akikah

Manfaat Akikah

By | Berita, Tentang Aqiqah | No Comments

MANFAAT AKIKAH

Aqiqah adalah salah satu Sunnah Rasulullah yang mesti kita laksanakan bagi keluarga yang mampu. Mengingat aqiqah adalah salah satu pendidikan untuk menjadikan anak yang shaleh.

30 Manfaat Akikah

Melakukan Aqiqah untuk anak adalah salah satu awal pendidikan keluarga untuk membentuk generasi yang Rabbani. Nilai-nilai keislaman mulai ditanamkan sejak usia dini. Banyak sekali manfaat yang bisa kita petik dari melakukan aqiqah untuk anak. Sedekah dengan nilai membeli seekor kambing atau lebih tidak akan mengalahkan dengan pahala melakukan aqiqah untuk anak.

Nabi SAW bersabda :
“Setiap bayi lahir tergadai oleh aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ke tujuh , dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Ibnu Majah)

Syarat kambing aqiqah seperti syarat kambing untuk kurban dan dianjurkan untuk memberikan daging kambing dalam keadaan matang dan dimakruhkan memecah tulang. Tidak sah berserikat dalam sembelihan aqiqah. Inilah perbedaan antara binatang aqiqah dan kurban. Daging aqiqah dianjurkan sebagian dimakan dan sebagian lain disedekahkan.

Manfaat aqiqah bagi anak, menurut Ibnu Qayyim, adalah sarana pendekatan diri kepada Allah. Aqiqah mengandung sifat murah hati dan sifat mengalahkan kikiran jiwa. Di dalamnya juga ada unsur memberi makanan kepada sanak keluarga. Aqiqah juga berfungsi melepaskan tanggungan anak yang tergadaikan sehingga ada peluang antara anak dan orang tua untuk saling memberi syafaat. Selain itu, aqiqah bermanfaat melestarikan ajaran islam yang menggantikan kebiasaan jahiliyah dan berfungsi mengagungkan kedudukan nasab dengan cara mengumumkan atau mempermaklumkan.

Aqiqah merupakan bukti rasa syukur yang ditampakkan ketika menerima nikmat. Rasa syukur ini dinyatakan dalam bentuk memberi makanan kepada orang banyak, sebagaimana sitiran Al-Quran, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS Adh-Dhuha : 11)

30 Manfaat Aqiqah

Diantara manfaat melakukan aqiqah adalah sebagai berikut

  1. Memberikan berita baik tentang kelahiran anak kepada tetangga sekaligus memberikan informasi tentang nasab anak agar tidak terjadi persangkaan buruk oleh para tetangga.
  2. Mencerminkan sikap murah hati dan dermawan yang nantinya akan menghilangkan sikap kikir, bakhil dan pelit.
  3. Mengikuti jejak Nabi Ibrahim ketika mau menyembelih anaknya yaitu Ismail namun diganti dengan domba.
  4. Merupakan wujud pengorbanan kepada Allah Swt seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim.
  5. Semoga dikabulkannya doa untuk si bayi karena orangtuanya bersedia berqurban.
  6. Melepaskan status anak yang tergadai, karena anak yang baru lahir kalau belum di aqiqahi statusnya adalah tergadai. Yang mana kalau tergadai ya harus ditebus terlebih dahulu agar bisa mendapatkan manfaatnya.
  7. Sebagai pembebas dari gangguan setan, karena bayi yang baru lahir akan senantiasa diganggu setan.
  8. Sebagai penghambat setan untuk mengganggu si bayi, sehingga bayi akan lebih terlindungi, karena setan akan berusaha untuk menjadikan si bayi menjadi pengikutnya.

Melihat manfaat dari Aqiqah ini, sebaiknya para orangtua yang belum melaksanakan aqiqah untuk anaknya agar berupaya untuk melaksanakannya. Sebenarnya aqiqah kalau sudah direncanakan sejak awal, aqiqah tidak memberatkan para keluarga. Makanya menjadi hal yang penting untuk mempersiapkan materi untuk meyambut kelahiran sang bayi.

Imam Ahmad berkata bahwa syafaat anak kepada orang tua tergadai oleh aqiqahnya. Begitu juga Atha` bin Abi Rabah berkata bahwa yang dimaksud dengan tergadai adalah bahwa orang tua akan terhalang dari syafaat anaknya.

