Kurban Kambing Etawa

Kurban Kambing Etawa

as

Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarga beliau, para sahabat dan para pengikutnya yang setia dalam menapaki jalan yang haq.

Bulan Ramadhan Alhamdulillah sudah kita lalui, bulan dimana kita dijanjikan ketaqwaan oleh Allah Subhaana wa Ta’ala. Yang dengan bekal ketaqwaan ini kita menjalani bulan-bulan berikutnya dengan amal sholeh dan melakukan keta’atan kepada Rabbal’alamin.

Hari Raya Idul Fitri sudah kita lalui, satu diantara dua Hari Raya yang disyareatkan didalam Islam. Hari Raya berikutnya adalah Idul Qurban (Idul Adha). Syiar Islam yang disyareatkan penyembelihan hewan-hewan qurban di dalamnya.

Defenisi Udhhiyah atau Hewan Qurban

  1. Udhhiyah adalah binatang ternak yang disembelih pada hari raya Idul Adha dalam rangka ibadah kepada Allah.
  2. Merupakan salah satu syiar Islam yang besar

Hukumnya

Seluruh kaum muslimin bersepakat bahwa udhhiyah disyariatkan di dalam agama kita. Adapun mengenai hukumnya ulama berbeda pendapat menjadi 2 kelompok.

  1. Sunnah Muakkadah (jumhur ulama, madzhab Syafi’i, Malik dan Ahmad)
  2. Wajib (madzhab Abu Hanifah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)

Dasar pendalillannya

”Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsar:2)

”Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihan), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah” (QS Al-An’am:162-163)

”Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya” (QS Al-Hajj:34)

”Nabi telah berkurban dengan 2 domba yang berbulu hitam di atas warnanya yang putih. Beliau menyembelih dengan 2 tangannya, membaca basmallah dan bertakbir. Beliau meletakkan kakinya di atas tubuh domba tersebut” (HR Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik)

”Rasullullah tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, setiap tahun beliau menyembelih” (HR Ahmad, Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Umar)

”Barangsiapa yang menyembelih setelah shalat, maka telah sempurna sembelihannya dan telah sesuai dengan sunnah kaum muslimin (HR Bukhari dan Muslim dari sahabat Al-Bara bin Azib)

Syarat-syarat Penyembelihan

1. Udhhiyah harus dari binatang ternak yang telah ditentukan yaitu: unta, sapi, kambing atau domba

2. Udhhiyah sudah mencapai usia yang telah ditetapkan oleh syari’at.

  • Unta, usia 5 tahun
  • Sapi, usia 2 tahun
  • Kambing, usia 1 tahun
  • Domba, usia 6 bulan

3. Udhhiyah harus terbebas dari cacat

  • Buta satu dari matanya atau keduanya
  • Sakit yang jelas
  • Pincang kakinya
  • Kurus

4. Milik sendiri

5. Penyembelihan dilakukan pada waktu yang ditentukan (10, 11, 12, 13 Dzulhijjah)

Pembagian Udhhiyah (bagian yang dimakan & dibagikan)

  1. Orang yang berkurban disyari’atkan memakan daging kurbannya
  2. 1/3 bagian dimakan, 1/3 disedekahkan, 1/3 dihadiahkan

Dasar Pendalilannya

”Maka makanlah sebagian daripadanya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir” QS Al-Hajj:28

”Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta” QS Al-Hajj:36

”Makanlah dari udhhiyah, berikanlah makan kepada orang lain dan simpanlah” (HR Bukhari dari sahabat Salamah bin Akwa’)

”Makanlah, simpanlah dan bersedekahlah” (HR Muslim dari sahabat ’Aisyah)

”Barangsiapa diantara kalian yang menyembelih udhhiyah maka janganlah tersisa di rumahnya setelah hari ketiga sedikitpun dari udhhiyahnya” kemudian pada tahun berikutnya seorang sahabat bertanya apakah mereka mengerjakan seperti tahun sebelumnya maka Rasullullah menjawab ”Makanlah, berilah makan kepada orang lain dan simpanlah, karena pada tahun lalu terdapat paceklik maka aku berkeinginan agar kalian menolong orang lain pada waktu itu (Muttafaqun ’alain, dari sahabat Salamah bin Akwa’)

Harga Kambing Etawa

Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :

  1. Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
  2. Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
  3. Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
  4. Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
  5. Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
  6. Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
  7. Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
  8. Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-

(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Selanjutnya, bagi sahabat Aqiqah Berkah yang sekarang tengah membutuhkan jasa penyediaan hewan qurban 2016, Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda dalam penyediaan hewan qurban 2016. Selain menyediakan paket aqiqah, aqiqah berkah juga menerima jasa pemesanan hewan qurban. Adapun hewan yang kami siapkan untuk anda adalah hewan qurban yang sesuai syar’i. Berikut kontak yang dapat anda hubungi.

085853444472

Leave a Reply

Your email address will not be published.