Kambing Qurban Ciledug

Kambing Qurban Ciledug

etawa

Hai para sahabat Aqiqah Berkah, sebelum menginjak ke kambing qurban ciledug, simak dahulu ulasan berikut ini….

KURBAN KOLEKTIF DALAM PERSPEKTIF HADITS

Ibadah kurban yang biasa dilakukan umat Islam sebagai ritual tahunan sepintas tidak ada yang perlu dipermasalahkan namun, ibadah ini secara umum didominasi oleh orang yang mampu saja, bagaimana dengan orang yang tidak mampu tapi punya keinginan untuk berkurban. Tulisan ini memuat hadits yang melandasi pelaksanaan ibadah kurban secara kolektif bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan finansial untuk mengurangi keraguan dalam melakukan ritual ini sebagai sarana memperkuat kadar spiritual mereka.

Nilai Spiritual Kurban

Kata kurban berasal dari bahasa Arab qurbān diambil dari kata qaruba yaqrubu, qurbān wa qurbānan, artinya mendekati atau menghampiri. Adapun menurut istilah, kurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya. Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udhhiyyah atau adhhiyyah, dengan bentuk jamaknya adhahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban.

Menurut Ahmad Sarwat, ada tiga ciri dari pengertian kurban:

  1. Hewan kurban hanya disembelih dengan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt, sedangkan hewan lain boleh jadi disembelih hanya sekedar untuk bisa dimakan dagingnya saja, atau bagian yang sekiranya bermanfaat untuk diambil.
  2. Hewan kurban hanya disembelih di hari nahr yaitu hari penyembelihan sebagai ritual peribadatan. Dan yang dimaksud dengan hari nahr adalah 4 hari berturut-turut, yaitu tanggal 10 bulan Dzulhijjah, setelah shalat „Idul Adha, serta hari tasyrik sesudahnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzhulhijjah. Sedangkan hewan lain boleh disembelih kapan saja, tanpa terikat waktu.
  3. Hewan kurban hanya disembelih selama syarat dan ketentuannya terpenuhi. Sebaliknya, bila syarat dan ketentuan itu tidak terpenuhi, maka menjadi sembelihan biasa.

Sejarah pelaksanaan kurban oleh manusia setua peradaban manusia itu sendiri, karena ritual kurban sudah dilakukan pada masa Nabi Adam As yaitu kurban yang dilakukan oleh kedua putranya, Qabil dan Habil. Namun para ulama telah sepakat bahwa syariat kurban dalam Islam dimulai sejak peristiwa Nabi Ibrahim AS mengurbankan putranya Ismail demi melaksanakan perintah Allah Swt yang pada akhirnya Allah mengganti Ismail dengan seekor domba sebagai simbol bahwa Allah memuliakan manusia dan membunuh sifat-sifat kebinatangannya.

Dalam pandangan Husein Muhammad sebagaimana dikutip Didin Nurul Rosidin dalam bukunya Kurban dan Permasalahannya disebutkan bahwa “Ritual-ritual keagamaan Islam (termasuk kurban) selalu mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi keyakinan atau keimanan kepada Allah Swt dan dimensi sosial kemasyarakatan”.

Tujuan utama berkurban sama seperti ibadah-ibadah yang lain yaitu untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, sedangkan untuk mewujudkan nilai ketakwaan tersebut tidak hanya berhenti pada aspek ketaatan dalam menjalankan ibadah semata, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai tersebut untuk membangun kehidupan dalam manyarakat.

Kurban memiliki nilai yang sangat kuat dalam membangun aspek sosial, yaitu menumbuhkan kebersamaan dalam merasakan kegembiraan bersama orang-orang miskin yang jarang mereka dapatkan dan sebagai media pendekatan seorang hamba kepada Allah Swt. Kurban memiliki keutamaan-keutamaan, hal ini disinyalir dalam hadits yang diriwayatkan oleh Iman al-Tirmidzi dari Aisyah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda:
Artinya: “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari Raya Kurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) kurban itu”.

