Daily Archives: August 12, 2018

Kambing Kurban Madiun

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Kurban Madiun

Segala puji milik Allah swt, semoga kita semua senantiasa ada dalam lindungan dan rahmat-Nya. Aamiin.

Untuk menyempurnakan ibadah kurban lebih baiknya kita memahami hukum berkurban serta keutamaanya.

Panduan kurban ini, diharapkan bisa memberik informasi seputar kurban, juga disertai cara memilih hewan kurban serta bagaimana mendistribusikannya.

Jangan sampai berkurban tapi tidak mengetahui keutamaanya. Bahkan tidak sedikit orang yang berkurban lebih memamerkan hewan kurbannya dari pada menjaga keikhlasan niatnya.

Semoga panduan kurban ini, bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pekurban.

Pengertian Kurban

Allah subhanahu wa ta’ala ber?irman yang artinya, Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (Qs. Al Kautsar: 2)

Syaikh Abdullah Alu Bassaam mengatakan, “Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan; yang dimaksud deng menyembelih hewan adalah menyembelih hewan kurban setelah shalat Ied.” Pendapat ini dinukil dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534, Taudhihul Ahkaam IV/450, & Shahih Fiqih Sunnah II/366).

Dalam istilah ilmu ?iqih hewan kurban biasa disebut dengan nama Al Udh-hiyah yang bentuk jamaknya Al Adhaahi (dengan huruf ha’ tipis).

Pengertian Udh-hiyah

Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada ha Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut (lihat Al Wajiz, 405 dan Shahih Fiqih Sunnah II/366).

Keutamaan Kurban

Menyembelih kurban termasuk amal salih yang paling utama. ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (kurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)

Hadis di atas didla’i?kan oleh Syaikh Al Albani (Dla’if Ibn Majah, 671). Namun kegoncangan hadis di atas tidaklah menyebabkan hilangnya  . Banyak ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban pada hari idul Adlha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau seharga dengan hewan kurban, atau bahkan lebih utama dari pada sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan kurban.

Karena maksud terpenting dalam berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah. Bukan semata-mata nilai binatangnya. Disamping itu, menyembelih kurban lebi menampakkan syi’ar islam dan lebih sesuai dengan sunnah Nabi SAW. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah 2/379 & Syarhul Mumthi’ 7/521)

Hukum Berqurban

Dalam berkurban, para ulama terbagi dalam dua pendapat:

  1. Berkurban merupakan hal yang wajib bagi orang yang berkelapangan
    Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad beserta beberapa ulama pengikut Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullah.
    Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…” (lihat Syarhul Mumti’, III/408)
  2. Berkurban merupakan Sunnah Mu’akkadah (ditekankan).
    Dan ini adalah pendapat mayoritas uma yaitu Malik, Sya?i’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain. Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anhari radhiyallahu ‘anhu.
    Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak berkurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau tetanggaku mengira kurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih).

Dari dua pendapat di atas, sebagian ulama memberikan jalan keluar dari perselisihan dengan menasehatkan:
“…selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berkurban. Karena dengan berkurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan. (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)

Hewan Kurban

Seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Ayah…kenapa kalau kurban ga boleh sama ayam?”. Sang Ayah terkejut….karena dia juga belum tau penjelasan tentang hal demikian.

Bukan hanya sang Ayah yang tadi, mungkin saja kita juga perlu tahu tentang hewan yang dibolehkan untuk di jadikan kurban.

Hewan kurban hanya boleh dari jenis Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak). Dalilnya adalah ?irman Allah yang artinya, “Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berkurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (Qs. Al Hajj: 34).

Dalam bahasa arab, yang dimaksud Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu Unta, Sapi atau kambing. Oleh karena itu, berkurban hanya sah dengan tiga hewan tersebut dan tidak boleh selain itu.

Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya kurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berkurban dengan jenis hewan lain yang lebih mal dari pada jenis ternak tersebut maka kurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berkurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka kurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’ III/409)

Nah, itu jawaban dari pertanyaan sang anak di atas, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas.

Usia Hewan Kurban

Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (kurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)

Musinnah adalah hew ternak yang sudah dewasa, diambil dari kata sinnun yang artinya gigi. Hewan tersebut dinamakan musinnah karena hewan tersebut sudah ganti gigi.

