Syarat Kurban

SYARAT KURBAN

Syarat Kurban terbagi menjadi dua bagian yakni syarat sunat dan syarat syah. Banyak pula diantara umat Islam yang memang berharap untuk dapat ikut serta dalam berqurban di saat Hari Rya Idul Adha. Ketahuilah syarat kurban baik sunat maupun syah dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat 🙂

Spark- (1)

Syarat ibadah kurban terbagi menjadi dua bagian, yaitu syarat sunat dan syarat syah. Rincian penjelasannya adalah sebagai berikut:

Adapun syarat sunat adalah sebagai berikut :

  1. Mampu. Qurban disunatkan bagi kaum muslimin yang mampu, yaitu orang yang mampu membeli hewan Qurban. Bahkan menurut madzab Hanabilah sekalipun dengan berhutang dalam membeli hewan Qurban sekiranya ia dapat membayar hutang maka terkategori mampu untuk berQurban.
  2. Merdeka. Qurban tidak disunahkan bagi hamba sahaya.

Sementara Syarat Syahnya Qurban adalah sebagai berikut :

  1. Hewan Qurban tidak cacat (tidak buta, tidak pincang, tidak sakit yang menjadikannya kurus dan dagingnya rusak, tidak terpotong telinganya, tidak berekor kecuali sejak dari lahir dll).
  2. Cukup umur, yakni genap satu tahun bila Qurban berupa seekor domba (kibas) atau telah tanggal gigi depannya dengan syarat tanggalnya gigi depan setelah mencapai umur enam bulan.Sementara untuk kambing kacang telah berumur dua tahun, sapi/kerbau dua tahun dan unta telah genap berumur lima tahun.
  3. Qurban dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, yakni setelah sholat Idul Adha sampai 3 hari setelah sholat Idul Adha (hari tasyriq).

Pelaksanaan ibadah kurban akan syah hukumnya jika dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak berupa unta, sapi, kambing maupun domba. Banyak pula ulama yang menyebutkan, syarat hewan qurban selain tersebut tadi tidak layak dan tidak sah.

Udhiyyah atau berkurban termasuk salah satu syi’ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi’ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya melaksanakan perintah berqurban.

Mengenai usia hewan yang boleh dijadikan qurban adalah di usia yang telah mencapai umur tertentu. Sapi qurban haruslah yang memiliki umur diatas 5 tahun. Sedangkan kambing yang diperbolehkan untuk diqurbankan itu sudah berumur minimal 1 tahun. Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan kalau kambing jenis domba itu umur 6 bulan saja bisa untuk dijadikan qurban namun banyak ulama yang menyatakan kalau domba juga harus memiliki umur 1 tahun penuh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

SYARAT KURBAN

SYARAT KURBAN

Diantara urusan kurban yang harus diketahui oleh seorang mudhahhi adalah syarat-syaratnya. Apa yang harus dipenuhi oleh pengorban dari ibadah qurbannya:

Pertama, hewan sembelihan qurban merupakan hewan ternak berupa unta, sapi, kambing dan domba.

Kedua, usia hewan qurban sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Yakni sudah musinnah, kecuali bagi domba boleh jadza’ahnya.

Ketiga, Hewan qurban terbebas dari aib atau cacat.

Keempat, Hewan tersebut benar-benar dimiliki oleh orang yang berkurban atau yang diizikan dikurbankan atas namanya oleh syariat atau oleh orang yang memilikinya. Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. Sebabnya tidak sah ibadah taqarrub kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya.

Kelima, tidak ada hak orang lain pada harta hewan kurban tersebut, maka tidak sah kurban dari hewan yang digadai.

Keenam, menyembelihnya pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu setelah shalat Ied sampai terbenamnya matahari dari hari tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Maka waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari:

  1. Hari idul Adha sesudah shalat dan
  2. Tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. Maka siapa yang menyembelih sebelum shalat ied selesai atau sesudah matahari di tanggal 13 terbenam, tidak sah kurbannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.