All posts by K. Abdul Aziz

Jual Kambing Qurban 2016 di Surabaya

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

JUAL KAMBING QURBAN 2016 DI SURABAYA

Menyediakan kambing qurban 2016 yang sehat, tidak cacat, kambing qurban dengan berat kambing hidup 29 Kg. Hubungi segera untuk pemesanan kambing qurban 2016 Online di Surabaya dan sekitarnya dengan menghubungi nomor layanan 085853444472. Penuhi ibadah qurban tahun 1437 Hijriah dengan memesan kambing qurban 2016.

Kambing Qurban 2016 Surabaya

Apabila Anda sedang mencari kambing untuk sembelihan qurban 2016 di wilayah Surabaya, Anda dapat membelinya pada Aqiqah Berkah yang merupakan jasa penyedia aqiqah dan qurban terpercaya di Jawa Timur. Anda dapat memesan hewan qurban secara online dimanapun Anda berada.

Penentuan harga saat jual beli ternak umumnya akan didasarkan pada kondisi fisik baik bobot dan kesehatan ternak. Karena kondisi fisik mencerminkan produksi dan kualitas karkasnya. Semakin bagus kondisi fisik ternak yang dipilih, maka harga juga akan semakin tinggi. Ada juga beberapa hal yang menjadi pertimbangan Anda dalam menentukan harga jual hewan ternak.

UMUR HEWAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong kambing berkorelasi positif dengan keempukkan daging yang dihasilkannya. Artinya, makin tua ternak dipastikan dagingnya lebih liat. Diketahui juga, daging yang berasal dari kambing tua baunya lebih menyengat. Konsumen umumnya lebih suka daging kambing yang empuk. Karena itu, faktor umur cukup memengaruhi harga jual kambing.

Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi sebagai berikut.

– Daging anak kambing (umur 8 – 12 minggu)
– Daging kambing muda (umur 1 – 2 tahun)
– Daging kambing tua (umur 2 – 6 tahun)

Kambing Qurban 2016 Surabaya (1)

KEBIRI

Kambing muda siap potong umumnya lebih murah dibandingkan dengan kambing muda kebirian, meski umur keduannya sama. Hal ini disebabkan karena persentase karkas kambing muda akan lebih rendah dibandingkan dengan kambing jantan kebiri.

Informasi mengenai harga kambing qurban 2016 di Surabaya, berikut ini informasinya :

1. Harga Kambing Gibas

Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.600.000,- hingga Rp.2.400.000,- di tahun 2016 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.

2. Harga Kambing Kacang (Jawa)

Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.800.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2016 ini.

3. Harga Kambing Etawa

Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2016 ini.

4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)

Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2016 ini.

Nah untuk memesan kambing qurban 2016 di Surabaya, Anda hanya perlu menghubungi nomor berikut ini :

SMS : 0858 5344 4472

Whatsapp : +62858 5344 4472

Pin BB : 7C0B38CE

Pastikan kambing qurban 2016 pilihan Anda telah memenuhi tuntunan syariat ajaran Islam. Aqiqah Berkah akan senantiasa membantu Anda dalam kelancaran Ibadah. Pemesanan hewan qurban mudah, harga murah dan Insya Allah Berkah.

Sapi Gemarang

By | Berita, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

SAPI GEMARANG

Update harga sapi qurban di wilayah Gemarang Madiun dan sekitarnya. Sedia sapi jenis bali dan sapi jenis jawa dengan berat 200 Kg. Pesan sapi qurban Gemarang di nomor 085853444472.

Sapi Gemarang

Wilayah Kec. Gemarang merupakan dimana banyak penduduknya yang budidaya sapi baik untuk dijual dagingnya atau dijual hidup untuk sembelihan qurban. Harga sapi di wilayah Madiun dapat berubah karena pengaruh permintaan pasar maupun pengaruh dari penampakan sapi itu sendiri.

Harga sapi qurban di wilayah Gemarang dapat diupdate pada Aqiqah Berkah Madiun. Sapi yang dijadikan sembelihan qurban biasanya memiliki pertimbangan harga jual dilihat dari segi jogrokkan atau tampilan sapi. Sebagian besar sapi qurban berada pada kisaran bobot 200 hingga 300 Kg berat hidup. Sedangkan mengenai harga bakalan per awal bulan Juli 2016 untuk jenis sapi qurban sekitar 49.000 hingga 52.000, maka prediksi sapi qurban 2016 di area Madiun diangka 55.000 – 60.000 timbangan berat hidup. Dapat dibilang terdapat kenaikan 15 hingga 20 persen.

Akan tetapi, sapi qurban memiliki jogrokkan yang tinggi namun untuk bobotnya lebih ringan. Contoh sapi qurban tersebut adalah sapi jenis PO, sapi madura. Kedua jenis sapi ini memiliki prediksi harga diangka 14 juta per ekor hingga 17 juta per ekor dengan berat 200 Kg hingga 275 Kg.

