Category Archives: Artikel

Kambing Qurban Murah Jakarta

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Murah Jakarta

Halo sahabat Aqiqah Berkah yang di rahmati oleh Allah SWT. Gimana kabarnya hari ini?baik apa engga?pasti baik kan.:-) Nah kali ini kami mau mengulas mengenai Kambing Murah Kota Malang. Kalau bahas masalah jual kambing sih, Aqiqah Berkah pati solusinya. 😉 tapi sebelumnya kita ulas dulu mengenai Beberapa Permasalahan Seputar Qurban terlebih dahulu. yukkk di baca sahabat…

Beberapa Permasalahan Seputar Qurban

A. Kepanitiaan Qurban

Kepanitian qurban pada saat ini sangat diperlukan dalam rangka efektivitas dan efesiensi pelaksanaan ibadah qurban, dan kedudukannya sebagai orang yang membantu pelaksanaan ibadah qurban dan berbeda kedudukannya dengan amil zakat. Hal ini didasarkan pada beberapa hadis yang menjelaskan pelaksanaan qurban Rasulullah, diantaranya;
Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabi saw. Memerintahkan Ali agar ia melaksanakan qurban dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya dan beliaupun agar tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban dalam pekerjaan jagal. (HR. al-Bukhari)

Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabiyullah saw. memerintahkan agar ia melaksanakan qurban Nabi dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya pada orang-orang miskin dan beliaupun agar tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban dalam pekerjaan jagal.(HR. Muslim)

Dengan demikian, baik dalam al-Qur’an maupun al-Hadis tidak ada satupun yang menjelaskan adanya orang yang ditugasi untuk menjadi pengurus dalam pelaksanaan qurban (panitia qurban). Kendatipun demikian, untuk kelancaran (efektifitas dan efesiensi) pelaksanaan qurban dipandang perlung adanya semacam kepanitian.

Kalimat “ yaquumu ‘ala ” yang terdapat dalam kedua hadis di atas mengandung arti “membantu”. Dari kedua hadis tersebut dapat dipahami bahwa Ali diminta oleh Nabi saw agar ia membantu Nabi dalam pelaksanaan qurban dan pembagiannya. Dengan demikian, dalam masalah “keanitiaan qurban” dapat dipahami sebagai berikut;

  1. Tugas dari panitia qurban adalah membantu shahibul qurban
  2. Fungsi panitia qurban untuk memudahkan penyelenggaraan qurban
  3. Panitia tidak boleh mengambilkan upah penyembelih dari hewan qurban, namun dapat membebankan kepada shahibul qurban dengan cara musyawarah atau mengambil dari sumber lain. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ali sebagai berikut:
    Ali Ra. ia berkata; Rasulullah saw. telah memerintahkan kepadaku agar membantu dalam pelaksanaan qurban untanya dan agar membagikan kulit dan pakaiannya dan beliaupun memerintahkan kepadaku agar aku tidak memberikan sedikitpun dari hewan qurban kepada jagal. Ia (Ali) berkata: Kami memberikan upah (jagal) dari harta kami . (HR. Abu Dawud)

B. Masalah qurban untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal dunia

Qurban untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal dunia tidak boleh. Hal ini didasarkan kepada beberapa dalil diantaranya;
Artinya: (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. QS an-Najm (53): 38-39.
Kecuali karena;
a. Adanya nadzar semasa hidupnya
b. Adanya wasiat dari orang yang meninggal dunia

Apabila seorang pada saat masih hidup bernadzar akan menyembelih qurban, akan tetapi sebelum qurban itu ditunaikan ia sudah terlebih dahulu meninggal dunia, maka ahli warisnya boleh untuk menunaikan qurban yang merupakan nadzar darinya. Hal ini karena nadzar apabila belum ditunaikan sama saja dengan hutang yang belum dibayar. Jika hutang itu harus dibayar dan pembayaran hutang itu diambil dari harta yang ditinggalkannya, maka demikian pula hanya dengan nadzar. Mempersamakan nadzar dengan hutang ini didasarkan pada Hadits Nabi saw yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas:
Dari Ibnu ‘Abbas ra.: Sesungguhnya seorang perempuan datang kepada Nabi saw seraya berkata: “Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, tetapi sebelum sempat menunaikan nadzar hajinya itu, ia terlebih dahulu meninggal dunia. Apakah saya hars menunaikan haji itu untuknya?” Nabi saw menjawab: “Ya, kerjakanlah haji itu untuk ibumu. Bukankah kalau ibumu mempunyai hutang engkau wajib membayarnya? Tunaikan hak-hak Allah sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditunaikan hak-hak-Nya ”. (HR. Bukhari).

