Jual Kambing Qurban di Jogja

Jual Kambing qurban di Jogja

penyembelihan kurban

Idul Qurban tinggal menghitung hari lagi, mari kita persiapkan sebaik-baiknya. Kami akan memberi patokan harga kambing dan sapi qurban. Tapi mohon di simak dulu artikel berikut ini….

Hewan yang Disukai dan Lebih Utama untuk Dikurbankan

Hendaknya hewan yang dikurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ”Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu adalah berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj : 32)

Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berkurban disunnahkan untuk memilih hewan kurban yang besar dan gemuk. Abu Umamah bin Sahl mengatakan, ”Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk untuk berkurban. Demikian memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berkurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara mu’allaq namun disampaikan dengan kalimat tegas dan disambungkan sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam Al-Mustakhraj, sanadnya hasan).

Diantara ketiga jenis hewan kurban maka menurut mayoritas ulama yang paling utama adalah berqurban dengan unta, kemudian sapi, kemudian kambing, jika biaya pengadaan masing-masing ditanggung satu orang (bukan patungan). Dalilnya adalah jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya oleh Abu Dzar radhiallhu ’anhu tentang budak yang lebih utama. Beliau bersabda, ”Yaitu budak yang lebih mahal dan lebih bernilai dalam pandangan pemiliknya” (HR. Bukhari dan Muslim). (Shahih Fiqih Sunnah, II:374)

Manakah yang Lebih Baik, Ikut Patungan Sapi atau Kurban Satu Kambing?

Sebagian ulama menjelaskan kurban satu kambing lebih baik dari pada ikut patungan sapi atau unta, karena tujuh kambing manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi (Shahih Fiqh Sunnah, 2:375, Fatwa Lajnah Daimah No. 1149 dan Syarhul Mumthi’ 7:458).

Imam As-Saerozi Asy-Syafi’i mengatakan, “Kambing (sendirian) lebih baik dari pada patungan sapi tujuh orang. Karena dia bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.” (Al Muhadzab 1/74)

Disamping itu, terdapat alasan lain diantaranya:

  1. Kurban yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun Unta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 onta.
  2. Kegiatan menyembelihnya menjadi lebih banyak. Lebih-lebih jika hadis yang menyebutkan keutamaan kurban di atas statusnya shahih (lihat hadits pada pembahasan keutamaan berkurban).
  3. Terdapat sebagian ulama yang melarang patungan dalam berkurban, diantaranya adalah Mufti Negeri Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim Alu Syekh, sebagaimana dinyatakan dalam fatwa Lajnah Daimah 11:453). Namun pelarangan ini didasari dengan kiyas (analogi) yang bertolak belakang dengan dalil sunnah, sehingga jelas salahnya. Akan tetapi, berqurban dengan satu ekor binatang utuh, setidaknya akan mengeluarkan kita dari perselisihan ulama.

Apakah Harus Jantan

Tidak ada ketentuan jenis kelamin hewan kurban. Boleh jantan maupun betina. Umu Kurzin radliallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing dan anak perempuan satu kambing. Tidak jadi masalah jantan maupun betina.” (HR. Ahmad 27900 & An Nasa’i 4218 dan dishahihkan Syekh Al-Albani).

Berdasarkan hadits ini, As-Saerozi Asy-Syafi’i mengatakan, “Jika dibolehkan menggunakan hewan betina ketika aqiqah berdasarkan hadis ini, menunjukkan bahwa hal ini juga boleh untuk berkurban.” (Al Muhadzab 1:74).

Apalagi hewan jantan itu lebih baik dan lebih mahal dibandingkan hewan betina. Oleh karena itu, tidak harus hewan jantan namun walaupun lebih utama.

Larangan Bagi yang Hendak Berkurban

Orang yang hendak berkurban dilarang memotong kuku dan memotong rambutnya. Pelarangan ini berlaku untuk dipotong kuku dan rambutnya di sini adalah orang yang hendak kurban bukan hewan kurbannya.

Dalilnya, hadits dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam beliau bersabda, “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim).

Larangan tersebut berlaku untuk cara apapun dan untuk bagian kuku maupun rambut manapun. Artinya, mencakup larangan mencukur gundul atau mencukur sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (Shahih Fiqih Sunnah II:376).

Apakah Ada Kaffarah Bagi Orang yang Melanggar Larangan Ini?

Syekh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah mengatakan, “Siapa yang memotong rambut atau kukunya, setelah masuk bulan Dzul Hijah, baik karena lupa atau tidak tahu hukumnya, sementara dia hendak berkurban maka tidak ada kewajiban apapun untuk menebusnya. Allah melepaskan beban bagi hamba-Nya yang tidak sengaja atau lupa.

Adapun orang yang melakukannya dengan sengaja maka dia harus bertaubat kepada Allah, namun tidak ada kewajiban membayar kaffarah.” (Fatawa Islamiyah, 2:316)

Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga saja atau berlaku juga untuk semua anggota keluarga shohibul kurban?

