Category Archives: Tentang Aqiqah

Jasa Ketring Aqiqoh Wilayah Kertosono

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

JASA KETRING AQIQOH WILAYAH KERTOSONO

Catering aqiqah termurah dan terlengkap di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Menu beragam, olahan daging kambing dijamin tidak amis dan tidak prengus. Pesan langsung di nomor 085853444472.

JASA CATERING AQIQAH

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Illahirobbi yang memberikan nikmat sehat dan rizki yang semoga menjadi berkah untuk ibadah. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kelak kita semua mendapatkan syaatnya di hari kiamat. Aamiin Ya Robbal’alamin.

Jasa layanan Aqiqah Berkah yang melayani paket aqiqah dan qurban sipa membantu kelancaran ibadah Anda khususnya di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Tersedia jasa catering aqiqah (hewan aqiqah, pemotongan hewan aqiqah, jasa memasak dan pendistribusian masakan aqiqah). Anda dapat memilih paket mandiri aqiqah maupun paket peduli aqiqah. Tersedia lengkap di Aqiqah Berkah dan temukan keberkahannya.

Perintah aqiqah yang merupakan perintah sunnah muakad terutama bagi sang penanggung nafkah anak yakni ayah, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan tuntunan dan syariat Islam. Ketentuan hewan sembelihan aqiqah untuk masing-masing jenis kelamin berbeda.

Sembelihan kambing aqiqah untuk anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Sedangkan untuk anak perempuan dengan seekor kambing. Tidak dibatasi kambing harus berjenis kelamin betina atau berjenis kelamin jantan. Dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, bila masih belum mampu dapat dilaksanakan di hari ke empat belas, ke dua puluh satu dan seterusnya hingga orangtua mampu.

Bagi yang ingin melakukan aqiqah anak, dapat segera memesan paket aqiqah, catering aqiqah Kertosono ataupun kambing aqiqah. Aqiqah Berkah melayani pemesanan hewan qurban, baik hewan kambing maupun sapi. Harga paket aqiqah dan catering aqiqah dapat anda pilih sesuai keinginan anda dengan harga yang relatif murah sehingga sangat membantu anda untuk dapat melaksanakan aqiqah khususnya di wilayah Kota besar lainnya.

Khusus untuk wilayah Kertosono, dapatkan layanan gratis antar baik pemesanan aqiqah mandiri maupun peduli. untuk pemesanan dan konsultasi mengenai paket aqiqah mandiri maupun aqiqah peduli, silahkan langsung menghubungi nomor berikut ini :

Call / SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Pin BB : 7C0B38CE

Apabila memilih menu catering aqiqah Kertosono dengan pilihan paket kambing betina, berikut fasilitas yang akan anda dapatkan :

Aqiqah Mandiri

  1. Tipe A harga Rp 1.000.000 dengan jenis masakan 250 tusuk sate & 1 panci Gule
  2. Tipe B harga Rp 1.100.000 dengan jenis masakan 300 tusuk sate & 1 panci Gule
  3. Tipe C harga Rp 1.200.000 dengan jenis masakan 350 tusuk sate & 1 panci Gule
  4. Tipe D harga Rp 1.300.000 dengan jenis masakan 450 tusuk sate & 1 panci Gule
  5. Tipe E harga Rp 1.500.000 dengan jenis masakan 500 tusuk sate & 1 panci Gule

Aqiqah Peduli

  1. Tipe A harga Rp 1.435.000 dengan jumlah 50 porsi
  2. Tipe B harga Rp 1.700.000 dengan jumlah 60 porsi
  3. Tipe C harga Rp 1.800.000 dengan jumlah 70 porsi
  4. Tipe D harga Rp 1.900.000 dengan jumlah 80 porsi
  5. Tipe E harga Rp 2.100.000 dengan jumlah 90 porsi

JASA CATERING AQIQAH (1)

Apabila memilih menu catering aqiqah Kertosono dengan pilihan kambing jantan, maka fasilitas yang anda dapatkan adalah :

