Daily Archives: September 14, 2018

Harga Kambing Kurban di Depok

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Harga Kambing Kurban di Depok

pe1

Hai para sahabat Aqiqah Berkah yang berbahagia. Sebelum ke topik utama.. simak dahulu artikel berikut ini…

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah, serta Hukum Seputar Iedul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya dan para shahabatnya. Amma Ba’du.

Diantara keutamaan dan kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah Allah jadikan bagi hamba-hamba-Nya yang shalih suatu masa yang mereka berlomba-lomba untuk memperbanyak amal shaleh didalamnya. Dan Allah memanjangkan umur mereka, maka kondisi mereka tidak lain adalah antara menyongsong amal kebaikan atau meninggalkannya. Dan diantara musim yang paling agung ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Diantara dalil-dalil dari kitab dan sunnah seputar keutamaan sepuluh hari dzulhijjah adalah:

  1. Firman Allah : “Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr:1-2)
    Berkata Ibnu Katsir, “Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari dzulhijjah”.
  2. Firman Allah: “…Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 27)
    Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “(yang dimaksud adalah) sepuluh hari dzulhijjah”.
  3. Hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas -Radhiyallahu ‘anhuma- dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: “tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab: “Tidak juga jihad fisabilillah, kecuali orang yang pergi (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun” (HR. Bukhari).
  4. Hadits Ibnu Umar – Radhiyallahu ‘anhuma -, ia berkata, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini. Maka pada hari-hari itu perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ath Thabrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir)
  5. Sa’id bin Jubair -Rahimahullah- (ia periwayat hadits Ibnu Abbas diatas), apabila memasuki sepuluh hari pertama (dibulan Dzulhijjah) ia sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah (sampai batas akhir kemampuannya). (Diriwayatkan oleh Ad Daarimi dengan sanad yang hasan).
  6. Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari berkata: “Sebab yang tampak dari keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah karena pada waktu tersebut berkumpul induk ibadah-ibadah yang agung. Yaitu shalat, puasa, shadaqah dan haji. Yang mana hal ini tidak diperoleh dalam bulan-bulan yang lain.”
  7. Para muhaqqiq dari kalangan ahlul ilmi berkata, “Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang paling utama, dan sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama”.

Amalan-amalan yang disyari’atkan pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah

1. Shalat
Disunnahkan untuk bersegera dalam melakukan shalat-shalat fardhu dan memperbanyak shalat-shalat sunnah. Karena shalat adalah ibadah yang paling utama bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri dengan Rabb nya.

Diriwayatkan dari Tsauban -Radhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah, karena sesunggguhnya tidaklah engkau melakukan satu sujud melainkan Allah akan mengangkat derajatmu dan menghapuskan kesalahanmu” (HR. Muslim).

Hadits ini berlaku umum pada setiap waktu.

2. Puasa
Puasa termasuk amal shaleh. Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah, hari ‘Asyura dan tiga hari pada tiap bulan” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i)

Berkata Imam An-Nawawi tentang puasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah, bahwa puasa tersebut amat sangat dianjurkan.

3. Bertakbir, bertahlil, dan bertahmid
Sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar yang terdahulu, “Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”
Berkata Imam Al Bukhari -Rahimahullah-, “Ibnu Umar dan Abu Hurairah -Radhiyallahu ‘anhuma- keluar ke pasar, seraya mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya”.

Beliau juga berkata, “Umar bertakbir didalam kemahnya di Mina, hingga dapat didengar oleh orang-orang di masjid. Mereka pun mengikutinya, demikian juga orang-orang di pasar turut bertakbir. Hingga Mina dipenuhi oleh gema takbir”

Ibnu Umar bertakbir pada waktu itu di Mina. Setelah selesai shalat, di atas ranjang, di dalam tendanya, di majelisnya dan ketika berjalan.

Disunnahkan untuk menjahrkan (mengeraskan) takbir sebagaimana yang dilakukan Umar, puteranya dan Abu Hurairah.

Maka sepantasnyalah kita sebagai kaum muslimin untuk menghidupkan sunnah ini yang pada masa ini nyaris hilang. Hingga para ahli kebaikanpun hampir-hampir lupa melakukannya, beda halnya dengan orang-orang shaleh terdahulu.