Harga Sapi

Prediksi harga sapi qurban di area Madiun diatas dapat berubah sewaktu-waktu saat hari pasaran berikutnya. Karena, dinamika pasar hewan saat ini memang agak sulit untuk ditebak. Harga sapi tersebut dapat juga naik setiap saat dipasaran, namun jarang sekali turun drastis harga sapi di pasaran.

Semoga informasi harga sapi area Madiun khususnya wilayah Gemarang diatas dapat bermanfaat untuk pembaca dan sahabat Aqiqah Berkah. Bila ingin melakukan pemesanan sapi secara langsung, silahkan hubungi nomor layanan berikut ini :

SMS : 0858 5344 4472

Whatsapp : +62858 5344 4472

Pin BB : 7C0B38CE

Berikut ini informasi harga sapi qurban jenis lokal :

  1. Sapi bakalan, harga Rp 46.000 – Rp 47.000/kg
  2. Sapi Siap Potong, harga Rp 44.000 – Rp 45.500/kg, bahkan dibeberapa pasar hewan taksiran timbang hidupnya hanya Rp 43.000/kg.
  3. Harga sapi Madura, Rp 47.000 – Rp 52.000/kg
  4. Harga sapi FH Jantan Rp 42.000 – Rp 44.000/kg
  5. Harga sapi FH Betina Afkiran Rp 36.000 – Rp 37.000/kg
  6. Harga pedet tetap tinggi karena masuk jenis sapi “tanen”.

Untuk informasi harga sapi pedaging, agak sedikit berbeda dengan harga sapi qurban diatas. Sapi pedaging biasa disebut sapi potong memiliki karakteristik yang berbeda dengan sapi qurban. Sapi pedaging (sapi potong) yang hanya diambil dagingnya tidak memiliki pengaruh harga pada jogrokkan atau penampilan tubuhnya.

Namun, yang menjadi pertimbangan adalah sapi yang gemuk serta karkas yang tinggi. Contoh dari sapi pedaging adalah sapi limousin, sapi simental, sapi kupang, sapi bali, sapiperah jantan, sapi persilangan, sapi PO. Adapun harga sapi pedaging atau sapi potong didasarkan pada karkasan.

Nah berikut ini informasi harga kisaran sapi lokal siap potong terbaru di beberapa pasar hewan di area Jawa Timur :

  1. Pasar Hewan Nganjuk, estimasi harga sapi lokal siap potong Rp 43.000 – Rp 44.000/kg berat hidup
  2. Pasar Hewan Lumajang, Harga sapi siap potong terbaru Rp 44.000 – Rp 45.000/kg
  3. Pasar Hewan Leces Probolinggo, Harga Sapi Rp 43.000 – Rp 45.000/kg berat hidup
  4. Pasar Hewan Wonoasih Probolinggo, harga sapi lokal siap potong berkisar antara Rp 43.000 – Rp 46.000/kg
  5. Pasar Hewan Kalisat Jember, estimasi harga sapi lokal siap potong Rp 43.000 – Rp 45.000/kg
  6. Pasar Hewan Tuban, estimasi harga sapi Rp 43.000 – Rp 46.000/kg
  7. Pasar Hewan Babad Lamongan, harga sapi siap potong lokal Rp 44.000 – Rp 45.000/kg
  8. Dan beberapa pasar hewan lagi memiliki kisaran harga sapi lokal siap potong yang hampir sama yaitu antara Rp 43.000 – Rp 46.000/kg berat hidup tergantung dari kualitas sapinya.

Jasa Ketring Aqiqoh Wilayah Kertosono

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

JASA KETRING AQIQOH WILAYAH KERTOSONO

Catering aqiqah termurah dan terlengkap di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Menu beragam, olahan daging kambing dijamin tidak amis dan tidak prengus. Pesan langsung di nomor 085853444472.

JASA CATERING AQIQAH

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Illahirobbi yang memberikan nikmat sehat dan rizki yang semoga menjadi berkah untuk ibadah. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kelak kita semua mendapatkan syaatnya di hari kiamat. Aamiin Ya Robbal’alamin.

Jasa layanan Aqiqah Berkah yang melayani paket aqiqah dan qurban sipa membantu kelancaran ibadah Anda khususnya di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Tersedia jasa catering aqiqah (hewan aqiqah, pemotongan hewan aqiqah, jasa memasak dan pendistribusian masakan aqiqah). Anda dapat memilih paket mandiri aqiqah maupun paket peduli aqiqah. Tersedia lengkap di Aqiqah Berkah dan temukan keberkahannya.

Perintah aqiqah yang merupakan perintah sunnah muakad terutama bagi sang penanggung nafkah anak yakni ayah, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan tuntunan dan syariat Islam. Ketentuan hewan sembelihan aqiqah untuk masing-masing jenis kelamin berbeda.

Sembelihan kambing aqiqah untuk anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Sedangkan untuk anak perempuan dengan seekor kambing. Tidak dibatasi kambing harus berjenis kelamin betina atau berjenis kelamin jantan. Dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, bila masih belum mampu dapat dilaksanakan di hari ke empat belas, ke dua puluh satu dan seterusnya hingga orangtua mampu.

