Syarat Kambing Qurban Idul Adha

Syarat Kambing Qurban Idul Adha

Hai para sahabat Aqiqah Berkah yang dirahmati Allah SWT. Bagaimanakah kabarnya hari ini fine kan?pasti baik kan. Nah berikut ini kami akan mengulas mengenai soal Syarat Kambing Qurban Idul Adha. Ulasan tersebut langsung kami sampaikan di dalam pembahasan di bawah ini. Langsung saja ya…

Kambing Qurban Jiwan 1

Pengertian Qurban

Bagi umat Islam, kurban adalah syariat yang ditetapkan Allah swt. Bahkan, sejak masa Nabi Adam a.s. sudah ada syariat kurban. Hal ini dapat kita pahami dan kisah Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam a.s. yang bertengkar karena kurban salah seorang dari keduanya tidak diterima.

Kata kurban berasal dan bahasa Arab yang berarti pendekatan diri atau mendekatkan diri. Kata kurban telah dijadikan istilah dalam syariat Islam untuk pengertian penyembelihan binatang ternak yang memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada waktu tertentu, dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah swt. Syariat kurbah didasarkan atas penintah Allah swt. yang tercantum dalam Surah al-Kausar Ayat 1-3 dan al-Hajj Ayat 34 berikut :
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (Q.S. al-Kauar/108 : 1-3) Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) (Q.S. al-Hajj / 22: 34)

Hukum Kurban

Bagi umat Islam, hukum kurban adalah sunah muakad. Oleh karena itu, orang Islam yang telah mampu menyembelih kurban, tetapi tidak mau melaksanakannya, ia tercela dalam pandangan agama. Rasulullah saw. Bersabda Sesungguhnya menyembelih kurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari Rasulullah saw. (H.R. at-Tirmizi : 1427). Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. Bersabda Diwajibkan kepadaku berkurban dan tidak wajib atas kamu. (H.R. ad-Daruqutni). Sebagian ulama berpendapat bahwa kurban itu hukumnya wajib. Mereka menggunakan dasar hukum sebagai berikut. Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban maka janganlah ia menghampiri tempat salat kami.” (H.R. Ahmad dan Abu Hurairah: 7924; Ibnu Majah: 3114)

Sejarah Singkat Perintah Berkurban

Bagaimana sebenarnya sejarah kurban itu? Peristiwa itu bermula ketika Allah swt. menyuruh Nabi Ibrahim a.s. lewat mimpi pada malam kedelapan bulan Zulhijah untuk menyembelih Ismail, putra yang sangat dicintai. Sebagai seorang yang taat pada perintah Allah swt., Nabi ibrahim a.s. menyampaikan hal itu kepada putranya. Sungguh, luar biasa jawaban Nabi Ismail a.s., ternyata beliau tidak keberatan. Pada hari kesepuluh bulan Zulhijah, tepat waktu duha Nabi Ibrahim a.s. melaksanakan perintah Allah swt., yakni melaksanakan mimpinya. Hari kesepuluh. tersebut dikenal dengan sebutan hari Nahar.

Artinya, hari menyembelih. Ketika Nabi Ibrahim a.s. melaksanakan perintah Allah swt., Allah swt. mengganti Ismail dengan seekor kambing sembelihan. Berdasarkan peristiwa itu, Nabi Ibrahim a.s. menyembelih kurban setiap tanggal 10 Zulhijah. Syariat ini terus berlaku hingga sekarang (umat Muhammad).

Waktu Penyembelihan Kurban

Waktu pelaksanaan berkurban adalah tanggal 10 Zuthijah (Hari Raya Iduladha) atau pada Hari-Hari Tasyrik berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Penyembelihan yang dilakukan di luar batas waktu tersebut hanyalah penyembelihan biasa, bukan kurban. Rasulullah saw. Bersabda Barang siapa menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barang siapa menyembelih sesudah salat dan dua khotbah maka telah sempurna ibadahnya (sah kurbannya) dan telah sesuai dengan sunah muslimin. (H.R. al-Bukhari dan Bara’ bin ‘Azib: 5130). Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Salat Iduladha bukan syarat penyembelihan kurban.

Syarat Binatang untuk Kurban

Jenis binatang yang sah untuk kurban adalah jenis binatang ternak yang dipelihara/diternakkan untuk dimakan dagingnya. Binatang temak tersebut meliputi empat macam, yaitu kambing/ domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang ternak yang dipergunakan untuk melaksanakan syariat kurban itu harus memenuhi dua syarat, yaitu cukup umur dan tidak cacat. Ketentuan Umur Binatang Kurban. Binatang kurban itu dapat dikatakãn cukup umur apabila telah mencapai umur yang ditentukan syara. (1) Domba sekurang-kurangnya berumur satu tahun atau telah berganti gigi (musinnah). Rasulullah saw. berdabda dalam sebuah hadis sebagai berikut. Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menyembelih (berkurban) kecuali telah berganti gigi. Kecuali apabila engkau sulit mendapatkannya maka sembelihlah yang telah berumur satu tahun dari (jenis) domba. (H.R. Muslim: 3631). (2) Kambing biasa sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (3) Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (4) Unta sekurang-kurangnya berumur lima tahun.