4. Puasa hari Arafah
Puasa hari arafah ditekankan untuk dilakukan oleh orang yang tidak sedang menunaikan haji, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hari Arafah, bahwa beliau berkata, “Aku berharap Allah akan melebur dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang” (HR. Muslim)

5. Keutamaan hari berkurban
Sebagian besar kaum muslimin lalai dari hari yang agung ini. Padahal sebagian besar ulama’ berpendapat bahwa hari tersebut merupakan hari yang paling mulia secara mutlak bahkan dari hari Arafah sekalipun.

Berkata Ibnu Qayyim -Rahimahullah- “Sebaik-baik hari di sisi Allah adalah Yaum Nahr (hari berkurban), ia merupakan hari haji akbar”.

Sebagaimana dalam Sunan Abu Daud, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah Yaum Nahr, kemudian hari Qor”

Hari Qor adalah hari berdiam di Mina, yaitu hari ke sebelas bulan Dzulhijjah.

Ada pula yang berpendapat, hari Arafah lebih utama. Karena puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa selama dua tahun, tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka dari hari Arafah, dan Allah mendekat kepada hamba-hamba-Nya. Kemudian Allah berbangga kepada para malaikat dengan banyaknya orang-orang yang wukuf.

Pendapat yang paling benar adalah pendapat yang pertama, karena hadits yang menunjukkan hal itu tidak bertentangan dengan apapun.

Terlepas dari hari apapun yang lebih baik, hari nahr ataupun hari arafah, hendaklah kaum muslimin bersemangat untuk meraih keutamaannya baik yang sedang berhaji ataupun tidak. Untuk memperoleh keutamaannnya dan memanfaatkan kesempatan tersebut (untuk beribadah).

Bagaimana menyambut hari-hari yang penuh kebaikan ini?
Selayaknya setiap muslim menyambut hari-hari yang penuh kebaikan ini yang secara umum adalah dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh), serta meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat. Karena sesungguhnya dosa dapat menghalangi seseorang dari memperoleh keutamaan Rabb-nya, dan menutup hatinya dari Tuhannya. Juga dituntut untuk menyambut hari-hari yang penuh kebaikan dengan usaha dan keinginan kuat dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan keberuntungan dengan apa yang diridhai Allah Azza wajalla. Maka barang siapa yang benar dengan tekadnya kepada Allah, maka Allah akan memberikan petunjuk kepadanya.

“dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al Ankabut: 69)

Allah juga berfirman: “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133)

Wahai saudaraku… berusahalah untuk memanfaatkan kesempatan yang baik ini, sebelum engkau kehilangan kesempatan tersebut sehingga engkau akan sangat menyesal. Alangkah buruknya waktu bagi orang yang menyesal. Karena hidup di dunia ini hanya sesaat saja. Sekarang kita ada di kampung amal, dan esok kita akan menuju kampung pembalasan, perhitungan, surga dan neraka. Maka jadilah termasuk orang-orang yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya:
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al-Anbiya’: ??)

Hukum-hukum seputar hari raya Iedul Adha

Saudaraku semuslim…
Aku memuji Allah yang telah menjadikan engkau sebagai orang yang mengetahui keagungan hari Iedul Adha. Dan telah memanjangkan usiamu agar engkau menyaksikan pergantian hari dan bulan. Lalu engkau mengisinya dengan amal, perkataan dan perbuatan yang akan semakin mendekatkanmu kepada Allah.

Ied (hari raya) adalah kekhususan bagi umat ini, termasuk simbol agama yang tampak dan diantara syi’ar-syi’ar agama Islam. Maka wajib bagimu untuk memperhatikan dan mengagungkannya.

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Beberapa point ringkas tentang adab dan hukum yang berkaitan dengan hari raya Idul Adha:

1. Takbir
Disyariatkan untuk bertakbir mulai dari terbitnya fajar pada hari Arafah hingga waktu Ashar pada akhir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah, sebagaimana firman Allah: “dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang” (QS. Al Baqarah: 203)

Bentuk takbirnya adalah:
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) yang haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”

Disunnahkan bagi kaum laki-laki untuk mengeraskan takbirnya di masjid, di pasar dan di rumah. Hal itu dilakukan tiap selesai shalat sebagai bentuk syi’ar atas pengagungan terhadap Allah, menampakkan ibadah dan rasa syukur kepada-Nya.