Adapun rincian hewan musinnah adalah: Unta usia 5 tahun, sapi usia 2 tahun, kambing usia 1 tahun, dan domba usia 6 bulan.

Apakah yang menjadi acuan usianyaataukah ganti giginya?Yang menjadi acuan hewan tersebut bisa digolongkan musinnah adalah usianya. Karena penama musinnah untuk hewan yang sudahgenap usia kurban adalah penamaan dengan umumnya kasus yang terjadi.

Artinya, umumnya kambing yang sudah berusia 1 tahun atau sapi 2 tahun itu sudah ganti gigi. Disamping itu, ketika para ulama menjelaskan batasan hewan musinnah d hewan jadza’ah, mereka menjelaskannya dengan batasan usia. Dengan demikian, andaikan ada sapi yang sudah berusia 2 tahun namun belum ganti gigi, boleh digunakan untuk berkurban.

Pahala Berkurban

Pahala bagi orang yang Berkurban :

  1. Kurban Kambing / Domba untuk 1 keluarga
    Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga, da pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dir dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi an beliau menilainya shahih, lihat Minhaajul Muslim, 264 dan 266)
  2. Kurban Sapi dan Onta
    Seekor Sapi dijadikan kurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor onta untuk 10 orang.
    Dalam masalah pahala, ketentuan kurban sapi sama dengan ketentuan kurban kambing. Artinya urunan 7 orang untuk kurban seekor sapi, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga dari 7 orang yang ikut urunan.

Pilihan Berkurban

Anjuran melaksanakan ibadah kurban merupakan kesempatan bagi kitauntuk menabung pahala di dunia. Bahkan sebenarnya, bukan daging atau jenishewa kurbannya yang akan sampai kepada Allah swt, namun ketakwa si pekurbanlah yang akan Allah perhitungkan.

Ini menandak bahwa, niat dan keikhsan seseorang untuk berkurban merupakan hal utama, selain dengan jenis atau penilan hewan yang akan dikurbankan.

Jangan sampai ada niat riya dan ingin pujian dari manusia karena hewan kurbannya gagah dan lebih baik dibanding orang lain.

Karena ini kerap terjadi di masyarakat, maka lebih baik proses kurban diserahkan kepada lembaga yang profesional dibidangnya. Bukan berarti tidak boleh kurban sendiri, namun ada keunggulan jika kurban kita diserahkan kepada lembaga yang profesional, diantaranya :

  1. Niat pekurban Insha Allah lebih terjaga, karena proses kurban diserahkan kepada lembaga profesional.
  2. Kualitas hewan kurban terjamin, karena lembaga sudah mengurus ternak d monitoring.
  3. Harga hewan kurban kompetitif, karena lembaga sudah memiliki hewan ternak dari peternak binaan.
  4. Distribusi pembagian daging kurban lebih merata di beberapa wilayah, tidak menumpuk di satu wilayah saja
  5. Ikut membantu program pemberdayaan peternak dhuafa
  6. menndapat laporan dan dokumentasi program
  7. Membahagiakan mustahik penerim daging kurban

Terima kasih sudah menyimak artikelnya ya. Selanjutnya ulasan mengenai harga kambing yang ada di Madiun. Yukkk sama-sama di baca…

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Selanjutnya untuk menyambut qurban 2018 yang akan datang, diharapkan para sahabat AB dan umat muslim yang ingin melaksanakan qurban tahun ini supaya mempersiapkan hewan qurban sejak awal. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan harga hewan qurban yang murah, karena pembelian dan persiapan sejak awal. Pada kesempatan kali ini, mimin Aqiqah Berkah akan memberikan informasi mengenai harga kambing qurban murah 2018 (harga prediksi sewaktu-waktu bisa berubah didasarkan waktu dan tempat). Berikut ulasannya.

