Daily Archives: July 21, 2018

Qurban 2018

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN 2018

Tabungan qurban 2018 tersedia pada jasa layanan Aqiqah Berkah yang berkantor pusat di Jl. Raya Baron Timur No. 1 Baron Nganjuk. Siapkan hewan qurban Anda untuk tahun 2018, pesan segera kambing qurban maupun sapi qurban 1437 H online.

Qurban Aqiqah

Tahun lalu belum sempat beruqurban ? Selagi ada kesempatan, maksimalkan kesempatan yang ada untuk ikut serta berqurban ketika Anda mampu untuk berqurban. Pesan segera hewan qurban 1437 H pada Aqiqah Berkah sekarang juga. Pemesanan hewan qurban dapat dilakukan secara online di nomor 085853444472.

Anda dapat juga melakukan pembelian hewan qurban secara grosir dengan batas minimal 5 ekor kambing atau sapi dikirim hidup. Ketahuilah beberapa syarat sah qurban yang diajarkan dalam islam, antara lain :

Pertama. Orang yang akan melaksanakan ibadah qurban haruslah orang islam (muslim).

Kedua. Binatang yang digunakan berkurban tidak cacat

Ketiga. Binatang kurban harus sudah cukup umur

Keempat. Seekor kambing cukup untuk diperuntukkan satu orang. Sedangkan untuk seekor sapi, kerbau, dan unta cukup diperuntukkan 7 orang. Dalam melaksanakan ibadah qurban diperbolehkan bergabung, jika binatang yang dikurbankan berupa sapi, unta, atau kerbau. Adapun jumlah maksimal penggabungan (kolektif) adalah 7 orang, boleh kurang dari itu namun tidak boleh lebih dari 7 orang. Hal ini sesuai dengan riwayat Jabir, bahwa ia mengatakan :

“Kami menyembelih qurban bersama Nabi di Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi).

Kelima. Daging, kulit dan semua bagian binatang diserahkan kepada yang berhak. Disunnahkan bagi orang yang berqurban dan keluarganya memakan daging qurban 1/3 bagian dan menyerahkan kepada fakir miskin 1/3 bagian dan 1/3 bagian lainnya disimpan untuk yang datang kemudian atau orang-orang yang membutuhkan. Hal tersebut sebagaimana firman Allah :

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir” (QS. Al Hajj : 28).

Ke enam. Untuk kurban nadzar tidak boleh dimakan sama sekali oleh yang berkurban nadzar, termasuk keluarganya.

Diatas tadi merupakan pengetahuan mengenai syarat sah berqurban yang diajarkan dalam Islam. Pesan segera hewan qurban Anda sebelum mendekati hari raya qurban tiba. Karena harga hewan akan kian menaik ketika mendekati musim qurban tiba.

Aqiqah Berkah memiliki beberapa rekomendasi untuk Anda dalam membeli hewan qurban 1437 H secara online. Tersedia kambing dan sapi qurban untuk Anda di wilayah jawa Timur, harga relatif murah dan pemesanan mudah.

Qurban Aqiqah (1)

Harga Sapi Qurban 2018

1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-

2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-

Harga Kambing Qurban 2018

– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-

Sapi dan Kambing qurban di atas dapat Anda pesan melalui beberapa Paket Qurban 2018 Aqiqah Berkah secara online yakni sebagai berikut :

Paket Qurban Peduli Syar’i

Pada paket qurban peduli syar’i, merupakan paket yang disediakan dengan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan paket qurban dari kota Anda (seluruh Indonesia).

Paket Qurban Mandiri Syar’i

Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban. Selanjutnya kami siap mengantar hewan qurban yang telah Anda pesan.

Pemesanan hewan qurban online atau ingin melakukan tabungan qurban 2018 silahkan hubungi nomor layanan :

SMS : 0858 5344 4472

Whatsapp : +62858 5344 4472

Pin BB : 7C0B38CE

Hewan Qurban Online

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

HEWAN QURBAN ONLINE

Qurban dalam ilmu fiqih disebut dengan “udhiyya” yang berarti hewan yang disembelih saat Idul Adha. Dalam hukum Islam, qurban merupakan ritual yang wajib dilakukan di dunia dan untuk memperoleh amal baik (pahal) untuk akhirat.

21 Hewan Qurban Online 1

Alhamdulillah, puji syukur bagi sang khalik yang menciptakan alam semesta Allah SWT. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi umat Islam Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita semua termasuk umatnya yang kelak mendapatkan syafaat di hari kiamat. Aamiin Aamiin Ya Robbal’alamin.

Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah Insya Allah dilaksanakan pada tanggal 12 September 2018 dalam penanggalan Masehi. Jika dihitung hari, maka Idul Adha akan tiba sebentar lagi. Pesan dan rawat hewan qurban untuk kesempurnaan ibadah qurban sebagai umat muslim yang bertaqwa.

