Daily Archives: September 5, 2018

Kambing Kurban Batam

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Kurban Batam

Sebelum masuk ke pembahasan harga kambing kurban yang ada di Batam. Simak dahulu artikel berikut ini, untuk menambah wawasan anda tentang ibadah qurban….

Batam
Ibadah kurban memiliki sejarah yang begitu panjang. Allah SWT telah memerintahkan ibadah kurban kepada umat manusia, sejak zaman Nabi Adam AS. Perintah kurban mulai diperintahkan kepada dua putra Nabi Adam AS, yakni Habil yang berprofesi sebagai petani dan Qabil seorang peternak. Keduanya diminta untuk berkurban dengan harta terbaik yang mereka miliki.

Peristiwa kurban dua anak manusia itu dikisahkan dalam Alquran surat al-Maaidah ayat 27. Allah SWT berfirman, ”Dan ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” Seiring bergulirnya zaman, perintah berkurban juga diterima Nabi Ibrahim AS. Setelah melalui penantian yang begitu lama, Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang putra bernama Ismail, dari istrinya bernama Siti Hajar. Ia pun begitu gembira dan bahagia. Kebahagiaannya memiliki seorang putra, kemudian diuji oleh Allah SWT.

Saat berusia 100 tahun, datanglah sebuah perintah Allah SWT kepadanya melalui sebuah mimpi. ”…Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu..?” (QS: as-Saffat:102). Dengan penuh keikhlasan, Ismail pun menjawab, ”…Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepada mu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS:as-Saffat:102).

Kemudian, Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke suatu tempat yang sepi di Mina. Ismail pun mengajukan tiga syarat kepada sang ayah sebelum menyembelihnya. Pertama, sebelum menyembelih hendaknya Nabi Ibrahim AS menajamkan pisaunya. Kedua, ketika disembelih, muka Ismail harus ditutup agar tak timbul rasa ragu dalam hatinya. Ketiga, jika penyembelihan telah selesai, pakaiannya yang berlumur darah dibawa kepada ibunya, sebagai saksi kurban telah dilaksanakan.

”Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim!’ sesunggu engkau telah membenarkan mimpi itu…” (QS: as-Saffat ayat 103-104). Ketika pisau telah diarahkan ke arah leher Ismail, lalu Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba yang besar.

”Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Atas pengorbanan Ibrahim AS itu, Allah SWT berfirman, ”Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Selamat sejahtera bagi Ibrahim. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS: as-Saffat:108-109).

Peristiwa kurban itu, kemudian diperintahkan Sang Khalik kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya melalui surat al-Kautsar ayat 1-3: ”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” Ibadah kurban pun menjadi salah satu unsur syariat Islam, yang dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu pada setiap Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya (hari tasyrik). Sewaktu haji wada, Rasulullah SAW telah berkurban dan para sahabat juga menyembelih kurban.

Lalu apa makna dari perintah berkurban? Melaksanakan ibadah kurban tidak semata-mata ibadah yang berhubungan dengan Sang Pencipta, namun lebih bermakna sosial. Inti pesan ibadah kurban adalah solidaritas, kepedulian kepada orang yang membutuhkan. ”Hanya sedikit dari orang banyak yang sadar. Hanya sedikit dari orang yang sadar itu yang mau berjuang. Dan hanya sedikit dari yang berjuang itu yang mau berkurban.

Bukti keimanan seorang Muslim adalah kerelaan untuk berkurban. ”Apa yang ia kurban untuk Allah SWT, demikianlah keimanannya sesungguhnya. Allah SWT mengingatkan umat Islam untuk menafkahkan dari sebagian hartanya yang baik-baik.,” paparnya. Ia lalu membacakan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 267: ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah), sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwaAllah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Pengorbanan sesungguhnya bukan hanya harta benda, melainkan juga jiwa, raga, hati dan pikiran yang semata-mata lillahi, karena Allah semata. Seorang yang beriman, kata dia, akan memberikan sesuatu yang paling dicintainya kepada Allah SWT, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.

RISALAH KURBAN

Kata kurban atau korban, berasal dari bahasa Arab qurban, diambil dari kata : qaruba (fi’il madhi) – yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar).Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).

Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udh-hiyah atau adh-dhahiyah, dengan bentuk jamaknya al adhaahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban, yakni kira-kira pukul 07.00 – 10.00 (Ash Shan’ani, Subulus Salam IV/89).