Bagi yang ingin melakukan aqiqah anak, dapat segera memesan paket aqiqah, catering aqiqah Kertosono ataupun kambing aqiqah. Aqiqah Berkah melayani pemesanan hewan qurban, baik hewan kambing maupun sapi. Harga paket aqiqah dan catering aqiqah dapat anda pilih sesuai keinginan anda dengan harga yang relatif murah sehingga sangat membantu anda untuk dapat melaksanakan aqiqah khususnya di wilayah Kota besar lainnya.

Khusus untuk wilayah Kertosono, dapatkan layanan gratis antar baik pemesanan aqiqah mandiri maupun peduli. untuk pemesanan dan konsultasi mengenai paket aqiqah mandiri maupun aqiqah peduli, silahkan langsung menghubungi nomor berikut ini :

Call / SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Pin BB : 7C0B38CE

Apabila memilih menu catering aqiqah Kertosono dengan pilihan paket kambing betina, berikut fasilitas yang akan anda dapatkan :

Aqiqah Mandiri

  1. Tipe A harga Rp 1.000.000 dengan jenis masakan 250 tusuk sate & 1 panci Gule
  2. Tipe B harga Rp 1.100.000 dengan jenis masakan 300 tusuk sate & 1 panci Gule
  3. Tipe C harga Rp 1.200.000 dengan jenis masakan 350 tusuk sate & 1 panci Gule
  4. Tipe D harga Rp 1.300.000 dengan jenis masakan 450 tusuk sate & 1 panci Gule
  5. Tipe E harga Rp 1.500.000 dengan jenis masakan 500 tusuk sate & 1 panci Gule

Aqiqah Peduli

  1. Tipe A harga Rp 1.435.000 dengan jumlah 50 porsi
  2. Tipe B harga Rp 1.700.000 dengan jumlah 60 porsi
  3. Tipe C harga Rp 1.800.000 dengan jumlah 70 porsi
  4. Tipe D harga Rp 1.900.000 dengan jumlah 80 porsi
  5. Tipe E harga Rp 2.100.000 dengan jumlah 90 porsi

JASA CATERING AQIQAH (1)

Apabila memilih menu catering aqiqah Kertosono dengan pilihan kambing jantan, maka fasilitas yang anda dapatkan adalah :

Aqiqah Mandiri

  1. Tipe A harga Rp 1.400.000 dengan jenis masakan 250 tusuk sate & 1 panci Gule
  2. Tipe B harga Rp 1.550.000 dengan jenis masakan 300 tusuk sate & 1 panci gule
  3. Tipe C harga Rp 1.750.000 dengan jenis masakan 350 tusuk sate & 1 panci gule
  4. Tipe D harga Rp 1.850.000 dengan jenis masakan 450 tusuk sate & 1 panci gule
  5. Tipe E harga Rp 2.050.000 dengan jenis masakan 500 tusuk sate & 1 panci gule

Aqiqah Peduli

  1. Tipe A harga Rp 1.800.000 dengan jumlah 50 porsi
  2. Tipe B harga Rp 1.950.000 dengan jumlah 60 porsi
  3. Tipe C harga Rp 2.150.000 dengan jumlah 70 porsi
  4. Tipe D harga Rp 2.250.000 dengan jumlah 80 porsi
  5. Tipe E harga Rp 2.450.000 dengan jumlah 90 porsi

Aqiqah Berkah Nganjuk melayani paket aqiqah mandiri untuk wilayah Nganjuk, Kertosono, Patianrowo, Gondang, Lengkong, Jatikalen, Prambon, Baron, Bagor, Wilangan, Sawahan dan sekitar Nganjuk lainnya.

Hukum Aqiqah dan Korban

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

HUKUM AQIQAH DAN KORBAN

Aqiqah dan korban adalah ibadah sunnah yang disukai Allah. Aqiqah dan korban berbeda dalam pengertian dan juga waktu pelaksanaan, namun pada hakikatnya kedua ibadah sunnah ini ditandai dengan penyembelihan binatang ternak.

28 Hukum Aqiqah dan Korban (1)

HUKUM AQIQAH

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah yang artinya memutus dan melubangi. Ada yang mengatakan pula bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (anak laki-laki atau anak perempuan). Hukum aqiqah merupakan sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah anak.

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Secara umum hukum aqiqah atau pelaksanaan aqiqah dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan. Karena ayah adalah penanggung nafkah bagi anak. Secara hukum aqiqah adalah sunnah muakkad sebagaimana hadist tersebut di atas.

Hukum aqiqah menurut sebagian ulama adalah sunnah. Namun ada beberapa pula yang mewajibkan maupun tidak sepakat dengan adanya aqiqah. Berikut penjelasan hukum aqiqah menurut para ahli fiqih :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu. Aqiqah menjadi tanggung jawab ayah sebagai karena penanggung nafkah anak (seperti penjelasan diatas). Namun hal ini tidak bermaksud untuk membebani.

Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan sebelum hari ketujuh. Inilah pendapat mayoritas ’ulama. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ’aqiqah itu dilaksanakan pada hari ketujuh, namun jika tidak dilakukan (pada hari itu) maka boleh dilakukan pada hari ke-14 (empatbelas) atau ke-21 (duapuluh satu).

Pendapat lainnya dari para ulama mengenai waktu aqiqah bahwa ’aqiqah itu boleh dilakukan setelah dewasa (yaitu ia mengaqiqahi dirinya sendiri) setelah ia mempunyai kemampuan (tidak dibatasi oleh hari-hari tertentu, walau mereka tetap berpendapat tentang sunnahnya hari ketujuh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pelaksanaan ’aqiqah hanyalah pada hari ketujuh kelahiran.

28 Hukum Aqiqah dan Korban

HUKUM KORBAN

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Pembagian Hukum Syar’i II

By | Berita | No Comments

PEMBAGIAN HUKUM SYAR’I II

Hukum taklifi terbagi ke dalam lima bagian antara lain wajib, haram, mandub, makruh dan mubah. Kelima macam hukum itulah yang menimbulkan efek terhadap perbuatan mukalaf dan efek itulah yang dinamakan al ahkam al khamsah oleh ahli fiqih. (H. Alaiddin Koto, 2004, hal 42-44).

27 Pembagian Hukum Syari

Pembagian hukum taklifi, dibagi menjadi lima bagian. Pada artikel terdahulu telah disampaikan penjabaran mengenai hukum taklifi. Berikut ini akan dijabarkan mengenai kelima bagian hukum taklifi tersebut.

WAJIB

Pada pokoknya yang disebut dengan wajib adalah segala perbuatan yang diberi pahala bila dikerjakan dan diberi siksa (‘iqab) bila ditinggalkan. Misal, mengerjakan beberapa rukun islam yang lima. Dilihat dari beberapa segi, wajib terbagi menjadi empat :

1. Dilihat dari segi tertentu atau tidak tertentunya perbuatan yang dituntut. Wajib dibagi menjadi dua :

a. Wajib mu’ayyan (ditentukan) yaitu yang telah ditentukan macam perbuatannya. Misal, membaca al fatihah atau tahiyyat dalam sholat.
b. Wajib mukhayyar (dipilih) yaitu yang boleh dipilih salah satu dari beberapa macam perbuatan yang telah ditentukan. Misal, kifarat sumpah yang memberi pilihan tiga alternatif, memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian sepuluh orang miskin atau memerdekakan budak.

2. Dilihat dari segi siapa aja yang mengharuskan memperbuatnya, wajib terbagi kepada dua bagian :

a. Wajib ‘ain yaitu wajib yang dibebankan atas pundak setiap mukalaf. Misal, mengerjakan sholat lma waktu, puasa ramadhan dan lain sebagainya. Wajib ini disebut fardhu ‘ain.
b. Wajib kifayah yaitu kewajiban yang harus dilakukan oleh salah seorang anggota masyarakat, tanpa melihat siapa yang mengerjakannya. Apabila kewajiban itu tekah ditunaikan salah seorang diantara mereka, hilanglah tuntutan terhadap yang lainnya. Namun, apabila tidak seorangpun yang mengerjakannya, berdosalah semua anggota masyarakat tersebut. Misal, mendirikan tempat ibadah, mensholati jenazah.

3. Dilihat dari segi kadar (kuantitasnya), wajib terbagi kepada dua bagian :

a. Wajib muhaddad, yaitu kewajiban yang ditentukan kadar atau jumlahnya. Misal, jumlah zakat yang mesti dikeluarkan, jumlah rakaat sholat.
b. Wajib ghairu muhaddad yaitu kewajiban yang tidak ditentukan batas bilangannya. Misal, membelanjakan harta di jalan Allah, berjihad, tolong-menolong.

27 Pembagian Hukum Syari 2

HARAM

Haram adalah segala perbuatan yang dilarang untuk mengerjakannya. Orang yang melakukan akan disiksa, berdosa (‘iqab) dan yang meninggalkannya akan mendapat pahala. Misal, mencuri, membunuh, berzina, menafkahi orang yang menjadi tanggungannya. Perbuatan ini disebut juga dengan maksiat, qabih.

Secara garis besar, haram terbagi menjadi dua :

a. Haram karena perbuatan itu sendiri, atau haram karena zatnya. Haram seperti ini pada pokoknya adalah haram yang memang diharapkan sejak semula, Misal, membunuh, zina, mencuri.
b. Haram karena berkaitan dengan perbuatan lain atau haram karena faktor lain yang datang kemudian. Misal, jual beli yang hukum asalnya mubah, berubah menjadi haram ketika azan jumat sudah berkumandang. Begitu juga dengan puasa Ramadhan yang semula wajib berubah menjadi haram karena dengan berpuasa itu akan menimbulkan sakit yang mengancam keselamatan jiwa.

