Daily Archives: July 22, 2018

Kambing Qurban Murah Jakarta

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Murah Jakarta

Halo sahabat Aqiqah Berkah yang di rahmati oleh Allah SWT. Gimana kabarnya hari ini?baik apa engga?pasti baik kan.:-) Nah kali ini kami mau mengulas mengenai Kambing Murah Kota Malang. Kalau bahas masalah jual kambing sih, Aqiqah Berkah pati solusinya. 😉 tapi sebelumnya kita ulas dulu mengenai Beberapa Permasalahan Seputar Qurban terlebih dahulu. yukkk di baca sahabat…

Beberapa Permasalahan Seputar Qurban

A. Kepanitiaan Qurban

Kepanitian qurban pada saat ini sangat diperlukan dalam rangka efektivitas dan efesiensi pelaksanaan ibadah qurban, dan kedudukannya sebagai orang yang membantu pelaksanaan ibadah qurban dan berbeda kedudukannya dengan amil zakat. Hal ini didasarkan pada beberapa hadis yang menjelaskan pelaksanaan qurban Rasulullah, diantaranya;
Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabi saw. Memerintahkan Ali agar ia melaksanakan qurban dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya dan beliaupun agar tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban dalam pekerjaan jagal. (HR. al-Bukhari)

Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabiyullah saw. memerintahkan agar ia melaksanakan qurban Nabi dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya pada orang-orang miskin dan beliaupun agar tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban dalam pekerjaan jagal.(HR. Muslim)

Dengan demikian, baik dalam al-Qur’an maupun al-Hadis tidak ada satupun yang menjelaskan adanya orang yang ditugasi untuk menjadi pengurus dalam pelaksanaan qurban (panitia qurban). Kendatipun demikian, untuk kelancaran (efektifitas dan efesiensi) pelaksanaan qurban dipandang perlung adanya semacam kepanitian.

Kalimat “ yaquumu ‘ala ” yang terdapat dalam kedua hadis di atas mengandung arti “membantu”. Dari kedua hadis tersebut dapat dipahami bahwa Ali diminta oleh Nabi saw agar ia membantu Nabi dalam pelaksanaan qurban dan pembagiannya. Dengan demikian, dalam masalah “keanitiaan qurban” dapat dipahami sebagai berikut;

  1. Tugas dari panitia qurban adalah membantu shahibul qurban
  2. Fungsi panitia qurban untuk memudahkan penyelenggaraan qurban
  3. Panitia tidak boleh mengambilkan upah penyembelih dari hewan qurban, namun dapat membebankan kepada shahibul qurban dengan cara musyawarah atau mengambil dari sumber lain. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ali sebagai berikut:
    Ali Ra. ia berkata; Rasulullah saw. telah memerintahkan kepadaku agar membantu dalam pelaksanaan qurban untanya dan agar membagikan kulit dan pakaiannya dan beliaupun memerintahkan kepadaku agar aku tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban kepada jagal. Ia (Ali) berkata: Kami memberikan upah (jagal) dari harta kami . (HR. Abu Dawud)

B. Masalah qurban untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal dunia

Qurban untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal dunia tidak boleh. Hal ini didasarkan kepada beberapa dalil diantaranya;
Artinya: (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. QS an-Najm (53): 38-39.
Kecuali karena;
a. Adanya nadzar semasa hidupnya
b. Adanya wasiat dari orang yang meninggal dunia

Apabila seorang pada saat masih hidup bernadzar akan menyembelih qurban, akan tetapi sebelum qurban itu ditunaikan ia sudah terlebih dahulu meninggal dunia, maka ahli warisnya boleh untuk menunaikan qurban yang merupakan nadzar darinya. Hal ini karena nadzar apabila belum ditunaikan sama saja dengan hutang yang belum dibayar. Jika hutang itu harus dibayar dan pembayaran hutang itu diambil dari harta yang ditinggalkannya, maka demikian pula hanya dengan nadzar. Mempersamakan nadzar dengan hutang ini didasarkan pada Hadits Nabi saw yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas:
Dari Ibnu ‘Abbas ra.: Sesungguhnya seorang perempuan datang kepada Nabi saw seraya berkata: “Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, tetapi sebelum sempat menunaikan nadzar hajinya itu, ia terlebih dahulu meninggal dunia. Apakah saya hars menunaikan haji itu untuknya?” Nabi saw menjawab: “Ya, kerjakanlah haji itu untuk ibumu. Bukankah kalau ibumu mempunyai hutang engkau wajib membayarnya? Tunaikan hak-hak Allah sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditunaikan hak-hak-Nya ”. (HR. Bukhari).

