Domba Texel

By July 30, 2018 Berita No Comments

DOMBA TEXEL

Domba texel dikenal dengan nama ‘dombos’ yang artinta Domba Texel Wonosobo. Domba ini mampu beradaptasi dan berkembang dengan baik di daerah yang bersuhu panas.

about

Asal Domba Texel

Awalnya, pada tahun 1954/1955 Pemerintah mendatangkan 500 ekor Domba Texel dari Pulau Texel, Belanda dan dialokasikan ke beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah (Baturaden Banyumas dan Tawangmangu Solo) dan Jawa Timur. Akan tetapi daerah tersebut tidak mampu mengembangkannya. Akhirnya pada tahun 1957, dipindahkan ke Daerah Wonosobo. Ternyata penduduk Wonosobo mampu mengembangkan Domba Texel tersebut. Pada akhir tahun 2006 populasi domba texel ini mencapai 8.753 ekor.

Ciri Domba Texel

Domba Texel mempunyai ciri khas yang mudah dibedakan dari domba jenis lain yaitu :

  1. Mempunyai bulu wol yang keriting halus berbentuk spiral berwarna putih yang menyelimuti bagian tubuhnya kecuali perut bagian bawah, keempat kaki dan kepala.
  2. Postur tubuh tinggi besar dan panjang dengan leher panjang dan ekor kecil.

Domba Texel tergolong ternak unggulan yang berpotensi sebagai penghasil daging. Bobot badan dewasa texel jantan dapat mencapai berat 100 kg dan yang betina hingga 80 kg dengan karkas sekitar 55 %. Dalam penggemukkan secara intensif dapat menghasilkan pertambahan berat badan 265 – 285 gram/hari.

about (1)

Masyarakat di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah telah banyak merintis usaha penggemukan intensif terhadap Domba Persilangan Texel dengan Domba Lokal, yang menghasilkan keuntungan memadai. Di samping itu pula, Domba Texel dapat menghasilkan bulu wool berkualitas sebanyak 1000 gram/ekor/tahun, yang dapat diolah sebagai komoditas yang mempunyai nilai tambah. Di pedesaan Wonosobo yang potensial Domba texel telah dirintis industri rumah tangga yang mengolah bulu wool Domba Texel.

Domba Texel ini tergolong hewan ternak yang cepat berkembang biak. Hewan ini mampu beranak pertama kali pada umur 15 bulan dan selanjutnya dapat melahirkan setiap delapan bulan. Anak pertama cenderung tunggal dan anak berikutnya kadang-kadang kembar dua. Domba Texel mempunyai karakter genetik yang cenderung dominan. Di Kabupaten Wonosobo, Domba Texel telah banyak memberi kontribusi genetik terhadap domba-domba lokal melalui proses kawin silang, menghasilkan domba domba persilangan yang potensial sebagai penghasil daging.

Di tahun 2009, peternak dari Lampung Timur mencoba mendatangkan domba texel ini untuk di budidaya. Hasilnya, ternyata domba texel ini mampu beradaptasi dan berkembangbiak di suhu yang panas. Sangat menguntungkan memilih ternak domba texel karena kaya akan daging.

Mengingat domba ini berasal dari negeri Belanda yang memiliki iklim dingin sehingga dataran tinggi yang berhawa dingin seperti Dieng dan Wonosobo sangat cocok untuk berkembangbiak. Domba texel merupakan jenis domba yang jinak. Ketika ada seseorang yang mendekati, maka domba ini biasanya tidak begitu bereaksi. Bahkan ketika disentuh sekalipun, domba iniakan tetap terlihat tenang dan tetap meneruskan memakan rumput yang ada di hadapannya.

Domba texel umumnya memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan domba lokal pada umumnya seperti domba ekor tipis. Domba ini juga dapat berkembang dengan baik meski hanya dipellihara dengan cara dilepas atau digembala di padang rumput hijau.

Dengan adanya bulu yang tebal serta daging yangbanyak, domba texel ini memiliki dwifungsi yang dapat dimanfaatkan. Dapat dimanfaatkan bulunya sebagai bahan dasar wol dan dapat diambil dagingnya. Nah, jika Anda tertarik untuk memulai usaha ternak domba, usaha ternak do,ba texel ini akan sangat menguntungkan bagi Anda. Anda akan memperoleh dua manfaat sekaligus yakni dagingnya serta bulunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.