MANDUB

Mandub adalah segala perbuatan yang dilakukan akan mendapatkan pahala, tetapi bila tidak dilakukan akan dikenakan siksa, dosa (‘iqab). Biasanyamandub ini disebut juga sunat atau mustahab dan terbagi menjadi :

1. Sunat ‘ain yaitu segala perbuatan yang dianjurkan kepada setiap pribadi mukalaf untuk dikerjakan. Misal, sholat sunat rowatib.
2. Sunat kifayah yaitu segala perbuatan yang dianjurkan untuk diperbuat cukup oleh salah seorang saja dari suatu kelompok. Misal, mengucapkan salam, mendoakan orang bersin.

Selain itu, sunat juga terbagi kepada :

a. Sunat muakkad yaitu perbuatan sunat yang senantiasa dikerjakan oleh Rasul atau lebih banyak dikerjakan Rasul dari pada tidak dikerjakannya. Misal, sholat hari raya, aqiqah.
b. Sunat ghairu muakkad yaitu segala macam perbuatan sunat yang tidak selalu dikerjakan Rasul. Misal, bersedekah pada fakir miskin.

MAKRUH

Adapun yang dimaksud dengan makruh adalah perbuatan yang bila ditinggalkan, orang yang meninggalkannya mendapat pahala tetapi orang yang mengerjakannya tidak mendapat dosa (‘iqab). Misal, memakan makanan yang menimbulkan bau tidak sedap.

Pada umumnya, ulama membagi makruh kepada dua bagian :

1. makruh Tanzih, yaitu segala perbuatan yang meninggalkan lebih baik daripada mengerjakan. Seperti contohnya tersebut diatas.
2. Makruh tahrim, yaitu segala perbuatan yang dilarang tetapi dalil yang melarang itu zhanny, bukan qhat’i. Misal bermain catur, memakan kala dan memakan daging ular (menurut madzhab Hanafiyah dan madzhab Malikiyah).

MUBAH

Mubah adalah segala perbuatan yang diberi pahala karena perbuatannya dan tidak berdosan karena meninggalkannya. Secara umum, mubah ini dinamakan juga halal atau jaiz.

Adab Terhadap Orangtua

By | Berita | No Comments

ADAB TERHADAP ORANGTUA

Rasulullah SAW, bersabda : “Tidak akan (dapat) membalas seorang anak kepada orang tuaya, kecuali si anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya, kemudian si anak membelinya dan memerdekakannya,” (HR : Muslim )

Nelson mandela (2)

Di dalam Al quran karim, Allah memerintahkan kepada seluruh umat manusia untuk tidak berkata “ah” apalagi berkata kasar dan hendaknya merendahkan diri di depan orangtua. Mengapa? Karena melukai perasaan orang tua merupakan perbuatan durhaka dan itu merupakan dosa besar. Dosa ini hanya bisa dihapus dengan meminta maaf kepadanya.

Sudah sepantasnya kita untuk menghormati kedua orangtua dan bertutur dengan baik kepada mereka. Karena kedua orangtua yang paling berjasa dalam hidup kita. Jasa kedua orangtua tak ternilai harganya untuk hidup kita. Maka sudah sepantasnya kita menghormati mereka dan bertutur yang baik dan sopan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar, bahwa Thailasah berkata: “Aku bersama orang-orang yang menolong. Kemudian aku merasa berdosa, dan aku kira dosa itu tidak lain adalah dosa besar. Kemudian aku datang kepada Ibnu Umar aku menceritakan kepadanya, Ibnu Umar berkata: “Apakah perbuatan itu?” Aku menerangkan demikian-demikian. Kemudian Ibnu Umar berkata lagi: “Itu bukan dosa besar”.

Ada 5 (lima) adab terhadap orangtua yang perlu kita ketahui, berikut ini penjelasannya :

1. Tidak memandang orangtua dengan pandangan yang tajam atau tidak menyenangkan.

2. Tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan orangtua

Hadits Al Musawwir bin Makhramah radhiallahu’anhu mengenai bagaimana adab para Sahabat Nabi terhadap Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, disebutkan di dalamnya:

وإذا تكَلَّمَ خَفَضُوا أصواتَهم عندَه ، وما يُحِدُّون إليه النظرَ؛ تعظيمًا له

“jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731).

Dari hadits ini yang dimaksud merendahkan suara dan tidak memandang dengan tajam merupakan akhlak yang mulia dan sikap penghormatan yang tentu sangat layak untuk kita terapkan kepada orang tua. Karena merekalah orang yang paling layak mendapatkan perlakuan yang paling baik dari kita. Sebagaimana telah dijelaskan pada materi sebelumnya.