2. Menyembelih hewan kurban
Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah selesai shalat Ied, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaknya ia mengulangi penyembelihan, dan barang siapa yang belum menyembelih maka menyembelihlah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu yang diperbolehkan untuk menyembelih adalah empat hari. Yaitu satu hari pada hari nahr (Iedul Adha) dan tiga hari tasyriq, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Semua hari tasyriq adalah waktu menyembelih kurban” (Lihat Silsilah Ash Shahihah, Nomor 2467).

3. Mandi dan memakai wewangian (bagi laki-laki)
Dan memakai pakaian yang paling baik tanpa berlebih-lebihan, tidak isbal (memanjangkan celana/sarung sampai di bawah mata kaki), dan tidak mencukur jenggot, karena ini termasuk perbuatan yang haram. Adapun kaum wanita, mereka disyari’atkan untuk keluar menuju lapangan tempat shalat tanpa tabarruj (berhias) dan tanpa memakai wewangian. Hendaklah seorang muslimah tidak pergi menuju ketaatan kepada Allah dan shalat dengan berhias dengan kemaksiatan, yang berupa tabarruj, menampakkan wajah, dan memakai wewangian di hadapan laki-laki asing.

4. Memakan sebagian dari daging sembelihan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari raya kurban tidak makan hingga ia kembali dari mushalla dan beliau makan dari sembelihannya.

Pergi ke mushalla (lapangan tempat shalat) dengan berjalan kaki jika memungkinkan.

Yang sesuai sunnah adalah sholat ied dilaksanakan di lapangan kecuali jika ada udzur seperti hujan, maka shalat ied dilaksanakan di dalam masjid sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

5. Shalat bersama kaum muslimin dan disunnahkan untuk menyimak khuthbah
Hukum shalat ied sebagaimana pendapat yang dikuatkan oleh para pentahqqiq dari kalangan ulama’ seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah wajib sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”

Hukum wajib tersebut tidak gugur kecuali jika ada udzur yang benarkan oleh syari’at, karena kaum wanita pun diperintahkan untuk turut keluar menyaksikan shalat ied bersama kaum muslimin, meskipun wanita yang sedang haid dan para budak. Adapun wanita yang haid diperintahkan untuk mengambil tempat yang agak jauh dari tempat shalat.

6. Menempuh jalan yang berbeda
Disunnahkan bagi orang yang melaksanakan shalat ied agar pergi menuju mushalla, tempat dilaksanakan shalat ied dari satu jalan dan pulang melewati jalan yang lain, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

7. Mengucapkan selamat lebaran
Boleh mengucapkan selamat lebaran dengan ucapan semisal: Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian”
Dan berhati-hatilah wahai saudaraku semuslim, jangan sampai terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan oleh sebagian orang.

Diantara kesalahan-kesalahan itu adalah:

  1. Mengumandangkan takbir secara bersama-sama, dengan dikumandangkan secara serempak atau takbir dipimpin satu orang lalu diikuti oleh yang lain.
  2. Mengisi hari lebaran dengan kegiatan yang melalaikan yang haram: seperti mendengarkan lagu, menonton film, bercampur baurnya kaum laki-laki dengan wanita yang bukan mahram, dan kegiatan-kegiatan lain yang termasuk kemungkaran.
  3. Memotong rambut atau kuku sebelum menyembelih kurban, sebagaimana larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal itu.
  4. Boros dan berlebih-lebihan. Yaitu berbuat boros untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan tidak ada manfaat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surat Al An’am:141: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Hukum-hukum seputar berkurban dan pensyari’atannya

Allah telah mensyari’atkan untuk berkurban, sebagaimana firman Alah: “Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah” (QS. Al Kautsar: 2)

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah” (QS. Al Hajj: 36)

Hukum berkurban adalah sunnah muakkadah, dan dibenci meninggalkannya bagi orang yang mampu.

Sebagaimana hadits Anas -Radhiyallahu ‘anhu- yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor domba jantan berwarna putih campur hitam dan bertanduk, Beliau menyembelih sendiri dengan tangannya, dengan membaca basmallah dan bertakbir.

Hewan apa saja yang boleh dijadikan kurban?