Udh-hiyah adalah hewan kurban (unta, sapi, dan kambing) yang disembelih pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/155; Al Jabari, 1994).

Hukum Qurban

Qurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Imam Malik, Asy Syafi’i, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan lainnya berkata,”Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik orang itu berada di kampung halamannya (muqim), dalam perjalanan (musafir), maupun dalam mengerjakan haji.” (Matdawam, 1984)

Sebagian mujtahidin –seperti Abu Hanifah, Al Laits, Al Auza’i, dan sebagian pengikut Imam Malik mengatakan qurban hukumnya wajib. Tapi pendapat ini dhaif (lemah) (Matdawam, 1984).

Ukuran “mampu” berqurban, hakikatnya sama dengan ukuran kemampuan shadaqah, yaitu mempunyai kelebihan harta (uang) setelah terpenuhinya kebutuhan pokok (al hajat al asasiyah) yaitu sandang, pangan, dan papan– dan kebutuhan penyempurna (al hajat al kamaliyah) yang lazim bagi seseorang. Jika seseorang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka dia terbebas dari menjalankan sunnah qurban (Al Jabari, 1994)

Dasar kesunnahan qurban antara lain, firman Allah SWT :
“Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (TQS Al Kautsar : 2)

“Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah.” (HR. At Tirmidzi)

“Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib atas kalian.” (HR. Ad Daruquthni)

Dua hadits di atas merupakan qarinah (indikasi/petunjuk) bahwa qurban adalah sunnah. Firman Allah SWT yang berbunyi “wanhar” (dan berqurbanlah kamu) dalam surat Al Kautas ayat 2 adalah tuntutan untuk melakukan qurban (thalabul fi’li). Sedang hadits At Tirmidzi, “umirtu bi an nahri wa huwa sunnatun lakum” (aku diperintahkan untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah), juga hadits Ad Daruquthni “kutiba ‘alayya an nahru wa laysa biwaajibin ‘alaykum” (telah diwajibkan atasku qurban dan ia tidak wajib atas kalian); merupakan qarinah bahwa thalabul fi’li yang ada tidak bersifat jazim (keharusan), tetapi bersifat ghairu jazim (bukan keharusan). Jadi, qurban itu sunnah, tidak wajib. Namun benar, qurban adalah wajib atas Nabi SAW, dan itu adalah salah satu khususiyat beliau (lihat Rifa’i et.al., Terjemah Khulashah Kifayatul Akhyar, hal. 422).

Orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban, hukumnya makruh. Sabda Nabi SAW :
“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91)

Perkataan Nabi “fa laa yaqrabanna musholaanaa” (janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami) adalah suatu celaan (dzamm), yaitu tidak layaknya seseorang yang tak berqurban padahal mampu– untuk mendekati tempat sholat Idul Adh-ha. Namun ini bukan celaan yang sangat/berat (dzamm syanii’) seperti halnya predikat fahisyah (keji), atau min ‘amalisy syaithan (termasuk perbuatan syetan), atau miitatan jaahiliyatan (mati jahiliyah) dan sebagainya. Lagi pula meninggalkan sholat Idul Adh-ha tidaklah berdosa, sebab hukumnya sunnah, tidak wajib. Maka, celaan tersebut mengandung hukum makruh, bukan haram (lihat ‘Atha` ibn Khalil, Taysir Al Wushul Ila Al Ushul, hal. 24; Al Jabari, 1994).

Namun hukum qurban dapat menjadi wajib, jika menjadi nadzar seseorang, sebab memenuhi nadzar adalah wajib sesuai hadits Nabi SAW :
“Barangsiapa yang bernadzar untuk ketaatan (bukan maksiat) kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/157).

Qurban juga menjadi wajib, jika seseorang (ketika membeli kambing, misalnya) berkata,”Ini milik Allah,” atau “Ini binatang qurban.” (Sayyid Sabiq, 1987; Al Jabari, 1994).

Keutamaan Qurban

Berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :
“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.” (HR. At Tirmidzi) (Abdurrahman, 1990)

Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat,”Menyembelih hewan pada hari raya Qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (Al Jabari, 1994).

Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW :
“Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan.. .” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165)

Waktu dan Tempat Qurban

a.Waktu
Qurban dilaksanakan setelah sholat Idul Adh-ha tanggal 10 Zulhijjah, hingga akhir hari Tasyriq (sebelum maghrib), yaitu tanggal 13 Zulhijjah. Qurban tidak sah bila disembelih sebelum sholat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :
“Barangsiapa menyembelih qurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10 Zulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya (berqurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam.” (HR. Bukhari)

Sabda Nabi SAW :
“Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih qurban.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Menyembelih qurban sebaiknya pada siang hari, bukan malam hari pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan itu. Menyembelih pada malam hari hukumnya sah, tetapi makruh. Demikianlah pendapat para imam seperti Imam Abu Hanifah, Asy Syafi’i, Ahmad, Abu Tsaur, dan jumhur ulama (Matdawam, 1984).

Perlu dipahami, bahwa penentuan tanggal 10 Zulhijjah adalah berdasarkan ru`yat yang dilakukan oleh Amir (penguasa) Makkah, sesuai hadits Nabi SAW dari sahabat Husain bin Harits Al Jadali RA (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud hadits no.1991). Jadi, penetapan 10 Zulhijjah tidak menurut hisab yang bersifat lokal (Indonesia saja misalnya), tetapi mengikuti ketentuan dari Makkah. Patokannya, adalah waktu para jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah (9 Zulhijjah), maka keesokan harinya berarti 10 Zulhijjah bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

b.Tempat
Diutamakan, tempat penyembelihan qurban adalah di dekat tempat sholat Idul Adh-ha dimana kita sholat (misalnya lapangan atau masjid), sebab Rasulullah SAW berbuat demikian (HR. Bukhari). Tetapi itu tidak wajib, karena Rasulullah juga mengizinkan penyembelihan di rumah sendiri (HR. Muslim). Sahabat Abdullah bin Umar RA menyembelih qurban di manhar, yaitu pejagalan atau rumah pemotongan hewan (Abdurrahman, 1990).

Hewan Qurban

a.Jenis Hewan
Hewan yang boleh dijadikan qurban adalah : unta, sapi, dan kambing (atau domba). Selain tiga hewan tersebut, misalnya ayam, itik, dan ikan, tidak boleh dijadikan qurban (Sayyid Sabiq, 1987; Al Jabari, 1994). Allah SWT berfirman : “…supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak (bahimatul an’am) yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (TQS Al Hajj : 34)

Dalam bahasa Arab, kata bahimatul an’aam (binatang ternak) hanya mencakup unta, sapi, dan kambing, bukan yang lain (Al Jabari, 1994).

Prof. Mahmud Yunus dalam kitabnya Al Fiqh Al Wadhih III/3 membolehkan berkurban dengan kerbau (jamus), sebab disamakan dengan sapi.

b.Jenis Kelamin
Dalam berqurban boleh menyembelih hewan jantan atau betina, tidak ada perbedaan, sesuai hadits-hadits Nabi SAW yang bersifat umum mencakup kebolehan berqurban dengan jenis jantan dan betina, dan tidak melarang salah satu jenis kelamin (Sayyid Sabiq, 1987; Abdurrahman, 1990)

c.Umur
Sesuai hadits-hadits Nabi SAW, dianggap mencukupi, berqurban dengan kambing/domba berumur satu tahun masuk tahun kedua, sapi (atau kerbau) berumur dua tahun masuk tahun ketiga, dan unta berumur lima tahun (Sayyid Sabiq, 1987; Mahmud Yunus, 1936).

d.Kondisi
Hewan yang dikurbankan haruslah mulus, sehat, dan bagus. Tidak boleh ada cacat atau cedera pada tubuhnya. Sudah dimaklumi, qurban adalah taqarrub kepada Allah. Maka usahakan hewannya berkualitas prima dan top, bukan kualitas sembarangan (Rifa’i et.al, 1978)

Berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, tidak dibenarkan berkurban dengan hewan :

  1. yang nyata-nyata buta sebelah,
  2. yang nyata-nyata menderita penyakit (dalam keadaan sakit),
  3. yang nyata-nyata pincang jalannya,
  4. yang nyata-nyata lemah kakinya serta kurus,
  5. yang tidak ada sebagian tanduknya,
  6. yang tidak ada sebagian kupingnya,
  7. yang terpotong hidungnya,
  8. yang pendek ekornya (karena terpotong/putus) ,
  9. yang rabun matanya. (Abdurrahman, 1990; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq. 1987).