1. Harga Kambing Kacang (jawa)
Kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Adapun untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kambing kacang sangat bervariasi di lihat dari umur, kondisi fisik, kesehatan, dan jenis kelamin. Untuk kisaran harganya mulai dari harga 800 ribu sampai 2,5 juta rupiah. Berikut daftar Harga Kambing Kacang (Jawa)

   a) Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
b) Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
c) Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
d) Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
e) Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
f) Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
g) Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
h) Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-
     (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

2. Harga Kambing Etawa
Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :
a) Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
b) Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
c) Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
d) Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
e) Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
f) Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
h) Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
i) Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

3. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi, berikut harganya.
a) PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan = Rp 1.000.000,-
b) PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.500.000,-
c) PE betina Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.000.000,-
d) PE betina Berumur 1 – 2 tahun = Rp 2.500.000,-
e) PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.400.000,-
f) PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan = Rp 1.800.000,-
g) PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.500.000,-
h) Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun = Rp 3.200.000,-
   (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

4. Harga Kambing Gibas
Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas yakni putih dan tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing gibas memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Berikut harga kambing gibas.
a) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 600.000,-
b) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
c) Kambing Gibas Betina Berumur 8 – 12 Bulan = Rp 1.600.000,-
d) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.000.000,-
e) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
f) Gibas Jantan Umur 8 – 12 Bulan = Rp 2.100.000,-
g) Gibas jantan Umur 1 – 2 Tahun = Rp 2.400.000,-
  (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai harga kambing kurban madiun. Jika anda membutuhkan kambing aqiqah atau kurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS : 085853444472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Hukum Aqiqoh Yatim Mandiri

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

HUKUM AQIQOH YATIM MANDIRI

Aqiqah merupakan suatu bentuk penebusan anak yang baru lahir dilakukan oleh kedua orangtua. Mau beraqiqah yang praktis dan sesuai syar’i untuk disalurkan kepada yatim piatu ? Ayo ikut program Aqiqah Mandiri Berbagi bersama Aqiqah Berkah. Konsultasi dan pemesanan hubungi 085853444472.

Hukum Aqiqah

Sebagian ulama menyebut aqiqah dengan istilah nasikah atau dzabihah (sembelihan). Mayoritas para ulama pun sepakat menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, baik bagi laki-laki maupun bagi bayi perempuan. Sebuah sunnah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Mazhab Syafi’i dan mazhad Hambali yang menyatakan hukum aqiqah tergolong sunnah muakkad. Sementara menurut mazhab Hanafi, hukum aqiqah adalah mubah (tidak berdosa dan tidak pula berpahala apabila dilakukan). Sedangkan menurut mazhab Maliki, hukum aqiqah hanya bersifat anjuran.

Kalangan mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali menyatakan aqiqah sebagai sunnah muakkad berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

“setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Asbabus Sunan).

Adapun pengertian tergadai dalam hadist tersebut berlaku bagi anak yang dilahirkan, bukan untuk ornag tuanya. Maksudnya, agar sang anak terbebas dari kungkungan setan yang selalu mengganggu dan berusaha mencelakakannya (at-Thiflu wa Ahkamuhu hlm. 179)

Hukum melaksanakan aqiqah pada dasarnya adalah salah satu kegiatan untuk berbagi atau bersedekah kepada sesama melalui hewan sembelihan aqiqah baik yang masih mentah atau sudah matang. Bersedekah melalui aqiqah adalah seberat timbangan rambut bayi setara dengan perak. Bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, itu tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah, melainkan setara dengan perak.

Al Hafidz dalam At Talkhish Al Habiir: 4/366-367 berkata:

“Semua riwayat dalam masalah tersebut menyebutkan bahwa sedekah berat rambut bayi senilai dengan perak, tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan senilai emas. Berbeda dengan pendapat ar Rafi`i yang mengatakan: “Bahwa disunnahkan untuk bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, kalau tidak maka senilai dengan perak”.

Alasan Aqiqah Mandiri Melalui Aqiqah Berkah?

Aqiqah Berkah merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Di Nganjuk dan Kediri badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Aqiqah Peduli / Aqiqah Berbagi (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.
  4. Melayani Konsumen seluruh indonesia.

Jika anda akan melakukan aqiqah, segera hubungi kami. Kami akan membantu pelaksanaan aqiqah anda.