Oleh karena itu, kurban memiliki nilai yang sangat khusus di sisi Allah Swt dan dijadikan penolong kelak di hari kiamat bagi orang-orang yang berkurban dengan ikhlas, bukan karena apa dan bukan karena siapa.

Telaah tentang Kurban Kolektif

Pemahaman penulis tentang penyembelihan hewan kurban selama ini hanya berkisar pada asumsi umum yang terjadi di masyarakat yaitu satu kambing hanya bisa diniatkan untuk satu orang, sapi dan unta bisa diniatkan untuk tujuh orang. Namun kondisi seperti ini hanya membatasi pada orang-orang yang mampu saja untuk berkurban, lalu bagaimana dengan orang yang tidak mampu? Apakah masih mempunyai kesempatan untuk beribadah kurban yang sesuai dengan batas kemampuannya atau hanya sebagai objek dari penyaluran kurban? Alangkah lebih bijaknya kalau kita menyimak ulang dan mengkaji lebih dalam lagi tentang asumsi ketetapan kurban yang dipahami selama ini berdasar dalil-dalil naqli dan pandangan ulama berikut:

a. Hadits Kurban Kolektif
Artinya: “Menurut riwayatnya dari hadits Aisyah r.a, bahwa beliau pernah menyuruh dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka di bawakanlah hewan itu kepada beliau. Beliau bersabda kepada Aisyah, “wahai Aisyah, ambilkan pisau”, kemudian bersabda lagi, “asahlah dengan batu”, Aisyah melaksanakannya. Setelah itu beliau mengambil pisau dan kambing itu dibaringkannya, lalu menyembelihnya seraya berdo’a, “Dengan nama Allah, Ya Allah terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarga dan umatnya”, kemudian beliau berkurban dengannya”.

Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu’anhu , ia berkata: Aku ikut bersama Rasulullah pada hari ‘Idul Adha di Mushalla (lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Saw turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanya seekor kambing kibasy, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata,”Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban. (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Imam Ahmad)

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah dan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw apabila hendak menyembelih kurban, Beliau membeli dua ekor kambing kibasy yang besar dan gemuk, bertanduk, berwarna putih. Beliau menyembelih seekor untuk umatnya yang bertauhid dan membenarkan risalah, kemudian menyembelih seekor lagi untuk diri Beliau dan untuk keluarga Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR. Ibnu Majah)

Artinya: “Seorang laki-laki menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, mereka makan daging kurban tersebut dan memberikannya kepada orang lain. Hal itu tetap berlangsung hingga manusia berbangga-bangga, maka jadilah kurban itu seperti sekarang yang engkau saksikan (hanya untuk berbangga-bangga). Abu Isa berkata: Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan Umarah bin Abdullah adalah orang Madinah, Malik bin Anas termasuk orang-orang yang telah meriwayatkan darinya. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut sebagian ulama’, dan inilah pendapat Ahmad & Ishaq. Keduanya berdalil dengan hadits Nabi, bahwa beliau pernah berkurban dengan seekor kambing, lalu beliau bersabda:
Ini untuk orang-orang yang belum berkurban dari umatku. Sebagian ulama’ berpendapat, seekor kambing tak cukup kecuali untuk satu orang. Dan ini adalah pendapat Abdullah Ibnul Mubarak dan selainnya dari kalangan para ulama ” . (HR. Tirmidzi No.1425).

b. Pendapat Ulama tentang Kurban Kolektif
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata dalam kitab Zadul Ma’ad:
“Di antara petunjuk beliau Saw, yaitu seekor kambing cukup untuk seseorang beserta keluarganya, meskipun keluarganya itu banyak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Atha’ bin Yasar: Aku bertanya kepada Abu Ayyub al-Anshari: “Bagaimanakah penyembelihan kurban pada zaman Rasulullah Saw?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya dahulu seorang lelaki menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya, mereka memakannya dan memberi makan orang lain.” (al-Tirmidzi berkata,”Hadits ini hasan shahih).