Jawab: Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul kurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Ada dua alasan mengenai hal tersebut:

  1. Zhahir hadits menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang hendak berkurban.
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berkurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau melarang anggota keluarganya untuk memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7:529)

Waktu Penyembelihan

Waktu penyembelihan kurban adalah pada hari ’Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari Tasyriq). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Setiap hari taysriq adalah (hari) untuk menyembelih (kurban).” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Tidak ada perbedaan waktu siang ataupun malam, keduanya diperbolehkan. Namun menurut Syekh Al-Utsaimin, melakukan penyembelihan di waktu siang itu lebih baik.

Kemudian, para ulama sepakat bahwa menyembelih kurban tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya fajar di hari ’Idul Adha. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat ’id, maka sesungguhnya dia menyembelih untuk dirinya sendiri (bukan kurban). Dan barangsiapa yang menyembelih sesudah shalat itu maka kurbannya sempurna dan dia telah menepati sunnahnya kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim) (Shahih Fiqih Sunnah II:377)

Waktu yang Paling Utama

Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan selama 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad?” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Syekh Al-Albani).

Berdasarkan hadis di atas, waktu yang paling utama untuk penyembelihan hewan kurban adalah pada pagi hari ‘Idul Adha (tanggal 10 Dzul Hijjah). Hal ini menjadi jalan bagi sohibul kurban untuk mendapatkan keutamaan melakukan amal shalih di sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijah.

Tempat Penyembelihan

Tempat yang disunnahkan untuk menyembelih adalah tanah lapangan tempat shalat ’id diselenggarakan. Terutama bagi tokoh masyarakat, dianjurkan untuk menyembelih kurbannya di lapangan dalam rangka memberitahukan kepada kaum muslimin bahwa kurban sudah boleh dilakukan dan sekaligus mengajari tata cara kurban yang baik. Ibnu Umar mengatakan, ”Dahulu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa menyembelih kambing dan unta (kurban) di lapangan tempat shalat.” (HR. Bukhari).

Akan tetapi, dibolehkan untuk menyembelih kurban di tempat manapun yang disukai, baik di rumah sendiri ataupun di tempat lain (Shahih Fiqih Sunnah, II:378).

Mengirim Hewan Kurban Keluar Daerah

Pada asalnya tempat menyembelih kurban adalah daerah orang yang berkurban tersebut. Demikianlah dipraktikkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Bahkan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah sangat memotivasi masyarakat agar berkurban di daerah di mana dia berada. Meskipun, masyarakat setempat sudah mampu. Karena tujuan utama berkurban bukan semata-mata mendapatkan dagingnya, tapi lebih pada menerapkan sunnah dan syi’ar Islam. Allah berfirman: “Dagingnya maupun darahnya tidak akan sampai kepada Allah, namun yang sampai kepada-Nya adalah taqwa kalian” (QS. Al-Haj: 37)

Termasuk dalam takwa kepada Allah ketika berkurban adalah dengan menjaga sunnah dan syi’ar dalam berkurban. Sementara ketika mengirim hewan kurban ke luar daerah, dipastikan akan ada beberapa sunnah yang hilang. Di antara sunnah yang tidak terlaksana ketika seseorang mengirim hewan kurban ke luar daerah adalah:

  1. Dzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban.
    Allah berfirman, ketika menjelaskan tentang berkurban: “Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya” (QS. Al-Haj: 36)
  2. Menyembelih hewan kurban sendiri atau turut menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya, jika diwakilkan kepada orang lain. Menyerahkan hewan kurban ke daerah lain, tidak akan mendapatkan keutamaan ini.
  3. Makan daging kurban
    Dianjurkan bagi sohibul kurban untuk memakan bagian hewan kurbannya. Allah berfirman: “Makanlah bagian hewan qurban tersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan” (QS. Al-Haj: 28)
  4. Sohibul kurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih.
    Bagi sohibul kurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan kurbannya disembelih. Berdasarkan alasan ini, beliau melarang mengirim hewan kurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan kurban di tempat lain. (Liqa’at Bab al-Maftuh, 92: No. 4)

Solusi yang bisa dilakukan adalah menyembelih di tempat sendiri, selanjutnya sohibul kurban bisa mendistribusikan daging kurban ke manapun, sesuai kehendaknya.

Siapakah yang Menyembelih Kurban?

Dianjurkan bagi shohibul kurban untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri jika mampu menyembelih dengan baik. Namun boleh diwakilkan kepada orang lain. Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini.” Hal ini berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu di dalam Shahih Muslim yang menceritakan bahwa pada saat berkurban Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah menyembelih beberapa unta kurbannya dengan tangan beliau sendiri kemudian sisanya diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu untuk disembelih. (Ahkaamul Idain, hal. 32).

Terima kasih sudah menyimak artikelnya ya. Selanjutnya ulasan mengenai harga kambing yang ada di yogyakarta. Yukkk sama-sama di baca…

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Kota Yogyakarta

Untuk sobat semua yang tinggal di Yogyakarta dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2018 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2018 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2018 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Ngawi
    (g) Magetan
    (h) Ponorogo
    (i) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2018 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

Informasi dan Pemesanan:

085853444472

Leave a Reply

Your email address will not be published.