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

Atau silahkan datang langsung ke alamat kami :

Head Office:

Jl. Raya Baron Timur No.1 Baron Nganjuk

Berikut ini adalah dalil-dalil yang dijadikan sebagai pegangan bahwa aqiqah disyariatkan dilaksanakan oleh umat Islam :

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasululloh bersabda: ‘Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.’ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna yang dimaksud menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau mengilangkan semua gangguan yang ada. Sedangkan dalil lain dari Fatimah adalah sebagai berikut ini :

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah bersabda: ‘Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.’ [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam ‘Mu’jamul Kabir’ 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Syarat-Syarat Kurban

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

SYARAT-SYARAT KURBAN

Harapan ketika Idul Adha tiba adalah dapat ikut serta berqurban, sebagai umat islam yang beriman dan bertaqwa. Akan tetapi banyak pula yang belum mengetahui syarat qurban yang benar. Semoga artikel berikut ini akan membantu memahamkan saudara muslim lainnya dalam beribadah aqiqah.

Udhiyyah atau berkurban termasuk kedalam salah satu syi’ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi’ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya melaksanakan perintah berqurban.

Ibadah qurban akan sah hukumnya apabila dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak berupa unta, sapi, kambing maupun domba. Banyak pula ulama yang menyebutkan, syarat hewan qurban selain tersebut tadi tidak layak dan tidak sah.

Adapun mengenai usia hewan yang boleh djadikan kurban adalah di usia yang telah mencapai umur tertentu. Sapi qurban haruslah yang memiliki umur diatas 5 tahun. Sedangkan kambing yang diperbolehkan untuk diqurbankan itu sudah berumur minimal 1 tahun. Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan kalau kambing jenis domba itu umur 6 bulan saja bisa untuk dijadikan qurban namun banyak ulama yang menyatakan kalau domba juga harus memiliki umur 1 tahun penuh.

Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah ra sebagai berikut :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

Syarat-Syarat Kurban

Beberapa syarat ibadah kurban yang harus diketahui oleh seorang mudhahhi adalah syarat-syaratnya. Apa yang harus dipenuhi oleh pengorban dari ibadah qurbannya:

Pertama, hewan sembelihan qurban merupakan hewan ternak berupa unta, sapi, kambing dan domba. Hal ini berdasarkan sabda firman Allah Ta’ala :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34)

Kedua, usia hewan qurban sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Yakni sudah musinnah, kecuali bagi domba boleh jadza’ahnya. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW :

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

“Janganlah kalian menyembelih kecuali Musinnah (kambing yg telah berusia dua tahun), kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka sembelihlah domba jadza’ah.” (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin Abdillah RA)

Ketiga, Hewan qurban terbebas dari aib atau cacat. Di dalam nash hadits ada ada empat cacat yang disebutkan:

  1. Aur Bayyin (buta sebelah yang jelas)
  2. Araj Bayyin (kepincangan yang jelas)
  3. Maradh Bayyin (sakit yang jelas)
  4. Huzal (kekurusan yang membuat sungsum hilang).

Jika hewan qurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban. Dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata: “Rasulullah SAW ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan qurban?‘ Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.” Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata; “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah SAW :

الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَ تُنْقِى

“(empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Keempat, Hewan tersebut benar-benar dimiliki oleh orang yang berkurban atau yang diizikan dikurbankan atas namanya oleh syariat atau oleh orang yang memilikinya. Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. Sebabnya tidak sah ibadah taqarrub kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya.

Kelima, tidak ada hak orang lain pada harta hewan kurban tersebut, maka tidak sah kurban dari hewan yang digadai.

Keenam, menyembelihnya pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu setelah shalat Ied sampai terbenamnya matahari dari hari tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Maka waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. Maka siapa yang menyembelih sebelum shalat ied selesai atau sesudah matahari di tanggal 13 terbenam, tidak sah kurbannya.

Kurban kambing yang baik

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kurban kambing yang baik

Sebelum kami mengulas kurban kambing yang baik. Kami ingin mengelulas tata cara menyembelih hewan kurban dan tip-tips memilih hewan kurban. Monggo di simak,,,,..

Bagaimana tata cara yang benar untuk menyembelih hewan kurban?

Jawab:
Tata cara yang benar jika hewan kurban berupa kambing, baik domba maupun yang biasa yaitu:
Hendaklah dia membaringkan hewan kurban itu di atas lambungnya yang kiri bila dia menyembelih dengan tangan kanannya. Namun jika dia menyembelih dengan tangan kirinya, maka hendaklah dia membaringkannya di atas lambungnya yang kanan. Karena tujuan dari hal itu adalah ketenangan binatang tersebut. Seorang yang menyembelih dengan tangan kirinya, niscaya binatang itu tidak tenang kecuali bila dibaringkan di atas lambungnya yang kanan.