Hewan yang dikebiri boleh dijadikan qurban. Sebab Rasulullah pernah berkurban dengan dua ekor kibasy yang gemuk, bertanduk, dan telah dikebiri (al maujuu’ain) (HR. Ahmad dan Tirmidzi) (Abdurrahman, 1990)

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Batam

Untuk sobat semua yang tinggal di Batam dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2018 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2018 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai harga kambing Batam 2018. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS : 085853444472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Kambing Kurban Bantul

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Kurban Bantul

bantul

Tak lama lagi, umat muslim akan kehadiran hari raya Iedul Adha 1435 Hijriah yang insya Allah akan jatuh pada hari Minggu 12 September 2018. Umat muslim di seluruh dunia yang mampu melakukan qurban, akan menyembelih hewan qurban pada hari tersebut atau hari-hari berikutnya sepanjang tiga hari yang dikenal sebagai hari tasrik.

Tentunya hewan qurban yang dipilih adalah hewan qurban yang terbaik dengan berbagai kriteria yang sudah ditentukan. Secara gampang, kriteria hewan kurban apapun yang ingin kita sembelih haruslah sehat, kuat, dan gemuk. Ini semata-mata untuk menunjukkan kesungguhan kita dalam berqurban. Lalu bagaimana cara kita memilih hewan qurban yang terbaik dan bagus?

kriteria memilih hewan kurban hanya sederhana saja. Yaitu hewan yang sudah cukup umur serta kondisinya sempurna sehat dan bagus. Nah untuk mengetahui umur dan kondisinya, berikut ini admin akan berbagi.Mari kita simak selengkapnya). Umur hewan Qurban. Pilih hewan kurban yang cukup umur. Kriteria umur adalah 12 sampai 18 bulan untuk kambing dan domba. Sedangkan untuk Sapi atau Kerbau 22 Bulan.Cara untuk mengetahui umur hewan kurban yaitu dengan mengamati gigi-gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan) itu menandakan ternak tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan gigi-gigi sapi dan kerbau baru tanggal pada umur sekitar 22 bulan. B). Kesehatan hewan Qurban dengan kriteria : – aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat.

Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus. – Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri, tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.) – Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat) tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan) dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit. – Bentuk tubuhnya harus standar.

Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relative rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal.Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. – Selain itu, dapat pula dilihat di bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Juga, sedapat mungkin agar menghindari ternak yang cacat seperti salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak.

misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah, telinganya hilang sebelah, matanya buta, dan lain-lain. Pilihlah ternak yang sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kakinya. – Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.- Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak peradangan. – Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan. – Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka. – Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering. – Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret). – Berhati-hatilah dalam memilih hewan ternak jika bertepatan dengan musim hujan. Sebab, di musim hujan hewan ternak rawan terkena diare dan cacingan.

Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus. – Amati bagian kulitnya, apakah terdapat borok atau korengan. Hewan yang korengan menandakan sedang terkena penyakit kulit.Hendaknya diobati saja dulu hingga sembuh dan sehat.Karena hewan ternak yang sakit tentu bukan hewan yang tepat untuk berkurban. Nah,dengan tips di atas,semoga memudahkan kita dlm memilih hewan qurban terbaik demi sempurnanya ibadah qurban kita semua.

Tips Memilih Kambing yang Sehat :

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.

Selanjutnya untuk menyambut qurban 2018 yang akan datang, diharapkan para sahabat AB dan umat muslim yang ingin melaksanakan qurban tahun ini supaya mempersiapkan hewan qurban sejak awal. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan harga hewan qurban yang murah, karena pembelian dan persiapan sejak awal. Pada kesempatan kali ini, mimin Aqiqah Berkah akan memberikan informasi mengenai harga kambing qurban bantul 2018 (harga prediksi sewaktu-waktu bisa berubah didasarkan waktu dan tempat). Berikut ulasannya.