Nah mungkin itulah yang dapat kami sampaikan mengenai manfaat aqiqah. Semoga apa yang kami sampaikan tersebut bermanfaat untuk anda.

Informasi dan pemesanan Aqiqah Hubungi :

Call / SMS : 085053444472

Whatsapp : 085853444472

Hukum Aqiqoh Yatim Mandiri

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

HUKUM AQIQOH YATIM MANDIRI

Aqiqah merupakan suatu bentuk penebusan anak yang baru lahir dilakukan oleh kedua orangtua. Mau beraqiqah yang praktis dan sesuai syar’i untuk disalurkan kepada yatim piatu ? Ayo ikut program Aqiqah Mandiri Berbagi bersama Aqiqah Berkah. Konsultasi dan pemesanan hubungi 085853444472.

120816 Hukum Aqiqoh

Hukum Aqiqah

Sebagian ulama menyebut aqiqah dengan istilah nasikah atau dzabihah (sembelihan). Mayoritas para ulama pun sepakat menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, baik bagi laki-laki maupun bagi bayi perempuan. Sebuah sunnah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Mazhab Syafi’i dan mazhad Hambali yang menyatakan hukum aqiqah tergolong sunnah muakkad. Sementara menurut mazhab Hanafi, hukum aqiqah adalah mubah (tidak berdosa dan tidak pula berpahala apabila dilakukan). Sedangkan menurut mazhab Maliki, hukum aqiqah hanya bersifat anjuran.

Kalangan mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali menyatakan aqiqah sebagai sunnah muakkad berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

“setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Asbabus Sunan).

Adapun pengertian tergadai dalam hadist tersebut berlaku bagi anak yang dilahirkan, bukan untuk ornag tuanya. Maksudnya, agar sang anak terbebas dari kungkungan setan yang selalu mengganggu dan berusaha mencelakakannya (at-Thiflu wa Ahkamuhu hlm. 179)

Hukum melaksanakan aqiqah pada dasarnya adalah salah satu kegiatan untuk berbagi atau bersedekah kepada sesama melalui hewan sembelihan aqiqah baik yang masih mentah atau sudah matang. Bersedekah melalui aqiqah adalah seberat timbangan rambut bayi setara dengan perak. Bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, itu tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah, melainkan setara dengan perak.

Al Hafidz dalam At Talkhish Al Habiir: 4/366-367 berkata:

“Semua riwayat dalam masalah tersebut menyebutkan bahwa sedekah berat rambut bayi senilai dengan perak, tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan senilai emas. Berbeda dengan pendapat ar Rafi`i yang mengatakan: “Bahwa disunnahkan untuk bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, kalau tidak maka senilai dengan perak”.

Alasan Aqiqah Mandiri Melalui Aqiqah Berkah?

Aqiqah Berkah merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Di Nganjuk dan Kediri badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

120816 Hukum Aqiqah

Aqiqah Peduli / Aqiqah Berbagi (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.
  4. Melayani Konsumen seluruh indonesia.

Jika anda akan melakukan aqiqah, segera hubungi kami. Kami akan membantu pelaksanaan aqiqah anda.

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

Atau silahkan datang langsung ke alamat kami :

Head Office:

Jl. Raya Baron Timur No.1 Baron Nganjuk

Berikut ini adalah dalil-dalil yang dijadikan sebagai pegangan bahwa aqiqah disyariatkan dilaksanakan oleh umat Islam :

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasululloh bersabda: ‘Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.’ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna yang dimaksud menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau mengilangkan semua gangguan yang ada. Sedangkan dalil lain dari Fatimah adalah sebagai berikut ini :

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah bersabda: ‘Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.’ [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam ‘Mu’jamul Kabir’ 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dasar Hukum Aqiqoh dan Korban

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

DASAR HUKUM AQIQOH DAN KORBAN

Dasar hukum yang melandasi adanya perintah aqiqah dan qurban ada di dalam Al-Quran dan Alhadits. Perintah ibadah sunnah ini sudah diajarkan oleh Nabi Kita Muhammad SAW. Berikut ini sejarah adanya perintah qurban dan dasar hukum mengenai aqiqah.