Qurban merupakan penyembelihan hewan tertentu bagi manusia untuk menjadi lebih dekat dengan kasih sayang Allah. Dalam fiqih qurban disebut “udhiyya” yang berarti hewan yang disembelih saat Idul Adha. Menyembelih binatang dapat disebut “tadhiyya” yang berarti menyembelih hewan khusus pada waktu tertentu dengan niat ibadah dan ketaatan. Ini juga dapat disebut “zabh” dan “Nahr”.

Yang dimaksud dengan hewan khusus diatas adalah hewan yang diterima menurut syariat agama sebagai korban seperti domba, kambing, sapi dan unta. Yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah hari Idul Adha. Dalam hukum islam qurban merupakan ritual wajib yang dilakukan di dunia ini dan untuk mendapatkan amal baik (pahala) untuk akhirat.

Qurban dilakukan dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah dan hanya demi Allah. Dilarang oleh agama (haram) untuk mengorbankan hewan bagi siapa pun selain Allah. Rasulullah (saw) memperingatkan orang-orang yang bmencoba untuk berqurban untuk orang lain selain Allah dengan sabda berikut ini:

“Semoga Allah melaknat orang-orang yang mengorbankan binatang untuk orang lain selain untuk Allah.” (Muslim, Nasai)

21 Hewan Qurban Online

Adanya perintah qurban telah ada sejak zaman nabi. Hari raya qurban atau hari raya idul adha adalah sebuah hari raya islam yang diperingati peristiwa kurban saat Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah yang kemudian diganti oleh-Nya dengan domba.

Peringatan hari raya idul adha dilakukan dengan sholat ied kemudian dilakukan penyembelihan hewan kurban. Hari raya idul adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, atau jatuh pada 70 hari setelah perayaan idul fitri. Pada hari itu pula diharamkan berpuasa bagi umat islam.

Sedangkan hikmah adanya ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Binatang yang diperbolehkan untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Selain dari tiga jenis hewan tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban. Allah SWT berfirman, “supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

Syarat berkurban dengan domba haruslah yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Sahabat Aqiqah Berkah yang telah mampu untuk berqurban tahun 2018 ini, hendaknya segera memesan hewan qurban. Kini dengan adanya kemudahan teknologi dan kemajuan, Anda dapat melakukan pemesanan hewan qurban online. Aqiqah Berkah melayani hewan qurban online untuk seluruh wilayah di Indonesia dengan pilihan paket qurban peduli atau tebar hewan qurban.

Anda dapat melaksanakan ibadah qurban tanpa mengganggu aktivitas harian hanya karena memilih hewan qurban. Pada hewan qurban online, Anda dapat memesan hewan qurban seperti sapi maupun kambing. Pemotongan hewan qurban dan pendistribusian daging dapat dilakukan dengan dibagikan ke desa binaan, panti asuhan maupun pondok pesantren. Aqiqah Berkah selalu siap membantu kelancaran ibadah qurban.

Qurban Kambing Untuk Satu Keluarga

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

qurban kambing untuk satu keluarga?

Assalamualaikum…. sobat Aqiqah Berkah….Apa akabah nih? Semoga kabar kalian pada baik semua ya… sebentar lagi kita akan memasuki bulan dzulhijjah. Dimana di dalam bulan dzulhijjah kita diperintahkan oleh Allah untuk berqurban bagi yang mampu untuk berqurban. Apakah sobat semua sudah tau apakah itu qurban? Dan bagaimana tata cara berqurban? Dan apakah boleh qurban kambing untuk satu keluarga? Kita simak penjelasannya brikut ini.

gibas
Qurban adalah binatang ternak yang disembelih pada hari hari Idul Adha untuk menyemarakkan hari raya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Berqurban merupakan salah satu syiar Islam yang disyariatkan berdasarkan dalil Al Qur’an, Sunnah Rasulullah  dan Ijma’ (kesepakatan hukum) kaum muslimin.

“Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri.” (QS. Al An’am: 162)

Makna nusuk dalam ayat di atas adalah menyembelih hewan, demikian penjelasan dari Said bin Jubair. Ada pula yang menyatakan bahwa makna nusuk adalah semua bentuk ibadah, salah satunya adalah menyembelih hewan.

Syarat – syarat berqurban:

1. Binatang qurban harus berupa binatang ternak, yaitu onta, sapi dan kambing, baik berupa kambing lokal maupun kambing domba (kibasy), berdasarkan firman Allah:
“Dan bagi setiap umat, telah kami syariatkan ibadah qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap apa yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al Hajj: 34)

2. Usia hewan tersebut telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh syariat (syara’), yakni jadz’ah untuk domba dan tsaniyah untuk yang lainnya. Berdasarkan sabda Nabi SAW:
“Janganlah kalian menyembelih qurban kecuali berupa musinnah. Namun apabila kalian kesulitan mendapatkannya maka sembelihlah domba yang jadz’ah.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud musinnah adalah hewan yang telah mencapai usia tsaniyah atau lebih tua daripada itu. Jika usianya kurang dari tsaniyiah maka disebut jadz’ah. Usia tsaniyah untuk onta adalah onta yang telah genap berusia 5 tahun. Adapun untuk sapi adalah yang telah genap berusia dua tahun. Sedangkan untuk kambing jika telah genap berusia setahun. Sementara itu usia jadz’ah untuk kambing adalah kambing yang sudah genap berusia setengah tahun. Dengan demikian tidak sah hukumnya berqurban dengan hewan ternak yang belum memasuki usia tsaniyah untuk onta, sapi dan kambing lokal atau ukuran jadz’ah untuk domba (kibasy).