Aqiqah Mandiri

  1. Tipe A harga Rp 1.400.000 dengan jenis masakan 250 tusuk sate & 1 panci Gule
  2. Tipe B harga Rp 1.550.000 dengan jenis masakan 300 tusuk sate & 1 panci gule
  3. Tipe C harga Rp 1.750.000 dengan jenis masakan 350 tusuk sate & 1 panci gule
  4. Tipe D harga Rp 1.850.000 dengan jenis masakan 450 tusuk sate & 1 panci gule
  5. Tipe E harga Rp 2.050.000 dengan jenis masakan 500 tusuk sate & 1 panci gule

Aqiqah Peduli

  1. Tipe A harga Rp 1.800.000 dengan jumlah 50 porsi
  2. Tipe B harga Rp 1.950.000 dengan jumlah 60 porsi
  3. Tipe C harga Rp 2.150.000 dengan jumlah 70 porsi
  4. Tipe D harga Rp 2.250.000 dengan jumlah 80 porsi
  5. Tipe E harga Rp 2.450.000 dengan jumlah 90 porsi

Aqiqah Berkah Nganjuk melayani paket aqiqah mandiri untuk wilayah Nganjuk, Kertosono, Patianrowo, Gondang, Lengkong, Jatikalen, Prambon, Baron, Bagor, Wilangan, Sawahan dan sekitar Nganjuk lainnya.

Hukum Aqiqah dan Korban

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

HUKUM AQIQAH DAN KORBAN

Aqiqah dan korban adalah ibadah sunnah yang disukai Allah. Aqiqah dan korban berbeda dalam pengertian dan juga waktu pelaksanaan, namun pada hakikatnya kedua ibadah sunnah ini ditandai dengan penyembelihan binatang ternak.

28 Hukum Aqiqah dan Korban (1)

HUKUM AQIQAH

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah yang artinya memutus dan melubangi. Ada yang mengatakan pula bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (anak laki-laki atau anak perempuan). Hukum aqiqah merupakan sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah anak.

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Secara umum hukum aqiqah atau pelaksanaan aqiqah dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan. Karena ayah adalah penanggung nafkah bagi anak. Secara hukum aqiqah adalah sunnah muakkad sebagaimana hadist tersebut di atas.

Hukum aqiqah menurut sebagian ulama adalah sunnah. Namun ada beberapa pula yang mewajibkan maupun tidak sepakat dengan adanya aqiqah. Berikut penjelasan hukum aqiqah menurut para ahli fiqih :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu. Aqiqah menjadi tanggung jawab ayah sebagai karena penanggung nafkah anak (seperti penjelasan diatas). Namun hal ini tidak bermaksud untuk membebani.

Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan sebelum hari ketujuh. Inilah pendapat mayoritas ’ulama. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ’aqiqah itu dilaksanakan pada hari ketujuh, namun jika tidak dilakukan (pada hari itu) maka boleh dilakukan pada hari ke-14 (empatbelas) atau ke-21 (duapuluh satu).

Pendapat lainnya dari para ulama mengenai waktu aqiqah bahwa ’aqiqah itu boleh dilakukan setelah dewasa (yaitu ia mengaqiqahi dirinya sendiri) setelah ia mempunyai kemampuan (tidak dibatasi oleh hari-hari tertentu, walau mereka tetap berpendapat tentang sunnahnya hari ketujuh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pelaksanaan ’aqiqah hanyalah pada hari ketujuh kelahiran.

28 Hukum Aqiqah dan Korban

HUKUM KORBAN

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Resep Masakan Daging Kambing Teriyaki

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

RESEP MASAKAN DAGING KAMBING TERIYAKI

Daging kambing tidak selalu diolah menjadi masakan sate, gule, maupun sop. Anda juga dapat mengolah daging kambing menjadi masakan ala Jepang atau khas lainnya. Mungkin Anda dapat mencoba resep berikut ini agar lebih bervariasi menu masakan olahan daging kambing.

Resep Masakan Kambing Teriyaki

Saat moment Idul Adha biasanya kulkas di rumah akan berlimpah ruah dengan isi daging hewan kurban. Terutama daging kambing yang biasanya lebih banyak dibagikan dibandingkan daging sapi. Meskipun Anda penggemar masakan daging kambing, belum tentu juga Anda gemar mengolah atau memasak daging kambing.