Hadits tersebut dengan tegas mempersamakan nadzar dengan hutang dari segi keduanya sama-sama harus dibayar, bahkan nadzar itu adalah merupakan hutang kepada Allah yang pemenuhannya harus lebih diutamakan. Mengenai hal yang sama terdapat pula dalam Hadits-Hadits yang lalu, misalnya Hadits riwayat Ahmad dari Ibnu ‘Abbas:
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: Seorang perempuan belayar di laut, lalu ia bernadzar akan menunaikan puasa sebelum, kamudian ia meninggal dunia sebelum menunaikan puasa itu. Saudara perempuan dari perempuan yang meninggal itu datang menghadap Nabi saw dan memberitahukan kejadian itu kepada Nabi saw, kemudian Nabi saw memerintahkan kepada saudara perempuan itu dari perempuan yang meninggal dunia itu untuk menunaikan puasa untuk perempuan yang meninggal dunia itu. (HR. Ahmad).

Hadits yang lebih umum lagi yang menjelaskan hal yang sama adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas:
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: Sesungguhnya Sa’ad bin ‘Ubadah telah meminta fatwa kepada Rasulullah saw, nadzar ibunya yang telah meninggal dan belum sempat ditunaikannya. Rasulullah saw menjawab (memberi fatwa) “Tunaikanlah nadzar itu untuk ibumu . (HR. Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits-hadits tersebut di atas, jelaslah bahwa nadzar yang belum sempat ditunaikan karena terlebih dahulu meninggal dunia, harus ditunaikan oleh keluarganya. Jika qurban itu merupakan nadzar dari seseorang, maka qurban itu harus ditunaikan oleh ahli warisnya dengan mengambil dari harta peninggalannya.

Bernadzar untuk berbuat kebajikan, menaati Allah atau menunaikan perintah Allah, harus dilaksanakan, artinya nadzar tersebut hukumnya sah. Sebaliknya, nadzar untuk mengerjakan maksiat melakukan perbuatan yang dilarang Allah harus ditinggalkan atau tidak boleh dilaksanakan: artinya nadzar tersebut hukumnya tidak sah. Demikian ini didasarkan pada Hadits Nabi saw riwayat dari Siti ‘Aisyah:
‘Aisyah Ra ia berkata: Nabi saw bersabda: “Barangsiapa bernadzar akan menaati Allah (menunaikan yang baik yang diperintahkan oleh Allah) hendaklah ia tunaikan, dan barangsiapa bernadzar akan mengerjakan maksiat (perbuatan buruk yang dilarang oleh Allah) maka janganlah ia kerjakan. (HR. al-Bukhari)

Hadits di atas dengan jelas menjelaskan bahwa nadzar yang baik harus dilaksanakan sedang nadzar yang buruk tidak boleh dilaksanakan. Dalam kaitannya dengan masalah qurban, maka kalau itu merupakan nadzar, maka ia termasuk nadzar yang baik yang harus dilaksanakan.

C. Masalah menukar kulit sapi dengan seekor kambing

Di antara hadis yang berkaitan dengan kulit hewan kurban, yaitu: Sulaiman Ibn Musa berkata: Zubaid telah menceritakan kepadaku bahwa Abu Sa‘id al-Khudri telah mendatangi keluarganya, kemudian ia mendapati semangkok besar dendeng dari daging kurban dan ia tidak mau makan dendeng tersebut. Kemudian Abu Sa‘id al-Khudri mendatangi Qatadah Ibn Nu‘man dan menceritakannya bahwa Nabi saw bersabda: Sungguh aku telah memerintahkan agar tidak makan (daging) hewan kurban lebih dari tiga hari agar mencukupi kamu sekalian, dan sekaramg saya membolehkan kamu akan hal itu. Oleh karena itu, makanlah bagian dari kurban tersebut yang kamu sukai, janganlah kamu menjual daging al-hadyu (daging hewan dam) dan daging hewan kurban. Makanlah, sedekahkanlah, manfaatkan kulit hewan kurban itu, dan jangan kamu menjualnya [HR. Ahmad]