3. Hewan qurban tersebut tidak memiliki cacat yang bisa menghalangi keabsahannya.

4. Hewan yang hendak digunakan untuk berqurban merupakan milik shahibul qurban atau milik orang lain namun telah sah secara syariat (syara’) atau telah mendapatkan izin dari pemilik.

5. Hewan qurban tersebut tidak berkaitan dengan hak orang lain, sehingga tidak sah berqurban dengan hewan yang digunakan sebagai agunan hutang.

6. Penyembelihan hewan qurban dilakukan pada waktu yang telah ditentukan secara syar’i yaitu setelah shalat ‘Ied pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) hingga tenggelamnya matahari pada hari tasyriq terakhir yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Berqurban dengan kambing untuk satu keluarga?

Pahala qurban seekor kambing dapat mencakup sebuah keluarga dan ditambah dengan orang Islam lain yang dikehendaki dari luar keluarga. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan agar dibawakan kambing kibasy bertanduk, bulu kakinya berwarna hitam, bulu di sekitar mata serta di kanan kiri lambung juga berwarna hitam. Kambing tersebut akan beliau jadikan sebagai hewan qurban. Kemudian Nabi bersabda kepada ‘Aisyah:
“Wahai Aisyah, ambilkan pisau besar!” Setelah pisau itu dibawakan, Nabi mengambilnya dan membaringkan kibasy lalu (bersiap untuk) menyembelihnya. Kemudian beliau berkata, “Dengan nama Allah, wahai Allah terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad”, kemudian beliau menyembelihnya. (HR. Muslim)

Jika seseorang berqurban dengan seekor kambing –baik kambing domba maupun kambing lokal untuk dirinya dan juga keluarganya– maka pahala qurban hewan tersebut telah cukup untuk seluruh anggota keluarga yang ia niatkan, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Jika sekalipun orang tersebut tidak berniat apa-apa kecuali hanya untuk diri dan keluarga, maka yang tercakup dalam kata “keluarga” adalah seluruh orang yang tercakup dalam lafal ini, baik dari tinjauan etimologi ataupun makna yang biasa dipahami oleh lingkungan setempat (urf).

Nah sudah jelaskan apa itu qurban? Dan bagaimana syarat untuk berqurban?. Sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah dan mampu untuk melaksanakan qurban alangkah baiknya kita melaksanakan qurban yang di perintahkan oleh Allah SWT.

Untuk sobat semua yang ingin melaksankan qurban kami Aqiqah Berkah siap membantu anda untuk berqurban. Kami akan memberikan layanan yang terbaik dan berkualitas untuk anda yang ingin berqurban. Sekarang tunggu apalagi !!! Segara hubungi kami Aqiqah Berkah.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

Qurban Kambing Betina

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

qurban kambing betina

Hai Sobat Aqiqah Berkah …. Bagaimana kabar kalian? Pasti baik dan sehat semuakan? Sebentar lagi kita akan merayakan hari raya idul adha, dalam hari raya idul adha Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berqurban bagi yang mampu. Tapi apakah sobat Aqiqah Berkah sudah mengetahui apakah qurban itu? Dan apakah berqurban dengan kambing atau hewan ternak betina diperbolehkan? Untuk lebih jelasnya kita simak penjelasannya berikut ini.

Hari Raya Idul Adha atau dinamakan juga dengan Idul Qurban, Idul Nahr dan Hari Raya Haji mempunyai derajat dan nilai yang lebih tinggi daripada idul fitri, hari raya idul adha diberikan predikat Idul Akbar artinya hari raya agung, sedangkan idul fitri diberi predikat Idul Ashghar artinya hari raya yang kecil. Idul fitri itu dengan predikat idul ashghar, hari raya kecil adalah karena tingkat perjuangan kaum muslimin pada waktu itu barulah dalam taraf yang kecil. Pengorbanan yang diminta, hanyalah baru terbatas pada pengorbanan jasmaniah. Sedangkan idul adha itu diberikan predikat idul akbar, hari raya agung sebab pada saat itu bentuk perjuangan sudah meningkat memasuki tahap yang lebih besar dan tinggi, yaitu mengorbankan kesenangan diri dalam menunaikan ibadah haji dan melaksanakan qurban.

Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as. diperintahkan berqurban. Maka Allah Swt. menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk.