Mengolah daging kambing memang gampang-gampang susah. Salah cara memasak saja dapat membuat mood makan menurun. Hal itu bisa jadi karena daging kambing yang masih amis, alot atau lainya. Nah, untuk menghindari hal semacam itu, berikut ini tips buat Anda dalam mengolah daging kambing. Semoga bermanfaat yaa 🙂

Pertama, singkirkan lemaknya. Aroma prengus pada daging kambing biasanya berasal dari lapisan lemak yang menempel di daging. Buang lemak terlebih dulu yang menempel pada daging dengan mengirisnya. Untuk lebih memudahkan, dinginkan terlebih dahulu daging kambing dalam lemari es. Bila lapisan lemak sudah beku, Anda dapat mengirisnya dengan lebih mudah.

Tips kedua, jangan cuci daging kambing. Normalnya memang daging harus dicuci bersih dulu sebelum dimasak. Tetapi kalau Anda melakukan hal ini pada daging kambing, tekstur daging akan lebih alot dan bau amisnya semakin tajam. Sebaiknya Anda langsung merebus daging kambing dalam keadaan tak dicuci. Buanglah air rebusan kambing, setelah itu olah daging seperti biasanya.

Nah, setelah daging siap dimasak, berikut ini bahan-bahan yang harus dipersiapkan untuk membuat masakan daging kambing teriyaki :

Teriyaki

  1. 200 Gr daging kambing
  2. 3 Sendok makan saus teriyaki
  3. 3 Sendok makan kecap manis
  4. 1/3 sendok garam
  5. 1 sendok teh gula palem
  6. 5 cabai rawit
  7. 1 buah tomat yang telah dipotong bentuk dadu
  8. 2 siung bawang putih yang di keprek
  9. 2 lembar daun jeruk
  10. 1 lembar daun salam
  11. 1/3 sendok teh merica
  12. 2 sendok makan minyakk goreng
  13. 1 ruas jahe
  14. 150 ml air

Setelah bahan-bahan diatas Anda sediakan, berikut ini adalah cara mengolah atau memasak daging kambing teriyaki. Memasak daging kambing teriyaki ini tidak memerlukan waktu lama, jadi Anda dapat mencoba segera saat pasokan daging kambing melimpah ruah di Hari Raya Idul Adha.

Cara membuat daging kambing teriyaki :

  1. Tumis bawang putih dan juga jahe hingga harum.
  2. Masukkan daging kambing yangtelah dipotong-potong (dan telah dihilangkan bau prengusnya). Setelah itu aduk hingga berubah warnanya.
  3. Tambahkan saus teriyaki, merica, kecap, gula palem dan jugagaram secukupnya.
  4. Tambahkan pula air. Setelah itu masak hingga bumbunya meresap dan air telah berkurang.
  5. Masukkan pula tomat serta cabai rawit. Aduk sebentar hingga cabai layu.
  6. Angkat dan sajikan masakan olahan daging kambing teriyaki.
  7. Selamat menikmati.

Dijamin dengan adanya menu baru yang bervariasi, membuat harmonis keluarga Anda dan betah makan dirumah. Sangat menghemat jatah uang masak bukan. Anda juga dapat mengolah daging kambing menjadi olahan lainnya. Simak artikel lainnya yaa untuk resep masakan daging yang lain.

Nah resep ini juga cocok buat Anda yang melaksanakan aqiqah. Daging kambing aqiqah yang akan dihidangkan dimasak dengan menu teriyaki. Anda hanya perlu memesan kambing aqiqah dan jasa pemotongan kambing, kemudian mengolah secara mandiri daging kambing aqiqah. Atau lebih mudah dan praktis, Anda dapat memesan jasa memasak kambing aqiqah pada Aqiqah Berkah. Dijamin puas dan halal.

Qurban dan Akikah

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN DAN AKIKAH

Perintah ibadah qurban dan akikah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakadah. Qurban dan akikah dua ibadah yang serupa namun berbeda dalam niat, waktu dan tatacara pelaksanaannya. Kedua ibadah ini semata-mata dilakukan hanya untuk Allah SWT.