Hewan yang boleh dijadikan sebagai hewan kurban adalah unta, sapi dan kambing. Sebagaimana firman Allah: “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka” (QS. Al Hajj: 34)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Empat hewan yang tidak boleh dijadikan sebagai kuban: hewan yang juling matanya dan jelas julingnya, yang sakit dan jelas sakitnya, pincang yang tampak jelas, dan yang sangat kurus yang tidak punya sumsum tulang”. (HR. At Tirmidzi)

Waktu untuk menyembelih

Waktu untuk menyembelih dimulai setelah melaksanakan shalat ied. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka sembelihannya hanyalah daging sembelihan biasa yang diberikan untuk keluarganya, dan barang siapa yang menyembelih setelah shalat dan dua khuthbah maka telah sempurna penyembelihannya dan sesuai sunnah”. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Disunnahkan seorang muslim yang berkurban untuk menyembelihnya sendiri dan mengucapkan: “Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah ini adalah (penyembelihan) dari Fulan” (menyebutkan namanya atau nama yang mewasiatkan kepadanya). (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menyembelih seekor domba beliau mengucapkan: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Yaa Allah ini adalah (kurban) dariku dan dari siapa yang tidak berkurban dari umatku. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Adapun bagi yang tidak mampu menyembelih sendiri maka hendaknya dia melihat dan hadir saat penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Pembagian Daging Kurban

Disunnahkan bagi orang yang berkurban untuk ikut memakan daging sembelihannya, menghadiahkan sebagiannya kepada kerabat dan tetangga serta bersedekah kepada orang-orang fakir.

Allah berfirman: Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Haj: 27)

Allah juga berfirman: Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. (QS. Al-Haj: 36)

Sebagian salaf menyukai membagi daging kurban menjadi tiga bagian: sepertiga untuk keluarganya, sepertiga lagi diberikan sebagai hadiah untuk orang-orang kaya, dan sepertiga sisanya untuk bersedekah kepada kaum fakir. Dan tidak boleh bagi pemotong hewan diberi daging korban sebagai upah .

Hal-hal yang harus dijauhi oleh orang yang hendak berkurban Ketika memasuki bulan Dzulhijjah, seorang yang hendak berkurban diharamkan mencabut rambut, kuku atau kulit hingga ia melaksanakan ibadah kurban. Sebagaimana hadits Ummu Salamah -Radhiyalahu ‘anha- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika telah masuk sepuluh Dzulhijjah, dan salah seorang diantara kalian telah berniat untuk berkurban, maka hendaknya ia menahan diri dari (mencabut atau memotong) rambut dan kukunya” (HR. Ahmad dan Muslim)

Dalam redaksi lain, beliau bersabda: Maka hendaklah dia tidak menyentuh (mencabut) rambutnya dan kulitnya sedikitpun hingga dia usai berkurban.

Maka jika dia berniat berkurban di tengah hari-hari sepuluh itu, hendaknya dia menahan dirinya dari hal-hal tersebut sejak dia berniat. Dan dia tidak berdosa atas apa yang dia lakukan sebelum berniat.

Adapun bagi keluarga orang yang hendak berkurban, boleh untuk mencabut atau memotong rambut, kuku dan kulit mereka pada bulan Dzulhijjah.

Jika seorang yang hendak berkurban mencabut atau memotong rambut, kuku, atau kulit nya, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah Ta’ala, jangan mengulanginya lagi dan tidak ada kafarah baginya. Perbuatan tersebut tidak menghalangi dirinya untuk tetap melaksanakan ibadah kurban. Dan jika ia melakukan perbuatan tersebut karena lupa atau tidak tahu atau rambutnya rontok tanpa menyengaja maka tidak ada dosa baginya.

Dan jika ia dalam kondisi butuh untuk melakukan hal tersebut maka tidak mengapa ia lakukan dan tidak ada dosa baginya. Misalnya: kukunya patah sehingga harus dipotong, atau rambutnya terurai menutupi mata sehingga harus dipotong, atau harus dipotong saat mengobati luka, dan sebagainya.

Dan sebagai penutup, wahai saudaraku, janganlah lupa untuk selalu bersemangat dalam beramal kebaikan, menyambung silaturahmi, mengunjungi kerabat, meninggalkan sifat cepat marah, hasad, benci, serta menyucikan hati dari hal-hal tersebut. Mengasihi orang-orang miskin, fakir, dan anak yatim, serta membantu mereka dan menyenangkan hati mereka.