Secara syara’ memang tidak ada masalah dengan penyembelihan hewan betina untuk qurban. Berdasarkan Madzhab Syafi’i boleh-boleh saja berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Hal ini berdasarkarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
“Anak laki-laki hendaklah diaqiqahi dengan 2 kambing, sedangkan anak perempuan dengan 1 kambing. Tidak mengapa bagi kalian memilih yang jantan atau betina dari kambing tersebut.” (HR. An Nasai no. 4222 dan Abu Daud no. 2835).

Namun menyembelih sapi betina yang masih produktif sebaikanya jangan dilakukan karena dilarang oleh pemerintah, mengingat semakin minimnya jumlah sapi betina di Indonesia. Dasar Hukum Larangan Pemotongan Sapi Betina Produktif adalah Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat 2 bahwa ternak ruminansia betina produktif dilarang disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik, kecuali untuk keperluan penelitian atau untuk keperluan pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.

Ketentuan larangan tersebut tidak berlaku apabila hewan besar betina:

  1. Berumur lebih dari 8 (delapan) tahun atau sudah beranak lebih dari 5 (lima) kali.
  2. Tidak produktif (mandul) dinyatakan oleh dokter hewan atau tenaga asisten kontrol teknik reproduksi di bawah penyeliahan dokter hewan.
  3. Mengalami kecelakaan yang berat.
  4. Menderita cacat tubuh yang bersifat genetis yang dapat menurun pada keturunananya sehingga tidak baik untuk ternak bibit.
  5. Menderita penyakit menular yang menurut Dokter Hewan pemerintah harus dibunuh/dipotong bersyarat guna memberantas dan mencegah penyebaran penyakitnya, menderita penyakit yang mengancam jiwanya.
  6. Membahayakan keselamatan manusia (tidak terkendali).

Imam Nawawi memberi keterangan: Syarat sah dalam kurban adalah hewan kurban harus berasal dari hewan ternak yaitu unta, sapi dan kambing. Termasuk pula berbagai jenis unta, semua jenis sapi dan semua jenis kambing yaitu domba, ma’iz (kambing jawa) dan sejenisnya. Sedangkan selain hewan ternak seperti rusa dan keledai tidaklah sah sebagai hewan kurban tanpa ada perselisihan di antara para ulama. Begitu juga sah berkurban dengan hewan jantan dan betina dari semua hewan ternak tadi. Tidak ada khilaf sama sekali mengenai hal ini menurut kami (Syafi’iyah).

Itulah tadi penjelasan tentang bolehkah kita berqurban dengan kambing betina. Bagi sobat semua yang ingin berqurban dan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai qurban, kami Aqiqah Berkah siap membantu anda.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

Kambing Qurban di Potong

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

kambing qurban di potong

Hai sobat Aqiqah Berkah…..pasti semua dalam keadaan baikkan. Kalian semua sudah pada tau kan apa itu qurban? Tapi apakah kalian tau bagaimana tata cara pemotongan hewan qurban?. Kalau belum yuk kita simak penjelasan dibawah ini.

kambing potong
Pengertian Qurban

Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as. diperintahkan berqurban. Maka Allah Swt. menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Swt berfirman:
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Maa-idah 27).

Kata qurban berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti dekat atau mendekatkan diri kepada sesuatu. Menurut istilah, qurban diartikan sebagai bentuk ibadah kepada Allah dengan menyembelih binatang pada hari raya ‘Idul Adlha dan hari Tasyriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Istilah yang digunakan dalam kitab-kitab fikih untuk qurban adalah udlhiyah, yang berarti menyembelih binatang pada pagi hari. Ibadah qurban semula merupakan syariat Nabi Ibrahim a.s. Beliau pertamatama mendapatkan perintah berqurban bukan dengan binatang, tetapi beliau diperintahkan untuk menyembelih puteranya yang sangat dicintainya, yaitu Nabi Isma’il a.s. Dengan ketaatan dan ketundukannya kepada Allah, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah untuk menyembelih puteranya itu. Namun, ketika Nabi Ibrahim meletakkan pisau penyembelihannya pada leher Nabi Isma’il, Allah mengganti Isma’il dengan domba, sehingga yang diqurbankan Ibrahim tidak lagi puteranya, tetapi seekor domba. Syariat Nabi ibrahim ini kemudian juga menjadi syariat Nabi Muhammad Saw.

Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Penyembelihan dan Syarat-syaratnya:

Penyembelihan (adz dzakat) adalah cara yang dapat menghalalkan suatu hewan untuk dikonsumsi yang dilakukan dengan cara menusuk leher hewan hingga mati (nahr), menyembelih atau dengan melukai. Nahr adalah yang penyembelihan yang dilakukan pada onta. Adapun pada hewan selain onta adalah dengan cara menggorok leher (sembelih) atau dengan cara melukai bagi hewan yang tidak mungkin dihilangkan nyawanya kecuali dengan cara melukai tersebut. Terdapat sembilan syarat penyembelihan:

1. Orang yang menyembelih adalah orang yang berakal dan bisa membedakan hal yang berbahaya dengan yang tidak (tamyiz). Dengan demikian tidak halal hukumnya sembelihan orang gila, orang yang dalam keadaan mabuk, anak kecil yang belum tamyiz dan orang tua bangka yang telah kehilangan sifat tamyiz dan semacamnya.

