Aqiqah di Kec. Ngronggot Nganjuk

AQIQAH KEC. NGRONGGOT NGANJUK

Mendengar penyebutan nama Kecamatan Ngronggot mengingatkan kita pada berita yang beredar awal tahun 2016 lalu. Ditemukannya candi di Kec. Ngronggot menjadikan banyak pihak penasaran dengan usia candi tersebut.

Kecamatan Ngronggot merupakan satu dari kecamatan lainnya di Nganjuk di bagian selatan yang didapati temuan candi. Hal ini masih ada kaitannya dengan kerajaan Majapahit di Jawa Timur khususnya. Namun di Kec. Ngronggot ini mayoritas penduduknya beragama Islam meskipun telah ada penemuan candi disana.

Berdasarkan data jumlah masjid di Ngronggot terdapat total 78 bangunan masjid yang masih aktif dan difungsikan untuk ibadah. Dari ke 78 masjid tersebut berikut pembagian lokasinya :

AQIQAH & QURBAN

  1. Desa Banjarsari
  2. Desa Betet
  3. Desa Cengkok
  4. Desa Dadapan
  5. Desa Juwet
  6. Desa Kalianyar
  7. Desa Kaloran
  8. Desa Kelutan
  9. Desa Klurahan
  10. Desa Mojokendil
  11. Desa Ngronggot
  12. Desa Tanjungkalang
  13. Desa Trayang

Penduduk di Kec. Ngronggot mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai pembuat batu bata (industri rumah tangga). Meskipun pekerjaan masyarakat di Kec. Ngronggot tergolong pekerjaan yang keras dan berat, namun pekerjaan tersebut tidak mengesampingkan tingkat ibadah seperti ibadah sunnah aqiqah.

Di Kec. Ngronggot ini pula didapati banyak sekali pondok pesantren yang mengajarkan ilmu agama secara mendalam. Sehingga dengan berdirinya ponpes sekaligus banyaknya masjid, membuat semangat warga di Ngronggot untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Adakah jasa aqiqah di Ngronggot ?

Khusus untuk wilayah di Kec. Ngronggot, terdapat jasa layanan aqiqah khusus. Mengapa harus aqiqah ? Karena aqiqah diartikan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran putera puteri. Ada pula yang memaknai aqiqah dengan hewan sembelihan ketika anak baru lahir.

Dasar hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkad meskipun orangtua dalam keadaan sulit. Berikut adalah hadist Rasulullah tentang aqiqah untuk anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”

Aqiqah yang afdhal untuk anak laki-laki adalah 2 ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan hanya 1 ekor kambing/domba. Seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah mengenai ketentuan jumlah hewan aqiqah yaitu :

عن الغلام شاتان متكأ فئتان . و عن الجارية شاة

”Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu ekor.” Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki.

Hikmah mendasar dari melaksanakan aqiqah adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa gembira demi tegaknya Islam dan lahirnya keturunan yang dikemudian hari memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW dan terhubung menjadi tali siltaurahim antar anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

Pesan Aqiqah 1Aqiqah dapat pula dilakukan saat dewasa apabila pada saat kecil belum di aqiqahi oleh kedua orangtuanya. Para pengikut Imam Syafi’i mengamini pendapat tersebut, sehingga banyak pula orang yang belum di aqiqahi waktu kecil kemudian mengaqiqahi dirinya sendiri ketika sudah dewasa dan sudah mampu.

Saat ini telah banyak bermunculan lembaga yang menawari Jasa Aqiqah di Indonesia sehingga memudahkan anda untuk melaksanakan aqiqah. Ini sangat menguntungkan juga bagi kepala keluarga yang memiliki waktu sangat minim untuk mempersiapkan kebutuhan aqiqah.

Aqiqah dilaksanakan dengan memotong hewan kambing, kemudian daging aqiqah tersebut dianjurkan untuk diberikan atau dibagikan dalam keadaan sudah dimasak. Daging aqiqah hendaknya diberikan kepada tetangga dan fakir miskin. Siapapun berhak menerima daging aqiqah termasuk orang non muslim. Bagi keluarga yang beraqiqah juga diperbolehkan untuk memakan daging aqiqah, tidak ada larangan untuk hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.