Hadits tersebut dengan tegas mempersamakan nadzar dengan hutang dari segi keduanya sama-sama harus dibayar, bahkan nadzar itu adalah merupakan hutang kepada Allah yang pemenuhannya harus lebih diutamakan. Mengenai hal yang sama terdapat pula dalam Hadits-Hadits yang lalu, misalnya Hadits riwayat Ahmad dari Ibnu ‘Abbas:
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: Seorang perempuan belayar di laut, lalu ia bernadzar akan menunaikan puasa sebelum, kamudian ia meninggal dunia sebelum menunaikan puasa itu. Saudara perempuan dari perempuan yang meninggal itu datang menghadap Nabi saw dan memberitahukan kejadian itu kepada Nabi saw, kemudian Nabi saw memerintahkan kepada saudara perempuan itu dari perempuan yang meninggal dunia itu untuk menunaikan puasa untuk perempuan yang meninggal dunia itu. (HR. Ahmad).

Hadits yang lebih umum lagi yang menjelaskan hal yang sama adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas:
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: Sesungguhnya Sa’ad bin ‘Ubadah telah meminta fatwa kepada Rasulullah saw, nadzar ibunya yang telah meninggal dan belum sempat ditunaikannya. Rasulullah saw menjawab (memberi fatwa) “Tunaikanlah nadzar itu untuk ibumu . (HR. Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits-hadits tersebut di atas, jelaslah bahwa nadzar yang belum sempat ditunaikan karena terlebih dahulu meninggal dunia, harus ditunaikan oleh keluarganya. Jika qurban itu merupakan nadzar dari seseorang, maka qurban itu harus ditunaikan oleh ahli warisnya dengan mengambil dari harta peninggalannya.

Bernadzar untuk berbuat kebajikan, menaati Allah atau menunaikan perintah Allah, harus dilaksanakan, artinya nadzar tersebut hukumnya sah. Sebaliknya, nadzar untuk mengerjakan maksiat melakukan perbuatan yang dilarang Allah harus ditinggalkan atau tidak boleh dilaksanakan: artinya nadzar tersebut hukumnya tidak sah. Demikian ini didasarkan pada Hadits Nabi saw riwayat dari Siti ‘Aisyah:
‘Aisyah Ra ia berkata: Nabi saw bersabda: “Barangsiapa bernadzar akan menaati Allah (menunaikan yang baik yang diperintahkan oleh Allah) hendaklah ia tunaikan, dan barangsiapa bernadzar akan mengerjakan maksiat (perbuatan buruk yang dilarang oleh Allah) maka janganlah ia kerjakan. (HR. al-Bukhari)

Hadits di atas dengan jelas menjelaskan bahwa nadzar yang baik harus dilaksanakan sedang nadzar yang buruk tidak boleh dilaksanakan. Dalam kaitannya dengan masalah qurban, maka kalau itu merupakan nadzar, maka ia termasuk nadzar yang baik yang harus dilaksanakan.

C. Masalah menukar kulit sapi dengan seekor kambing

Di antara hadis yang berkaitan dengan kulit hewan kurban, yaitu: Sulaiman Ibn Musa berkata: Zubaid telah menceritakan kepadaku bahwa Abu Sa‘id al-Khudri telah mendatangi keluarganya, kemudian ia mendapati semangkok besar dendeng dari daging kurban dan ia tidak mau makan dendeng tersebut. Kemudian Abu Sa‘id al-Khudri mendatangi Qatadah Ibn Nu‘man dan menceritakannya bahwa Nabi saw bersabda: Sungguh aku telah memerintahkan agar tidak makan (daging) hewan kurban lebih dari tiga hari agar mencukupi kamu sekalian, dan sekaramg saya membolehkan kamu akan hal itu. Oleh karena itu, makanlah bagian dari kurban tersebut yang kamu sukai, janganlah kamu menjual daging al-hadyu (daging hewan dam) dan daging hewan kurban. Makanlah, sedekahkanlah, manfaatkan kulit hewan kurban itu, dan jangan kamu menjualnya [HR. Ahmad]

“Diriwayatkan dari ‘Ali Ibn Abi Thalib ra, ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kepada saya untuk mengurus unta kurban dari beliau, agar saya membagikan dagingnya, kulitnya dan perlengkapan unta itu kepada orang-orang miskin; serta tidak memberikan sedikitpun untuk upah penyembelihannya.” [Muttafaq ‘alaih]

