Qurban Kambing atau Sapi

qurban kambing atau sapi

Qurban Untuk Orang Lain, Bolehkah -
Assalamualaikum….. Hai sobat Aqiqah Berkah…. apa kabar nih? Semoga dalam keadaan baik ya dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin ya Rabbal alamin…. menyambut datangnya hari raya Idul Adha 1437 H yang sebentar lagi akan tiba. Apakah sobat semua sudah mepersiapkannya? Banyak amalan di hari raya Idul Adha, dan salah satu amalannya adalah berqurban, mengingat ibadah qurban merupakan salah satu ibadah yang meberikan hikmah untuk membersihkan hati dengan maksud menjadikan iman dan taqwa dapat tumbuh subur dalam jiwa seseorang. Kali ini admin mau membahas tentang lebih baik mana qurban kambing atau sapi? Ya langsung saja kita simak penjelasannya berikut ini.

Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as. diperintahkan berqurban. Maka Allah Swt. menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Swt
berfirman:
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Maa-idah 27).

Qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya. Qurban dilakukan setelah sholat Idul Adha selesai hingga tanggal 13 dzulhijjah. Boleh memilih waktu hingga 3 hari setelah idul adha. Akan tetapi paling utama dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah setelah sholat Ied.Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Adapun binatang yang boleh digunakan untuk berqurban adalah binatang ternak (Al-An’aam),unta, sapi dan kambing, jantan atau betina. Sedangkan binatang selain itu seperti burung, ayam dll tidak boleh dijadikan binatang qurban. Allah Swt berfirman:
” Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka” (QS Al-Hajj 34).

Berdasarkan kesepakatan para ulama’ (lih. Al Qowaninul Fiqhiyyah, Bidayatul Mujtahid, Mughnil Muhtaj, Assyarhul Kabir dll) bahwa satu ekor kambing untuk satu orang, sementara berdasarkan hadist Rasulullah SAW, bahwa satu ekor untu atau satu ekor sapi bisa untuk tujuh orang (dan tidak untuk 10 orang). Sahabat Jabir berkata : “ Kami berqurban bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyyah, satu ekor unta atas nama 7 orang dan satu ekor sapi atas nama 7 orang ” (HR. Jama’ah).

Namun dengan demikian, para ulama’ membolehkan seorang muslim untuk bequrban dengan seekor kambing atau dengan seekor sapi atau dengan seekor unta atas nama diriinya dan keluarganya (yang dibawah tanggung jawabnya, yaitu istri dan anak – anaknya meskipun lebih dari tujuh orang). Dalam arti bahwa seekor kambing atau seekor sapi atau seekor unta bisa dijadikan qurban atas nama satu orang lebih (meskipun lebih dari tujuh orang) ketika seorang yang berqurban dengan seekor kambing tersebut mangatasnamakan dirinya dan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya dan bukan atas nama dirinya dan orang lain yang bukan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya, hal tersebut didasarkan pada hadist Muslim yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah “ bahwa Rasulullah SAW pernah berqurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya”.

Hewan qurban terbaik adalah (pertama) unta, kemudian (kedua) sapi lalu (ketiga) kambing dan setelah itu (yang keempat) berserikat pada unta atau sapi (maksudnya beberapa orang -maksimal tujuh orang- iuran untuk membeli unta atau sapi untuk dikurbankan-red). Berdasarkan sabda Rasulullah tentang hari Jum’at:
“Barangsiapa yang berangkat (shalat jum’at) pada jam pertama, maka seakan-akan dia mengurbankan unta; Barangsiapayang berangkat pada jam ke-2, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-3, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing jantan; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-4, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-5, maka seakan-akan dia berkurban dengan telor.”

Sisi pendalilannya yaitu ada perbedaan nilai antara beribadah kepada Allah dengan mengurbankan unta, sapi dan kambing. Tidak diragukan lagi bahwa ibadah kurban termasuk ibadah yang agung kepada Allah. Penyebab lain (kenapa unta lebih utama), karena unta itu lebih mahal, lebih banyak dagingnya dan lebih banyak manfaatnya. Inilah pendapat tiga imam yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Bicara tentang idul qurban di Indonesia, ternyata ada banyak sekali budaya berqurban yang sudah jamak di kalangan masyarakat. Mulai dari bagaimana cara memilih hewan qurban ras khusus yang dinilai paling terbaik, hingga pada teknis pembelian hewan qurbannya. Satu kebiasaan yang sudah menjadi budaya di Indonesia adalah hal mendasar yang menjadi pertanyaan besar tentang lebih baik mana qurban satu kambing (perorangan), atau sapi untuk 7 orang yang dilakukan secara urunan/patungan?

