pengertian qurban

Pengertian Qurban (Udhiyah)

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

PENGERTIAN QURBAN (UDHIYAH)

Qurban adalah binatang yang disembelih dengan tujuan ibadah kepada Allah pada Hari Raya Haji dan tiga hari kemudian (tanggal 11 sampai 13).

31 Pengertian Qurban

Hukum Ibadah Qurban

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa qurban dihukumi wajib. Sedangkan pada sebagian besarulama lainnya berpendapat qurban itu sunnah. Alasan yang berpendapat bahwa qurban wajib yaitu Firman Allah SWT :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَر

“Sesungguhnya Kami telah memberi kepadanya nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”. (Al-Kautsar : 1-2)

Sabda Rasulullah SAW yang artinya :

“Dari Abu Hurairah, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami”. (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).

Alasan untuk pendapat bahwa qurban dihukumi sunnah adalah Sabda Rasulullah SAW :

امرت باالنحروهو سنة لكم. رواه الترمذئ

“Saya disuruh menyembelih qurban dan qurban itu sunnah bagi kamu”. (Riwayat Tirmidzi)

علئ النحر وليس بوا جب عليكم. روه االدارقطني كتب

“Diwajibkan kepadaku berqurban, dan tidak wajib atas kamu”. (Riwayat Daruqutni)

Pengetahuan mengenai binatang yang sah untuk qurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya dan telah berumur sebagai berikut :

  1. Domba (da’ni) yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
  2. Kambing yang telah berumur dua tahun lebih.
  3. Unta yang telah berumur lima tahun lebih.

Sabda Rasulullah Muhammad SAW yang artinya :

Dari Barra’ bin Azib, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : (1) rusak matanya, (2) sakit, (3) pincang, (4) kurus yang tidak berlemak lagi.” (Riwayat Ahmad, dan dinilai sahih oleh Tirmidzi).

Dari Jabir, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kamu menyembelih untuk qurban kecuali yang musinnah (telah berganti gigi). Jika sukar didapati, maka boleh jaz’ah (yang baru berumur 1 tahun lebih) dari biri-biri.” (Riwayat Muslim).

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang, diqiaskan dengan denda meninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau dan sapi boleh diatasnamakan qurban tujuh orang. Dari Jabir, “Kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah SAW pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuuh orang.” (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas, “Pernah kami bersama-sama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, ketika itu datang Hari Qurban, maka kami bersama-sama menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang dan seekor unta untuk sepuluh orang.” (Riwayat Tirmidzi dan Nasai).

Waktu Menyembelih Qurban

Waktu untuk menyembelih binatang qurban yang dianjurkan Islam adalah mulai dari matahari setinggi tombak pada Hari Raya Haji sampai terbenam matahari tanggal 13 bulan Haji. Sabda Rasulullah SAW yang artinya :

“barang siapa menyembelih qurban sebelum shalat Hari Raya Haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih qurban sesudah shalat hari Raya dan dua khotbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam.” (Riwayat Bukhari)

Pada hadits tersebut, yangg dimaksud dengan shalat Hari Raya ialah waktunya, bukan shalatnya. Karena mengerjakan sholat tidak menjadi syarat menyembelih qurban. Sabda Rasulullah SAW :

كل ايام التشريق ذ بح. رواه احمد

“Semua haris Tasyriq (tanggal 11-13 Haji) adalah waktu menyembelih qurban.” (Riwayat Ahmad)

Sunnah Tatkala Menyembelih

Sewaktu menyembelih qurban disunnahkan beberapa perkara di bawah ini :

  1. Membaca bismillah
  2. Membaca sholawat atas nabi SAW
  3. Takbir (membaca Allahu Akbar)
  4. Berdoa supaya qurban diterima Allah, seperti : (Ya Allah, ini perbuatan dari perintah-Mu, saya kerjakan karena-Mu, terimalah oleh-Mu amalku ini)
  5. Binatang yang disembelih tersebut hendaklah dihadapkan ke arah kiblat

عن انس انه صلي الله عليه وسلم ضحي بكبشين املحين اقر نين ذبحهما بيد ه اكر يمة سمي و كبر. رواه البخا ريو مسلم

Dikabarkan oleh Anas bahwa Rasulullah SAW telah berqurban dengan dua ekor kambing yang baik-baik, beliau sembelih sendiri, beliau baca bismillah, danbeliau baca takbir (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW tatkala berqurban telah mengucapkan, “Ya Allah terimalah qurban Muhammad, keluarga dan umatnya.” (Riwayat Ahmad dan Muslim).