“Diriwayatkan dari ‘Ali Ibn Abi Thalib ra, ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kepada saya untuk mengurus unta kurban dari beliau, agar saya membagikan dagingnya, kulitnya dan perlengkapan unta itu kepada orang-orang miskin; serta tidak memberikan sedikitpun untuk upah penyembelihannya.” [Muttafaq ‘alaih]

Terhadap larangan menjual kulit hewan kurban sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, para ulama di antaranya al-Auza‘i, Ahmad Abu Tsaur dan juga madzhab Syafi’i mengatakan bahwa dibolehkan menjual kulit hewan kurban sepanjang hasil penjualan itu ditasharufkan untuk kepentingan kurban (Muhammad asy-Syaukani, Nailul Authar, Juz III, halaman 202). Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa boleh menukarkan kulit hewan kurban sepanjang tidak dengan dinar atau dirham, melainkan dengan barang, karena dengan barang itu akan dapat untuk dimanfaatkan (al-Shan’ani, Subulus-Salam, Juz IV,halaman 94).

Pemanfaatan kulit hewan kurban tersebut, jika dikaitkan dengan perintah untuk membagikan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim yang telah disebutkan di atas, maka tentunya pemanfatannya adalah untuk dibagikan kepada orang-orang miskin.

Dengan keterangan di atas kiranya dapat disarikan bahwa boleh menjual kulit hewan kurban kemudian hasil penjualan untuk membeli daging atau kambing, yang selanjutnya dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima bagian daging kurban. Yang dilarang adalah menjual kulit hewan kurban yang hasil penjualannya untuk kepentingan pribadi shahibul qurban.

4. Dana Qurban dialihkan untuk membantu bencana sosial

Ibadah dalam Islam ada yang dihukumi wajib dan ada yang dihukumi sunah. Di antara yang dihukumi wajib yaitu menyelamatkan jiwa yang terancam kematian. Kehidupan adalah salah satu dari lima kemashlahatan dlarury , yang oleh karenanya harus dijaga dan dipertahankan keberadaannya dengan segala kemampuan yang ada. Jika seseorang tidak mampu berupaya untuk mempertahankan hidupnya, maka wajib bagi orang lain untuk memberikan bantuan dalam mempertahankan hidup orang yang tak berdaya itu. Perbuatan membantu menyelamatkan jiwa orang lain seperti ketika terjadi bencana alam baik adanya tsunami atau gempa lainnya, mendapatkan penghargaan dari Allah SWT sebagai penyelamat kehidupan seluruh umat manusia.Dalam al-Qur’an disebutkan:
“… Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah- olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya …” [QS. Al-Maidah (5): 32].
Di antara ibadah yang dihukumi sunah yaitu ibadah qurban. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra., disebutkan:
“Saya shalat ‘Idul Adlha bersama Rasulullah saw, kemudian setelah selesai, kepada beliau diberikan seekor kibasy (kambing yang besar) lalu beliau menyembelihnya seraya berdoa: Bismillahi wallahu akbar, Allahumma hadza ‘anniy wa ‘an man lam yudlahhi min ummatiy (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Wahai Allah, ini dariku dan dari orang yang tidak berqurban dari umatku).” [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-Turmudziy].

Dalam pada itu, dengan datangnya hari raya Adlha setiap tahun, kepada umat Islam yang mampu disunatkan untuk menyembelih hewan qurban.

