Arti Aqiqah

ARTI AQIQAH

Mengapa kita sebagai muslim harus melaksanakan aqiqah ketika memiliki bayi yang baru lahir ? Untuk mengetahui arti aqiqah dan menjadi pengetahuan serta landasan dalam beribadah, mari simak artikel berikut ini.

Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir baik anak laki-laki atau anak perempuan pada hari ke tujuh sejak kelahirannya dengan tujuan semata-mata mencari ridha Allah SWT.

Secara etimologis / lughawi aqiqah adalah memotong atau al-qat’u atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan (اسم للشعر على رأس المولود). Menurut terminologi syariah (fiqih) akikah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya seorang anak baik laki-laki atau perempuan.

HARGA KAMBING (1)

Nah, aqiqah juga dapat diartikan memutus atau melubangi. Hakikat adanya aqiqah anak laki ataupun anak perempuan merupakan upaya penebusan anak yang statusnya tergadai ketika lahir di dunia ini. Penebusan tersebut dilaksanakan melalui bentuk aqiqah.

Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sebagai berikut :

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع)

Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran.

Dalil yang mendasari adanya anjuran untuk aqiqah adalah sebagai berikut ini :

Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى

Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

Berdasarkan hadits diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasannya anak yang terlahir di dunia ini masih tergadai sehingga harus ditebus melalui aqiqah. Aqiqah baiknya dilaksanakan pada hari ke tujuh dengan menyembelih hewan ternak. Kemudian pada hari itu pula digunduli rambut si bayi dan diberi nama yang bagus.

Makna aqiqah dalam Islam sangat luas, namun hanya satu yang menjadi pokok pelaksanaannya yakni sebagai penebusan anak.

Sedangkan makna aqiqah dalam Islam menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib adalah sebagai berikut :

الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع

“Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran”

Selain itu, Al-Hafizh Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa hikmah di laksanakannya syari’at aqiqah, antara lain:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi
  2. Taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan syukur kepada-Nya
  3. Membebaskan anak bayi dari pergadaian
  4. Penyebab kebaikan anak, pertumbuhannya, keselamatannya, panjang umurnya, dan terhindar dari gangguan setan.

Makna aqiqah dalam Islam dituangkan dalam sabda Rasulullah SAW sebagai berikut ini :

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

Hukum aqiqah menurut para ahli fiqih adalah sebagai berikut ini :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.