Paket Qurban Aqiqah Berkah

Agar ibadah qurban berjalan dengan lancar, Anda dapat memesan paket qurban syar’i pada Aqiqah Berkah. Tersedia hewan qurban sapi dan kambing. Harga hewan qurban sangat terjangkau untuk Anda khususnya di wilayah Jawa Timur. Pemesanan hewan qurban diluar Kab. Nganjuk, Madiun, Kediri, Jombang, Tulungagung dan Blitar minimal 10 ekor untuk kambing, dan minimal 5 ekor untuk sapi. Pemesanan hewan qurban secara kolektif atau grosir.

Anda dapat memesan hewan qurban secara online di nomor layanan Aqiqah Berkah :

SMS: 085749622504

Whatsapp: +6281335680602

PinBB: 7C0B38CE

Atau pemesanan secara offline dengan datang langsung ke kantor pusat Aqiqah Berkah di Jl. Raya Baron Timur No. 1 Baron Nganjuk.

Untuk menjawab kebutuhan hewan qurban saudara, saat ini Aqiqah Berkah telah menyediakan sapi dan kambing qurban untuk idul qurban 2016. Adapun hewan qurban yang saat ini ready stock dan dapat di pesan adalah :

A. Harga Sapi qurban 2016

1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-

2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Kambing qurban 2016

– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-

(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Sapi dan Kambing qurban di atas dapat Anda pesan melalui beberapa Paket Qurban 2016 Aqiqah Berkah yakni sebagai berikut :

Paket Qurban Peduli Syar’i : Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan paket qurban dari kota Anda (seluruh Indonesia).

Paket Qurban Mandiri Syar’i : Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban. Selanjutnya kami siap mengantar hewan qurban yang telah Anda pesan.

Adapun ketentuan sapi qurban yang diajarkan dalam islam diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sapi telah memiliki kecukupan umur yaitu lebih dari 2 tahun

2. Sapi tidak memiliki aib (cacat fisik)

Kecacatan yang dilarang pada sapi qurban diantaranya adalah :

– Cacat matanya
– Kurus
– Sakit
– Patah tanduknya
– Pincang
– Terpotong telinganya

3. Sapi tidak kurus, sapi yang baik adalah sapi yang memiliki gemuk di bagian pantat, dada, dan leher

4. Sapi harus sehat

Sapi yang sehat diantaranya memiliki ciri-ciri :

– Bulunya terlihat mengkilat dan mulus
– Posisi kaki sapi : tidak bengkok, tungkai tegak, kuku sapi tidak bengkak, kaki depan sapi tegak dan relatif lurus.

5. Sapi jenis jantan dan betina dapat dijadikan qurban

Pengertian & Hukum Qurban

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

PENGERTIAN & HUKUM QURBAN

Memahami pengertian dan hukum qurban, telah seringkali disampaikan ketika khutbah sholat Id di hari raya Idul Adha. Namun tidak ada salahnya apabila mengulas kembali mengenai pengertian qurban dan hukum qurban tersebut.

St. aimmatul khoiriyyah, s.i.kom (1)

PENGERTIAN QURBAN

Qurban bahasa arabnya adalah الأضحية (al-udhiyah) yang diambil dari kata أَضْحَى (adh-ha). Makna أَضْحَى (adh-ha) adalah permulaan siang setelah terbitnya matahari dan dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk sebuah nama sholat, yaitu sholat dhuha di saat terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.

Adapun الأضحية (al-udhiyah / qurban) menurut syariat adalah sesuatu yang disembelih dari binatang ternak yang berupa unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah hari ke 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

“Semua hari-hari Tasyriq adalah (waktu) menyembelih qurban” (HR. Ad-Daruquthni dan Al Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro)

HUKUM QURBAN

Hukum qurban menurut mazhab Imam Syafi’i dan Jumhur Ulama adlaah sunnah yang sangat dianjurkan dan dikukuhkan. Qurban merupakan syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang serta peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Hukum sunnah disini terbagi menjadi dua macam, yakni :

  1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang yang mampu.
  2. Sunnah Kifayah, yaitu : Disunnahkan dilakukan oleh sebuah keuarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah melaksanakan ibadah qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau.

Perintah ibadah qurban akan menjadi wajib apabila :

  1. Dengan bernadzar, seperti: Seseorang berkata: “Aku wajibkan atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
  2. Dengan menentukan, maksudnya: Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata: “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.” Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.