22 Qurban dan Akikah

Hukum Ibadah Qurban

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum Ibadah Akikah

Ibadah aqiqah adalah sembelihan hewan ternak untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Waktu yang afdhal dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, ke dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu. Sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukan aqiqah adalah selain ayahnya :

  1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
  2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
  3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya.(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

22 Qurban dan Akikah 1

Ibadah Qurban dan Akikah

Berdasarkan penjelasan singkat qurban dan aqiqah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Aqiqah tidak harus dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, semua dapat diserahkan kepada kemampuan atau kelapangan rizki orangtua yang mengaqiqahi anak bahkan dapat dilakukan sendiri ketika besar atau baligh.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah ayah sebagai sang penanggung nafkah anak. Dapat dilakukan kapanpun ketika memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Namun bila sang ayah memiliki halangan untuk melaksanakan aqiqah hingga anak mampu melaksanakannya sendiri, maka anak dapat menggantikan posisinya yakni aqiqah untuk diri sendiri meskipun perkara ini belum menjadi kesepakatan dari para ulama.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

By | Berita, Tentang Aqiqah | No Comments

HUKUM AQIQAH SETELAH DEWASA

Bagaimana hukum aqiqah setelah dewasa atau sudah baligh ? Aqiqah merupakan suatu penebusan anak ketika lahir ke dunia dengan syarat dan ketentuan dalam Islam. Disembelihkan hewan ternak berupa kambing atau domba dan dicukur rambutnya.

22 Hukum Aqiqah Setelah Dewasa 1

Melaksanakan aqiqah hukumnya adalah sunnah muakad menurut pendapat mayoritas ulama. Perintah melaksanakan aqiqah ditujukan kepada orangtua yakni ayah yang menanggung nafkah sang anak. Karena itu, tidak wajib bagi sang ibu untuk mengaqiqahi sang anak.

Apabila ketika sang bayi lahir dan belum ditunaikan aqiqah, sunnah melaksanakan aqiqah belumlah gugur. Meskipun sang anak sudah mencapai usia baligh. Apabila orangtua memiliki kemampuan melaksanakan aqiqah, maka dia dianjurkan untuk memberikan aqiqah bagi sang anak yang belum di aqiqahi tersebut.

Bagaimana bila sang orangtua belum mengaqiqahi anaknya dan sang anak melakukan aqiqah untuk diri sendiri ? Dalam hal ini, ulama berbeda pandangan dan pendapat. Terdapat dua pendapat fuqaha dalam masalah aqiqah setelah dewasa atau telah baligh.

Pertama, pendapat beberapa tabi’in, yaitu ‘Atha`, Al-Hasan Al-Bashri, dan Ibnu Sirin, juga pendapat Imam Syafi’i, Imam Al-Qaffal asy-Syasyi (mazhab Syafi’i), dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka mengatakan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan (mustahab) mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Dalilnya adalah hadis riwayat Anas RA bahwa Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri setelah nubuwwah (diangkat sebagai nabi). (HR Baihaqi; As-Sunan Al-Kubra, 9/300; Mushannaf Abdur Razaq, no 7960; Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Ausath no 1006; Thahawi dalam Musykil Al-Atsar no 883).

Kedua, pendapat Malikiyah dan riwayat lain dari Imam Ahmad, yang menyatakan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, tidak mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Alasannya aqiqah itu disyariatkan bagi ayah, bukan bagi anak. Jadi si anak tidak perlu mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Selain itu, hadis Anas RA yang menjelaskan Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri dinilai dhaif sehingga tidak layak menjadi dalil. (Hisamuddin ‘Afanah, Ahkamul Aqiqah, hlm. 59; Al-Mufashshal fi Ahkam al-Aqiqah, hlm.137; Maryam Ibrahim Hindi, Al-’Aqiqah fi Al-Fiqh Al-Islami, hlm. 101; M. Adib Kalkul, Ahkam al-Udhiyyah wa Al-’Aqiqah wa At-Tadzkiyyah, hlm. 44).