2. Penyembelih haruslah seorang muslim atau kafir kitaby, yakni orang yang menisbahkan diri kepada agama Yahudi atau Nasrani. Seorang muslim halal sembelihannya baik laki-laki atau wanita, orang fasik atau orang bertakwa, baik suci atau berhadas. Adapun sembelihan kafir kitaby juga halal, baik yang berasal dari keturunan kitaby asli ataupun bukan. Seluruh umat Islam telah sepakat bahwa sembelihan kafir kitaby itu halal, karena firman Allah:
“Dan makanan orang-orang yang telah diberi kitab itu halal bagi kalian.” (QS. Al Maidah:5)

Nabi juga memakan kambing yang dihadiahkan oleh seorang wanita Yahudi. Beliau juga pernah memakan roti gandum dan kulit yang sudah kurang enak pada perjamuan yang diadakan oleh seorang Yahudi yang mengundang beliau. Sedangkan orang-orang kafir selain ahli kitab, sembelihannya tidak halal berdasarkan mafhum ayat di atas, karena petikan ayat “alladzina uutul kitaab” terdiri dari isim maushul dan shilah maushul, dua jabatan kalimat ini setara dengan isim musytaq yang mengandung sifat maknawi. Sehingga hukum ditemukan jika ditemukan sifat maknawi. Namun jika sifat maknawi tidak ditemukan maka hukum tidak bisa ditetapkan.

3. Ada kesengajaan untuk menyembelih. adapun “menyembelih” merupakan suatu perbuatan yang membutuhkan niat, sehingga jika tidak ada niat menyembelih maka sembelihannya tidak sah, sebagaimana hal orang yang diserang seekor hewan kemudian membunuh hewan tersebut untuk membela diri.

4. Disembelih untuk selain Allah, Jika seekor hewan disembelih untuk selain Allah maka sembelihan menjadi tidak halal, sebagaimana halnya menyembelih hewan untuk mengagungkan berhala, penghuni kubur, raja, orang tua dan semacamnya, karena firman Allah: “Dan hewan yang disembelih untuk berhala…” (QS. Al Maidah: 3)

5. Tidak disebut padanya nama selain Allah seperti dengan nama Nabi, dengan nama Jibril atau dengan nama fulan. Jika disebutkan padanya nama selain Allah maka tidak halal meski nama Allah juga disebut. Karena firman Allah: “Dan apa-apa yang disebutkan selain Allah padanya….” (QS. Al-Maidah: 3)

6. Disebut nama Allah padanya, dengan mengatakan saat menyembelih “dengan nama Allah”. Karena firman Allah: “Maka makanlah hewan yang padanya disebutkan nama Allah jika kalian adalah orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat-Nya!” (QS. Al An’am: 118)

Adapun jika penyembelihnya adalah orang yang bisu sehingga tidak bisa mengucapkan bismillah, maka ia dapat menggantinya dengan isyarat, karena firman Allah:“Bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuan kalian!!” (QS. At Taghabun: 16)

7. Menggunakan alat yang tajam yang mampu mengalirkan darah, baik terbuat dari besi, batu, kaca atau yang lainnya, karena sabda Nabi: “Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan nama Allah padanya maka makanlah asal bukan gigi atau kuku. Akan kuceritakan kepada kalian mengenai hal itu, sungguh gigi itu termasuk tulang sedangkan kuku merupakan pisau orang Ethiopia (Nasrani-pent).” (HR. Jamaah)

Adapun jika nyawa hewan tersebut hilang nyawanya dengan alat yang tidak tajam maka tidak halal, misalnya dicekik, dipingsankan dengan listrik dan semacamnya hingga mati. Akan tetapi jika hewan itu disetrum dengan listrik hingga pingsan kemudian disembelih dengan cara syar’i dan diketahui bahwa hewan tersebut tetap dalam keadaan hidup, maka hewan tersebut halal.

8. Mengalirnya darah dari penyembelihan. Karena sabda Nabi : “Apa saja yang mengalirkan darah dan disebutkan nama Allah padanya maka makanlah!” (HR. Jamaah) Jika hewannya tidak bisa dikuasai karena lari kencang atau terperosok ke dalam sumur, goa dan semacamnya, maka asal darah bisa mengalir pada bagian tubuh yang mana saja sudah mencukupi. Akan tetapi yang lebih utama adalah memilih bagian tubuh yang menyebabkan nyawanya lebih cepat keluar, karena hal tersebut lebih menyenangkan bagi hewan dan lebih tidak menyiksa. Namun jika hewan tersebut bisa dikuasai maka menyembelihnya harus pada leher bagian bawah hingga dua tulang rahang dan dua buah pembuluh darah besar yang mengelilingi tenggorokan terputus. Tentunya akan lebih sempurna jika bisa memutus tenggorokan (jalan napas) dan kerongkongan (jalan makan dan minum). Hal ini dikarenakan hal-hal yang menyebabkan hewan tetap hidup segera hilang yaitu darah, tenggorokan serta kerongkongan. Namun demikian jika yang terputus hanya dua pembuluh darah maka sembelihan tetap sah.