St. aimmatul khoiriyyah, s.i.kom (2)

Waktu penyembelihan binatang qurban yang sesuai dengan ajaran Islam adalah setelah terbitnya matahari di hari raya qurban dan setelah selesai 2 roka’at sholat hari raya idul adha ringan dan 2 khutbah ringan (mulai matahari terbit + 2 rokaat + 2 khutbah), maka tibalah waktu untuk menyemblih qurban. Bagi yang tidak melakukan sholat hari raya ia harus memperkirakan dengan perkiraan tersebut atau menunggu selesainya sholat dan khutbah dari masjid yang ada di daerah tersebut atau sekitarnya. Dan waktu menyembelih qurban berakhir saat terbenamnya matahari di hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebaik-baik waktu menyembelih qurban adalah setelah sholat dan khutbah hari Idul Adha.

Dari Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha, maka sembelihannya telah sempurna dan ia sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari no. 5545)

Adapun beberapa bintanag yang syah dijadikan sembelihan qurban antara lain :

  1. Unta, diperkiraan umurnya 5 – 6 tahun.
  2. Sapi, atau kerbau diperkirakan umurnya2 tahun ke atas.
  3. Kambing / domba dengan bermacam- macam jenisnya, diperkirakan umurnya 1- 2 tahun.

Daging qurban tidak boleh dijual dan dihukumi haram bagi yang menjualnya. Adapun jika daging qurban sudah dibagi dan diterima, maka bagi si fakir yang menerima daging tersebut boleh menjualnya dan juga boleh menyimpannya. Begitu juga kulitnya, tidak diperkenankan untuk dijual atau dijadikan upah bagi yang menyembelih, akan tetapi bagi seorang tukang sembelih boleh menerima kulit serta daging qurban sebagai bagian haknya akan tetapi tidak boleh daging dan kulit tersebut dijadikan upah.

Qurban dan Akikah

By | Berita, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN DAN AKIKAH

Perintah ibadah qurban dan akikah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakadah. Qurban dan akikah dua ibadah yang serupa namun berbeda dalam niat, waktu dan tatacara pelaksanaannya. Kedua ibadah ini semata-mata dilakukan hanya untuk Allah SWT.

22 Qurban dan Akikah

Hukum Ibadah Qurban

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum Ibadah Akikah

Ibadah aqiqah adalah sembelihan hewan ternak untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Waktu yang afdhal dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, ke dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu. Sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukan aqiqah adalah selain ayahnya :

  1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
  2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
  3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya.(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

22 Qurban dan Akikah 1

Ibadah Qurban dan Akikah

Berdasarkan penjelasan singkat qurban dan aqiqah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Aqiqah tidak harus dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, semua dapat diserahkan kepada kemampuan atau kelapangan rizki orangtua yang mengaqiqahi anak bahkan dapat dilakukan sendiri ketika besar atau baligh.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah ayah sebagai sang penanggung nafkah anak. Dapat dilakukan kapanpun ketika memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Namun bila sang ayah memiliki halangan untuk melaksanakan aqiqah hingga anak mampu melaksanakannya sendiri, maka anak dapat menggantikan posisinya yakni aqiqah untuk diri sendiri meskipun perkara ini belum menjadi kesepakatan dari para ulama.

Qurban Menurut Istilah

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN MENURUT ISTILAH

Seringkali kita mendengar libur hari raya qurban atau Idul Adha. Apa sesungguhnya qurban menurut istilah dan arti sesungguhnya ? Berikut ini akan diuraikan mengenai arti qurban dan qurban menurut istilah.

22 Qurban Menurut Istilah

Qurban berasal dari bahasa arab “Qurban” yang berarti dekat. Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Qurban pada hakikatnya adalah menyembelih hewan ternak seperti sapi, unta, kambing maupun kerbau. Pelaksanaan qurban diperingati sebagai suatu ritual ibadah bagi umat Islam, dimana pada hari itu dilakukan penyembelihan binatang ternak seperti sapi, kambing, unta dan kerbau untuk dipersembahkan kepada Allah. Pelaksanaan qurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Dasar pelaksanaan qurban pada awalnya dimulai dari perintah Allah yang mengutus kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya untuk mempersembahkan putranya yakni Ismail. Di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan bertepatan saat Ibrahim akan menyembelih Ismail, Allah menggantinya dengan domba.