Berdasarkan penjelasan diatas, nampak sumber perbedaan pendapat yang utama mengenai hukum aqiqah setelah dewasa adalah perbedaan penilaian terhadap hadis Anas RA. Sebagian ulama melemahkan hadis tersebut, seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (Fathul Bari, 12/12), Imam Ibnu Abdil Barr (Al-Istidzkar, 15/376), Imam Dzahabi (Mizan Al-I’tidal, 2/500), Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah (Tuhfatul Wadud, hlm. 88), dan Imam Nawawi (Al-Majmu’, 8/432). Imam Nawawi berkata,”Hadis ini hadis batil,” karena menurut beliau di antara periwayat hadisnya terdapat Abdullah bin Muharrir yang disepakati kelemahannya. (Al-Majmu’, 8/432).

22 Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Namun, Nashiruddin Al-Albani telah meneliti ulang hadis tersebut dan menilainya sebagai hadis sahih. (As-Silsilah al-Shahihah, no 2726). Menurut Al-Albani, hadis Anas RA ternyata mempunyai dua isnad (jalur periwayatan). Pertama, dari Abdullah bin Muharrir, dari Qatadah, dari Anas RA. Jalur inilah yang dinilai lemah karena ada Abdullah bin Muharrir. Kedua, dari Al-Haitsam bin Jamil, dari Abdullah bin Al-Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas RA. Jalur kedua ini oleh Al-Albani dianggap jalur periwayatan yang baik (isnaduhu hasan), sejalan dengan penilaian Imam Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawa`id (4/59).

Terkait penilaian sanad hadis, Imam Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan lemahnya satu sanad dari suatu hadis, tidak berarti hadis itu lemah secara mutlak. Sebab bisa jadi hadis itu mempunyai sanad lain, kecuali jika ahli hadis menyatakan hadis itu tidak diriwayatkan kecuali melalui satu sanad saja. (Taqiyuddin An-Nabhani, Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyah, 1/345).

Berdasarkan ini, kami cenderung pada pendapat pertama, yaitu orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa. Sebab dalil yang mendasarinya (hadis Anas RA), merupakan hadis sahih, mengingat ada jalur periwayatan lain yang sahih. Wallahu a’lam

Sahabat Aqiqah Berkah yang dirahmati Allah, semoga pengetahuan mengenai hukum aqiqah setelah dewasa diatas dapat menjadi pencerah dan bermanfaat untuk saudara muslim semua. Bagi yang ingin beraqiqah untuk disalurkan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, silahkan hubungi Aqiqah Berkah, karena Aqiqah Berkah akan senantiasa membantu kelancaran ibadah aqiqah Anda.

Qurban Dan Aqiqah

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN DAN AQIQAH

Qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakadah. Qurban dan Aqiqah berbeda waktu dalam pelaksanaannya, namun kedua ibadah ini sama-sama dilakukan dengan penyembelihan hewan ternak yang ditujukan kepada Allah SWT.

Qurban Aqiqah

Hukum Qurban

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Hukum Aqiqah

Ibadah aqiqah adalah sembelihan hewan ternak untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Waktu yang afdhal dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, ke dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu. Sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab untuk melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukan aqiqah adalah selain ayahnya :

  1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
  2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
  3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

20 Qurban Dan AqiqahQurban & Aqiqah

Berdasarkan penjelasan singkat qurban dan aqiqah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Aqiqah tidak harus dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, semua dapat diserahkan kepada kemampuan atau kelapangan rizki orangtua yang mengaqiqahi anak bahkan dapat dilakukan sendiri ketika besar atau baligh.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah ayah sebagai sang penanggung nafkah anak. Dapat dilakukan kapanpun ketika memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Namun bila sang ayah memiliki halangan untuk melaksanakan aqiqah hingga anak mampu melaksanakannya sendiri, maka anak dapat menggantikan posisinya yakni aqiqah untuk diri sendiri meskipun perkara ini belum menjadi kesepakatan dari para ulama.