9. Penyembelih adalah orang yang mendapatkan izin secara syar’i untuk menyembelih.

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Waktu penyembelihan hewan qurban adalah mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya Idul Adha sampai terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Baiknya setelah pelaksanaan shalat sunat Idul Adha. Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa menyembelih qurban sebelum shalat Idul Adha, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih qurban setelah shalat Idul Adha dan 2 khotbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam.” (HR. Bukhari).

Adapun masa diperbolehkannya melaksanakan qurban adalah selama hari-hari tasyriq, yaitu 3 hari setelah hari adha, berdasarkan hadits Rasulullah dari Jubair bin Muth’im:
“Pada setiap hari-hari tasyriq ada sembelihan.” (HR Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dan Al-Baihaqi).

Akhir waktu penyembelihan qurban adalah tenggelamnya matahari pada hari ketiga hari Tasyriq. Dan hari-hari Tasyriq menurut pendapat yang benar adalah 3 hari setelah Yaumun Nahr (hari ‘Idul Adha). Allah SWT berfirman:
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya.” (Al-Baqarah: 203).

Dinamakan hari Tasyriq karena pada hari-hari tersebut umumnya orang menjemur daging dari hewan qurban supaya awet. Dan diperbolehkan untuk menyembelih hewan qurban pada 4 hari tersebut, mulai tanggal 10 sampai tanggal 13 Dzulhijjah baik siang ataupun malam, tidak ada perbedaan dari sisi keutamaan.

Adap Menyembelih Hewan Qurban

Ada beberapa adab menyembelih yang harus diperhatikan meski tidak menjadi syarat kehalalan suatu sembelihan, di antara adab-adab itu adalah:

  1. Hewan dihadapkan ke kiblat sewaktu menyembelih
  2. Menyembelih dengan cara yang baik, yakni menggunakan alat yang tajam dan dilewatkan pada bagian tubuh yang akan disembelih dengan kuat dan dengan cepat.
  3. Melakukan nahr untuk onta dan menyembelih (dzabh) untuk hewan yang lain. Onta dinahr dalam keadaan berdiri dan kaki depannya yang sebelah kiri dalam kondisi terikat. Jika tidak memungkinkan maka nahr dilakukan pada saat onta dalam posisi menderum. Hewan selain onta disembelih dalam posisi lambung hewan sebelah kiri berada di bawah. Jika penyembelih kesulitan bekerja dengan tangannya dalam posisi seperti itu maka penyembelihan dilakukan dalam posisi lambung kanan hewan berada di bawah, dengan catatan posisi ini lebih menyenangkan hewan qurban dan lebih mudah bagi penyembelih. Disunnahkan agar salah satu kaki penyembelih diletakkan pada lehernya supaya hewan tersebut lebih terkontrol. Adapun tindakan menahan kaki-kaki hewan dan menduduki tubuh hewan yang akan disembelih maka itu adalah perbuatan yang tidak ada dalilnya dalam Sunnah Nabi. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa salah satu faedah tidak menahan kaki-kaki hewan adalah agar aliran darah makin deras disebabkan kaki bebas bergerak dan menggoncangkan diri.
  4. Memutus tenggorokan dan kerongkongan di samping memutus dua pembuluh darah besar di leher.
  5. Tidak menampakkan pisau kepada hewan pada saat mengasah. Hewan tersebut seharusnya hanya melihat pisau pada saat menyembelih.
  6. Bertakbir setelah membaca bismillah.
  7. Setelah membaca bismillah dan bertakbir kemudian menyebutkan nama orang yang menjadi tujuan qurban atau akikah dan berdoa kepada Allah semoga menerima ibadah tersebut. Misalnya mengucapkan: “Dengan nama Allah yang Mahabesar, Ya Allah dari-Mu dan untuk-Mu dariku)” jika sembelihan itu untuk dirinya atau “dari fulan” jika sembelihan itu untuk orang lain. “Wahai Allah terimalah dariku” jika sembelihan tersebut untuknya atau “dari fulan” jika sembelihan tersebut untuk orang lain.

Hal-hal yang Dimakruhkan Dalam Sembelihan

  1. Menggunakan alat penyembelih yang tidak tajam. Terdapat ulama yang menyatakan bahwa hal ini hukumnya haram dan itulah pendapat yang benar.
  2. Hewan yang akan disembelih melihat pisau yang sedang diasah.
  3. Ketika ada hewan disembelih, hewan yang giliran berikutnya ikut menonton proses penyembelihan.
  4. Melakukan tindakan-tindakan yang menyakitkan setelah di sembelih sebelum nyawa hewan tersebut meninggalkan jasadnya, seperti mematahkan leher, menguliti atau memotong sebagian anggota tubuhnya. Ulama yang berpendapat bahwa tindakan ini hukumnya haram.