Terhadap larangan menjual kulit hewan kurban sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, para ulama di antaranya al-Auza‘i, Ahmad Abu Tsaur dan juga madzhab Syafi’i mengatakan bahwa dibolehkan menjual kulit hewan kurban sepanjang hasil penjualan itu ditasharufkan untuk kepentingan kurban (Muhammad asy-Syaukani, Nailul Authar, Juz III, halaman 202). Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa boleh menukarkan kulit hewan kurban sepanjang tidak dengan dinar atau dirham, melainkan dengan barang, karena dengan barang itu akan dapat untuk dimanfaatkan (al-Shan’ani, Subulus-Salam, Juz IV,halaman 94).

Pemanfaatan kulit hewan kurban tersebut, jika dikaitkan dengan perintah untuk membagikan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim yang telah disebutkan di atas, maka tentunya pemanfatannya adalah untuk dibagikan kepada orang-orang miskin.

Dengan keterangan di atas kiranya dapat disarikan bahwa boleh menjual kulit hewan kurban kemudian hasil penjualan untuk membeli daging atau kambing, yang selanjutnya dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima bagian daging kurban. Yang dilarang adalah menjual kulit hewan kurban yang hasil penjualannya untuk kepentingan pribadi shahibul qurban.

4. Dana Qurban dialihkan untuk membantu bencana sosial

Ibadah dalam Islam ada yang dihukumi wajib dan ada yang dihukumi sunah. Di antara yang dihukumi wajib yaitu menyelamatkan jiwa yang terancam kematian. Kehidupan adalah salah satu dari lima kemashlahatan dlarury , yang oleh karenanya harus dijaga dan dipertahankan keberadaannya dengan segala kemampuan yang ada. Jika seseorang tidak mampu berupaya untuk mempertahankan hidupnya, maka wajib bagi orang lain untuk memberikan bantuan dalam mempertahankan hidup orang yang tak berdaya itu. Perbuatan membantu menyelamatkan jiwa orang lain seperti ketika terjadi bencana alam baik adanya tsunami atau gempa lainnya, mendapatkan penghargaan dari Allah SWT sebagai penyelamat kehidupan seluruh umat manusia.Dalam al-Qur’an disebutkan:
“… Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah- olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya …” [QS. Al-Maidah (5): 32].
Di antara ibadah yang dihukumi sunah yaitu ibadah qurban. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra., disebutkan:
“Saya shalat ‘Idul Adlha bersama Rasulullah saw, kemudian setelah selesai, kepada beliau diberikan seekor kibasy (kambing yang besar) lalu beliau menyembelihnya seraya berdoa: Bismillahi wallahu akbar, Allahumma hadza ‘anniy wa ‘an man lam yudlahhi min ummatiy (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Wahai Allah, ini dariku dan dari orang yang tidak berqurban dari umatku).” [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-Turmudziy].

Dalam pada itu, dengan datangnya hari raya Adlha setiap tahun, kepada umat Islam yang mampu disunatkan untuk menyembelih hewan qurban.

Menghadapi dua macam ibadah ini, yakni membantu korban bencana nasional gempa bumi dan bencana lainnya dan disunahkannya berqurban, maka :

  1. Bagi yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena musibah gempa bumi dan tsunami secara memadai dan sekaligus dapat melaksanakan ibadah qurban, dua macam ibadah ini dapat dilaksanakan secara bersama.
  2. Bagi yang harus memilih salah satu di antara dua macam ibadah tersebut, hendaknya didahulukan memberi bantuan dalam rangka menyelamatkan kehidupan mereka yang tertimpa musibah daripada melaksanakan ibadah qurban.
  3. Jika dana telah diserahkan kepada panitia qurban, hendaknya panitia meminta kerelaan calon orang yang berqurban (shahibul-qurban) untuk mengalihkan dananya kepada bantuan penyelamatan mereka yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami. Namun jika calon shahibul qurban tidak merelakan, dana itu tetap sebagai dana ibadah qurban.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan tentang permasalahan saat qurban. Selanjutnya kami akan mengulas mengenai harga kambing yang ada di kota Jakarta. Nah berikut ini harga kambingnya:

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.600.000,- hingga Rp.2.400.000,- di tahun 2018 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.800.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2018 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2018 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2018 ini.

