Pengertian & Hukum Qurban

PENGERTIAN & HUKUM QURBAN

Memahami pengertian dan hukum qurban, telah seringkali disampaikan ketika khutbah sholat Id di hari raya Idul Adha. Namun tidak ada salahnya apabila mengulas kembali mengenai pengertian qurban dan hukum qurban tersebut.

St. aimmatul khoiriyyah, s.i.kom (1)

PENGERTIAN QURBAN

Qurban bahasa arabnya adalah الأضحية (al-udhiyah) yang diambil dari kata أَضْحَى (adh-ha). Makna أَضْحَى (adh-ha) adalah permulaan siang setelah terbitnya matahari dan dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk sebuah nama sholat, yaitu sholat dhuha di saat terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.

Adapun الأضحية (al-udhiyah / qurban) menurut syariat adalah sesuatu yang disembelih dari binatang ternak yang berupa unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah hari ke 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

“Semua hari-hari Tasyriq adalah (waktu) menyembelih qurban” (HR. Ad-Daruquthni dan Al Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro)

HUKUM QURBAN

Hukum qurban menurut mazhab Imam Syafi’i dan Jumhur Ulama adlaah sunnah yang sangat dianjurkan dan dikukuhkan. Qurban merupakan syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang serta peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Hukum sunnah disini terbagi menjadi dua macam, yakni :

  1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang yang mampu.
  2. Sunnah Kifayah, yaitu : Disunnahkan dilakukan oleh sebuah keuarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah melaksanakan ibadah qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau.

Perintah ibadah qurban akan menjadi wajib apabila :

  1. Dengan bernadzar, seperti: Seseorang berkata: “Aku wajibkan atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
  2. Dengan menentukan, maksudnya: Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata: “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.” Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.

St. aimmatul khoiriyyah, s.i.kom (2)

Waktu penyembelihan binatang qurban yang sesuai dengan ajaran Islam adalah setelah terbitnya matahari di hari raya qurban dan setelah selesai 2 roka’at sholat hari raya idul adha ringan dan 2 khutbah ringan (mulai matahari terbit + 2 rokaat + 2 khutbah), maka tibalah waktu untuk menyemblih qurban. Bagi yang tidak melakukan sholat hari raya ia harus memperkirakan dengan perkiraan tersebut atau menunggu selesainya sholat dan khutbah dari masjid yang ada di daerah tersebut atau sekitarnya. Dan waktu menyembelih qurban berakhir saat terbenamnya matahari di hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebaik-baik waktu menyembelih qurban adalah setelah sholat dan khutbah hari Idul Adha.

Dari Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha, maka sembelihannya telah sempurna dan ia sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari no. 5545)

Adapun beberapa bintanag yang syah dijadikan sembelihan qurban antara lain :

  1. Unta, diperkiraan umurnya 5 – 6 tahun.
  2. Sapi, atau kerbau diperkirakan umurnya2 tahun ke atas.
  3. Kambing / domba dengan bermacam- macam jenisnya, diperkirakan umurnya 1- 2 tahun.

Daging qurban tidak boleh dijual dan dihukumi haram bagi yang menjualnya. Adapun jika daging qurban sudah dibagi dan diterima, maka bagi si fakir yang menerima daging tersebut boleh menjualnya dan juga boleh menyimpannya. Begitu juga kulitnya, tidak diperkenankan untuk dijual atau dijadikan upah bagi yang menyembelih, akan tetapi bagi seorang tukang sembelih boleh menerima kulit serta daging qurban sebagai bagian haknya akan tetapi tidak boleh daging dan kulit tersebut dijadikan upah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.