11 dasar hukum aqiqah dan korban

Hukum Aqiqah

Aqiqah dilaksanakan sebagai penebusan anak yang baru lahir baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Aqiqah dilaksanakan afdhalnya di hari ketujuh kelahiran anak. Berikut ini dasar hukum perintah aqiqah :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Apabila pelaksanaan aqiqah luput di hari ketujuh, ada beberapa pendapat ulama yang memperbolehkan aqiqah dilaksanakan diluar hari ketujuh. Dari ulama malikiyah berpendapat bahwa aqiqah jadi gugur apabila luput dari hari ketujuh. Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika luput dari hari ketujuh, aqiqah dilaksanakan pada hari ke empat belas atau ke dua puluh satu.

Kalangan ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa aqiqah masih menjadi tanggung jawab orangtua hingga anak usia baligh. Apabila sudah dewasa, maka aqiqah menjadi gugur. Namun anak memiliki pilihan untuk mengaqiqahi diri sendiri. Penulis kitab Mughnil Muhtaj, Asy Syarbini rahimahullah berkata, “Jika telah mencapi usia baligh, hendaklah anak mengakikahi diri sendiri untuk mendapati yang telah luput.” (Mughnil Muhtaj, 4: 391).

11 dasar hukum aqiqah dan korban 1

Hukum Qurban

Pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah untuk mengkurbankan hewan ternak, bukan untuk tujuan lainnya. Mengenai perintah qurban, Allah berfirman dalam surat Al – Kautsar ayat 1-2 yang menjadi dasar syariat penyembelihan hewan qurban: Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Para ulama dalam menentukan hukum penyembelihan hewan qurban terjadi perbedaan pendapat. Setidaknya ada dua pendapat mengenai hukum penyembelihan hewan qurban antara lain :

1. Sunnah Muakkadah

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama fiqih. Dengan adanya hukum sunnah muakadah untuk pelaksanaan qurban, walaupun seseorang tidak menyembelih hewan qurban, maka ia tidak berdosa. Apalagi mereka yang tergolong tidak mampu dan miskin. Namun bagi orang yang mampu dan berkecukupan, makruh hukumnya bila tidak menyembelih hewan qurban. Pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa hukum penyembelihan hewan qurban adalah sunnah muakkadah berdasarkan beberapa dalil berikut ini :

Rosulullah telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dan lainnya : “bila telah memasuki 10 (hari bulan dzulhijjah) dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah ia ganggu rambut qurban dan kuku-kukunya.”
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kalimat “seseorang ingin berqurban” menunjukan bahwa hukum berqurban diserahkan kepada kemauan seseorang, artinya tidak menjadi wajib melainkan sunnah. Seandainya hukumnya wajib, maka tidak akan disebutkan kalau berkeinginan

Perbuatan Abu Bakar dan Umar. Dalil lainnya adalah atsar yang diriwayatkan bahwa Abu Bakar dan Umar tidak melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban. Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para sahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

2. Wajib

Pendapat yang kedua menyatakan wajib hukumnya menyembelih hewan qurban. Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hanafi berdasarkan dalil sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Itulah dua pendapat yang telah dikemukakan beserta dalil-dalilnya mengenai hukum qurban. Adapun tentang ketentuan batasan qurban, para ulama telah sepakat bahwa hal tersebut tidak pernah ditetapkan dalam syariat, berbeda dengan zakat yang mengenal istilah nishab dan kadar.

Tujuan Aqikah

By | Berita, Tentang Aqiqah | No Comments

TUJUAN AQIKAH

Setiap ibadah yang telah di syariatkan oleh Allah memiliki hikmah dan manfaat salah satunya adalah aqiqah. Lalu apa tujuan dari perintah aqiqah ? Simak artikel berikut ini untuk pemahaman lebih mendalam.

-Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal- (2)

Allah menciptkan langit dan bumi bukan tanpa alasan, begitu juga dengan perintah Allah untuk aqiqah. Dalam suatu ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang befikir. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Nah, begitu halnya dengan perintah qurban maupun perintah aqiqah. Dalam artikel ini, kita lebih banyak membahas mengenai aqiqah, sehingga akan lebih di fokuskan pada aqiqah. Aqiqah sebagai bagaian dari fiqih ibadah memiliki banyak hikmah. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan, aqiqah memiliki beberapa hikmah.

Pertama, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SwT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS. Kedua, dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari syetan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu dan sesuai dengan makna hadits, yang artinya “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.

Ketiga, aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya kelak di hari akhir. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak. Kelima, aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang kelak akan memperbanyak umat Rasulullah SAW di hari kiamat.