Pastikan Anda membeli membeli hewan qurban di kandang kami satu bulan sebelum Hari Raya Idul Adha, untuk mendapatkan harga yang murah, karena berdasarkan pengalaman kami, harga hewan kurban akan naik mendekati Hari Raya Idul Adha. Segera pesan sekarang…

Informasi dan Pemesanan hubungi :
WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Kambing Qurban Jakarta Selatan

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Jakarta Selatan

Hello sahabat Aqiqah Berkah. Gimana kabar kalian sobat?fine kan pastinya. Nah kini Aqiqah Berkah Hadir di kota Jakarta Selatan menyediakan aqiqah peduli dan hewan qurban, yang akan membantu sahabat-sahabat yang berada di Jakarta Selatan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW yaitu Aqiqah dan qurban. Sebelum kita masuk ke Kambing Qurban Jakarta Selatan. Kami akan mengulas mengenai Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Qurban.

gibas
Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Kurban

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, setiap Idul Adha sebagai seorang dokter hewan, kami berdua suami selalu bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kampung tempat kami tinggal. Saya bertugas di Masjid Al Muhajirin Taman Pagelaran, dan suami bertugas di Masjid Al Ikhlas Laladon Indah. Kami selalu dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang memang setiap tahun langganan melakukan pemeriksaan hewan kurban di sekitar Jabodetabek. Tahun ini bahkan saya mendapat permintaan dari masjid At Turmudzi yang juga berada di sekitar kami tinggal.

Pemeriksaan ini bertujuan memeriksa kelayakan hewan kurban tersebut untuk konsumsi. Pemeriksaan hewan kurban meliputi pemeriksaan kesehatan dan umur hewan. Hewan kurban harus benar-benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih, di antaranya harus cukup umur, sudah ganti gigi, tidak cacat dan dalam kondisi sehat. Selain itu, pemeriksaan hewan juga untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti anthrax.

Pemeriksaan hewan kurban dibagi dalam dua tahap yakni pemeriksaan antemortem yaitu pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dilakukan pemotongan, dan posmortem yaitu pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan. Hewan yang sehat secara klinis, yakni tidak cacat, hidung normal, mata normal, jantung dan paru-paru juga normal. Untuk usia harus sudah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban yaitu sudah ganti gigi atau berusia satu tahun ke atas untuk kambing dan domba, sedangkan untuk sapi dan kerbau harus sudah berumur di atas dua tahun. Sementara itu, untuk pemeriksaan postmortem dilakukan dengan sasaran pemeriksaan meliputi kondisi hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal dan organ bagian dalam hewan. Apabila ditemukan kelainan-kelainan dan ada cacing hati maka organ tersebut harus disingkirkan, karena tidak layak untuk dikonsumsi.

Pengalaman setiap tahun selalu berulang yaitu banyaknya masyarakat yang tidak tahu kelayakan hewan kurban. Hampir setengahnya dari hewan kurban yang diperiksa menunjukkan usia di bawah satu tahun. Tampaknya hal ini disebabkan oleh ketidak tahuan masyarakat. Oleh karena itu saya menghimbau agar masyarakat atau konsumen yang ingin membeli hewan kurban di pasaran seharusnya berusaha mengetahui kepastian umur ini, tidak hanya percaya kepada pedagang begitu saja. Harus diingat bahwa ada pedagang-pedagang yang nakal. Mereka berdalih bahwa makanan hewan tidak mau tanggal. Jadi tampaknya di bawah umur padahal sudah di atas satu tahun.

Banyak juga masyarakat yang menyerahkan pemilihan hewan kurban sepenuhnya kepada pedagang, dengan memberinya uang lalu minta dikirim ke masjid tertentu tanpa melihat hewannya terlebih dahulu. Oleh karena itu tidak heran kalau banyak hewannya yang saya periksa tidak layak seperti kondisinya kurang umur, kecil, kurang sehat, demam, matanya merah, pilek, dan tidak lincah. Itulah fakta yang sering saya temui di lapangan dari tahun ke tahun.

Tips melihat umur hewan adalah untuk jenis hewan kambing dan domba lihat gigi bawahnya apabila sudah berganti dua, maka sudah berusia di atas satu tahun, sedangkan untuk sapi dan kerbau terlihat gigi bawahnya sudah berganti empat yang artinya berusia di atas dua tahun. Selain itu, pastikan hewan yang layak kurban adalah yang secara fisik terlihat lincah, makannya normal, kulitnya bersih. Kurban yang diterima di sisi Allah SWT adalah kurban dengan hewan yang terbaik, sebagaimana pengorbanan Habil, dan tidak dengan Qabil karena yang diberikan sebagai kurban adalah yang jelek.

