DO’A QURBAN

Setiap muslim yang berqurban, sudah pasti berharap ibadah qurbannya diterima oleh Allah SWT. Tidak sedikit yang berqurban dengan seekor kambing untuk seseorang dan seekor sapi untuk keluarganya.

20 Doa Qurban

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah sang pencipta dan penguasa alam semesta. Semoga kita termasuk hamba yang bertaqwa. Aamiin Ya Robbal’alamin. Shalawat salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Rasul Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya serta umat yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Setiap muslim yang berqurban, sudah pasti berharap ibadah qurbannya diterima oleh Allah SWT. Tidak sedikit yang berqurban dengan seekor kambing untuk seseorang dan seekor sapi untuk keluarganya. Disamping memperhatikan jenis hewan qurban, usia hewan qurban dan kondisi hewan qurban yang tidak cacat atau selamat dari cacat, perlu diperhatikan juga mengenai tatacara penyembelihannya.

Beberapa diantaranya yang perlu diperhatikan saat qurban adalah ketika menyembelih hewan qurban. Ada beberapa dzikir dan doa yang diajarkan oleh syariat ajaran Islam saat menyembelih hewan qurban. Ringkasnya, orang yang ingin menyembelih hewan qurban disunnahkan untuk membaca doa qurban berikut ini :

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

(Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku).

Jika ia menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, ia membaca:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

“Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.”

Di tambah:

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan,” (dengan menyebut namanya).

Namun, yang diwajibkan dari bacaan ini adalah membaca Basmalah (Bismillah). Bila sudah membaca basmalah, maka hewan qurban sah untuk disembelih meskipun tidak menambahkan bacaan lainnya. Kalimat lainnya berupa annjuran yang diucapkan sesudahnya. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-An’am ayat 118 :

فَكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 118)

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Nabi Muhammad SAW berkurban dengan ekor domba jantan yang dominasi warna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangannya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di atas samping lehernya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW memerintahkan untuk membawakan satu ekor kibas bertanduk yang hitam kakinya, hitam bagian perutnya, dan hitam di sekitar kedua matanya. Lalu dibawakan kepada beliau untuk beliau sembelih sendiri. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, ambilkan sebilah pisau.” Kemudian beliau bersabda, “Asahlah pisau itu dengan batu.” ‘Aisyah pun mengerjakan. Kemudian beliau mengambil pisau dan mengambil kibas tersebut, lalu beliau membaringkannya dan menyembelihnya. Kemudian beliau berucap:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّد وَآل مُحَمَّد وَمِنْ أُمَّة مُحَمَّد

“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, serta dari umat Muhammad.” Kemudian beliau menyembelihnya.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan tentang maksudnya, yaitu beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil membaca kalimat di atas. Di antara macam bacaan tambahan sesudah Basmalah saat menyembelihkan hewan kurban orang lain :

بِسْمِ اللَّه وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

“Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dari si fulan (disebutkan namanya).”

Atau dengan tambahan:

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan (dengan menyebut namanya).”

Barangkali masih ada yang mempertanyakan, doa-doa qurban agar diterima qurban tersebut apa tidak termasuk mengada-ngada (bid’ah)? Syaikh Ibnu Jibrin menjelaskan, tambahan doa di atas atau dengan kalimat doa lainnya dibolehkan, karena hal itu termasuk doa. Sedangkan doa (permintaan) bab (kalimat)-nya luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.