1. Harga Kambing Kacang (jawa)
Kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Adapun untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kambing kacang sangat bervariasi di lihat dari umur, kondisi fisik, kesehatan, dan jenis kelamin. Untuk kisaran harganya mulai dari harga 800 ribu sampai 2,5 juta rupiah. Berikut daftar Harga Kambing Kacang (Jawa)

a) Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
b) Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
c) Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
d) Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
e) Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
f) Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
g) Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
h) Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

2. Harga Kambing Etawa
Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :
a) Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
b) Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
c) Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
d) Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
e) Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
f) Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
h) Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
i) Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

3. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi, berikut harganya.
a) PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan = Rp 1.000.000,-
b) PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.500.000,-
c) PE betina Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.000.000,-
d) PE betina Berumur 1 – 2 tahun = Rp 2.500.000,-
e) PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.400.000,-
f) PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan = Rp 1.800.000,-
g) PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.500.000,-
h) Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun = Rp 3.200.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

4. Harga Kambing Gibas
Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas yakni putih dan tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing gibas memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Berikut harga kambing gibas.
a) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 600.000,-
b) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
c) Kambing Gibas Betina Berumur 8 – 12 Bulan = Rp 1.600.000,-
d) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.000.000,-
e) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
f) Gibas Jantan Umur 8 – 12 Bulan = Rp 2.100.000,-
g) Gibas jantan Umur 1 – 2 Tahun = Rp 2.400.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2018 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Ngawi
    (g) Magetan
    (h) Ponorogo
    (i) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Mungkin Itulah tadi informasi mengenai kambing kurban bantul yang bisa kami sampaikan, informasi di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS : 085853444472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

Harga Kambing Kurban Cikarang

By | Berita, Testimoni | No Comments

Harga Kambing Kurban Cikarang

Pembaca setia Aqiqah Berkah yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Alhamdulillah saat ini, kita telah berada di bulan Dzulqo’dah dan sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijah di mana ada beberapa syari’at penting di dalamnya. Insya Allah dalam beberapa edisi ke depan. Semoga Allah memberi kepahaman kepada kaum muslimin sekalian.

kambing sapi

WAKTU QURBAN

Para ulama mengatakan qurban adalah minimal satu ekor kambing. Waktunya adalah setelah dilaksanakan shalat idul adha dan kedua khutbahnya. Dan jika dilakukan sebelumnya maka tidak dihitung sebagai qurban. Sebagai contoh, seseorang yang memotong kambing setelah shalat subuh untuk dibagikan kepada faqir miskin adalah boleh tetapi tidak dihitung sebagai pahala Udh hiyah .

Para fuqoha mengatakan sangat dianjurkan ketika dilaksanakan shalat Idul Fitri agar diulur waktu pelaksanaannya, sebab hari raya Idul Fitri terikat dengan zakat fitrah dan waktu utama untuk menunaikan zakat fitrah adalah sebelum dilaksanakan shalat Idul Fitri. Berbeda halnya dengan shalat Idul Adha yang dianjurkan dilakukan lebih awal karena akan dilaksanakan penyembelihan Udh hiyah. Dan Udh hiyah dilaksanakan setelah shalat Idul Adha sehingga masa untuk berqurban menjadi lebih panjang. Sebagai contoh, di Kwitang, Guru besar umat islam Al Habib Ali bin Abdurahman Al habsyi, sejak zaman hingga saat ini di masjid Ar Riyyad kwitang, pelaksanaan shalat Idul Fitri dimulai jam delapan pagi dan untuk pelaksanaan shalat Idul Adha dimulai jam tujuh pagi. Tujuannya adalah agar orang yang ingin berzakat fitrah bisa memiliki waktu yang lebih panjang di hari Idul Fitri, dan orang yang berqurban memiliki waktu yang lebih panjang di hari Idul Adha.

Dan waktu berqurban terus berlanjut hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzul Hijjah.

BEBERAPA ATURAN DAN SUNNAH BERQURBAN

Hal yang perlu diperhatikan dalam urutan memilih qurban yang lebih afdhal adalah sebagai berikut :
Pertama. Hewan yang disembelih adalah unta atau sapi atau kambing. Untuk wilayah Indonesia yang tidak ada unta, maka yang baik adalah sapi, kambing, atau kerbau, dan umumnya adalah sapi dan kambing. Al Imam Asy Syairazi dalam kitab Al Muhadzdzab beliau menyebutkan bahwa qurban sapi untuk 1 orang adalah lebih afdhal (utama) daripada qurban sapi untuk 7 orang. Namun jika qurban sapi dijadikan untuk 7 orang maka qurban 1 kambing untuk 1 orang adalah lebih afdhal (utama). Untuk qurban selain hewan di atas (yaitu unta, sapi/kerbau dan kambing) hukumnya tidak sah.

