dan sempurna. Bahkan jika berqurban dengan satu qurban yang gemuk itu lebih baik daripada dua hewan qurban yang kurus. Karena yang diinginkan adalah daging. Semakin banyak daging yang dimiliki hewan tersebut maka itu semakin baik.
  2. Hewan qurban yang lebih utama adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing. Namun satu ekor kambing lebih baik daripada kolektif dalam sapi atau unta.
  3. Warna yang paling utama adalah putih polos, kemudian warna debu (abu-abu), kemudian warna hitam.
  4. Berkurban dengan hewan jantan lebih utama dari hewan betina.

Harga Hewan Qurban di Kebonsari Madiun

By | Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

HARGA HEWAN QURBAN DI KEBONSARI MADIUN

Butuh informasi harga hewan qurban tahun 2018 wilayah Madiun ? Update selalu harga hewan qurban di Kebonsari Madiun dengan menghubungi nomor layanan 085853444472. Dapatkan kambing qurban atau sapi qurban dengan harga yang ekonomis untuk wilayah Madiun.

Aqiqah Berkah memberikan informasi terbaru daftar harga hewan qurban 2018 (Idul Adha 1437 H)

20 Harga Hewan Qurban 1

Pengertian qurban menurut bahasa arab adalah transliterasi dari Qurban atau dinamakan juga udhiyah atau dhahiyah, secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ibadah qurban sendiri yaitu salah satu kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim, dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah SWT.

Berikut ini merupakan petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai perintah untuk berkurban :

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash Shaaffaat: 102-107).

Ibadah qurban atau Idul Adha dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Islam. Tepatnya dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari nahar) & 11, 12 & 13 (hari tasyrik) bertepatan Idul Adha. Jenis hewan untuk qurban haruslah berasal dari hewan ternak seperti kambing, domba, sapi dan onta. Berdasarkan pendapat sebagian besar ulama, jenis hewan tersebutlah yang layak dijadikan sembelihan qurban.

Hewan sembelihan qurban juga harus diperhatikan dari segi kondisi seperti kesempurnaan hewan (tidak cacat). Rasulullah SAW bersabda bahwasannya terdapat empat macam hewan yang tidak layak dijadikan sembelihan qurban antara lain : rusak matanya, dalam kondisi sakit, pincang fisiknya, kurus dan lemah.

Usia hewan yang layak dijadikan sembelihan qurban adalah sebagai berikut ini menurut pandangan Islam :

  1. Domba yang sudah mencapai usia satu tahuh lebih atau gigi domba sudah berganti.
  2. Kambing yang sudah berusia dua tahun lebih.
  3. Unta yang mencapai usia lima tahun lebih.
  4. Sapi atau kerbau atau yang berusia dua tahun lebih.

Informasi bagi Anda yang tinggal di wilayah Kec. Kebonsari Madiun, Aqiqah Berkah hadir menyediakan hewan qurban baik kambing maupun sapi. Pelayanan qurban dan aqiqah kami telah terbukti memuaskan dan tepat waktu. Bagi ANda yang ingin memesan sapi maupun kambing qurban, hewan qurban dapat dipesan sejak sekarang dalam keadaan hidup untuk qurban mandiri maupun untuk disalurkan atau qurban peduli.

20 Harga Hewan Qurban

Pelayanan jasa aqiqah dan qurban ini bertujuan membuat semua orang dan umat muslim mampu berqurban, sehingga dalam prakteknya dituangkan dalam betuk harga jual yang murah agar lebih terjangkau khalayak. Dapatkan info harga hewan qurban Kebonsari Madiun terupdate.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa para penjual kambing khususnya mengalami pasang surut harga mendekati musim haji atau lebaran qurban. Tercatat sejak tahun 2012 hingga 2015 harga kambing dengan berat 20-25 Kg mengalami kenaikan dan penurunan harga mulai Rp 1.000.000,- hingga Rp 2.400.000,-.

Besar prosentase kenaikan harga dipicu karena banyaknya para umat muslim yang ingin melakukan kurban. Kenaikan dan penurunan harga kambing tidak terjadi pada satu tempat saja, melainkan terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Beberapa media mencatat terjadi kenaikan harga jual hewan qurban sekitar 15-30 % setiap tahunnya.