Lebih lanjut Imam al-Tirmidzi menjelaskan di dalam kitab Jami’ nya dalam bab: (Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga):
Artinya: “Inilah yang diamalkan oleh sebagian Ahli Ilmu dan merupakan pendapat Ahmad dan Ishaq. Mereka berdua berdalil dengan hadits Nabi Saw, bahwa beliau menyembelih kurban seekor kambing kibasy dan berkata: “Ini adalah kurban dari siapa saja yang belum berkurban dari kalangan umatku.”Sebagian Ahli Ilmu berpendapat, seekor kambing hanya mencukupi sebagai kurban untuk seorang saja. Ini adalah pendapat Abdullah bin Al Mubarak dan para ahli ilmu lainnya”.

Lebih jelas lagi, Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab al-Mughni mengatakan: “Seorang lelaki boleh menyembelih seekor kambing atau sapi atau unta untuk keluarganya. Hal ini ditegaskan oleh Imam Ahmad. Dan ini juga pendapat Malik, al-Laits, al-Auza’i dan Ishaq. Dan hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah. Shalih bin Ahmad berkata: “Aku bertanya kepada ayahku:
“Bolehkah menyembelih seekor kambing untuk keluarga?” Beliau menjawab: “Boleh, tidak mengapa!”

Imam Bukhari juga telah menyebutkan sebuah riwayat yang mendukung pendapat ini dari Abdullah bin Hisyam, bahwa ia dibawa oleh ibunya, Zainab binti Humaid kepada Rasulullah Saw. Ibunya berkata: “Wahai, Rasulullah, bai‟at lah dia.” Nabi berkata: Ia masih kecil. “Rasulullah Saw mengusap kepalanya dan berdo‟a untuknya. Dan Beliau menyembelih seekor kambing untuk seluruh keluarga beliau.”

Imam Malik berkata di dalam kitab al-Muwaththa’:
Artinya: “Penjelasan yang paling baik yang aku dengar tentang kurban unta, sapi dan kambing, yaitu seorang lelaki boleh menyembelih seekor unta, sapi atau kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya.

Dialah pemiliknya, dan ia sembelih untuk keluarganya juga. Dia sertakan mereka bersamanya pada kurban tersebut”.

Al-Syaukani berkata dalam kitab Nailul Authar, al-Sailul Jarrar dan al-Dharari al-Mudhiyyah: “Pendapat yang benar adalah seekor kambing dapat dijadikan kurban untuk satu keluarga. Meskipun jumlah mereka seratus orang atau lebih sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Sunnah Nabi Saw.”

Seperti itu pula yang dijelaskan oleh al-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam. Beliau mengatakan: “Sabda Nabi dan keluarga Muhammad dalam lafazh lain dari Muhammad dan keluarga Muhammad, menunjukkan bahwa dibolehkan penyembelihan kurban dari seorang kepala keluarga untuk keluarganya dan menyertakan mereka dalam pahalanya”.

Dari hadits di atas maka cukup bagi kita untuk mengambil kesimpulan bahwa hadits tentang kebolehan menyembelih seekor kambing dengan niat lebih dari satu orang diriwayatkan oleh hampir semua ahli hadits. Dan beberapa pendapat para ulama di atas mengindikasikan bahwa kurban yang dilakukan secara bersama-sama boleh dan sah menurut syari‟at Islam. Maka dari itu kita tidak perlu khawatir untuk mulai membiasakan diri berpartisipasi dalam berkurban sejauh kemampuan yang kita miliki. Tentu bila kita mampu berkurban secara perorangan, maka itu baik untuk kita lakukan. Sama baiknya bila kita baru bisa menyumbang sebagian dari harga seekor kambing itu. Sebaliknya, kurban kolektif bisa jadi buruk bila dilakukan oleh orang yang bisa berkurban seekor penuh.

Dengan dalil-dalil di atas kita ingin bersama-sama mengajak masyarakat untuk melakukan kurban sebatas kemampuan yang kita miliki. Saya kira Tuhan tidak akan pernah kebingungan untuk “membagi” pahala kurban itu di antara kita.

Nah itulah sedikit wawasan yang dapat kami sampaikan.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai Aqiqah Berkah. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2016 :

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.600.000,- hingga Rp.2.400.000,- di tahun 2016 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.800.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2016 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2016 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2016 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS : 085853444472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Leave a Reply

Your email address will not be published.