Kedua. Hewan yang akan disembelih tidak boleh cacat berupa cacat yang mengurangi daging. Jika cacat tersebut mengurangi daging maka qurban tidak sah. Penjual qurban juga hendaknya menjual hewan-hewan qurban yang sehat dan tidak cacat.

Kemudian diantara hal yang disunnahkan bagi yang ingin berqurban adalah sebagaimana yang tersebut di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam muslim, dari Umul Mukminin Sayidatina Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:

ﻣﻦ ﻛﺎن ﻋﻨﻩﺪ ذ ﺑﺢ ﻳﺮﺪﻳ أ ن ﻳ ﺬ ﻪﲝ ﻓ أﺮ ى ﻫ لﻼ ذي اﳊﺔﺠ ﻼﻓ ﳝﺲ ﻣﻦ ﺷﻌﺮﻩ و ﻻ ﻣﻦ أﻇﻔﺎرﻩ ﺷﻴﺎﺌ ﱴﺣ
ﻳﻀﻲﺤ

“Barang siapa yang memiliki hewan qurban yang ingin dia qurbankan di hari raya maka apabila setelah masuk hari pertama bulan Dzulhijah hendaknya dia tidak memotong kukunya atau rambutnya hingga selesai dia menyembelih qurbannya di hari raya”.

Demikian sunnah dari Rasulullah dan hal tersebut bukan hal yang wajib. Hikmah dari sunnah ini adalah agar rahmat dan pengampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengalir kepada rambut dan kuku dan seluruh anggota badan karena begitu besarnya karunia dan anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Diantara perkara yang disunnahkan adalah bahwa hewan qurban disunnahkan untuk disembelih sendiri oleh orang yang berqurban. Jika tidak bisa, dapat diwakilkan oleh tukang potong atau orang yang lebih ahli. Diriwayatkan bahwa dari 100 ekor unta milik Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam yang ketika itu beliau berada di tanah suci, 63 ekor unta disembelih sendiri dengan tangan suci Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Pekerjaan yang cukup berat tersebut dilakukan sendiri oleh rasulullah dan 27 ekor lainnya dilanjutkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu. Kejadian ini menujukan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam adalah seseorang yang mempunyai fisik yang kuat, tidak lemah dan penuh semangat. Karena pekerjaan memotong 1 hewan qurban cukup berat, terlebih jika menyembelih 63 ekor qurban. Dan di sinilah kisah yang melegenda, yaitu unta- unta tersebut berebut ingin lebih dahulu disembelih oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Hewan-hewan tersebut berebut ingin mendapat keberkahan dan kemuliaan karena disembelih melalui tangan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Sungguh beruntung 63 hewan tersebut, sedangkan 27 sisanya mendapat keberkahan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu yang ditugaskan mewakili Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Peristiwa ini memberikan pelajaran dan anjuran agar hewan qurban disembelih sendiri oleh orang yang berqurban dan boleh diwakili jika ia tidak mampu. Apabila diwakilkan maka dianjurkan bagi orang yang berqurban tersebut agar menyaksikan hewan qurbannya ketika disembelih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al Imam Al Baihaqi sebagaimana diceritakan oleh Sahabat Abu Said Al Khudriy Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam mengatakan kepada Sayyidatina Fathimah puteri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wasallam:
“ Wahai Fathimah bangun kepada udh hiyahmu, saksikanlah qurbanmu, karena sesungguhnya dari sejak pertama tetesan darahnya yang menyentuh bumi seluruh dosa-dosamu sudah diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala .”

Sungguh nikmat orang yang mampu ber udh hiyah . Berqurbanlah bagi orang yang punya kemampuan berqurban dan jangan pelit karena pahalanya sangat besar, keuntungan dunia akhirat, dan terjaga dari musibah. Dalam hadits disebutkan:

ﻋﻈﻤﻮا ﺿﺤﺎ?ﻛﻢ ﻓﺈ?ﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺮاط ﻣﻄﺎ?ﻢﻛ

“Besarkan qurban kalian karena sesungguhnya qurban kalian itu di atas sirath (jembatan yang dibentangkan Allah diatas api neraka) adalah tunggangan kalian”.

HUKUM MEMAKAN HEWAN QURBAN (NAZAR/SUNNAH)

Ada dua pembagian hukum terkait boleh tidaknya memakan hewan qurban.