Ke enam, aqiqah dapat memperkuat ukhuwah atau tali persaudaraan di antara masyarakat. Ketujuh, aqiqah merupakan saran untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

-Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal- (3)

Sedangkan yang disampaikan oleh KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam : Menjawab Tantangan Zaman”, diungkapkan bahwa dalam aqiqah mengandung unsur tarbiyah atau pendidikan yakni mendidik ketaqwaan anak agar menjadi orang yang dekat atau taqarrub kepada Allah. Aqiqah sebagai bentuk taqarrub juga menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak karena manusia pada umumnya memiliki sifat hewaniah yang harus dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

Aqiqah bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Karena aqiqah tersendiri merupakan tindakan berqurban. Perbedaan dengan qurban terletak pada hari raya Idul Adha yang terletak pada syariatnya. Secara khusus, tujuan aqiqah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Alalh kepada seorang muslim dengan kehadiran sang buah hati dalam kehidupan keluarga.

Selain ketujuh hikmah aqiqah diatas, berikut dirangkum 3 tujuan adanya aqiqah :

  1. Aqiqah merupakan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ditujukan pahalanya untuk bayi yang baru lahir ke dunia.
  2. Aqiqah merupakan alat untuk melepas gadaian (ikatan) pada si bayi yang baru dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan tergadai (terikat) dengan akikahnya. Menurut Imam Ahmad, maksud tergadai disini adalah tertahannya syafaat sang anak untuk kedua orangtuanya.
  3. Aqiqah merupakan fidyah (tebusan) untuk menebus si anak, sebagaimana Allah Subhanahuwa Ta’ala menebus Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar. Nabi mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk seorang bayi seyogyanya bertujuan untuk ibadah, seperti kurban dan hadyu (binatang yang disembelih oleh jamaah haji).

Tempat Aqiqah di Caruban

By | Berita, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

TEMPAT AQIQAH DI CARUBAN

Informasi tempat pemesanan aqiqah di wilayah Kec. Caruban dapat dilihat di website Aqiqah Berkah. Memberikan jasa layanan aqiqah yang mudah dan terpercaya untuk wilayah Caruban.

tempat aqiqah (1)

Jasa layanan aqiqah di Kec. Caruban Madiun terpercaya adalah Aqiqah Berkah. Jasa layanan di Caruban hadir di berbagai wilayah di Seluruh Caruban. Anda dapat memesan aqiqah dengan beragam pilihan paket aqiqah, kambing aqiqah hingga souvenir aqiqah yang murah. Pesan disini 085853444472.

Sekedar menjadi pengingat bagi kita seua untuk menjalankan ibadah sunnah aqiqah. Hukum melaksanakan aqiqah menurut kalangan Imam Syafi’i dan Hambali adalah sunnah muakadah. Dasar yang digunakan oleh kalangan Syafi’i dan Hambali adalah hadts Nabi Muhammad SAW yang artinya sebagai berikut ini :

“anak-anak tergadai (tertahan) pada aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama.” (HR. Al-Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Madjah, dari Hasan).

Dari ummu Kurzin Al-Ka’biyah r.a, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda : “Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing.” (HR Al-Tirmidzi dan Ahmad).

Demi tegaknya Islam dan untuk membantu kelancaran pelaksanaan aqiqah untuk putera puteri Anda, jasa layanan aqiqah di Madiun khusunya di Kec. Caruban kini hadir jasa aqiqah Kec. Caruban Madiun. Salah satu yang terpercaya dan telah berkali-kali melayani kebutuhan aqiqah adalah jasa layanan Aqiqah Berkah Madiun.

Agar menjadi tambahan pengetahuan bagi Anda, ketahuilah pengertian mengenai aqiqah berikut ini. Aqiqah menurut bahasa artinya “memotong”. Asal mulanya aqiqah ialah rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya. Rambut bayi tersebut dinamakan dengan aqiqah karena rambut tersebut harus dipotong (dicukur).

Secara istilah, aqiqah adalah hewan yang disembelih karena bayi atau untuk bayi yang dilahirkan tersebut. Dinamakan sembelihan aqiqah karena hewan tersebut disembelih pada hari ketujuh saat mencukur rambut kepala bayi.

Sedangkan waktu yang afdhal atau utama untuk melaksanakan aqiqah menurut sebagian besar ulama adalah di hari ketujuh. Bila luput dilaksanakan pada hari ketujuh, maka dapat dilaksanakan pada hari ke empat belas atau ke dua puluh satu dari kelahirannya. Bila masih tidak memungkinkan maka dapat dilaksanakan kapan saja hingga anak belum baligh.

tempat aqiqah

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi :

“Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empat belas, dan pada hari kedua puluh satu.”

