Berkah Sidoarjo

Sahabat Aqiqah Berkah jika anda belum tau sepenuhnya mengenai aqiqah. yuk simak artikel berikut ini… dan akan di lanjutkan pembahasan ke Aqiqah Berkah Sidoarjo…

ABe

A. Pengertian Aqiqah

Aqiqah menurut syara’ berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh dari kelahirannya.

B. Pendapat Para Fuqaha Tentang Disyari’atkannya Aqiqah

Ada tiga pendapat para ahli fiqih dan imam mujtahid tentang disyari’atkannya aqiqah:
Pertama: Mereka yang berpendapat disunatkan dan dianjurkan, yaitu Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi’i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan sebagian besar ahli fiqih, ilmu dan ijtihad. Mereka berargumantasi dengan hadits-hadits yang telah disebutkan. Mereka juga menolak pendapat orang-orang yang berpendapat bahwa aqiqah itu wajib dengan ungkapan sebagai berikut:

  1. Jika aqiqah itu wajib, tentu kewajibannya akan diketahui dalam ad-din. Sebab, ini merupakan tuntutan. Dan tentu Rasulullah saw, akan menjelaskan wajibnya kepada umat dengan suatu keterangan yang diperkuat dengan hujjah.
  2. Rasulullah saw, telah menggarisbawahi persoalan aqiqah ini dengan kesukaan orang yang melakukannya. Beliau bersabda:
    مَن وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَاَ حَبَّ اَيُنسَكَ عَنهُ فَل يَفعَل
    “Barang siapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai untuk membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melalukannya”.
  3. Perbuatan Rasulullah saw, di dalam persoalan aqiqah ini tidak menunjukan hukum wajib. Tetapi menunjukan suatu anjuran.
    Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah itu diwajibkan. Mereka adalah Imam Al-Hasan Al-Bashri, Al-Lits Ibnu Sa’ad dan lain-lain. Mereka berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq bin Ruhawiah:
    أَنَّ النَّاسَ يُعرَضُونَ يَومَ القِيَا مَةِ عَلىَ العَقِيقَةِ كَمَا يُعرَضُو نَ عَلَى الصَّلَوَا تِ الخَمسِ
    “Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan dimintakan pertanggungjawabannya atas aqiqah, sebagaimana akan dimintai pertanggungjawabannya atas shalat-shalat lima waktu.”

Wajah istidlal-nya (pengambilan dalilnya) adalah, bahwa anak itu tidak akan dapat memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya sebelum di aqiqahi. Inilah yang menguatkan kewajibannya.

Ketiga, pendapat yang menolak bahwa aqiqah itu disyariatkan. Mereka adalah para ahli fiqih Hanafiyyah. Argumentasi yang dikemukakan adalah hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw, ditanya tentang aqiqah, beliau menjawab:

كُلُّ غُلاَ مٍ مُر تَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ

“Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah.”

Mereka juga berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Rafi’ ra, bahwa ketika ibu Al-Hasan bin Ali’, Fatimah ra, ingin mengaqiqahinya dengan dua biri-biri, Rasulullah saw, bersabda:

لاَ تُعَقّى وَلكِن أحلِقِى رَأسَهُ, فَتَصَدَّقِى بِوَزنِهِ مِنَ الوَرَقِ,- اَى مِنَ الفِضَّةِ- ثُمَّ وُلِدَ- ثُمَّ وُلِدَ حُسَينٌ, فَصَنَعتُ مِثلُ ذ لِكَ.

“Janganlah engkau mengaqiqahinya, tetapi cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan perak sebanyak berat timbangan rambutnya itu. Kemudian dilahirkanlah Husain dan ia melakukan seperti itu.”

Kebanyakan ahli fiqih, ilmu dan ijtihad, bahwa zhahir hadits-hadits yang telah disebutkan tadi menguatkan segi disunatkan dan dan dianjurkannya aqiqah.

Mereka telah menjawab hadits-hadits yang dijadikan sebagai argumentasi para ahli fiqih Hanafiyyah tentang penolakan mereka terhadap disyariatkannya aqiqah. Mereka mengatakan bahwa hadits-hadits yang dijadikan argumentasi itu tidak berarti apa-apa dan tidak sah untuk dijadikan sebagai dalil terhadap penolakan disyariatkannya aqiqah. Akan halnya Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw, pernah bersabda, “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”, maka siyaqu I-hadits (susunan katanya) dan sebab-sebab keluar hadits itu menunjukan bahwa aqiqah adalah sunat dan dianjurkan. Lafazh hadits itu sebenarnya adalah demikian: Rasulullah saw, ditanya tentang aqiqah. Beliau menjawab, “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”. Seakan-akan beliau tidak menyukai nama, yakni dinamakannya sesembelihan dengan aqiqah. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bertanya tentang salah seorang diantara kami yang dikaruniai seorang anak”. Beliau bersabda, “Barang siapa diantara kamu menyukai untuk membaktikan (mengaqiqahi) anaknya, maka hendaklah ia melalukannya. Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan satu ekor kambing”.