Itulah tadi informasi tentang tata cara pemotongan hewan qurban. Bagi sobat semua yang ingin melaksanakan qurban, kami Aqiqah Berkah siap membantu pelaksanaan qurban anda.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

 

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Save

Save

Kurban Sapi

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

KURBAN SAPI

Idul Adha 1437 H akan datang di dua bulan mendatang, segera persiapkan hewan qurban yang terbaik dan diniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT. Berqurban merupakan ibadah sunnah yang diperintahkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang memiliki kesanggupan untuk menyembelih udhiyah seperti kambing, sapi atau onta pada hari nahar dan tasyrik.

21 Qurban Sapi

Hukum melaksanakan qurban adalah sunnah muakad bagi setiap muslim. Namun, apabila sudah mampu dan sanggup untuk berqurban, hendaknya segera berqurban. Dasar hukum disyariatkannya qurban adalah firman Allah dalam surat Al Kautsar sebagai berikut ini :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢)

Artinya : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)

Didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah berkata, ”Sesungguhnya Nabi saw pernah berkurban seekor gibas yang bertanduk, terdapat warna hitam di badannya, warna hitam di kakinya dan warna hitam di kedua matanya.”

Para ulama telah menetapkan bahwa berqurban dengan seekor kambing atau domba adalah untuk mewakili satu orang. Sedangkan berqurban dengan seekor sapi atau onta dapat diatasnamakan sejumlah tujuh orang atau setara satu keluarga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah berkata, ”Kami pernah berkurban bersama Rasulullah saw di Hudhaibiyah : satu ekor onta untuk tujuh orang, begitu juga dengan satu ekor sapi.”

Jika tujuh orang bergabung untuk menyembelih seekor sapi atau onta maka tidaklah ada keharusan bahwa mereka semua berada dalam satu rumah atau satu kerabat. Bisa saja mereka yang bergabung itu berbeda rumah, berbeda kampung atau tidak satu kerabat. Hal itu dikarenakan tidak disebutkan secara rinci didalam hadits Jabir diatas.

21 Qurban Sap 1

Sedangkan mengenai berqurban bagi orang yang telah meninggal, kini terjadi perbedabatan diantara para ulama. Di kalangan ulama Syafi’i membolehkan berqurban bagi orang yang telah meninggal apabila orang tersebut telah berwasiat. Para ulama maliki menganggap bahwa hal itu makruh. Berbeda pula dengan pandangan ulama Hanafi dan Hambali yang membolehkannya.

Dibolehkan urunan 7 orang untuk qurban sapi atau onta. Namun tidak dibolehkan urunan lebih dari 7 orang untuk qurban sapi. Imam Ibnu Utsaimin mengatakan:

وتجزئ الواحدة من الغنم عن الشخص الواحد ، ويجزئ سُبع البعير أو البقرة عما تجزئ عنه الواحدة من الغنم …. وإذا اشترك اثنان فأكثر في ملك أضحية يضحيان بها ، فهذا لا يجوز ، ولا يصح أضحية إلا في الإبل والبقر إلى سبعة فقط ، وذلك لأن الأضحية عبادة وقربة إلى الله تعالى ، فلا يجوز إيقاعها ولا التعبد بها إلا على الوجه المشروع زمناً وعددا وكيفية.

Satu kambing sah untuk qurban satu orang. Sementara sepertujuh onta atau sapi, sah untuk qurban senilai satu kambing. Jika ada dua orang atau lebih, urunan untuk qurban satu kambing, kemudian mereka jadikan qurban, ini hukumnya tidak boleh, dan qurbannya tidak sah, kecuali untuk onta atau sapi, maksimal 7 orang saja. Karena qurban adalah ibadah kepada Allah. Karena itu, tidak boleh dilaksanakan kecuali dengan aturan yang ditetapkan syariat, baik terkait waktu, jumlah orang yang ikut, atau tata caranya.

Berikut lanjutan hadits Bulughul Marom tentang masalah kurban pada hadits no. 1363.

وَعَنْ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: – نَحَرْنَا مَعَ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – عَامَ اَلْحُدَيْبِيَةِ: اَلْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ, وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ – رَوَاهُ مُسْلِم

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Kami pernah berkurban (melakukan nahr atau penyembelihan) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Hudaibiyah, yaitu kami berkurban untuk unta dengan patungan tujuh orang. Sedangkan sapi untuk patungan tujuh orang.” Diriwayatkan oleh Muslim. (HR. Muslim no. 1318).

Qurban Dan Aqiqah

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN DAN AQIQAH

Qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakadah. Qurban dan Aqiqah berbeda waktu dalam pelaksanaannya, namun kedua ibadah ini sama-sama dilakukan dengan penyembelihan hewan ternak yang ditujukan kepada Allah SWT.

