Pengetahuan Puasa

By July 2, 2016 Berita No Comments

PENGETAHUAN PUASA

“Makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam” (QS Al Baqarah : 187).

PUASA

Pengertian Puasa

Puasa menurut lughat (bahasa) artinyamenahan. Sedangkan puasa menurut syara’ (istilah) adalah suatu amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahri disertai niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam surat Al Bawarah ayat 187 yang artinya sebagai berikut ini :

“Makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudiansempurnakanlah puasa itu sampai malam” (QS Al Baqarah : 187).

Dalil Dasar Perintah Puasa

Dasar perintah untuk berpuasa telah Allah jelaskan dalam firmannya di surat Al Baqarah. Berikut ini surat Al- Quran yang menerangkan mengenai perintah berpuasa :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (QS Al Baqarah 183).

“Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunakn (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalmu) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. (QS Al-Baqarah : 185).

PUASA (1)

Syarat Wajib Puasa

Adapun yang menjadi syarat wajib untuk mengerjakan puasa itu ada lima hal yakni :

  1. Beragama Islam
  2. Berakal sehat, sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
  3. Baligh, akan tetapi walau demikian orangtua diperintahkan untuk mengajari anak-anaknya untuk berpuasa walaupun tidak samapai sehari penuh.
  4. Mampu untuk mengerjakannya (tidak dalam keadaansakit)
    Suci dari haidh dan nifas

Rukun Puasa

Mengenai rukun puasa, berikut ini adalah rukun puasa yang harus dipenuhi :

  1. Niat. Niat yaitu menyengaja mengerjakan puasa. Bila puasanya itu wajib (Ramadhan), maka niatnya harus dilakukann pada malam hari (sebelum terbit fajar). tetapi apabila puasanya itu sunnat, maka niatnya boleh dilakukan pada pagi hari sebelum masuk waktu dzuhur. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam yang lima dari Hafshah ra, bahwa Nabi SAW bersabda, “Siapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya” (HR Imam yang Lima)
  2. Menahan makan, minum dan apapun yang dapat membatalkannya sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Makruh Puasa

Adapun yang termasuk dalam makruhnya puasa antara lain :

  1. Berkata kotor, keji, mencaci maki, mengumpat, bertengkar dan berkata berlebih-lebihan.
  2. Melambatkan berbuka puasa dengan sengaja setelah jelas masuk waktu Maghrib dengan meyakini bahwa yang demikian itu adalah yang lebih utama.
  3. Mengunyah atau mencicipi makanan, kecuali ada keperluan seperti mengunyahkan makan untuk anaknya.
  4. Berbekam kecuali ada keperluan.
  5. Bersiwak atau menggosok gigi setelah tergelincir matahari kecuali ada keperluan.
  6. Berkumur-kumur secara berlebih-lebihan setelah tergelincir matahari.

Qurban Aqiqah (4)

Hal-hal Membatalkan Puasa

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa selain makan dan minum dengan sengaja, berikut uraiannya :

  1. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badann dengan sengaja.
  2. Melakukan hubungan suami istri (bersetubuh) di siang hari.
  3. Keluar mani dengan sengaja. Adapun bila keluarnya tidak disengaja, misalnya mimpi atau lainnya maka hal itu tidak membatalkan puasa.
  4. Muntah dengan sengaja.
  5. Hilang akal (ingatannya), misalnya gila, mabuk atau pingsan.
  6. Datangnya haidh atau nifas (bagi perempuan).
  7. Murtad (keluar dari agama Islam).

Leave a Reply

Your email address will not be published.