Apabila ada pertanyaan, lebih baik melaksanakan aqiqah terlebih dahulu atau qurban ? Maka qurban lebih diutamakan untuk dilaksanakan apabila mendekati Hari Raya Idul Adha. Berikut beberapa alasan mengapa lebih diutamakan melaksanakan qurban dari pada aqiqah :

  1. Perintah berqurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf dan memiliki kesanggupan berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ia ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.
  2. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama.
  3. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah. Ada baiknya pula- apabila saudara menginginkan kedua-keduanya (qurban&aqiqah)- saudara mengikuti pendapat imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Adapun referensi yang digunakan mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani:

قال ابن حجر لو أراد بالشاة الواحدة الأضحية والعقيقة لم يكف خلافا للعلامة الرملى حيث قال ولو نوى بالشاة المذبوحة الأضحية والعقيقة حصلا

Artinya; Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup”. Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk qurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Perintah Aqiqah Dalam Islam

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

PERINTAH AQIQAH DALAM ISLAM

Sebenarnya apa makna perintah aqiqah ? Mengapa umat muslim yang memiliki bayi dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah untuk bayi nya ? Untuk mendapatkan kejelasan dan memahami perintah aqiqah, berikut ini akan diuraikan mengenai hakikat perintah aqiqah dalam Islam.

Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah secara etimologis atau lughawi adalah memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan. Menurut terminologi syariah / fiqih aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT atas lahirnya seorang bayi di dunia ini.

Kelahiran sang buah hatu di dunia merupakan suatu anugerah terindah dan rizki yang datang dari Allah. Sebab anak merupakan jalan rizki bagi kedua orang tuanya kelak serta anak adalah dambaan setiap suami istri. Ungkapan rasa syukur dengan hadirnya anak dalam kehidupan keluarga diwujudkan dalam bentuk aqiqah bagi umat muslim. Aqiqah dalam Islam merupakan sebuah sunnah yang harus dilaksanakan.

Pelaksanaan perintah aqiqah adalah dengan menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (baik anak laki-laki maupun anak perempuan). Hukum melaksanakan aqiqah merupakan sunnah bagi orang yang memiliki kewajiban menanggung nafkah anak (penapat sebagian besar ulama fiqih).

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad, meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia pernah menanyakan kepada Rosulullah tentang aqiqah. Rasulullah bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan 1 ekor, dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Aqiqah Dalam Islam 1

Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sebagai berikut :

الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع

“Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran”

Al-Hafizh Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa hikmah di laksanakannya syari’at aqiqah, antara lain:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi
  2. Taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan syukur kepada-Nya
  3. Membebaskan anak bayi dari pergadaian
  4. Penyebab kebaikan anak, pertumbuhan, keselamatan, panjang umur, dan terhindar dari gangguan setan.
  5. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, “Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah dicukur rambut kepalanya dan diberi nama”.

Hal-hal yang disunnahkan saat melaksanakan aqiqah adalah :

  1. Membaca basmalah.
  2. Membaca sholawat atas Nabi.
  3. Membaca takbir.
  4. Membaca doa.
  5. Disembelih sendiri oleh ayah dari anak yang diaqiqahkan.
  6. Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, sanak famili dan tetangga setelah dimasak terlebih dahulu.
  7. Pada hari itu anak dicukur rambutnya dan diberi nama dan bersedekah seberat rambu bayi yang baru dicukur dengan nilai 1/2 atau 1 dirham.

Hukum Aqiqah

Terdapat perbedaan pandangan mengenai hukum aqiqah dan makna aqiqah dalam Islam menurut para ahli fiqih adalah berikut ini :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Guna membantu memenuhi dan memudahkan pelaksanaan aqiqah, Aqiqah Berkah kini hadir untuk membantu pelaksanaan aqiqah maupun pemesanan hewan aqiqah. Bagi saudara yang berkenan untuk melaksanakan aqiqah di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Yoggyakarta, jawa Timur, Bandung, Surabaya, Nganjuk dan sekitarnya, kami siap melayani saudara.

Harga Kambing Aqiqah di Kebonsari Madiun

By | Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

HARGA KAMBING AQIQAH DI KEBONSARI MADIUN

Anda akan melaksanakan aqiqah tahun 2016 tapi terkendala dalam memilih kambing untuk aqiqah ? Tidak perlu bingung, hubungi langsung 085853444472 untuk memesan paket aqiqah maupun memilih kambing aqiqah di Kebonsari Madiun.

Kambing Aqiqah 1

Berkembangnya syiar Islam di Kec. Kebonsari Madiun salah satunya adalah dengan melaksanakan sunnah aqiqah dan qurban. Dikarenakan aqiqah merupakan penyembelihan hewan ternak sebagai wujud pernyataan syukur orangtua atas kelahiran sang buah hati yang berstatus tergadai.