Bagi Anda yang ingin memesan kambing qurban online 2018, silahkan hubungi nomor layanan berikut ini :

Call / SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Pin BB : 7C0B38CE

Kambing Qurban di Kebonsari Madiun

By | Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

KAMBING QURBAN DI KEBONSARI MADIUN

Hewan ternak kambing merupakan binatang yang berukuran sedang dan banyak hidup di wilayah Indonesia. Kambing juga memilliki sepasang tanduk, akan tetapi tanduk pada kambing jantan lebih besar dibanding pada betina. Pesan kambing qurban Madiun hubungi 085853444472.

20 Kambing Qurban

Assalamu’alaikum Sahabat Aqiqah Berkah di Kec. Kebonsari Madiun dan sekitarnya ? Semoga sahabat Aqiqah Berkah di Kebonsari Madiun selalu dalam lindungan-Nya dan dilancarkan pintu rizki oleh-Nya agar dapat ikut serta beribadah qurban esok Idul Adha 1437 H. Bagaimana dengan persiapan Idul Adha 1437 H, apakah Anda sudah menentukan kambing qurban yang terbaik ? Bila telah mampu untuk  membeli kambing atau sapi  untuk berqurban, hendaknya turut serta berqurban meskipun dengan seekor kambing saja.

Perintah berqurban telah jelas dituliskan dalam Al-Qurban surat Al Kautsar ayat 1-2, berikut ini :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَر

“Sesungguhnya Kami telah memberi kepadanya nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”. (Al-Kautsar : 1-2)

Waktu yang afdhal untuk menyembelih binatang qurban, dianjurkan Islam adalah ketika mulai dari matahari setinggi tombak pada Hari Raya Haji sampai terbenam matahari tanggal 13 bulan Haji. Sabda Rasulullah SAW yang artinya :

“barang siapa menyembelih qurban sebelum shalat Hari Raya Haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih qurban sesudah shalat hari Raya dan dua khotbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam.” (Riwayat Bukhari)

Pada hadits tersebut, yang dimaksud dengan shalat Hari Raya ialah waktunya, bukan shalatnya. Karena mengerjakan sholat tidak menjadi syarat menyembelih qurban. Sabda Rasulullah SAW :

كل ايام التشريق ذ بح. رواه احمد

“Semua haris Tasyriq (tanggal 11-13 Haji) adalah waktu menyembelih qurban.” (Riwayat Ahmad)

Tahun 2018, dalam rangka menyongsong Idul Adha 1437 H Aqiqah Berkah di Kebonsari Madiun menyediakan kambing qurban dengan harga yang murah dan kambing berkualitas. Mengenai harga kambing qurban 2018 yang tersedia, berikut ini info detailnya :

Kambing Qurban 2018 (Ready Stock)

  1. Jenis : Kambing Gibas
  2. Berat : 24-29 Kg
  3. Usia : > 1 tahun
  4. Harga : Rp 1.850.000,-

Untuk informasi lanjutan Anda dapat mengupdate dan menghubungi contact person Aqiqah Berkah :

SMS: 085853444472

Whatsapp: +6285853444472

PinBB: 7C0B38CE

Aqiqah Berkah di Kebonsari Madiun juga menyediakan paket qurban yang dapat Anda pilih agar lebih mudah dalam beribadah.

Paket Qurban Peduli Syar’i

Pada paket ini, Aqiqah Berkah menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus dengan jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Penyaluran daging qurban dapat diamanahkan untuk didistribusikan misalpada pondok pesantren, panti asuhan, desa binaan maupun kaum dhuafa.

Paket Qurban Mandiri Syar’i

Pada paket ini, Aqiqah Berkah menyediakan pemesanan hewan qurban secara mandiri, Pemotongan hewan qurban secara mandiri dan pembagian daging juga dilaksanakan secara mandiri.

20 Kambing Qurban 1

Melayani pemesanan kambing qurban secara grosir tahun 2018 untuk wilayah Kab. Nganjuk, Kab. Kediri, Kab. madiun, Kab. Jombang, Kab. Blitar, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung.

Nilai tambah hewan qurban pada Aqiqah Berkah antara lain :

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan qurban telah mencukupi (nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak beraib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Jangan menunda-nunda niat tulus untuk beribadah kepada Allah SWT, segera pesan kambing qurban Kebonsari Madiun pada Aqiqah Berkah. Kambing qurban 2018 telah tersedia sejak bulan Juli 2018. Harga per Juli 2018 Rp 1.850.000,- per ekor hidup.