Adapun istidlal mereka dengan hadits Abu Rafi’, “Janganlah engkau mengaqiqahinya, tetapi cukurlah rambut kepalanya . . .”, tidaklah menunjukan dimakruhkannya aqiqah. Sebab, Rasulullah saw, tidak suka membebani Fatimah ra, dengan aqiqah, sehingga beliau bersabda, “Janganlah engkau mengaqiqahinya . . .” dan beliau telah mengaqiqahi mereka berdua (Al-Hasan dan Al-Husain). Maka sudah cukup bagi Fatimah untuk menyajikan makanan-makanan saja. Di antara hadits-hadits yang menguatkan bahwa Rasulullah saw telah mengaqiqahi mereka berdua adalah sebagai berikut:

Abu Daud meriwayatkan dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ra:

أَ نَّ رَسُو لُ ا للّهِ صَلَّى ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ ا لحُسنِ وَا لحُسَينِ كَبشًا كَبشًا.

“Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain satu kambing satu kambing.”

Jarir bin Hazim telah menceritakan dari Qatadah dari Anas:

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّ ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ ا لحَسَنِ وَا لحُسَينِ كَبشَينِ.

“Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dua kambing.”

Yahya bin Sa’id telah menceritakan dari Amirah dari Aisyah bahwasanya ia berkata:

عَقَّ رَسُولُ ا للّهِ صَلَّى ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَنِ الحَسَنِ وَا لحُسَينِ يَومَ ا لسّابِعِ.

“Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka).”

Ringkasnya, mengaqiqahi anak itu adalah sunat dan dianjurkan. Ini menurut kebanyakan imam dan ahli fiqih. Oleh karena itu hendaklah orang tua melakukannya, jika memang memungkinkan dan mampu menghidupkan sunnah Rasulullah saw ini. Sehingga ia menerima keutamaan dan pahala dari sisi Allah swt, dapat menambah makna kasih sayang, kecintaan dan mempererat tali ikatan sosial antara kaum kerabat dan keluarga, tetangga dan handai taulan, yaitu ketika mereka menghadiri walimah aqiqah itu, sehingga rasa turut merasakan kebahagiaan atas lahir dan hadirnya sang anak. Di samping itu ia dapat mewujudkan sumbangan jaminan sosial, yaitu ketika sebagian kaum fakir miskin turut mengambil bagian di dalam aqiqah itu.

Alangkah agung dan luhurnya Islam serta dasar-dasar syariat di dalam menanamkan rasa kasih sayang dan kecintaan di dalam masyarakat, termasuk di dalam membina keadilan sosial dalam kelas-kelas masyarakat miskin.

C. Waktu Yang Dianjurkan Melaksanakan Aqiqah

Di dalam hadis Samurah disebutkan:

اَلْغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُسَمَّى.

“Anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari ketujuh (dari kelahirannya) dan diberi nama.”

Hadis ini menunjukan, bahwa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahirannya. Tetapi ada pula pendapat yang menyatakan, bahwa penetapan hari ketujuh itu bukan merupakan suatu anjuran. Jika diaqiqahi pada hari keempat, kedelapan, kesepuluh atau setelah itu, maka aqiqah itu pun telah cukup.

Imam Malik berkata:
Pada lahirnya, penetapan hari ketujuh itu hanya bersifat anjuran. Sekiranya menyembelihnya pada hari keempat, kedelapan atau kesepuluh atau setelahnya, aqiqah itu telah cukup. Artinya, jika seorang bapak merasa mampu menyembelih aqiqah pada hari ketujuh, maka hal itu lebih utama, sesuai dengan perbuatan Nabi Saw. Namun jika hal itu terasa menyulitkan, maka diperbolehkan untuk melaksanakannya pada hari berapa saja sebagaimana pendapat Imam Malik.Dengan demikian , maka dalam perintah menyembelih aqiqah ini terdapat kelonggaran waktu dan kemudahan.

يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْر

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”(Al Baqarah:185)

D. Hukum Umum Yang Berkenaan dengan Aqiqah

Ada beberapa hukum umum yang berkaitan dengan masalah aqiqah yang harus diperhatikan:
a. Para ulama sepakat, bahwa semua hal yang dibolehkan di dalam aqiqah adalah juga hal yang diperbolehkan di dalam kurban. Adapun hal-hal yang diperbolehkan di dalam aqiqah adalah sebagai berikut:

  1. Hendaknya binatang itu berumur satu tahun lebih atau memasuki dua tahun, jika binatang itu biri-biri atau kambing.
  2. Hendaknya binatang sembelihan itu tidak cacat.
  3. Sapi atau kerbau, tidak sah kecuali sudah mencapai umur dua tahun dan memasuki tahun ketiga.