Perintah ibadah aqiqah dilaksanakan hanya sekali dalam seumur hidup, maka berikan kesan yang terbaik dalam pelaksanaan aqiqah putera puteri Anda. Aqiqah Berkah wilayah Kec. Kebonsari Madiun siap membantu saudara muslim untuk melaksanakan aqiqah sesuai syariat dan tuntunan Islam. Anda dapat memilih paket aqiqah, catering aqiqah maupun kambing aqiqah. Semuanya tersedia lengkap di Aqiqah Berkah Kec. Kebonsari Madiun.

Ibadah aqiqah dapat dikatakan sebagai ibadah untuk penebusan anak yang masih tergadai. Hewan sembelihan aqiqah lebih afdhol dengan domba atau kambing. Di Indonesia khususnya masyarakat di Kebonsari Madiun, masyarakat lebih dominan menyembelih kambing untuk aqiqah dari pada domba. Keberadaan ternak kambing lebih mudah dijumpai dari pada domba.

Kambing Aqiqah

Kambing merupakan hewan ternak masyarakat di Indonesia. Kambing sangat mudah ditemukan dan diternak di wilayah Indonesia. Pilihan kambing untuk aqiqah anak sangatlah banyak. Anda dapat memilih kambing jawa, kambing kacang, kambing etawa atau kambing gibas untuk sembelihan aqiqah.

Bila Anda akan memilih kambing untuk sembelihan aqiqah, pilihlah kambing yang berkualitas untuk sembelihan aqiqah putera puteri Anda. Teliti hewan sembelihan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan sampai karena tergiur harga kambing murah lantas mengesampingkan kesempurnaan dan kesehatan kambing. Kesehatan kambing sembelihan berpengaruh besar pada kesehatan para tamu undangan yang akan menyantap hidangan aqiqah.

Dalam rangka membantu kelancaran para shohibul aqiqah, kini Aqiqah Berkah menyediakan paket aqiqah mandiri dan paket aqiqah peduli, kambing aqiqah berkah, dan kambing qurban. Untuk mengetahui harga kambing aqiqah di Kec. Kebonsari Madiun pada Aqiqah Berkah 2016, cek segera disini !!!

Bagi yang akan melakukan aqiqah untuk buah hati anda tahun 2016, segera pesan paket aqiqah maupun kambing aqiqah. Harga kambing Aqiqah Berkah 2016 disesuaikan dengan ukuran kambing serta usia kambing. Aqiqah Berkah melayani pemesanan paket aqiqah, kambing aqiqah hingga hewan qurban.

Pemesanan kambing aqiqah di Kebonsari Madiun secara online dapat menghubungi nomor berikut ini :

Call / SMS : 0858 5344 4472

Whatsapp : 0858 5344 4472

PinBB : 7C0B38CE

Update selalu harga kambing Aqiqah Berkah 2016 di Kec. Kebonsari Madiun pada website www.aqiqahberkah.com dan dapatkan fasilitas aqiqah terlengkap untuk kelancaran aqiqah putera puteri Anda. Harga kambing aqiqah yang tersedia saat ini adalah kambing dengan jenis gibas, berat 24-29 Kg dengan harga Rp 1.850.000,-. Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Segera pesan kambing aqiqah Kebonsari Madiun pada Aqiqah Berkah Madiun !!!

Sekedar informasi, agar dijadikan pertimbangan dalam memilih kambing aqiqah di Kebonsari Madiun, daftar harga kambing aqiqah Kec. Kebonsari di pasaran tahun 2016 ini bisa mencapai harga sekitar 1.250.000 dengan ukuran berat kambing sekitar 20 kg. Harga di Kota atau wilayah Jawa Timur lainnya sedikit berbeda dengan yang ada di Kec. Kebonsari Madiun. Perbedaan harga tersebut hanya terjadi sekitar kurang lebih 50.000 rupiah. Secara nasional harga kambing 2016 dapat mencapai harga rata-rata 1.200.000 dan ini tergantung dari harga tawar menawar yang anda lakukan.