Kemudian hendaklah dia meletakkan kakinya di atas leher hewan kurban ketika menyembelih dan memegang dengan tangan kirinya kepala si hewan sehingga tampak urat kerongkongannya.

Lalu dia menggorokkan pisau di atas urat kerongkongan, dua urat yang disebut “Wudjain”, dan satu urat yang disebut dengan “Mari`” dengan kuat, sehingga dia dapat menumpahkan darah.

Adapun kedua tangan dan kaki hewan kurban sebaiknya dibiarkan lepas dan tidak ditahan, sebab yang demikian itu lebih menyenangkannya dan lebih bagus dalam mengeluarkan darah dari jasadnya, karena darah akan keluar bersama gerakan, maka ini tentunya lebih utama.

Kemudian tatkala menyembelih, dia membaca:
BISMILLAHI WALLAHU AKBAR, ALLAHUMMA HADZA MINKA WA LAKA, HADZIHI ‘ANNY WA ‘AN AHLI BAITI
“Dengan nama Allah dan Allah maha besar. Ya Allah! (hewan) ini darimu dan untukmu. Ya Allah! ini adalah sembelihanku dan keluargaku”

Adapun yang selain kurban, dia melakukan padanya yang demikian ini tetapi dia mengucapkan sebelum menyembelih:
BISMILLAHI WALLAHU AKBAR
“Dengan nama Allah dan Allah maha besar.”

Penentuan harga ketika proses jual beli ternak, umumnya didasarkan pada kondisi fisik (bobot dan kesehatan) ternak. Karena kondisi fisik mencerminkan produksi dan kualitas karkas. Semakin bagus kondisi fisik si ternak, maka harga semakin tinggi. Ada beberapa hal juga menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual ternak. Berikut pertimbangan yang dimaksud.

  1. Umur
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong kambing berkorelasi positif dengan keempukkan daging yang dihasilkannya. Artinya, makin tua ternak dipastikan dagingnya lebih liat. Diketahui juga, daging yang berasal dari kambing tua baunya lebih menyengat. Konsumen umumnya lebih suka daging kambing yang empuk. Karena itu, faktor umur cukup memengaruhi harga jual kambing.
    Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi sebagai berikut.
    – Daging anak kambing (umur 8 – 12 minggu)
    – Daging kambing muda (umur 1 – 2 tahun)
    – Daging kambing tua (umur 2 – 6 tahun)
  2. Kebiri
    Kambing muda siap potong umumnya lebih murah dibandingkan dengan kambing muda kebirian, meski umur keduannya sama. Hal ini disebabkan karena persentase karkas kambing muda akan lebih rendah dibandingkan dengan kambing jantan kebiri.

Tips Memilih kambing Aqiqah yang Sehat

  1. Hewan untuk aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  8. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Berikut ini ciri-ciri kambing yang baik untuk qurban sesuai syariat:

  1. Memenuhi usia 1 tahun, telah sampai usia yang dituntut syariat berupa jazaah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
  2. Ciri kambing untuk qurban adalah bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu seperti apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi SAW cacat yang dimaksud adalah : Buta sebelah yang jelas/tampak, Sakit, Pincang yang, Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang.
  3. Memenuhi sifat-sifat yang bagus dalam binatang ternak yang sudah banyak diketahui Hal ini sudah dikenal oleh ahli dan secara dipandang mata diantaranya: gemuk, dagingnya banyak, bentuk fisiknya sempurna, bentuknya bagus.
  4. Ciri kambing yang baik keadaanya sehat tandanya bulunya bagus, matanya jernih, pada saat konsumsi makan dan minumnya lahap.
  5. Hewan kurban haruslah milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Bolehkah qurban kambing patungan?

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Bolehkah qurban kambing patungan?

Hello sahabat Aqiqah Berkah. Kami akan membahas mengenai pertanyaan dari salah satu sahabat Aqiqah Berkah. Langsung saja di simak guys….

bolehkah kurban dengan cara iuran? Misalnya sebuah sekolah murid-muridnya iuran, lalu dibelikan kambing untuk kurban.