Rangkaian aqiqah berikutnya adalah memberi nama yang baik pada sang bayi, mencukur rambutnya dan bersedekah seberat timbangan rambut bayi tersebut. Aqiqah Berkah memberikan pelayanan dua paket pilihan aqiqah untuk aqiqah di Kec. Caruban Kab. Madiun. Layanan Paket Aqiqah Mandiri dan Layanan Paket Aqiqah Peduli. Berikut ini penjelasan mengenai pilihan paket aqiqah yang ditawarkan :

Layanan Aqiqah Mandiri

  1. Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
  2. Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun dan Sekitarnya.
  3. Pilihan menu (pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, gule.

Layanan Aqiqah Peduli

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Silahkan hubungi customer service Aqiqah Berkah Madiun di nomor layanan untuk konsultasi dan pemesanan aqiqah di Caruban dan sekitarnya :

WA : +62858 5344 4472

BBM : 7C0B38CE

TELPON/SMS : 0858 5344 4472

Hukum Aqiqah dan Korban

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

HUKUM AQIQAH DAN KORBAN

Aqiqah dan korban adalah ibadah sunnah yang disukai Allah. Aqiqah dan korban berbeda dalam pengertian dan juga waktu pelaksanaan, namun pada hakikatnya kedua ibadah sunnah ini ditandai dengan penyembelihan binatang ternak.

28 Hukum Aqiqah dan Korban (1)

HUKUM AQIQAH

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah yang artinya memutus dan melubangi. Ada yang mengatakan pula bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (anak laki-laki atau anak perempuan). Hukum aqiqah merupakan sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah anak.

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Secara umum hukum aqiqah atau pelaksanaan aqiqah dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan. Karena ayah adalah penanggung nafkah bagi anak. Secara hukum aqiqah adalah sunnah muakkad sebagaimana hadist tersebut di atas.

Hukum aqiqah menurut sebagian ulama adalah sunnah. Namun ada beberapa pula yang mewajibkan maupun tidak sepakat dengan adanya aqiqah. Berikut penjelasan hukum aqiqah menurut para ahli fiqih :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu. Aqiqah menjadi tanggung jawab ayah sebagai karena penanggung nafkah anak (seperti penjelasan diatas). Namun hal ini tidak bermaksud untuk membebani.

Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan sebelum hari ketujuh. Inilah pendapat mayoritas ’ulama. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ’aqiqah itu dilaksanakan pada hari ketujuh, namun jika tidak dilakukan (pada hari itu) maka boleh dilakukan pada hari ke-14 (empatbelas) atau ke-21 (duapuluh satu).

Pendapat lainnya dari para ulama mengenai waktu aqiqah bahwa ’aqiqah itu boleh dilakukan setelah dewasa (yaitu ia mengaqiqahi dirinya sendiri) setelah ia mempunyai kemampuan (tidak dibatasi oleh hari-hari tertentu, walau mereka tetap berpendapat tentang sunnahnya hari ketujuh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pelaksanaan ’aqiqah hanyalah pada hari ketujuh kelahiran.

28 Hukum Aqiqah dan Korban

HUKUM KORBAN

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah Dalam Islam

By | Tentang Aqiqah | No Comments

Aqiqah Dalam Islam

Pengertian Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah Dalam Islam

Buku Risalah Aqiqah

Aqiqah Dalam Islam. Aqiqah adalah penyembelihan binatang pada hari mencukur rambut bayi,dan merupakan ibadah yang disyari’atkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi “Setiap anak yang lahir itu terpelihara dengan Aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut : “Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat agar menyembelih Aqiqah untuk anak lelaki 2 (dua) ekor kambing yang umurnya sama dan anak perempuan seekor kambing”. (HR. Al-Turmudzi).

Begitu pentingnya Aqiqah, maka secara umum para ulama menyatakan Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang amat dipentingkan.

Inilah wujud kasih sayang, harapan dan do’a dari orang tua terhadap anaknya agar menjadi anak yang sholeh atau sholehah dan tentu saja selamat di dunia maupun di akhirat. Begitulah Islam mengajarkan kepada kita tentang kasih sayang dan penuh perhatian pada buah hati kita.

Aqiqah Dalam Islam