Tujuan Aqikah

TUJUAN AQIKAH

Setiap ibadah yang telah di syariatkan oleh Allah memiliki hikmah dan manfaat salah satunya adalah aqiqah. Lalu apa tujuan dari perintah aqiqah ? Simak artikel berikut ini untuk pemahaman lebih mendalam.

-Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal- (2)

Allah menciptkan langit dan bumi bukan tanpa alasan, begitu juga dengan perintah Allah untuk aqiqah. Dalam suatu ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang befikir. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Nah, begitu halnya dengan perintah qurban maupun perintah aqiqah. Dalam artikel ini, kita lebih banyak membahas mengenai aqiqah, sehingga akan lebih di fokuskan pada aqiqah. Aqiqah sebagai bagaian dari fiqih ibadah memiliki banyak hikmah. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan, aqiqah memiliki beberapa hikmah.

Pertama, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SwT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS. Kedua, dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari syetan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu dan sesuai dengan makna hadits, yang artinya “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.

Ketiga, aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya kelak di hari akhir. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak. Kelima, aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang kelak akan memperbanyak umat Rasulullah SAW di hari kiamat.

Ke enam, aqiqah dapat memperkuat ukhuwah atau tali persaudaraan di antara masyarakat. Ketujuh, aqiqah merupakan saran untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

-Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal- (3)

Sedangkan yang disampaikan oleh KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam : Menjawab Tantangan Zaman”, diungkapkan bahwa dalam aqiqah mengandung unsur tarbiyah atau pendidikan yakni mendidik ketaqwaan anak agar menjadi orang yang dekat atau taqarrub kepada Allah. Aqiqah sebagai bentuk taqarrub juga menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak karena manusia pada umumnya memiliki sifat hewaniah yang harus dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

Aqiqah bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Karena aqiqah tersendiri merupakan tindakan berqurban. Perbedaan dengan qurban terletak pada hari raya Idul Adha yang terletak pada syariatnya. Secara khusus, tujuan aqiqah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Alalh kepada seorang muslim dengan kehadiran sang buah hati dalam kehidupan keluarga.

Selain ketujuh hikmah aqiqah diatas, berikut dirangkum 3 tujuan adanya aqiqah :

  1. Aqiqah merupakan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ditujukan pahalanya untuk bayi yang baru lahir ke dunia.
  2. Aqiqah merupakan alat untuk melepas gadaian (ikatan) pada si bayi yang baru dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan tergadai (terikat) dengan akikahnya. Menurut Imam Ahmad, maksud tergadai disini adalah tertahannya syafaat sang anak untuk kedua orangtuanya.
  3. Aqiqah merupakan fidyah (tebusan) untuk menebus si anak, sebagaimana Allah Subhanahuwa Ta’ala menebus Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar. Nabi mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk seorang bayi seyogyanya bertujuan untuk ibadah, seperti kurban dan hadyu (binatang yang disembelih oleh jamaah haji).

Leave a Reply

Your email address will not be published.