Kurban secara iuran (patungan) dalam istilah fiqih disebut dengan istilah “isytirak”, yaitu berserikatnya tujuh orang untuk mengumpulkan uang guna membeli sapi atau unta, lalu mereka menyembelihnya sebagai kurban dan masing-masing berhak atas sepertujuh dari kurban itu. (Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al Udhhiyyah , hlm. 88).
Hukum kurban dengan cara iuran dapat dirinci sebagai berikut :

Pertama, iuran tujuh orang untuk berkurban seekor sapi atau unta hukumnya boleh dan sah. Inilah pendapat jumhur ulama Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hanabilah. Namun ulama Malikiyah tidak membolehkan dan tidak menganggap sah. (Imam Nawawi, Al Majmu’, 8/398; Ibnu Qudamah, Al Mughni, 4/438; Al Kasani, Bada`ius Shana`i’, 4/208; Bulghah As Salik, 1/287; Dikutip oleh Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al Udhhiyyah, hlm. 89).

Jumhur ulama berdalil dengan hadits Jabir RA, “Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah SAW pada tahun Perjanjian Hudaibiyah, seekor unta (badanah) untuk tujuh orang, dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR Muslim). Juga berdasarkan hadits Hudzaifah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW membolehkan berserikat seekor sapi untuk tujuh orang ketika beliau naik haji di antara kaum muslimin.” (HR Ahmad. Al Haitsami berkata dalam Majma’ Az Zawaid,’Perawi hadits ini orang-orang terpercaya’). Dalil-dalil ini dengan jelas menunjukkan bolehnya berkurban dengan iuran, yakni tujuh orang iuran untuk satu unta atau satu sapi. (Nada Abu Ahmad, Al Jami’ li Ahkam Al Udhhiyah, hlm. 12; Abu Abdurrahman Muhammad Al ‘Alaawi, Fiqh Al Udhhiyyah, hlm. 85).

Adapun ulama Malikiyah berdalil dengan hadits dari Ibnu Syihab Az Zuhri, “Bahwa Rasulullah SAW tidak menyembelih kurban untuk anggota keluarganya, kecuali satu ekor sapi saja.” (HR Malik). Hadits ini menurut mereka menunjukkan tak boleh iuran untuk satu ekor sapi, sebab anggota keluarga beliau (para istri) tidak iuran untuk sapi itu. Namun Ibnu Abdil Barr berkata dalam kitabnya Al Istidzkar (15/185-186), bahwa hadits tersebut tidak sahih dari segi periwayatan ( laa yashihhu min jihah an naql).

Dengan demikian, jelaslah pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat jumhur ulama yang membolehkan berkurban secara iuran, yakni iuran tujuh orang untuk berkurban seekor sapi atau unta. Sebab haditsnya sahih dan kandungannya telah diamalkan oleh para shahabat Nabi SAW dengan sepengetahuan Nabi SAW. (Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al Udhhiyyah , hlm. 90).

Kedua, iuran sejumlah orang untuk berkurban seekor kambing. Hukumnya tidak boleh dan tidak sah, karena tidak ada dalilnya baik dari Alquran maupun Sunnah. Imam Nawawi menegaskan bahwa kurban seekor kambing hanya sah dari satu orang saja, yakni tidak sah dari iuran sejumlah orang. ( Al Majmu’, 8/399; Shahih Muslim bi Syarah An Nawawi, 13/109).

Penjelasan serupa juga dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin,”Berkurban seekor kambing yang dibeli secara bersama oleh dua orang atau lebih tidak sah. Sebab tidak ada dalilnya dari Alquran dan Sunnah.” (Muhammad bin Shalih Utsaimin, Ahkamul Udhhiyah wa Al Dzakah, hlm. 9).

Dengan demikian, jelaslah bahwa berkurban secara iuran yang dilakukan di sekolah-sekolah dari iuran para murid, tidak sah menurut syara’. Maka sembelihan yang ada tidak bernilai ibadah kurban, melainkan sembelihan biasa. Seharusnya sekolah mengubah cara kurbannya agar sesuai syara’, misalnya dengan mengimbau orang tua murid yang mampu untuk berkurban kambing di sekolah tersebut, sehingga satu ekor kambing merupakan kurban dari satu orang, bukan kurban dari iuran sejumlah orang.

Wallahu a’lam.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya. Ammmiinnnn…..

jika anda ingin berqurban atau aqiqah, anda dapat langsung menghubungi kami di: 085853444472