Layanan Aqiqah Berkah Kebonsari Madiun

By | Paket Aqiqah, Paket Qurban, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

LAYANAN AQIQAH BERKAH KEBONSARI MADIUN

Mitra terbaik dalam beraiqqah dan berqurban di wilayah Kec. Kebonsari Madiun. Layanan yang memuaskan, pemesanan mudah dan harga murah. Pemesanan aqiqah dan qurban bersama Aqiqah Berkah dapat dilakukan dengan menghubungi nomor 085853444472.

Makna Perintah Aqiqah

Sungguh, seharusnya kita mensyukuri atas segala nikmat salah satunya nikmat lahirnya sang buah hati ditengah-tengah keluarga. Karena setiap pasangan suami istri akan sangat bahagia ketika diberi rizki keturunan dari-Nya. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya ‘Tuhfatul Maudud’ mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.”

Aqiqah Berkah 1

Menurut mayoritas ahli fiqih, aqiqah dihukumi sunnah muakad bagi penanggung nafkah bayi. Beberapa orang menyebutkan bahwa aqiqah adalah nama untuk hewan yang disembelih. Namun, secara syar’i aqiqah adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang telah lahir. Apakah sudah melaksanakan akikah anak ?

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah menurut sunnah Nabi dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahiran bayi. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan :

تذبح لسبع ، و لاربع عشر ، و لاحد و عشرين

“Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu.”

Waktu penyembelihan hewan untuk aqiqah jika memungkinkan dilangsungkan pada hari ke tujuh. Jika tidak memungkinkan, maka dilaksanakan pada hari ke-14. Dan apabila masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan lagi maka dapat dilaksanakan kapan saja hingga orangtua mampu untuk mengaqiqahi anak.

Kini mulai banyak bermunculan jasa layanan aqiqah dan qurban di berbagai daerah seperti di Kec. Kebonsari Madiun. Tujuan utamanya adanya jasa aqiqah adalah untuk membantu kelancaran dan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan acara aqiqah. Jasa aqiqah akan membantu bagi keluarga yang memiliki waktu minim untuk persiapan aqiqah.

Aqiqah Berkah 2

Seperti misalnya keluarga yang hendak melangsungkan aqiqah namun terkendala waktu dalam menyediakan kambing aqiqah atau hal lain. Banyak diantara saudara muslim kita yang memiliki niat kuat untuk melaksanakan aqiqah anak mereka. Namun karena tuntunan kerja dan lain hal yang menyebabkan minimnya waktu untuk mempersiapkan hal itu semua sehingga muncullah jasa aqiqah di berbagai wilayah seperti Aqiqah Berkah di Kebonsari Madiun.

Berbagai jasa layanan aqiqah tersebut menawarkan berbagai macam paket aqiqah hingga kambing aqiqah. Sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu seharian untuk memilih kambing di pasar. Anda dapat memilih Aqiqah Mandiri (dilaksanakan mandiri) ataupun Aqiqah Peduli (disalurkan kepada kaum yang membutuhkan bantuan).

Atau mungkin bagi saudara muslim ada yang sedang mempersiapkan aqiqah menunggu lahirnya sang bayi. Anda dapat memilih Tabungan Aqiqah agar kelak ketika bayi lahir, aqiqah permintaan Anda siap dilaksanakan. Aqiqah Berkah akan senantiasa membantu kelancaran ibadah aqiqah Anda.

Pemesanan Aqiqah Berkah di Kebonsari dapat dilakukan secara online dengan menghubungi :

Call : 085853444472

SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Sahabat Aqiqah Berkah yang dirahmati Allah, hikmah mendasar apabila kita menjalankan sunnah aqiqah adalah wujud dari rasa syukur dan rasa gembira demi tegaknya agama Islam dan lahirnya keturunan yang dikemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW. Menjadi terhubungnya talii silaturahim antar anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

Tersedia dua layanan paket Aqiqah Berkah yang disediakan dengan harga paket aqiqah Kec. Kebonsari Madiun sebagai berikut :

Aqiqah Mandiri

  1. Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah
  2. Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Madiun dan sekitarnya
  3. Pilihan menu (pengganti sate) lapis, krengseng, sate rebus, rendang, dendeng ragi, rawon

Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam bentuk walimatul aqiqah
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah, ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.