Qurban Kambing Sapi

Qurban Kambing Sapi

Para sahabat… simak ulasan berikut ini. Tapi yang akan kami ulas terlebih dahulu mengenai kulit sapi dan kambing kurban… mari simak…

BOLEHKAH MENUKAR KULIT-KULIT SAPI KURBAN DENGAN SEEKOR KAMBING?

Di antara hadits yang berkaitan dengan kulit hewan kurban, yaitu:
Artinya: “Sulaiman Ibn Musa berkata: Zubaid telah menceritakan kepadaku bahwa Abu Sa‘id al-Khudri telah mendatangi keluarganya, kemudian ia mendapati semangkok besar dendeng dari daging kurban dan ia tidak mau makan dendeng tersebut. Kemudian Abu Sa‘id al-Khudri mendatangi Qatadah Ibn Nu‘man dan menceritakannya bahwa Nabi saw bersabda: Sungguh aku telah memerintahkan agar tidak makan (daging) hewan kurban lebih dari tiga hari agar mencukupi kamu sekalian, dan sekaramg saya membolehkan kamu akan hal itu. Oleh karena itu, makanlah bagian dari kurban tersebut yang kamu sukai, janganlah kamu menjual daging al-hadyu (daging hewan dam) dan daging hewan kurban. Makanlah, sedekahkanlah, manfaatkan kulit hewan kurban itu, dan jangan kamu menjualnya.” [HR. Ahmad]

Diriwayatkan dari ‘Ali Ibn Abi Thalib ra, ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kepada saya untuk mengurus unta kurban dari beliau, agar saya membagikan dagingnya, kulitnya dan perlengkapan unta itu kepada orang-orang miskin; serta tidak memberikan sedikitpun untuk upah penyembelihannya.” [Muttafaq ‘alaih]

Terhadap larangan menjual kulit hewan kurban sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, para ulama di antaranya al-Auza‘i, Ahmad Abu Tsaur dan juga madzhab Syafi’i mengatakan bahwa dibolehklan menjual kulit hewan kurban sepanjang hasil penjualan itu ditasharufkan untuk kepentingan kurban (Muhammad asy-Syaukani, Nailul Authar, Juz III, halaman 202). Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa boleh menukarkan kulit hewan kurban sepanjang tidak dengan dinar atau dirham, melainkan dengan barang, karena dengan barang itu akan dapat untuk dimanfaatkan (asy-Syaukani, Subulus-Salam, Juz IV, halaman 94).

Pemanfaatan kulit hewan kurban tersebut, jika dikaitkan dengan perintah untuk membagikan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim yang telah disebutkan di atas, maka tentunya pemanfatannya adalah untuk dibagikan kepada orang-orang miskin.

Dengan keterangan di atas kiranya dapat disarikan bahwa boleh menjual kulit hewan kurban kemudian hasil penjualan untuk membeli daging atau kambing, yang selanjutnya dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima bagian daging kurban. Yang dilarang adalah menjual kulit hewan kurban yang hasil penjualannya untuk kepentingan pribadi.

HASIL MENJUAL KULIT BINATANG QURBAN DIMAKAN BERSAMA

Larangan menjual kulit qurban itu kalau uangnya dikembalikan atau diambil oleh pemilik qurban, karena kulit termasuk yang diqurbankan untuk dibagikan kepada yang memerlukan. Adapun menjual kulit qurban kemudian dibelikan daging atau dibelikan kambing kemudian dibagikan kepada yang memerlukan, itu boleh saja. Hanya saja kalau kulit qurban dijual kemudian hasilnya dibelikan kambing dan disembelih lalu dimakan bersama oleh panitia, rasanya kurang etis. Sebaiknya kulit itu dijual dan dibelikan daging atau kambing untuk kemudian dibagikan pula. Anggota panitia secara perorangan atau sebagian salah satu shahibul qurban boleh saja menerima daging qurban itu. Barangkali oleh yang berhak menerimanya diserahkan untuk makan bersama. Jadi lembaga panitia tidak mendapatkan bagian sebagaimana dalam amil zakat, panitia zakat fitrah yang tidak dapat menerima bagian zakat fitrah kecuali perorangan anggota panitia itu secara pribadi berhak menerima.