3. Tidak mendahului mereka dalam berkata-kata

Diantara adab yang mulia kepada orang tua adalah dengan tidak mendahului mereka dalam berkata-kata dan mempersilakan serta membiarkan mereka berkata-kata terlebih dahulu hingga selesai. Berikut ini contoh bagaimana Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu menerapkan adab ini. Beliau berkata:

كنَّا عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ فأتيَ بِجُمَّارٍ، فقالَ: إنَّ منَ الشَّجرةِ شجَرةً، مثلُها كمَثلِ المسلِمِ ، فأردتُ أن أقولَ: هيَ النَّخلةُ، فإذا أنا أصغرُ القومِ، فسَكتُّ، فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ: هيَ النَّخلةُ

“kami pernah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim’. Ibnu Umar berkata: ‘sebetulnya aku ingin menjawab: pohon kurma. Namun karena ia yang paling muda di sini maka aku diam’. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma’” (HR. Al Bukhari 82, Muslim 2811).

4. Tidak duduk di depan orangtua sedangkan mereka berdiri

Dalilnya hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu:

اشتكى رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فصلينا وراءَه وهو قاعدٌ, وأبو بكرٍ يُسْمِعُ الناسَ تكبيرَه, فالتفتَ إلينا فرآنا قيامًا فأشار إلينا فقعدنا, فصلينا بصلاتِه قعودًا. فلما سلَّمَ قال: إن كدتُم آنفًا لتفعلون فعلَ فارسَ والرومِ, يقومون على ملوكِهم وهم قعودٌ. فلا تفعلوا. ائتموا بأئمَّتِكم. إن صلى قائمًا فصلوا قيامًا وإن صلى قاعدًا فصلوا قعودًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengaduh (karena sakit), ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, ‘kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk” (HR. Muslim, no. 413).

Nelson mandela (3)

5. Lebih mengutamakan orangtua daripada diri sendiri atau iitsaar dalam perkara duniawi

Hendaknya kita tidak mengutamakan diri kita sendiri dari orang tua dalam perkara duniawi seperti makan, minum, dan perkara lainnya. Sebagaimana hadits dalam Shahih mengenai kisah yang diceritakan oleh Rasulullah SAW mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua yang tertutup batu besar. Kemudian mereka bertiga bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan mereka, salah satunya berkata:

اللهمّ ! إنه كان لي والدان شيخان كبيران . وامرأتي . ولي صبيةٌ صغارٌ أرعى عليهم . فإذا أرحتُ عليهم ، حلبتُ فبدأتُ بوالدي فسقيتُهما قبل بنيّ . وأنه نأى بي ذاتَ يومٍ الشجرُ . فلم آتِ حتى أمسيتُ فوجدتُهما قد ناما . فحلبتُ كما كنت أحلبُ . فجئتُ بالحلابِ . فقمت عند رؤوسِهما . أكرهُ أن أوقظَهما من نومِهما . وأكرهُ أن أسقيَ الصبيةَ قبلهما . والصبيةُ يتضاغون عند قدمي . فلم يزلْ ذلك دأبي ودأبُهم حتى طلع الفجرُ . فإن كنت تعلم أني فعلتُ ذلك ابتغاءَ وجهِك ، فافرجْ لنا منه فرجةً ، نرى منها السماءَ . ففرج اللهُ منه فرجةً . فرأوا منها السماءَ

“Ya Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajahMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya“.

Nah itulah tadi beberapa adab terhadap orangtua yang patut kita teladani. Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca. Semoga semakin dikuatkan iman dan islam kita semua sehingga menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

Pro Kontra Vaksin dan Imunisasi

By | Berita | No Comments

PRO KONTRA VAKSIN DAN IMUNISASI

Kata ‘vaksin’ berarti senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terhadap virus. Itulah sebabnya imunisasi identik dengan vaksinasi. Vaksin terbuat dari virus yang telah dilemahkan dengan menggunakan bahan tambahan seperti formaldehid dan thyrmorosal.

Teriyaki (2)Imunisasi dan vaksin adalah dua hal yang berbeda dimana sering terjadi kerancuan atas keduanya. Imunisasi adalah pemindahan atau transfer antibodi (biasanya disebut dengan daya tahan tubuh) secara pasif. Antibodi diperoleh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit tertentu.

Sedangkan vaksin adalah pemberian vaksin (antigen dari virus atau bakteri) yang dapat merangsang imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”. Sumber : (Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 7, cetakan ketiga, 2008, penerbit Depkes)

Apabila membahas pro dan kontra vaksin dan imunisasi sudah tentu akan ada pihak yang sependapat dan juga yang tidak sependapat dengan adanya vaksin dan imunisasi. Pihak yang pro akan cenderung mendukung adanya vaksin. Sedangkan pihak yang kontra akan berseberangan dengan pihak yang pro. Berikut ini akan dijabarkan mengenai pro dan kontra penggunaan vaksin dan imunisasi, dikutip langsung dari laman website muslim.or.id

Beberapa pihak yang tidak sependapat adanya vaksin dan imunisasi memiliki beberapa alasan dan landasan antara lain :

  1. Vaksin dihukumi haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.
  2. Efek samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yg akan memicu autisme, cacat otak, dan lain-lain.
  3. Lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya, banyak efek sampingnya.
  4. Kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana seseorang menjaganya dan bergaya hidup sehat.
  5. Konspirasi dan akal-akalan oknum negara lainnya untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka.
  6. Adanya bisnis yang besar di balik program imunisasi bagi mereka yang berkepentingan. Mengambil uang orang-orang muslim.
  7. Menyingkirkan metode pengobatan dan pencegahan dari negara-negara berkembang dan negara muslim seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda.
  8. Adanya beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat, dan justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.

