Paket Aqiqah Sidoarjo Peduli

Assalamualaikum semuanya, terimakasih sudah berkunjung di website ini. Disini akan dijelaskan mengenai pengertian aqiqah serta waktu pelaksanaan aqiqah yang tepat, hukum melaksanakan aqiqah apabila anak sudah dewasa, hewan aqiqah harus dengan kambing jantan, hukum aqiqah di tempat lain, dan lainnya. Mari langsung saja saya jelas mengenai hal hal tersebut, silahkan simak penjelasan berikut ini.

A. Pengertian Aqiqah Dan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah berasal dari Bahasa Arab yang memiliki arti memotong atau menyembelih. Sementara menurut Istilah, Aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak (terutama kambing atau domba) sebagai perwujudan rasa syukur orang tua kepada Allah swt. atas kelahiran seorang anak dengan syarat syarat tertentu sesuai dengan syariat agama Islam. Para ulama ada yang menjelaskan bahwa fungsi aqiqah bagi anak adalah sebagai penebus. Maksudnya adalah, aqiqah akan menjadi penebus untuk bayi yang masih terkekang oleh jin yang mengiringi sejak si bayi dilahirkan.

Dalam sabda Nabi Muhammad SAW dijelaskan yang artinya, “setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan serta disahihkan oleh At Tirmidzi).

Disunahkan bagi kedua orang tua si anak untuk melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran si bayi. Bila pada hari ketujuh orang tua tidak bisa melaksanakannya, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas kelahiran si bayi. Atau jika dihari ke empat belas orang tua masih belum bisa melaksanakan aqiqah untuk anak nya, maka pada hari ke dua puluh satu kelahiran si bayi. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya Nabi Muhammad SAW, dia berkata yang artinya: “hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, keempatbelas, dan keduapuluh satu.” (HR. Al-Baihaqy)
Namun, jika pada waktu yang disunahkan tersebut orang tua belum bisa melaksanakan aqiqah untuk anak nya, maka pelaksanaannya boleh kapan saja saat orang tua sudah mampu meng-aqiqah-i anak nya. Disunahkan pula menyembelihkan hewan aqiqah untuk bayi yang meninggal sebelum hari ketujuh kelahirannya, bahkan untuk bayi keguguran tetapi harus dengan syarat bayi dalam kandungan sudah berusia empat bulan.

B. Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Hukum melaksanakan aqiqah ketika anak sudah dewasa pada dasarnya adalah diperbolehkan. Karena waktu yang disunnahkan untuk melaksanakan aqiqah anak ialah pada hari ketujuh, keempat belas, dan hari ke dua puluh satu kelahiran bayi. Dan jika pada hari hari yang disunahkan tersebut belum mampu melaksanakan aqiqah, maka boleh kapan saja melaksanakan aqiqah jika orang tua sudah mampu.

Menurut sebagian besar ulama mazhab Hambali, aqiqah tidak hanya dilaksanakan ketika si anak masih kecil, boleh juga dilaksanakan ketika anak sudah dewasa jika sampai dewasa anak tersebut belum juga diaqiqahi. Hal ini diperbolehkan karena kesunahan melaksanakan aqiqah untuk anak tidak memiliki batasan akhir. Selama belum diaqiqahi, maka tetap disunahkan melaksanakan aqiqah walaupun sudah dewasa ataupun bahkan sudah tua.

Kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu yang ditulis oleh Syaikh Wahbah Azzuhaili, salah satu kutipannya menjelaskan bahwa: “ulama Syafi’iyah dan Hanabilah menegaskan bahwa andaikan aqiqah dilakukan sebelum anak berumur tujuh hari atau setelahnya, maka akikah tersebut tetap sah”
Masih di kitab yang sama, tetapi dari kutipan yang lain juga dijelaskan bahwa: “sekelompok ulama Hanabilah berpendapat bahwa disunahkan bagi seseorang bagi seorang menunaikan aqiqah untuk dirinya sendiri. Dan aqiqah tidak hanya khusus dilakukan ketika masih kecil, sehingga bapak tetap dianjurkan melakukan aqiqah terhadap anaknya meskipun anak tersebut sudah dewasa. Hal ini karena waktu aqiqah tidak ada batas akhirnya.”