MENJUAL KULIT HEWAN QURBAN UNTUK KEPENTINGAN UMAT

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa‘id disebutkan:
Artinya: “Bahwa Qatadah Ibn Nu‘man memberitakan bahwa Nabi saw berdiri seraya bersabda: ‘Dulu saya memerintahkan kepada kamu sekalian agar kamu tidak makan daging qurban lebih dari tiga hari, untuk memberi kelonggaran kepadamu. Dan sekarang saya membolehkan kepada kamu sekalian, maka makanlah sekehendakmu; jangan kalian ajual daging dam dan daging qurban. Makanlah dan shadaqahkanlah serta gunakanlah kulitnya dan jangan kalian menjualnya. Sekalipun sebahagian daging itu kamu berikan untuk dimakan orang lain, namun makanlah apa yang kalian sukai’.” [HR. Ahmad]

Para ulama sepakat tidak boleh menjual daging qurban. Sedangkan terhadap penjualan kulitnya, di kalangan para ulama terdapat perbedaan pendapat. Jumhur (sebagian besar) ulama berpendapat tidak boleh menjual kulit hewan qurban (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, Juz I, halaman 438). Menurut Imam Abu Hanifah boleh menjual kulit hewan qurban kemudian hasil penjualannya dishadaqahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk keperluan rumah tangga (As-Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Jilid III, halaman 278). Sementara itu ulama dari madzhab Syafi’i berpendapat bahwa boleh saja menjual kulit hewan qurban, asal hasil penjualannya dipergunakan untuk kepentingan qurban (Asy-Syaukaniy, Nailul Authar, Juz V, halaman 206).

Kami sepakat tidak boleh menjual daging qurban, karena memang tujuan disyari‘atkan penyembelihan hewan qurban antara lain untuk dimakan dagingnya, terutama untuk dishadaqahkan kepada fakir miskin. Demikian pula terhadap penjualan kulitnya, pada dasarnya kami sepakat untuk tidak dijual sepanjang dengan membagikan kulit itu dapat mewujudkan kemaslahatan. Namun dengan menshadaqahkan kulit hewan qurban apalagi dengan membagi-bagikannya, kadang-kadang menimbulkan kesulitan untuk memanfaatkannya, bahkan bisa-bisa kulit hewan qurban itu tidak termanfaatkan, yang berarti justru memubadzirkan harta, dan dilarang oleh agama.

Memang ada kemungkinan kulit hewan qurban itu ditukar dengan daging kepada para pedagang daging. Jika hal ini mungkin dapat dilakukan adalah merupakan pilihan yang paling baik, kemudian daging tersebut dishadaqahkan. Namun tidak menutup kemungkinan pada hari raya ‘Idul Adlha atau pada hari Tasyriq, – saat umat Islam melakukan penyembelihan hewan qurban, – para pedagang daging tidak berjualan, karena kecil kemungkinan lakunya. Jika demikian keadaannya, memang bukan suatu hal yang mudah untuk menukarkan kulit hewan qurban dengan daging. Dalam keadaan seperti ini, kami cenderung boleh menjual kulit hewan qurban, kemudian hasil penjualannya itu yang dishadaqahkan. Kecenderungan ini didasarkan kepada prinsip raf‘ul-haraj (menghilangkan kesulitan), yang juga mengacu kepada dalil-dalil sebagai berikut:

  1. Firman Allah SWT dalam surat al-Hajj ayat 78:
    Artinya: “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” [QS. Al-Hajj (22): 78]
  2. Firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 185:
    Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” [QS. Al-Baqarah (2): 185]
  3. Hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah ra:
    Artinya: “Agama itu mudah, agama yang paling disukai oleh Allah adalah yang benar dan mudah.” [HR. al-Bukhari]
  4. Hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Anas ra:
    Artinya: “Mudahkanlah dan janganlah mempersukar.” [HR. al-Bukhari]
  5. Qa‘idah Fiqh menyebutkan:
    Artinya: “Jika suatu urusan itu sempit, maka hendaknya dilonggarkan.”

Mengingat bahwa dalam ibadah qurban sasaran shadaqah, selain kepada fakir miskin juga dapat diberikan kepada yang bukan fakir miskin, maka hasil penjualan kulit hewan qurban menurut hemat kami dapat pula digunakan untuk kepentingan umat, sebagai contoh yang telah saudara sebutkan dalam pertanyaan. Namun perlu ditegaskan lagi bahwa hal seperti ini dapat dilakukan setelah hak-hak fakir-miskin dapat terpenuhi.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan. Selanjutnya akan kami bahas mengenai harga sapi dan kambing qurban.

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban Terbaru

Untuk sobat semua yang ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2016 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2016 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai harga kambing Terbaru 2016. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Leave a Reply

Your email address will not be published.