Menghadapi dua macam ibadah ini, yakni membantu korban bencana nasional gempa bumi dan bencana lainnya dan disunahkannya berqurban, maka :

  1. Bagi yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena musibah gempa bumi dan tsunami secara memadai dan sekaligus dapat melaksanakan ibadah qurban, dua macam ibadah ini dapat dilaksanakan secara bersama.
  2. Bagi yang harus memilih salah satu di antara dua macam ibadah tersebut, hendaknya didahulukan memberi bantuan dalam rangka menyelamatkan kehidupan mereka yang tertimpa musibah daripada melaksanakan ibadah qurban.
  3. Jika dana telah diserahkan kepada panitia qurban, hendaknya panitia meminta kerelaan calon orang yang berqurban (shahibul-qurban) untuk mengalihkan dananya kepada bantuan penyelamatan mereka yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami. Namun jika calon shahibul qurban tidak merelakan, dana itu tetap sebagai dana ibadah qurban.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan tentang permasalahan saat qurban. Selanjutnya kami akan mengulas mengenai harga kambing yang ada di kota Jakarta. Nah berikut ini harga kambingnya:

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2020 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2020 ini.

Pastikan Anda membeli membeli hewan qurban di kandang kami satu bulan sebelum Hari Raya Idul Adha, untuk mendapatkan harga yang murah, karena berdasarkan pengalaman kami, harga hewan kurban akan naik mendekati Hari Raya Idul Adha. Segera pesan sekarang…

Informasi dan Pemesanan hubungi :

TELPON / SMS / WA  :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Qurban Dan Aqiqah

By | Artikel, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN DAN AQIQAH

Qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakadah. Qurban dan Aqiqah berbeda waktu dalam pelaksanaannya, namun kedua ibadah ini sama-sama dilakukan dengan penyembelihan hewan ternak yang ditujukan kepada Allah SWT.

Hukum Qurban

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Hukum Aqiqah

Ibadah aqiqah adalah sembelihan hewan ternak untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Waktu yang afdhal dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, ke dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu. Sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Adapun yang bertanggung jawab untuk melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukan aqiqah adalah selain ayahnya :

  1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
  2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
  3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

Qurban & Aqiqah

Berdasarkan penjelasan singkat qurban dan aqiqah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Aqiqah tidak harus dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, semua dapat diserahkan kepada kemampuan atau kelapangan rizki orangtua yang mengaqiqahi anak bahkan dapat dilakukan sendiri ketika besar atau baligh.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk melaksanakan aqiqah adalah ayah sebagai sang penanggung nafkah anak. Dapat dilakukan kapanpun ketika memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Namun bila sang ayah memiliki halangan untuk melaksanakan aqiqah hingga anak mampu melaksanakannya sendiri, maka anak dapat menggantikan posisinya yakni aqiqah untuk diri sendiri meskipun perkara ini belum menjadi kesepakatan dari para ulama.

Apabila ada pertanyaan, lebih baik melaksanakan aqiqah terlebih dahulu atau qurban ? Maka qurban lebih diutamakan untuk dilaksanakan apabila mendekati Hari Raya Idul Adha. Berikut beberapa alasan mengapa lebih diutamakan melaksanakan qurban dari pada aqiqah :

  1. Perintah berqurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf dan memiliki kesanggupan berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ia ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.
  2. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama.
  3. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah. Ada baiknya pula- apabila saudara menginginkan kedua-keduanya (qurban&aqiqah)- saudara mengikuti pendapat imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Adapun referensi yang digunakan mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani:

قال ابن حجر لو أراد بالشاة الواحدة الأضحية والعقيقة لم يكف خلافا للعلامة الرملى حيث قال ولو نوى بالشاة المذبوحة الأضحية والعقيقة حصلا

Artinya; Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup”. Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk qurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Hewan Qurban Online

By | Artikel, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

HEWAN QURBAN ONLINE

Qurban dalam ilmu fiqih disebut dengan “udhiyya” yang berarti hewan yang disembelih saat Idul Adha. Dalam hukum Islam, qurban merupakan ritual yang wajib dilakukan di dunia dan untuk memperoleh amal baik (pahal) untuk akhirat.

Alhamdulillah, puji syukur bagi sang khalik yang menciptakan alam semesta Allah SWT. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi umat Islam Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita semua termasuk umatnya yang kelak mendapatkan syafaat di hari kiamat. Aamiin Aamiin Ya Robbal’alamin.