Dengan demikian, sunnah aqiqah tidak akan gugur, meskipun ketika masih kecil belum dilaksanakan dan bahkan sampai dewasa belum juga melaksakan aqiqah. Jadi, jika orang tua anak sudah mampu, maka dianjurkan untuk segera melaksanakan aqiqah untuk anaknya meskipun anak sudah dewasa. Namun, jika orang tua si anak belum mampu tetapi anak sudah mampu, maka anak tersebut sangat dianjurkan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

C. Apakah Hewan Aqiqah Harus Kambing Jantan?

Untuk hal ini, sebenarnya tidak dijelaskan dalam suatu nash, baik Al-Qur’an maupun di dalan Hadits. Namun, sebagian besar ulama mengatakan boleh menggunakan kambing apa saja untuk aqiqah.

Juga berdasarkan hadis shahih dari Ummu Kurz Al Ka’biyah, ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah dan beliau menjawab, “ya, untuk anak laki laki dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing, dan bukan merupakan penghalang jika kambing yang kamu sembelih jantan atau betina” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan yang lainnya).

Jadi, aqiqah dengan menggunakan kambing dengan jenis jantan atau betina tidak dipermasalahkan. Yang terpenting adalah kambing tersebut sehat, tidak cacat dan sudah biasa.

D. Apakah Paket Aqiqah Sidoarjo Peduli itu?

Jika anda bertanya apakah paket aqiqah Sidoarjo peduli itu? Paket aqiqah Sidoarjo peduli adalah salah satu paket layanan aqiqah untuk yang berada di daerah Sidoarjo dan sekitarnya dari layanan jasa aqiqah dan qurban via online Aqiqah Berkah. Paket ini nantinya akan dibagikan pada tempat yang dikehendaki pemesan dan diamanahkan kepada tim Aqiqah Berkah. Tempat tempat tersebut seperti di pondok pesantren, panti asuhan, dan juga rumah rumah masyarakat yang membutuhkan.

E. Hukum Aqiqah di Tempat Lain

Terdapat banyak perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai hukum aqiqah jika dilaksanakan di tempat lain. salah satunya, yaitu Ibnu Hajar Al-Haitami yang mengatakan bahwa aqiqah bisa disamakan dengan zakat fitrah, jadi boleh boleh saja jika dikeluarkan atau dibagikan ke luar daerah. Namun, pilihan terbaik adalah aqiqah itu tetap disembelih di tempat orang tua berada karena orang tualah yang dianjurkan melaksanakan aqiqah.
berbeda lagi dengan pendapat Syaikh Ibnu Jibrin, menurut Syaikh Ibnu Jibrin bahwa aqiqah lebih afdhal adalah ketika aqiqah yang disembelih di negeri anak tersebut berada. Jika kedua orang tua berada ditemat yang berbeda dengan si anak, maka biaya aqiqah itu nantinya bisa ditransfer, lalu penyembelihannya bisa diwakilkan oleh orang lain. Dan orang tua yang berada ditempat berbeda tersebut mendo’akan pelaksanaan aqiqah tadi karena berkah do’a orang tua sangatlah dibutuhkan oleh anak.
Syaikh Al-Albani pernah ditanya, apakah disyaratkan aqiqah itu diadakan di tempat anak tersebut dilahirkan. Dan jawabannya adalah “tidak”

Jadi, jika memang tidak ada yang mengurusi aqiqah bayinya di tempat lahir yang afdhalnya seperti itu, maka hukumnya tetap boleh dilakukan meski tidak berada di kelahiran anak.

F. Daftar Paket Aqiqah Peduli

G. Cara Pemesanan Paket Aqiqah Peduli

Cara pemesanannya cukup mudah, yaitu:

  1. Silahkan Anda hubungi nomor layanan kami yang tertera di website kami, dan tim kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.
  2. Informasikan kepada tim melalui SMS atau email tentang nama anak, tempat tanggal lahir, nama bapak & ibu, tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, dan alamat Anda untuk pengiriman laporan aqiqah.
  3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga yang sudah direkomendasikan oleh tim Aqiqah Berkah
  4. Konfirmasi pemesanan Anda kepada tim Aqiqah Berkah jika Anda sudah mentransfer dana tersebut.
  5. Aqiqah akan dilaksanakan sesuai tanggal yang sudah disepakati dengan Anda.
  6. Kurang lebih di hari ketiga pelaksanaan, tim Aqiqah Berkah akan mengirim laporan aqiqah via pos ke alamat yang sudah ditentukan.
  7. Segera konfirmasi ke tim Aqiqah Berkah jika laporan sudah samapi di Shohibul Aqiqah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.