Berikut ini merupakan petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai perintah untuk berqurban :

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash Shaaffaat: 102-107).

Waktu penyembelihan hewan kurban adalah 4 hari yaitu hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihannya berakhir pada saat tenggelamnya matahari di hari keempat yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Waktu yang tepat untuk berkurban atau menyembelih hewan qurban adalah di ‘awal waktu’ yaitu setelah salat Ied langsung dan tidak menunggu hingga selesai khutbah. Bila di sebuah tempat tidak terdapat pelaksanaan salat Id, maka waktunya diperkirakan dengan ukuran salat Id. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum waktunya maka tidak sah dan wajib menggantinya .

22 Qurban Menurut Istilah 1

Beberapa dalil yang menjadi dasar diatas adalah berikut ini :

Hadits Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلاَتَنَا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا أُخْرَى

“Barangsiapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih hewan kurban seperti kami, maka telah benar kurbannya. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum salat maka hendaklah dia menggantinya dengan yang lain.” (HR. Al-Bukhari no. 5563 dan Muslim no. 1553)

Alasannya disebutkan oleh Ibnul Qayyim sebagai berikut:

  1. Hari-hari tersebut adalah hari-hari Mina.
  2. Hari-hari tersebut adalah hari-hari tasyriq.
  3. Hari-hari tersebut adalah hari-hari melempar jumrah.
  4. Hari-hari tersebut adalah hari-hari yang diharamkan puasa padanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلهِ تَعَالَى

“Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Sedangkan syarat-syarat hewan qurban yang diperbolehkan untuk dijadikan sembelihan qurban antara lain binatang ternak berupa onta, sapi, kambing dan domba. Usia hewan haruslah yang cukup umur untuk disembelih. Adapula beberapa tatacara penyembelihan binatang qurban yang perlu diperhatikan antara lain :

a. Binatang yang dapat disembelih di lehernya hendaklah disembelih di lehernya, dipotong urat tempat lewatnya makanan dan urat tempat keluarnya napasnya, kedua urat itu wajib putus.

b. Binatang yang tidak dapat disembelih di lehernya karena liar atau jatuh ke dalam lubang sehinggs tidak dapat disembelih di lehernya. Menyembelihnya dapat dilakukan di mana saja dari badannya, asal dia bisa mati karena luka itu.

Sabda Rosulullah SAW, dari Rafo’, Ia berkata, “Kami pernah beserta Rasulullah dalam perjalanan. Kami bertemu dengan seekor unta kepunyaan suatu kaum yang lari, sedangkan mereka tidak membawa kuda untuk mengejarnya. Maka dilemparlah (unta itu) oleh seorang laki-laki dengan anak panahnya, lalu unta itu mati. Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya binatang ini ada bertabiat seperti tabiat binatang liar, pada binatang-binatang yang seperti ini perbuatlah oleh kamu demikian’.” (Riwayat Jamaah ahli hadis)

Pengertian Qurban

Pengertian Qurban

By | Tentang Qurban | 2 Comments

Pengertian Qurban

Makna dan Pengertian Qurban

Pengertian Qurban

Pengertian Qurban dalam bahasa Arab adalah dekat. Sedangkan Pengertian Ibadah Qurban adalah pemotongan hewan ternak pada hari nahar dalam rangka taqorrub ila Allah (mendekatkan diri pada Allah). Ibadah qurban disebut juga “udzhiyah” artinya hewan yang disembelih  sebagai qurban. Bagi yang dikenai taklif berqurban itu adalah yang sedang menunaikan ibadah haji atau tidak. Pensyari’atan Qurban terjadi pada tahun kedua hijriyah. Perintah untuk Ibadah qurban di sampaikan oleh Allah melalaui firmannya di al-Qur’an surah  al-Kauthar, yang berbunyi, “Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan menyembelihlah”.

Keutamaan  qurban diperjelaskan dari sebuah hadist A’isyah R.a, Rasulullah SAW  bersabda, “Sabaik-baik amal bani adam bagi Allah di hari Idul Adha  adalah menyembelih qurban. Pada hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya,  darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya”. (H.R. Tirmizi, Ibnu Majah).  Dalam Hadist Riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW menyembelih dua ekor domba  putih bertanduk, beliau meletakkan kakinya di dekat leher hewan  tersebut lalu membaca basmalah dan bertakbir dan menyembelihnya” (H.R.  Tirmizi dll).

Pengertian Qurban