Pertama adalah qurban yang fardhu misalnya sebuah qurban nazar, maka daging qurban seluruhnya wajib dibagikan kepada fakir miskin.

Kedua jika qurban tersebut adalah qurban yang sunnah, maka daging qurban tersebut sebagiannya wajib dibagikan kepada fakir miskin, dan sisanya boleh dimakan oleh orang yang berqurban dengan qurban sunnah ini.

Bagian yang harus diberikan kepada fakir miskin adalah daging dan bukan lemak, kulit atau tulang.

Derajat afdholiyah (keutamaan) untuk memakan qurban sunnah adalah sebagai berikut: Derajat pertama, orang yang berqurban memakan daging qurbanya sedikit dan sisanya dibagikan ke fakir miskin. Derajat kedua, orang yang berqurban memakan sepertiga bagian, sepertiga bagian lainnya dibagikan kepada fakir miskin, dan sepertiga sisanya dihadiahkankan kepada siapapun sekalipun kepada orang kaya.

PEMBAGIAN DAGING QURBAN DAN UPAH POTONG

Daging qurban tidak boleh diberikan kepada orang non muslim (baik qurban nazar atau sunnah). Qurban hanya boleh diberikan kepada orang-orang islam karena qurban adalah jamuan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hari raya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Jika ada orang non muslim yang ingin diberi maka tidak boleh dari daging qurban tersebut dan bisa dibelikan daging bukan qurban di pasar untuk diberikan kepada orang non muslim tersebut.

Salah satu hal yang harus diluruskan adalah ketika berqurban, adalah tidak boleh menjadikan daging qurban, kulit, kepala, kaki, atau bagian apapun dari hewan qurban sebagai upah untuk orang yang telah menyembelih ( tukang potong ). Orang yang menyembelih (tukang potong) boleh menerima bagian hewan tetapi tidak boleh menjadi upah (dianggap sebagai upah). Bagian hewan tersebut adalah sama seperti bagian untuk kaum muslimin. Tukang potong boleh menerima upah dengan hal-hal yang disepakati misalnya uang atau beras atau hal lain selain bagian hewan qurban.

Terima kasih sudah menyimak artikelnya ya. Selanjutnya ulasan mengenai harga kambing yang ada di yogyakarta. Yukkk sama-sama di baca…

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Selanjutnya untuk menyambut qurban 2018 yang akan datang, diharapkan para sahabat AB dan umat muslim yang ingin melaksanakan qurban tahun ini supaya mempersiapkan hewan qurban sejak awal. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan harga hewan qurban yang murah, karena pembelian dan persiapan sejak awal. Pada kesempatan kali ini, mimin Aqiqah Berkah akan memberikan informasi mengenai harga kambing qurban Cikarang 2018 (harga prediksi sewaktu-waktu bisa berubah didasarkan waktu dan tempat). Berikut ulasannya.

1. Harga Kambing Kacang (jawa)
Kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Adapun untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kambing kacang sangat bervariasi di lihat dari umur, kondisi fisik, kesehatan, dan jenis kelamin. Untuk kisaran harganya mulai dari harga 800 ribu sampai 2,5 juta rupiah. Berikut daftar Harga Kambing Kacang (Jawa)

a) Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
b) Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
c) Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
d) Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
e) Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
f) Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
g) Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
h) Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

2. Harga Kambing Etawa
Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :
a) Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
b) Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
c) Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
d) Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
e) Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
f) Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
h) Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
i) Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

3. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi, berikut harganya.
a) PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan = Rp 1.000.000,-
b) PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.500.000,-
c) PE betina Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.000.000,-
d) PE betina Berumur 1 – 2 tahun = Rp 2.500.000,-
e) PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.400.000,-
f) PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan = Rp 1.800.000,-
g) PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.500.000,-
h) Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun = Rp 3.200.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

4. Harga Kambing Gibas
Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas yakni putih dan tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing gibas memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Berikut harga kambing gibas.
a) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 600.000,-
b) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
c) Kambing Gibas Betina Berumur 8 – 12 Bulan = Rp 1.600.000,-
d) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.000.000,-
e) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
f) Gibas Jantan Umur 8 – 12 Bulan = Rp 2.100.000,-
g) Gibas jantan Umur 1 – 2 Tahun = Rp 2.400.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai harga kambing Cikarang. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS : 085853444472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-