Sedangkan beberapa alasan bagi mereka yang pro dengan adanya vaksin dan imunisasi adalah sebagai berikut ini :

Teriyaki (1)

  1. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin.
  2. Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio. Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yg telah mewabah. Hal ini menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada, mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.
  3. Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.
  4. Efek samping yang membahayakan bisa kita minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.
  5. Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.
  6. Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.
  7. Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.
  8. Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksinContohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis B, dan TBC.

Dari alasan pro dan kontra diatas, dapat kita fahami beberapa hal diantaranya imunisasi dan vaksin dihukumi mubah. Silahkan bagi Anda yang ingin melakukan imunisasi bila sesuai dengan keyakinan. Bagi yang tidak menginginkan imunisasi sesuai dengan keyakinan, dipersilahkan untuk tidak melakukannya karena ini tidak berdosa secara syariat.

Resep Masakan Daging Kambing Teriyaki

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

RESEP MASAKAN DAGING KAMBING TERIYAKI

Daging kambing tidak selalu diolah menjadi masakan sate, gule, maupun sop. Anda juga dapat mengolah daging kambing menjadi masakan ala Jepang atau khas lainnya. Mungkin Anda dapat mencoba resep berikut ini agar lebih bervariasi menu masakan olahan daging kambing.

Resep Masakan Kambing Teriyaki

Saat moment Idul Adha biasanya kulkas di rumah akan berlimpah ruah dengan isi daging hewan kurban. Terutama daging kambing yang biasanya lebih banyak dibagikan dibandingkan daging sapi. Meskipun Anda penggemar masakan daging kambing, belum tentu juga Anda gemar mengolah atau memasak daging kambing.

Mengolah daging kambing memang gampang-gampang susah. Salah cara memasak saja dapat membuat mood makan menurun. Hal itu bisa jadi karena daging kambing yang masih amis, alot atau lainya. Nah, untuk menghindari hal semacam itu, berikut ini tips buat Anda dalam mengolah daging kambing. Semoga bermanfaat yaa 🙂

Pertama, singkirkan lemaknya. Aroma prengus pada daging kambing biasanya berasal dari lapisan lemak yang menempel di daging. Buang lemak terlebih dulu yang menempel pada daging dengan mengirisnya. Untuk lebih memudahkan, dinginkan terlebih dahulu daging kambing dalam lemari es. Bila lapisan lemak sudah beku, Anda dapat mengirisnya dengan lebih mudah.

Tips kedua, jangan cuci daging kambing. Normalnya memang daging harus dicuci bersih dulu sebelum dimasak. Tetapi kalau Anda melakukan hal ini pada daging kambing, tekstur daging akan lebih alot dan bau amisnya semakin tajam. Sebaiknya Anda langsung merebus daging kambing dalam keadaan tak dicuci. Buanglah air rebusan kambing, setelah itu olah daging seperti biasanya.

Nah, setelah daging siap dimasak, berikut ini bahan-bahan yang harus dipersiapkan untuk membuat masakan daging kambing teriyaki :

Teriyaki

  1. 200 Gr daging kambing
  2. 3 Sendok makan saus teriyaki
  3. 3 Sendok makan kecap manis
  4. 1/3 sendok garam
  5. 1 sendok teh gula palem
  6. 5 cabai rawit
  7. 1 buah tomat yang telah dipotong bentuk dadu
  8. 2 siung bawang putih yang di keprek
  9. 2 lembar daun jeruk
  10. 1 lembar daun salam
  11. 1/3 sendok teh merica
  12. 2 sendok makan minyakk goreng
  13. 1 ruas jahe
  14. 150 ml air

Setelah bahan-bahan diatas Anda sediakan, berikut ini adalah cara mengolah atau memasak daging kambing teriyaki. Memasak daging kambing teriyaki ini tidak memerlukan waktu lama, jadi Anda dapat mencoba segera saat pasokan daging kambing melimpah ruah di Hari Raya Idul Adha.

Cara membuat daging kambing teriyaki :

  1. Tumis bawang putih dan juga jahe hingga harum.
  2. Masukkan daging kambing yangtelah dipotong-potong (dan telah dihilangkan bau prengusnya). Setelah itu aduk hingga berubah warnanya.
  3. Tambahkan saus teriyaki, merica, kecap, gula palem dan jugagaram secukupnya.
  4. Tambahkan pula air. Setelah itu masak hingga bumbunya meresap dan air telah berkurang.
  5. Masukkan pula tomat serta cabai rawit. Aduk sebentar hingga cabai layu.
  6. Angkat dan sajikan masakan olahan daging kambing teriyaki.
  7. Selamat menikmati.