Berkurban sesungguhnya merupakan suatu ibadah sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah dan diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS. Sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dan at Tirmidzi bertutur tentang keutamaan berkurban bahwa pahalanya, tiap bagian tubuh hewan kelak akan menjadi saksi dan bukti ketulusan dan ketaatan hamba kepada sang Khalik. Secara vertikal kurban adalah simbol dari pengabdian, sedangkan secara horizontal ialah bentuk peduli terhadap sesama.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Kurban. Berikut ini kami beritahu soal harga kambing kurban yang ada di jakarta selatan:

Harga Kambing Kacang (jawa)
Untuk harga yang pertama adalah kambing jawa atau biasa di panggil kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Dan untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kacang sangat bervariasi di lihat dari umur kondisi fisik , kesehatan, jenis kelamin dan lainnya. Untuk harganya mulai dari harga 800 ribu sampai 2,5 juta rupiah.
Berikut daftar Harga Kambing Kacang
• Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
• Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
• Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
• Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
• Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
• Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
• Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
• Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-

Daftar Harga Kambing Etawa
Kemudian ada kambing etawa, hewan pemakan rumput ini berasal dari india yang berhasil di kembangkan dan di budidaya di Negara kita dengan sangat baik, dan menjadi andalan para peternak kambing sukses di era modern ini. Untuk populasi dan perkembangannya pun tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Namun kambing etawa ini memiliki keunggulan yaitu dengan postur tubuh yang lebih besar seta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk urusan harga tentunya jauh di atas kambing lokal.

Untuk saat ini jenis kambing etawa sangat menjadi primadona di dalam pasar kambing. Banyak dari peternak kambing beralih fungsi menjadi peternak kambing etawa. Mungkin karena bersifat multi fungsi kambing besar ini menjadi andalan para peternak sukses. Sebab dengan beternak kambing etawa keuntungan yang di dapat bisa berkali kali lipat. Etawa sendiri bisa di fungsikan sebagai kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes.
Dan untuk masalah harga kambing etawa anda bisa melihatnya di bawah ini,
• Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 1.700.000,-
• Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 2.200.000,-
• Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan —>> Rp Rp 3.000.000,-
• Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 3.500.000,-
• Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 2.000.000,-
• Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 3.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan —>> Rp 4.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 5.000.000,-

Daftar harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi. Atas keunggulannya tersebut sudah banyak para peternak yang membudidayakan kambing ini.
Untuk harganya bisa anda lihat di bawah ini,
• PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan >> Rp 1.000.000,-
• PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan >> Rp 1.500.000,-
• PE betina Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.000.000,-
• PE betina Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 2.500.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan >> Rp 1.400.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan >> Rp 1.800.000,-
• PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.500.000,-
• Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 3.200.000,-

Daftar Harga kambing Gibas
Selanjutnya kambing gibas, untuk urusan harga kambing yang satu ini memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Nah langusung saja, berikut harga kambing gibas,
• Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 3 – 5 Bulan >> Rp 600.000,-
• Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 6 – 7 Bulan >> Rp 1.200.000,-
• Kambing Gibas Betina Berumur 8 – 12 Bulan >> Rp 1.600.000,-
• Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 3 – 5 Bulan >> Rp 1.000.000,-
• Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 6 – 7 Bulan >> Rp 1.200.000,-
• Gibas Jantan Umur 8 – 12 Bulan >> Rp 2.100.000,-
• Gibas jantan Umur 1 – 2 Tahun >> Rp 2.400.000,-

Nah itulah yang dapat kami sampaikan. Jika anda membutuhkan kambing untuk aqiqah dan qurban, maka Aqiqah Berkah solusinya. Harga terjangkau, kambing di ambil dari kandang sendiri, dan di ternak sendiri. Percayakan Aqiqah dan Qurban anda kepada kami. Untuk informasi dan pemesanan silahkan hubungi nomor berikut ini :

Informasi dan Pemesanan hubungi :
WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Qurban Menurut Istilah

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN MENURUT ISTILAH

Seringkali kita mendengar libur hari raya qurban atau Idul Adha. Apa sesungguhnya qurban menurut istilah dan arti sesungguhnya ? Berikut ini akan diuraikan mengenai arti qurban dan qurban menurut istilah.