Kami memohon kepada Allah agar memberi taufiq kepada kami terhadap apa-apa yang Allah cintai dan ridhoi. Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad, keluarganya serta para shahabatnya.

Itulah yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa menambah wawasan anda mengenai hari raya Idul Adha. Selanjutnya akan kami ulas mengenai harga kambing kurban di Depok..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Depok

Untuk sobat semua yang tinggal di Depok dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2018 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.850.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2018 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.16.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2018 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Ngawi
    (g) Magetan
    (h) Ponorogo
    (i) Madiun

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang yang ingin memesan penawaran paket qurban 2018 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

085853444472

Kambing Qurban Ciledug

By | Berita, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Ciledug

etawa

Hai para sahabat Aqiqah Berkah, sebelum menginjak ke kambing qurban ciledug, simak dahulu ulasan berikut ini….

KURBAN KOLEKTIF DALAM PERSPEKTIF HADITS

Ibadah kurban yang biasa dilakukan umat Islam sebagai ritual tahunan sepintas tidak ada yang perlu dipermasalahkan namun, ibadah ini secara umum didominasi oleh orang yang mampu saja, bagaimana dengan orang yang tidak mampu tapi punya keinginan untuk berkurban. Tulisan ini memuat hadits yang melandasi pelaksanaan ibadah kurban secara kolektif bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan finansial untuk mengurangi keraguan dalam melakukan ritual ini sebagai sarana memperkuat kadar spiritual mereka.

Nilai Spiritual Kurban

Kata kurban berasal dari bahasa Arab qurbān diambil dari kata qaruba yaqrubu, qurbān wa qurbānan, artinya mendekati atau menghampiri. Adapun menurut istilah, kurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya. Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udhhiyyah atau adhhiyyah, dengan bentuk jamaknya adhahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban.

Menurut Ahmad Sarwat, ada tiga ciri dari pengertian kurban:

  1. Hewan kurban hanya disembelih dengan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt, sedangkan hewan lain boleh jadi disembelih hanya sekedar untuk bisa dimakan dagingnya saja, atau bagian yang sekiranya bermanfaat untuk diambil.
  2. Hewan kurban hanya disembelih di hari nahr yaitu hari penyembelihan sebagai ritual peribadatan. Dan yang dimaksud dengan hari nahr adalah 4 hari berturut-turut, yaitu tanggal 10 bulan Dzulhijjah, setelah shalat „Idul Adha, serta hari tasyrik sesudahnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzhulhijjah. Sedangkan hewan lain boleh disembelih kapan saja, tanpa terikat waktu.
  3. Hewan kurban hanya disembelih selama syarat dan ketentuannya terpenuhi. Sebaliknya, bila syarat dan ketentuan itu tidak terpenuhi, maka menjadi sembelihan biasa.

Sejarah pelaksanaan kurban oleh manusia setua peradaban manusia itu sendiri, karena ritual kurban sudah dilakukan pada masa Nabi Adam As yaitu kurban yang dilakukan oleh kedua putranya, Qabil dan Habil. Namun para ulama telah sepakat bahwa syariat kurban dalam Islam dimulai sejak peristiwa Nabi Ibrahim AS mengurbankan putranya Ismail demi melaksanakan perintah Allah Swt yang pada akhirnya Allah mengganti Ismail dengan seekor domba sebagai simbol bahwa Allah memuliakan manusia dan membunuh sifat-sifat kebinatangannya.

Dalam pandangan Husein Muhammad sebagaimana dikutip Didin Nurul Rosidin dalam bukunya Kurban dan Permasalahannya disebutkan bahwa “Ritual-ritual keagamaan Islam (termasuk kurban) selalu mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi keyakinan atau keimanan kepada Allah Swt dan dimensi sosial kemasyarakatan”.

Tujuan utama berkurban sama seperti ibadah-ibadah yang lain yaitu untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, sedangkan untuk mewujudkan nilai ketakwaan tersebut tidak hanya berhenti pada aspek ketaatan dalam menjalankan ibadah semata, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai tersebut untuk membangun kehidupan dalam manyarakat.