Dijelaskan dari berbagai sumber, ternyata qurban kambing satu ekor itu lebih baik ketimbang memilih opsi qurban sapi secara urunan/patungan tujuh orang. Mengapa demikian? Hal ini sesuai dengan dalil sebagai berikut: (Shahih Fiqh Sunnah, 2:375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 dan Syarhul Mumthi’ 7:458). Imam As-Saerazi Asy-Syafi’i mengatakan, “Kambing (sendirian) lebih baik dari pada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berkurban bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.” (Al Muhadzab 1:74).

Dalam konteks patungan qurban sapi 7 orang dibandingkan dengan qurban kambing untuk perorangan, pendapat Malikyah bisa dipakai sebagai pedoman. Siapa yang berqurban untuk dirinya dan anggota keluarganya maka yang paling utama adalah berqurban dengan satu ekor unta, lalu dengan satu ekor sapi, kemudian baru satu ekor kambing. Bukan dengan cara patungan unta atau patungan sapi. Jika memang demikian, berarti simpulannya, qurban kambing untuk seorang lebih utama ketimbang qurban sapi dengan patungan.

hewan qurban

Selanjutnya untuk menyambut qurban 2016 yang akan datang, diharapkan para sahabat AB dan umat muslim yang ingin melaksanakan qurban tahun ini supaya mempersiapkan hewan qurban sejak awal. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan harga hewan qurban yang murah, karena pembelian dan persiapan sejak awal. Pada kesempatan kali ini, mimin Aqiqah Berkah akan memberikan informasi mengenai harga kambing qurban murah 2016 (harga prediksi sewaktu-waktu bisa berubah didasarkan waktu dan tempat). Berikut ulasannya:

1. Harga Kambing Kacang (jawa)
Kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Adapun untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kambing kacang sangat bervariasi di lihat dari umur, kondisi fisik, kesehatan, dan jenis kelamin. Untuk kisaran harganya mulai dari harga 800 ribu sampai 2,5 juta rupiah. Berikut daftar Harga Kambing Kacang (Jawa)

a) Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
b) Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
c) Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
d) Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
e) Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
f) Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
g) Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
h) Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-
  (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

2. Harga Kambing Etawa
Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :
a) Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
b) Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
c) Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
d) Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
e) Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
f) Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
h) Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
i) Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-
  (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

3. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi, berikut harganya.
a) PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan = Rp 1.000.000,-
b) PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.500.000,-
c) PE betina Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.000.000,-
d) PE betina Berumur 1 – 2 tahun = Rp 2.500.000,-
e) PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.400.000,-
f) PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan = Rp 1.800.000,-
g) PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.500.000,-
h) Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun = Rp 3.200.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

4. Harga Kambing Gibas
Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas yakni putih dan tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing gibas memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Berikut harga kambing gibas.
a) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 600.000,-
b) Kambing Gibas Betina Anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
c) Kambing Gibas Betina Berumur 8 – 12 Bulan = Rp 1.600.000,-
d) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.000.000,-
e) Gibas Jantan Anakan Jantan berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.200.000,-
f) Gibas Jantan Umur 8 – 12 Bulan = Rp 2.100.000,-
g) Gibas jantan Umur 1 – 2 Tahun = Rp 2.400.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Selanjutnya, bagi sahabat Aqiqah Berkah yang sekarang tengah membutuhkan jasa penyediaan hewan qurban 2016, Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda dalam penyediaan hewan qurban 2016. Selain menyediakan paket aqiqah, aqiqah berkah juga menerima jasa pemesanan hewan qurban. Adapun hewan yang kami siapkan untuk anda adalah hewan qurban yang sesuai syar’i. Berikut kontak yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS :

0858-5344-4472

Jl. Raya Gebangkerep No.01 Baron, Nganjuk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.