22 Qurban Menurut Istilah

Qurban berasal dari bahasa arab “Qurban” yang berarti dekat. Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Qurban pada hakikatnya adalah menyembelih hewan ternak seperti sapi, unta, kambing maupun kerbau. Pelaksanaan qurban diperingati sebagai suatu ritual ibadah bagi umat Islam, dimana pada hari itu dilakukan penyembelihan binatang ternak seperti sapi, kambing, unta dan kerbau untuk dipersembahkan kepada Allah. Pelaksanaan qurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Dasar pelaksanaan qurban pada awalnya dimulai dari perintah Allah yang mengutus kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya untuk mempersembahkan putranya yakni Ismail. Di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan bertepatan saat Ibrahim akan menyembelih Ismail, Allah menggantinya dengan domba.

Berikut ini merupakan petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai perintah untuk berqurban :

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash Shaaffaat: 102-107).

Waktu penyembelihan hewan kurban adalah 4 hari yaitu hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihannya berakhir pada saat tenggelamnya matahari di hari keempat yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Waktu yang tepat untuk berkurban atau menyembelih hewan qurban adalah di ‘awal waktu’ yaitu setelah salat Ied langsung dan tidak menunggu hingga selesai khutbah. Bila di sebuah tempat tidak terdapat pelaksanaan salat Id, maka waktunya diperkirakan dengan ukuran salat Id. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum waktunya maka tidak sah dan wajib menggantinya .

22 Qurban Menurut Istilah 1

Beberapa dalil yang menjadi dasar diatas adalah berikut ini :

Hadits Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلاَتَنَا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا أُخْرَى

“Barangsiapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih hewan kurban seperti kami, maka telah benar kurbannya. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum salat maka hendaklah dia menggantinya dengan yang lain.” (HR. Al-Bukhari no. 5563 dan Muslim no. 1553)

Alasannya disebutkan oleh Ibnul Qayyim sebagai berikut:

  1. Hari-hari tersebut adalah hari-hari Mina.
  2. Hari-hari tersebut adalah hari-hari tasyriq.
  3. Hari-hari tersebut adalah hari-hari melempar jumrah.
  4. Hari-hari tersebut adalah hari-hari yang diharamkan puasa padanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلهِ تَعَالَى

“Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Sedangkan syarat-syarat hewan qurban yang diperbolehkan untuk dijadikan sembelihan qurban antara lain binatang ternak berupa onta, sapi, kambing dan domba. Usia hewan haruslah yang cukup umur untuk disembelih. Adapula beberapa tatacara penyembelihan binatang qurban yang perlu diperhatikan antara lain :

a. Binatang yang dapat disembelih di lehernya hendaklah disembelih di lehernya, dipotong urat tempat lewatnya makanan dan urat tempat keluarnya napasnya, kedua urat itu wajib putus.

b. Binatang yang tidak dapat disembelih di lehernya karena liar atau jatuh ke dalam lubang sehinggs tidak dapat disembelih di lehernya. Menyembelihnya dapat dilakukan di mana saja dari badannya, asal dia bisa mati karena luka itu.

Sabda Rosulullah SAW, dari Rafo’, Ia berkata, “Kami pernah beserta Rasulullah dalam perjalanan. Kami bertemu dengan seekor unta kepunyaan suatu kaum yang lari, sedangkan mereka tidak membawa kuda untuk mengejarnya. Maka dilemparlah (unta itu) oleh seorang laki-laki dengan anak panahnya, lalu unta itu mati. Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya binatang ini ada bertabiat seperti tabiat binatang liar, pada binatang-binatang yang seperti ini perbuatlah oleh kamu demikian’.” (Riwayat Jamaah ahli hadis)

Kurban Kambing

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

KURBAN KAMBING

Kambing merupakan hewan ternak yang banyak dijumpai di Indonesia. Hewan ini menjadi pilihan bagi umat muslim ketika menyambut Idul Qurban tiba. Apa saja hikmah qurban kambing ? Simak artikel berikut ini untuk lebih jelasnya…

22 Qurban Kambing 1

Beberapa hikmah disyariatkannya qurban kambing antara lain adalah :

  1. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberikan ni’mat yang banyak kepada kita.
  2. Bagi orang yang beriman kepada Allah, dapat mengambil pelajaran dari keluarga nabi Ibrahim As., yaitu;
    a. Kesabaran nabi Ibrahim dan putranya Ismail As. ketika keduanya menjalankan perintah Allah.
    b. Mengutamakan ketaatan kepada Allah dan mencintai-Nya dari mencintai dirinya dan anaknya.
  3. Sebagai realisasi ketaqwaan seseorang kepada Allah
  4. Membangun kesadaran tentang kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap orang miskin. Allah Swt. berfirman :
    Beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur (al-Hajj: 36).