Qurban Aqiqah

Hukum Qurban

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Hukum Aqiqah

Ibadah aqiqah adalah sembelihan hewan ternak untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Waktu yang afdhal dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, ke dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu. Sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab untuk melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukan aqiqah adalah selain ayahnya :

  1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
  2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
  3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

20 Qurban Dan AqiqahQurban & Aqiqah

Berdasarkan penjelasan singkat qurban dan aqiqah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Aqiqah tidak harus dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, semua dapat diserahkan kepada kemampuan atau kelapangan rizki orangtua yang mengaqiqahi anak bahkan dapat dilakukan sendiri ketika besar atau baligh.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah ayah sebagai sang penanggung nafkah anak. Dapat dilakukan kapanpun ketika memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Namun bila sang ayah memiliki halangan untuk melaksanakan aqiqah hingga anak mampu melaksanakannya sendiri, maka anak dapat menggantikan posisinya yakni aqiqah untuk diri sendiri meskipun perkara ini belum menjadi kesepakatan dari para ulama.

Apabila ada pertanyaan, lebih baik melaksanakan aqiqah terlebih dahulu atau qurban ? Maka qurban lebih diutamakan untuk dilaksanakan apabila mendekati Hari Raya Idul Adha. Berikut beberapa alasan mengapa lebih diutamakan melaksanakan qurban dari pada aqiqah :

  1. Perintah berqurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf dan memiliki kesanggupan berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ia ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.
  2. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama.
  3. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah. Ada baiknya pula- apabila saudara menginginkan kedua-keduanya (qurban&aqiqah)- saudara mengikuti pendapat imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Adapun referensi yang digunakan mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani:

قال ابن حجر لو أراد بالشاة الواحدة الأضحية والعقيقة لم يكف خلافا للعلامة الرملى حيث قال ولو نوى بالشاة المذبوحة الأضحية والعقيقة حصلا

Artinya; Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup”. Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk qurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Doa Qurban

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

DO’A QURBAN

Setiap muslim yang berqurban, sudah pasti berharap ibadah qurbannya diterima oleh Allah SWT. Tidak sedikit yang berqurban dengan seekor kambing untuk seseorang dan seekor sapi untuk keluarganya.

20 Doa Qurban

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah sang pencipta dan penguasa alam semesta. Semoga kita termasuk hamba yang bertaqwa. Aamiin Ya Robbal’alamin. Shalawat salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Rasul Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya serta umat yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Setiap muslim yang berqurban, sudah pasti berharap ibadah qurbannya diterima oleh Allah SWT. Tidak sedikit yang berqurban dengan seekor kambing untuk seseorang dan seekor sapi untuk keluarganya. Disamping memperhatikan jenis hewan qurban, usia hewan qurban dan kondisi hewan qurban yang tidak cacat atau selamat dari cacat, perlu diperhatikan juga mengenai tatacara penyembelihannya.

Beberapa diantaranya yang perlu diperhatikan saat qurban adalah ketika menyembelih hewan qurban. Ada beberapa dzikir dan doa yang diajarkan oleh syariat ajaran Islam saat menyembelih hewan qurban. Ringkasnya, orang yang ingin menyembelih hewan qurban disunnahkan untuk membaca doa qurban berikut ini :

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

(Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku).

Jika ia menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, ia membaca:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

“Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.”

Di tambah:

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan,” (dengan menyebut namanya).

Namun, yang diwajibkan dari bacaan ini adalah membaca Basmalah (Bismillah). Bila sudah membaca basmalah, maka hewan qurban sah untuk disembelih meskipun tidak menambahkan bacaan lainnya. Kalimat lainnya berupa annjuran yang diucapkan sesudahnya. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-An’am ayat 118 :

فَكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 118)

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Nabi Muhammad SAW berkurban dengan ekor domba jantan yang dominasi warna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangannya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di atas samping lehernya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW memerintahkan untuk membawakan satu ekor kibas bertanduk yang hitam kakinya, hitam bagian perutnya, dan hitam di sekitar kedua matanya. Lalu dibawakan kepada beliau untuk beliau sembelih sendiri. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, ambilkan sebilah pisau.” Kemudian beliau bersabda, “Asahlah pisau itu dengan batu.” ‘Aisyah pun mengerjakan. Kemudian beliau mengambil pisau dan mengambil kibas tersebut, lalu beliau membaringkannya dan menyembelihnya. Kemudian beliau berucap:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّد وَآل مُحَمَّد وَمِنْ أُمَّة مُحَمَّد

“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, serta dari umat Muhammad.” Kemudian beliau menyembelihnya.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan tentang maksudnya, yaitu beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil membaca kalimat di atas. Di antara macam bacaan tambahan sesudah Basmalah saat menyembelihkan hewan kurban orang lain :

بِسْمِ اللَّه وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

“Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dari si fulan (disebutkan namanya).”

Atau dengan tambahan:

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan (dengan menyebut namanya).”

Barangkali masih ada yang mempertanyakan, doa-doa qurban agar diterima qurban tersebut apa tidak termasuk mengada-ngada (bid’ah)? Syaikh Ibnu Jibrin menjelaskan, tambahan doa di atas atau dengan kalimat doa lainnya dibolehkan, karena hal itu termasuk doa. Sedangkan doa (permintaan) bab (kalimat)-nya luas.