b. Tidak boleh kooperatif, misalnya tujuh orang bergabung untuk melaksanakan aqiqah.

c. Sebagai ganti kambing, boleh menyembelih unta atau sapi. Argumentasi orang yang membolehkan aqiqah dengan unta atau sapi adalah hadis riwayat Ibnul-Mundzir dari Nabi Saw, bahwa beliau bersabda:

مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ، فَاهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا

“Anak itu harus diaqiqahi.Maka alirkanlah darah untuknhya.”

d. Diperbolehkan mengadakan pesta aqiqah dengan mengundang orang-orang lain yang dikehendaki untuk makan bersama.

e. Dianjurkan, agar aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Diriwayatkan oleh Ibnul-Mundzir dari Aisyah ra. Bahwa Nabi Saw. Bersabda,”Sembelihan atas namanya (anak yang dilahirkan) dan ucapkanlah,’Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mulah dan kepada-Mulah kupersembahkan aqiqah si Fulan ini.”

E. Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

  1. Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah pada awal menghirup udara kehidupan.
  2. Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran.
  3. Bayaran utang anak untuk memberikan syafa’at kepada orang tuanya.
  4. Sebagai media menampakkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah Saw, pada hari kiamat.
  5. Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

Perjalanan Aqiqah Berkah Sidoarjo dimulai sejak tahun 2008 samapai sekarang. Dari itulah Aqiqah Berkah Sidoarjo mendapatkan guru yang terbaik untuk terus berkomitmen dan meningkatkan kualitas layanan bagi konsumen dan memberikan yang terbaik tanpa terkecuali. Maka dari itu, percayakanlah aqiqah putra-putri Anda pada Aqiqah Berkah.

Paket Aqiqah Berkah : Testimoni

Lidah tidak bisa “berkata tidak” jika rasa masakannya memang enak. Dan pelanggan tidak akan penah “tidak kembali” jika layanannya sangat memuaskan. Maka dari itu, Aqiqah Berkah Sidoarjo adalah jasa catering aqiqah yang sangat memperhatikan kepuasan konsumen.

Banyak dari pelanggan kami yang kembali karena puas dengan paket aqiqah kami. Anda bisa baca beberapa testimoni pelanggan kami di bawah ini :

Deddy Ruswandhy (Accounting PT. SUB) “Alhamdulillah, Dgn Santunan Aqiqahberkah, Pelaksanaan Aqiqah putra saya menjadi berkah dengan menu yang beragam. Terima kasih.”
Erwinarti (Direktur Laboratorium Klinik Ultra Medica, Kediri) “Satenya empuk, Gulenya Lezat, Krengsengan dan Kambing Gulingnya pun OK.”

Mengapa Anda memilih Kami?

www.aqiqahberkah.com merupakan layanan Aqiqah dan Qurban via online layanan siap saji persembahan dari Badan Wakaf Zakat Infaq dan Shodaqoh Peduli Dhuafa, yang biasanya cukup disebut Peduli Dhuafa. Berawal dari Nganjuk, alhamdulillah, saat ini sudah berkembang di berbagai kota diantaranya Jombang, Kediri, Tulung Agung (mencakup Blitar dan Trenggalek), Madiun (Mencakup Ponorogo dan Magetan) dan Ngawi. Keuntungan yang anda dapatkan, antara lain :

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk aqiqah
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah)
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Jasa Aqiqah untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS biaya pemotongan
  6. Kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
  7. Menu bervariatif: Sate, Gulai, Sop, Tongseng, Semur dll.
  8. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  9. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Ataas dasar itu, maka sangat layak Aqiqah Berkah Sidoarjo menjadi mitra anda (Bapak/Ibu) dalam mempersiapkan tasyakuran, aqiqah, kurban, dll. Karena :

  1. Sesuai dengan syariat islam.
  2. Manfaat : hasil aqiqah akan dipergunakan untuk pembangunan PP. Al-Ihsan dan SMP Bina Insan Mandiri.
  3. Memudahkan : anda dan keluarga besar tidak perlu repot, karena kamilah mitra yang akan membantu keperluan anda.
  4. Tepak waktu : masakan akan diantar tepat waktu sesuai keinginan pelanggan.
  5. Bersertifikat : setiap pemesanan aqiqah atau tasyakuran atau qurban, akan kita terbitkan sertifikat. Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Wakaf Peduli Dhuafa.
  6. Bonus : setiap pemesanan 1 ekor akan mendapat bonus 50 buku risalah aqiqah atau sesuai kebutuhan pelanggan.
  7. Bisa membantu mengantar makanan ke yayasan yatim piatu, ponpes dan desa terpencil sesuai permintaan.

Paket Aqiqah Berkah Antara Lain :

  1. Paket Aqiqah Mandiri
  2. Paket Aqiqah Peduli

itulah yang dapat kami sampaikan. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS : 085853444472

 

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published.