Hewan qurban tidak hanya kambing atau domba saja. Berdasarkan beberapa literatur tentang qurban, bahwa hewan yang layak dijadikan sembelihan qurban adalah sapi, kambing atau domba, dan onta. Berikut ini macam-macam binatang qurban atau yang dapat dijadikan sembelihan qurban, antara lain Bahimah Al-An’aam (binatang ternak), sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hajj ayat 34.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu berserah dirilah kepadaNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al-Hajj;34)

Menurut pandangan para ulama bahwa yang termasuk Bahimah al-An’aam (binatang ternak) dalam ayat tersebut adalah kambing (termasuk di dalamnya domba dan biri-biri), sapi (termasuk kerbau) dan unta.

Saat ini, masih banyak di kalangan kita yang masih merasa bingung dengan ketentuan qurban secara kolektif, khususnya untuk qurban kambing. Kebingungan masyarakat pada umumnya terletak pada ketentuan “Berapa jumlah orang yang dapat digabungkan namanya atas 1 ekor qurban kambing”. Dengan adanya kondisi tersebut maka diperlukan sebuah kajian yang telah diulas oleh para ulama kepada para masyarakat.

22 Qurban Kambing

Hadits yang menjelaskan qurban kambing

1) HR. Tirmidzi
Dari Ayyub ra, ia mengatakan bahwa, “Pada masa Rosulullah SAW seorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya”.

2) HR. Muslim
Dari Aisyah, ia mengatakan bahwa, “Rosulullah SAW pernah berqurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya”.

3) HR. Abu Daud dan Al – Hakim
Ia mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya Allah ini qurban-qurban dariku dan dari umatku yang tidak berqurban”.

Pendapat – pendapat ulama’ dari penafsiran hadits di atas

1) Imam Malik dalam Al-Muwatta’

Hadits di atas adalah nash yang jelas bahwa kambing satu ekor diyakini sah untuk dijadikan qurban bagi satu orang laki-laki dan keluarganya walaupun keluarganya banyak

2) Asy-Syaukani dalam Nailul Autar

Dalam ulasannya ia menjelaskan, “Qurban 1 kambing boleh diperuntukkan untuk 1 orang dan keluarganya (ahlul bait) atau orang lain tapi harus di bawah kepemilikan 1 orang. Artinya tidak boleh 2 orang atau lebih kongsi untuk membeli 1 ekor kambing”.

3) Syekh Ali bin Hasan Al-Halaby

Dalam ulasannya ia mengatakan, “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat nabi Muhammad SAW (Ahkamul Idain, hal : 79)”

Bagi sahabat Aqiqah Berkah yang telah mampu dan tahun 2018 ini berencana untuk berqurban kambing, silahkan pesan kambing qurban online pada Aqiqah Berkah. Pemesanan kambing qurban online hubungi nomor :

SMS : 0857 4962 2504

Whatsapp : +6281 335 680 602

Pin BB : 7C0B38CE

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

By | Berita, Tentang Aqiqah | No Comments

HUKUM AQIQAH SETELAH DEWASA

Bagaimana hukum aqiqah setelah dewasa atau sudah baligh ? Aqiqah merupakan suatu penebusan anak ketika lahir ke dunia dengan syarat dan ketentuan dalam Islam. Disembelihkan hewan ternak berupa kambing atau domba dan dicukur rambutnya.

22 Hukum Aqiqah Setelah Dewasa 1

Melaksanakan aqiqah hukumnya adalah sunnah muakad menurut pendapat mayoritas ulama. Perintah melaksanakan aqiqah ditujukan kepada orangtua yakni ayah yang menanggung nafkah sang anak. Karena itu, tidak wajib bagi sang ibu untuk mengaqiqahi sang anak.

Apabila ketika sang bayi lahir dan belum ditunaikan aqiqah, sunnah melaksanakan aqiqah belumlah gugur. Meskipun sang anak sudah mencapai usia baligh. Apabila orangtua memiliki kemampuan melaksanakan aqiqah, maka dia dianjurkan untuk memberikan aqiqah bagi sang anak yang belum di aqiqahi tersebut.

