Ketentuan Kurban

KETENTUAN KURBAN

Kurban adalah binatang ternak yang disembelih dengan tujuan ibadah di saat Hari Raya Idul Adha dan tiga hari kemudian (11 hingga 13 Dzulhijjah). Berkurban dapat dihukumi wajib apabila memang telah bernadzar.

l

Istilah udlhiyyah adalah nama untuk hewan kurban yang disembelih pada saat hari raya qurban (tanggal 10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq (tanggal 11 s/d 13 Dzulhijjah), dengan tujuan untuk taqarrub (mendekatkan diri pada Allah). Kata udlhiyyah juga terkadang digunakan untuk makna tadlhiyyah (berqurban atau melakukan qurban).

Udlhiyyah dengan menggunakan makna tadlhiyyah (melakukan ibadah qurban) hukumnya adalah sunah muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan mampu. Namun berqurban hukumnya dapat menjadi wajib apabila dinadzari. Misalnya jika seseorang berjanji akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu.

KETENTUAN DALAM BERQURBAN

Seseorang yang berkurban diharuskan untuk melakukan niat berkurban saat menyembelih atau menta’yin (menentukan hewan kurban) sebelum disembelih. Orang yang mewakilkan penyembelihan hewankurban (muwakil), maka sudah dianggap telah berniat dan tidak perlu atau tidak membutuhkan pada niatnya wakil (orang yang mewakili). Bahkan jika sang wakil tidak mengetahui bahwa muwakkil adalah orang yang berkurban, itu sudah dianggap cukup atau syah.

Orang yang berkurban diperbolehkan menyerahkan niatnya pada orang Islam yang telah terkategori tamyiz, baik itu statusnya sebagai wakil atau bukan.

*) Bagi orang laki-laki, hewan kurban Sunnah disembelih sendiri. Karena itba’ (mengikuti pada Nabi)
*) Bagi orang perempuan, Sunnah untuk diwakilkan dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan oleh wakilnya.

Berikut ini beberapa ketentuan, apabila kurbannya sunnah bukan nadzar, maka diperbolehkan :

  1. Sunah baginya memakan daging qurban , satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyyahnya.
  2. Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam
  3. Wajib baginya menshadaqahkan daging qurban. Yang paling afdhal adalah menshadaqahkan seluruh daging qurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.
  4. Apabila orang yang berqurban mengumpulkan antara memakan, shadaqah dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan di atas sepertiga, dan tidak shadaqah di bawah sepertiganya.
  5. Menshadaqahkan kulit hewan qurban, atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak, tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

l (1)

Lalu, bagaimana dengan melakukan kurban untuk orang lain ? Tidak diperbolehkan bagi seseorang melakukan qurban untuk orang lain, tanpa mendapatkan izinnya, walaupun orangnya sudah mati. (dikutip dari laman website nu.or.id).

Melakukan kurban untuk orang lain, hal ini akan menjadi boleh dan syah apabila telah mendapat izin. Seperti permasalahan berwasiat agar dilakukan kurban untuk dirinya. Namun ada beberapa pengecualian yang tanpa memandang izin orang yang dikurbani, yakni :

  1. Kurban dari wali (orang yang mengurus harta seseorang) untuk orang yang tercegah tasharrufnya (hak untuk mengelola harta), seperti untuk orang gila yang ada dalam perwaliannya.
  2. Kurban dari imam (pemimpin muslimm) untuk orang-orang Islam yang diambilkan dari Baitul Mal (kas Negara).

KETENTUAN MENYEMBELIH HEWAN KURBAN

Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan beberapa hal dibawah ini :

  1. Membaca basmalah
  2. Membaca Shalawat pada Nabi
  3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih)
  4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
  5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah, orang yang menyembelih mengucapkan

Sedangkan Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu;

  1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
  2. Dzabih (orang yang menyembelih)
  3. Hewan yang disembelih
  4. Alat menyembelih

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan nafas) dan mari’ (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan)

Kesunnahannya:

  1. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri)
  2. Menggunakan alat penyembelih yang tajam
  3. Membaca bismillah
  4. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena menyembelih itu adalah tempat disyari’atkan untuk ingat pada Allah, maka juga disyari’atkan ingat pada Nabi (sumber dari nu.or.id)

Syarat orang yang menyembelih:

  1. Orang Islam / orang yang halal dinikahi orang Islam
  2. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz dan orang yang mabuk.

Syarat hewan yang disembelih:

  1. Hewannya termasuk hewan yang halal dimakan
  2. Masih memiliki hayatun mustaqirrah (kehidupan yang masih tetap), bukan gerakan di ambang kematian kematian.

Syarat alat penyembelih:

*) Yaitu berupa sesuatu yang tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.