Kurban memiliki nilai yang sangat kuat dalam membangun aspek sosial, yaitu menumbuhkan kebersamaan dalam merasakan kegembiraan bersama orang-orang miskin yang jarang mereka dapatkan dan sebagai media pendekatan seorang hamba kepada Allah Swt. Kurban memiliki keutamaan-keutamaan, hal ini disinyalir dalam hadits yang diriwayatkan oleh Iman al-Tirmidzi dari Aisyah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda:
Artinya: “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari Raya Kurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) kurban itu”.

Oleh karena itu, kurban memiliki nilai yang sangat khusus di sisi Allah Swt dan dijadikan penolong kelak di hari kiamat bagi orang-orang yang berkurban dengan ikhlas, bukan karena apa dan bukan karena siapa.

Telaah tentang Kurban Kolektif

Pemahaman penulis tentang penyembelihan hewan kurban selama ini hanya berkisar pada asumsi umum yang terjadi di masyarakat yaitu satu kambing hanya bisa diniatkan untuk satu orang, sapi dan unta bisa diniatkan untuk tujuh orang. Namun kondisi seperti ini hanya membatasi pada orang-orang yang mampu saja untuk berkurban, lalu bagaimana dengan orang yang tidak mampu? Apakah masih mempunyai kesempatan untuk beribadah kurban yang sesuai dengan batas kemampuannya atau hanya sebagai objek dari penyaluran kurban? Alangkah lebih bijaknya kalau kita menyimak ulang dan mengkaji lebih dalam lagi tentang asumsi ketetapan kurban yang dipahami selama ini berdasar dalil-dalil naqli dan pandangan ulama berikut:

a. Hadits Kurban Kolektif
Artinya: “Menurut riwayatnya dari hadits Aisyah r.a, bahwa beliau pernah menyuruh dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka di bawakanlah hewan itu kepada beliau. Beliau bersabda kepada Aisyah, “wahai Aisyah, ambilkan pisau”, kemudian bersabda lagi, “asahlah dengan batu”, Aisyah melaksanakannya. Setelah itu beliau mengambil pisau dan kambing itu dibaringkannya, lalu menyembelihnya seraya berdo’a, “Dengan nama Allah, Ya Allah terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarga dan umatnya”, kemudian beliau berkurban dengannya”.

Artinya: “Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu’anhu , ia berkata: Aku ikut bersama Rasulullah pada hari ‘Idul Adha di Mushalla (lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Saw turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanya seekor kambing kibasy, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata,”Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban. (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Imam Ahmad)

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah dan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw apabila hendak menyembelih kurban, Beliau membeli dua ekor kambing kibasy yang besar dan gemuk, bertanduk, berwarna putih. Beliau menyembelih seekor untuk umatnya yang bertauhid dan membenarkan risalah, kemudian menyembelih seekor lagi untuk diri Beliau dan untuk keluarga Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR. Ibnu Majah)

Artinya: “Seorang laki-laki menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, mereka makan daging kurban tersebut dan memberikannya kepada orang lain. Hal itu tetap berlangsung hingga manusia berbangga-bangga, maka jadilah kurban itu seperti sekarang yang engkau saksikan (hanya untuk berbangga-bangga). Abu Isa berkata: Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan Umarah bin Abdullah adalah orang Madinah, Malik bin Anas termasuk orang-orang yang telah meriwayatkan darinya. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut sebagian ulama’, dan inilah pendapat Ahmad & Ishaq. Keduanya berdalil dengan hadits Nabi, bahwa beliau pernah berkurban dengan seekor kambing, lalu beliau bersabda:
Ini untuk orang-orang yang belum berkurban dari umatku. Sebagian ulama’ berpendapat, seekor kambing tak cukup kecuali untuk satu orang. Dan ini adalah pendapat Abdullah Ibnul Mubarak dan selainnya dari kalangan para ulama ” . (HR. Tirmidzi No.1425).

b. Pendapat Ulama tentang Kurban Kolektif
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata dalam kitab Zadul Ma’ad:
“Di antara petunjuk beliau Saw, yaitu seekor kambing cukup untuk seseorang beserta keluarganya, meskipun keluarganya itu banyak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Atha’ bin Yasar: Aku bertanya kepada Abu Ayyub al-Anshari: “Bagaimanakah penyembelihan kurban pada zaman Rasulullah Saw?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya dahulu seorang lelaki menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya, mereka memakannya dan memberi makan orang lain.” (al-Tirmidzi berkata,”Hadits ini hasan shahih).