Dijamin dengan adanya menu baru yang bervariasi, membuat harmonis keluarga Anda dan betah makan dirumah. Sangat menghemat jatah uang masak bukan. Anda juga dapat mengolah daging kambing menjadi olahan lainnya. Simak artikel lainnya yaa untuk resep masakan daging yang lain.

Nah resep ini juga cocok buat Anda yang melaksanakan aqiqah. Daging kambing aqiqah yang akan dihidangkan dimasak dengan menu teriyaki. Anda hanya perlu memesan kambing aqiqah dan jasa pemotongan kambing, kemudian mengolah secara mandiri daging kambing aqiqah. Atau lebih mudah dan praktis, Anda dapat memesan jasa memasak kambing aqiqah pada Aqiqah Berkah. Dijamin puas dan halal.

Pembagian Hukum Syar’i

By | Berita | No Comments

PEMBAGIAN HUKUM SYAR’I

Apa yang telah saudara ketahui menenai hukum syar’i ? Pada umumnya ulama ushul fiqih membagi hukum syar’i menjadi dua bagian yakni taklifi dan wadh’i. pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai hukum taklifi lebih mendalam. Sedangkan hukum wadh’i akan dibahas dalam artikel lainnya.

26 Pembagian Hukum Syari

HUKUM TAKLIFI

Yang dimaksud dengan hukum taklifi adalah syar’i yang mengandung tuntutan (untuk dikerjakan atau ditinggalkan oleh para mukalaf) atau yang mengandung pilihan antara yang dikerjakan dan ditinggalkan. (H. Alaiddin Koto, 2004 hal 41).

Hukum taklifi ini terbagi kedalam lima bagian yakni ijab, nadb, tahrim, karabah dan ibadah. Ijab (wajib) adalah firman yang menuntut melakukan suatu perbuatan dengan tuntunan pasti. Misalnya firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 43, yang artinya :

“Dan dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah : 43)

Nadb (Sunnah) adalah firman Allah yang menuntut melakukan suatu perbuatan dengan perbuatan yang tidak pasti, tetapi hanya berupa anjuran untuk berbuat. Misalnya firman Allah surat Al-Baqarah ayat 282 :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya”.

Tahrim (Haram) adalah firman Allah yang menuntut untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti. Misalnya, firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3 :

“Diharamkan bagi mu (memakan) bangkai, darah dan daging babi”.

Karahah (makruh) adalah firman Allah yang menuntut untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan dengan tuntutan yang tidak pasti, tetapi hanya berupa anjuran untuk tidak berbuat. Misalnya, firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 101 :

“Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu nisacaya menyusahkanmu”.

Ibahah (Mubah) adalah firman Allah yang memberi kebebasan kepada mukalaf untuk melakukan sesuatu perbuatan. Misalnya firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 235 :

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran”.

Ulama hanafiyah membagi hukum taklifi menjadi tujuh bagian yaitu dengan membagi firman yang menuntut melakukan suatu perbuatan dengan tuntutan pasti kepada dua bagian, yaitu fardhu dan ijab. Begitu juga firman yang menuntut untuk tidak melakukan suatu perbuatan dengan pasti kepada dua bagian yaitu tahrim dan karahah tanzih.

26 Pembagian Hukum Syari

Menurut kelompok ini bila suatu perintah didasarkan dalil yang qath’i seperti dalil Al-Quran dan Hadits Mutawatir maka perintah itu disebut fardhu. Namun, bila suruhan itu berdasarkan dalil yang zhanni ia dinamakan ijab. Begitu pula larangan, bila larangan itu berdasarkan dalil zhanny maka ia disebut karahah tanzih.

Dengan pembagian seperti tersebut diatas, ualam hanafiyah membagi hukum taklifi menjadi fardhu, ijab, tahrim, karahah tanzih, nadb dan ibadah.

Meskipun golongan terakhir ini membagi hukum taklifi menjadi tujuh bagian, tetapi pada umumnya ulama sepakat membagi hukum tersebut menjadi lima bagian. Kelima macam hukum tersebut menimbulkan efek terhadap perbuatan mukalaf dan efek itulah yang dinamakan al-ahkam al-khamsah oleh ahli fiqih yakni wajib, haram, mandub, makruh, dan mubah. (H. Aliddin Koto, 2004 hal 42-44).

Itulah tadi dasar pembagian hukum syar’i. pada artikel selanjutnya akan dijelaskan mengenai kelima hukum taklifi, sedangkan pada artikel lainnya akan mencoba djelaskan mengenai hukum wadh’i. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk saudara muslim.

Meskipun hanya secara singkat penjelasan mengenai pembagian hukum syar’i diatas, pada dasarnya syariat diartikan sebagai hukum atau aturan yang ditetapkan Allah buat hamba-Nya untuk ditaati. Baik itu berkaitan dengan hubungan mereka dengan Allah maupun hubungan antara sesama manusia.