Bagaimana bila sang orangtua belum mengaqiqahi anaknya dan sang anak melakukan aqiqah untuk diri sendiri ? Dalam hal ini, ulama berbeda pandangan dan pendapat. Terdapat dua pendapat fuqaha dalam masalah aqiqah setelah dewasa atau telah baligh.

Pertama, pendapat beberapa tabi’in, yaitu ‘Atha`, Al-Hasan Al-Bashri, dan Ibnu Sirin, juga pendapat Imam Syafi’i, Imam Al-Qaffal asy-Syasyi (mazhab Syafi’i), dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka mengatakan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan (mustahab) mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Dalilnya adalah hadis riwayat Anas RA bahwa Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri setelah nubuwwah (diangkat sebagai nabi). (HR Baihaqi; As-Sunan Al-Kubra, 9/300; Mushannaf Abdur Razaq, no 7960; Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Ausath no 1006; Thahawi dalam Musykil Al-Atsar no 883).

Kedua, pendapat Malikiyah dan riwayat lain dari Imam Ahmad, yang menyatakan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, tidak mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Alasannya aqiqah itu disyariatkan bagi ayah, bukan bagi anak. Jadi si anak tidak perlu mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Selain itu, hadis Anas RA yang menjelaskan Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri dinilai dhaif sehingga tidak layak menjadi dalil. (Hisamuddin ‘Afanah, Ahkamul Aqiqah, hlm. 59; Al-Mufashshal fi Ahkam al-Aqiqah, hlm.137; Maryam Ibrahim Hindi, Al-’Aqiqah fi Al-Fiqh Al-Islami, hlm. 101; M. Adib Kalkul, Ahkam al-Udhiyyah wa Al-’Aqiqah wa At-Tadzkiyyah, hlm. 44).

Berdasarkan penjelasan diatas, nampak sumber perbedaan pendapat yang utama mengenai hukum aqiqah setelah dewasa adalah perbedaan penilaian terhadap hadis Anas RA. Sebagian ulama melemahkan hadis tersebut, seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (Fathul Bari, 12/12), Imam Ibnu Abdil Barr (Al-Istidzkar, 15/376), Imam Dzahabi (Mizan Al-I’tidal, 2/500), Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah (Tuhfatul Wadud, hlm. 88), dan Imam Nawawi (Al-Majmu’, 8/432). Imam Nawawi berkata,”Hadis ini hadis batil,” karena menurut beliau di antara periwayat hadisnya terdapat Abdullah bin Muharrir yang disepakati kelemahannya. (Al-Majmu’, 8/432).

22 Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Namun, Nashiruddin Al-Albani telah meneliti ulang hadis tersebut dan menilainya sebagai hadis sahih. (As-Silsilah al-Shahihah, no 2726). Menurut Al-Albani, hadis Anas RA ternyata mempunyai dua isnad (jalur periwayatan). Pertama, dari Abdullah bin Muharrir, dari Qatadah, dari Anas RA. Jalur inilah yang dinilai lemah karena ada Abdullah bin Muharrir. Kedua, dari Al-Haitsam bin Jamil, dari Abdullah bin Al-Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas RA. Jalur kedua ini oleh Al-Albani dianggap jalur periwayatan yang baik (isnaduhu hasan), sejalan dengan penilaian Imam Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawa`id (4/59).

Terkait penilaian sanad hadis, Imam Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan lemahnya satu sanad dari suatu hadis, tidak berarti hadis itu lemah secara mutlak. Sebab bisa jadi hadis itu mempunyai sanad lain, kecuali jika ahli hadis menyatakan hadis itu tidak diriwayatkan kecuali melalui satu sanad saja. (Taqiyuddin An-Nabhani, Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyah, 1/345).

Berdasarkan ini, kami cenderung pada pendapat pertama, yaitu orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa. Sebab dalil yang mendasarinya (hadis Anas RA), merupakan hadis sahih, mengingat ada jalur periwayatan lain yang sahih. Wallahu a’lam

Sahabat Aqiqah Berkah yang dirahmati Allah, semoga pengetahuan mengenai hukum aqiqah setelah dewasa diatas dapat menjadi pencerah dan bermanfaat untuk saudara muslim semua. Bagi yang ingin beraqiqah untuk disalurkan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, silahkan hubungi Aqiqah Berkah, karena Aqiqah Berkah akan senantiasa membantu kelancaran ibadah aqiqah Anda.