Cacat Binatang Kurban

Cacat binatang yang menyebabkan tidak sah dipergunakan untuk berkurban ada empat macam, yaitu sakit mata (buta), sakit-sakitan (tidak sehat), pincang kakinya, terlalu kurus, dan tua sekali sehingga seakan tak bersumsum. Dalam sebuah hadis, diterangkan sebagai berikut. Rasulullah saw. bersabda, “Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu yang jelas cacat matanya, jelas sakit, jelas pincang, dan kurus tidak berlemak.” (H.R. Ahmad dari Bara’.: 17777)

Kurban untuk Lebih dari Satu Orang

Sebagaimana pembayaran dam (denda) dalam ibadah haji, seekor kambing berlaku untuk satu orang, sedangkan sapi atau unta berlaku untuk tujuh atau sepuluh orang. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut. Dari Jabir berkata, “Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah saw. pada tahun Hudaibiyah, satu ekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang. (H.R. Muslim: 2322)

Pemanfaatan Daging Kurban

Daging kurban harus habis dibagikan kepada fakir miskin dan sebagian untuk dirinya sendiri (yang berkurban). Allah swt. berfirman dalam Surah al-Hajj Ayat 28. ….Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Q .S. al-Hajj / 22:28) ……maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta…. (Q.S. al-Hajj /22: 36)

Penyembelih hewan kurban atau pengurus kurban boleh saja menerima daging kurban, tetapi bukan sebagai upah menyembelih atau mengurus. Rasulullah saw. Bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut.

Dari Ali bin Abi Talib r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kepada saya supaya saya mengurus unta kurban beliau, dan supaya membagikan dagingnya, kulitnya dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu kepada orang-orang miskin, dan saya tidak menerima upah sembelihan daripadanya.” (H.R. Muslim: 2321; al-Bukhari: 1602). Pada hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut: Dari Abi Sa ‘id r.a., telah bersabda Rasulullah saw., “Janganlah engkau jual daging denda haji dan kurban. Makanlah dan sedekahkanlah serta ambillah manfaat dari kulitnya, jangan engkau jual (kulit itu). (H.R. Ahmad : 15622)

Daging Hewan Qurban, Hak Siapa?

Dalam surat al-Hajj (22) ayat 28 disebutkan:
Artinya: “… Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” [QS. Al-Hajj (22): 28]

Pada surat al-Hajj (22) ayat 36 disebutkan:
Artinya: “… maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” [QS. Al-Hajj (22): 36]

Dalam hadits, antara lain disebutkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari Buraidah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Aku pernah melarang kamu sekalian makan daging qurban lewat dari tiga hari, supaya orang yang mampu dapat menyantuni orang yang tidak mampu. Makanlah kalian apa yang tampak, berikan untuk makan (orang lain) dan simpanlah’.” [HR. Ahmad, Muslim, dan at-Turmudzi serta dishahihkannya]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Sa‘id, bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu sekalian makan daging qurban lewat dari tiga hari. Mereka kemudian mengadu kepada Rasulullah saw, bahwa mereka mempunyai keluarga, bujang, dan pembantu. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Makanlah kalian, berikan untuk makan (orang lain), tahanlah, dan simpanlah’.” [HR. Muslim]

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah ra, juga disebutkan:
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Pada zaman Rasulullah saw, ada beberapa keluarga dari penduduk suatu desa berdatangan (menanyakan) tentang daging qurban. Rasulullah saw menjawab: ‘Simpanlah selama tiga hari, kemudian shadaqahkanlah sisanya’. Namun setelah itu, kemudian mereka mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang membuat tempat air dari (kulit) hewan qurban, lalu mereka mengisinya dengan samin’. Rasulullah saw bertanya: ‘Apa maksudnya?’ Mereka menjawab: ‘Anda telah melarang makan daging qurban lewat dari tiga hari’. Kemudian Rasulullah saw bersabda: ‘Hanyasanya saya melarang kamu sekalian karena masih banyak orang yang membutuhkan; maka makanlah, simpanlah, dan sedekahkanlah’.” [Muttafaq ‘Alaih]

Dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang telah dikemukakan, dapat diambil maknanya bahwa daging qurban diperuntukkan: Pertama, bagi orang yang berqurban (shahibul-qurban), baik segera dimasak untuk segera dimakan saat itu atau disimpan untuk dapat dimakan pada saat yang dibutuhkan; Kedua, dishadaqahkan baik kepada orang yang meminta-minta (fakir miskin); Ketiga, dishadaqahkan kepada orang yang tidak meminta-minta, yang dikehendaki oleh shahibul-qurban.

Baik dalam ayat al-Qur’an maupun dalam Hadits tidak dijelaskan tentang berapa bagian masing-masing. Namun jika dilihat banyaknya dan intensitas perintah dalam al-Qur’an untuk memperhatikan kaum fakir miskin, maka hendaknya dalam membagi daging qurban juga lebih diperhatikan dan diprioritaskan untuk kaum fakir miskin, di samping untuk shahibul-qurban sendiri atau dishadaqahkan kepada yang lain.

Itulah mungkin sedikit yang bisa kami sampaikan mengenai Qurban, Syarat Hewan Qurban dll. Semoga apa yang kami sampaikan di atas tersebut berguna untuk anda semuanya. Amminnnnn…

Jika anda membutuhkan kambing Aqiqah atau qurban dengan Kualitas terbaik dan berkualitas anda melihat di website kami www.qurban-aqiqah.com atau bisa juga menghubungi nomor berikut ini untuk informasi lebih detailnya. Kami tunggu pesanan anda….

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Leave a Reply

Your email address will not be published.