Lebih lanjut Imam al-Tirmidzi menjelaskan di dalam kitab Jami’ nya dalam bab: (Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga):
Artinya: “Inilah yang diamalkan oleh sebagian Ahli Ilmu dan merupakan pendapat Ahmad dan Ishaq. Mereka berdua berdalil dengan hadits Nabi Saw, bahwa beliau menyembelih kurban seekor kambing kibasy dan berkata: “Ini adalah kurban dari siapa saja yang belum berkurban dari kalangan umatku.”Sebagian Ahli Ilmu berpendapat, seekor kambing hanya mencukupi sebagai kurban untuk seorang saja. Ini adalah pendapat Abdullah bin Al Mubarak dan para ahli ilmu lainnya”.

Lebih jelas lagi, Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab al-Mughni mengatakan: “Seorang lelaki boleh menyembelih seekor kambing atau sapi atau unta untuk keluarganya. Hal ini ditegaskan oleh Imam Ahmad. Dan ini juga pendapat Malik, al-Laits, al-Auza’i dan Ishaq. Dan hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah. Shalih bin Ahmad berkata: “Aku bertanya kepada ayahku:
“Bolehkah menyembelih seekor kambing untuk keluarga?” Beliau menjawab: “Boleh, tidak mengapa!”

Imam Bukhari juga telah menyebutkan sebuah riwayat yang mendukung pendapat ini dari Abdullah bin Hisyam, bahwa ia dibawa oleh ibunya, Zainab binti Humaid kepada Rasulullah Saw. Ibunya berkata: “Wahai, Rasulullah, bai‟at lah dia.” Nabi berkata: Ia masih kecil. “Rasulullah Saw mengusap kepalanya dan berdo‟a untuknya. Dan Beliau menyembelih seekor kambing untuk seluruh keluarga beliau.”

Imam Malik berkata di dalam kitab al-Muwaththa’:
Artinya: “Penjelasan yang paling baik yang aku dengar tentang kurban unta, sapi dan kambing, yaitu seorang lelaki boleh menyembelih seekor unta, sapi atau kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya.

Dialah pemiliknya, dan ia sembelih untuk keluarganya juga. Dia sertakan mereka bersamanya pada kurban tersebut”.

Al-Syaukani berkata dalam kitab Nailul Authar, al-Sailul Jarrar dan al-Dharari al-Mudhiyyah: “Pendapat yang benar adalah seekor kambing dapat dijadikan kurban untuk satu keluarga. Meskipun jumlah mereka seratus orang atau lebih sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Sunnah Nabi Saw.”

Seperti itu pula yang dijelaskan oleh al-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam. Beliau mengatakan: “Sabda Nabi dan keluarga Muhammad dalam lafazh lain dari Muhammad dan keluarga Muhammad, menunjukkan bahwa dibolehkan penyembelihan kurban dari seorang kepala keluarga untuk keluarganya dan menyertakan mereka dalam pahalanya”.

Dari hadits di atas maka cukup bagi kita untuk mengambil kesimpulan bahwa hadits tentang kebolehan menyembelih seekor kambing dengan niat lebih dari satu orang diriwayatkan oleh hampir semua ahli hadits. Dan beberapa pendapat para ulama di atas mengindikasikan bahwa kurban yang dilakukan secara bersama-sama boleh dan sah menurut syari‟at Islam. Maka dari itu kita tidak perlu khawatir untuk mulai membiasakan diri berpartisipasi dalam berkurban sejauh kemampuan yang kita miliki. Tentu bila kita mampu berkurban secara perorangan, maka itu baik untuk kita lakukan. Sama baiknya bila kita baru bisa menyumbang sebagian dari harga seekor kambing itu. Sebaliknya, kurban kolektif bisa jadi buruk bila dilakukan oleh orang yang bisa berkurban seekor penuh.

Dengan dalil-dalil di atas kita ingin bersama-sama mengajak masyarakat untuk melakukan kurban sebatas kemampuan yang kita miliki. Saya kira Tuhan tidak akan pernah kebingungan untuk “membagi” pahala kurban itu di antara kita.

Nah itulah sedikit wawasan yang dapat kami sampaikan.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai Aqiqah Berkah. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2018 :

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.600.000,- hingga Rp.2.400.000,- di tahun 2018 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.800.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2018 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2018 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2018 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS : 085853444472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-