Hari Raya Idul Adha tahun 2020 Insya Allah dilaksanakan pada tanggal 12 September 2020 dalam penanggalan Masehi. Jika dihitung hari, maka Idul Adha akan tiba sebentar lagi. Pesan dan rawat hewan qurban untuk kesempurnaan ibadah qurban sebagai umat muslim yang bertaqwa.

Qurban merupakan penyembelihan hewan tertentu bagi manusia untuk menjadi lebih dekat dengan kasih sayang Allah. Dalam fiqih qurban disebut “udhiyya” yang berarti hewan yang disembelih saat Idul Adha. Menyembelih binatang dapat disebut “tadhiyya” yang berarti menyembelih hewan khusus pada waktu tertentu dengan niat ibadah dan ketaatan. Ini juga dapat disebut “zabh” dan “Nahr”.

Yang dimaksud dengan hewan khusus diatas adalah hewan yang diterima menurut syariat agama sebagai korban seperti domba, kambing, sapi dan unta. Yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah hari Idul Adha. Dalam hukum islam qurban merupakan ritual wajib yang dilakukan di dunia ini dan untuk mendapatkan amal baik (pahala) untuk akhirat.

Qurban dilakukan dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah dan hanya demi Allah. Dilarang oleh agama (haram) untuk mengorbankan hewan bagi siapa pun selain Allah. Rasulullah (saw) memperingatkan orang-orang yang bmencoba untuk berqurban untuk orang lain selain Allah dengan sabda berikut ini:

“Semoga Allah melaknat orang-orang yang mengorbankan binatang untuk orang lain selain untuk Allah.” (Muslim, Nasai)

Adanya perintah qurban telah ada sejak zaman nabi. Hari raya qurban atau hari raya idul adha adalah sebuah hari raya islam yang diperingati peristiwa kurban saat Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah yang kemudian diganti oleh-Nya dengan domba.

Peringatan hari raya idul adha dilakukan dengan sholat ied kemudian dilakukan penyembelihan hewan kurban. Hari raya idul adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, atau jatuh pada 70 hari setelah perayaan idul fitri. Pada hari itu pula diharamkan berpuasa bagi umat islam.

Sedangkan hikmah adanya ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Binatang yang diperbolehkan untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Selain dari tiga jenis hewan tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban. Allah SWT berfirman, “supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

Syarat berkurban dengan domba haruslah yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Sahabat Aqiqah Berkah yang telah mampu untuk berqurban tahun 2020 ini, hendaknya segera memesan hewan qurban. Kini dengan adanya kemudahan teknologi dan kemajuan, Anda dapat melakukan pemesanan hewan qurban online. Aqiqah Berkah melayani hewan qurban online untuk seluruh wilayah di Indonesia dengan pilihan paket qurban peduli atau tebar hewan qurban.

Anda dapat melaksanakan ibadah qurban tanpa mengganggu aktivitas harian hanya karena memilih hewan qurban. Pada hewan qurban online, Anda dapat memesan hewan qurban seperti sapi maupun kambing. Pemotongan hewan qurban dan pendistribusian daging dapat dilakukan dengan dibagikan ke desa binaan, panti asuhan maupun pondok pesantren. Aqiqah Berkah selalu siap membantu kelancaran ibadah qurban.

Kurban Sapi

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

KURBAN SAPI

Idul Adha tahun 2020 akan datang di dua bulan mendatang, segera persiapkan hewan qurban yang terbaik dan diniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT. Berqurban merupakan ibadah sunnah yang diperintahkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang memiliki kesanggupan untuk menyembelih udhiyah seperti kambing, sapi atau onta pada hari nahar dan tasyrik.

Hukum melaksanakan qurban adalah sunnah muakad bagi setiap muslim. Namun, apabila sudah mampu dan sanggup untuk berqurban, hendaknya segera berqurban. Dasar hukum disyariatkannya qurban adalah firman Allah dalam surat Al Kautsar sebagai berikut ini :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢)

Artinya : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)

Didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah berkata, ”Sesungguhnya Nabi saw pernah berkurban seekor gibas yang bertanduk, terdapat warna hitam di badannya, warna hitam di kakinya dan warna hitam di kedua matanya.”

Para ulama telah menetapkan bahwa berqurban dengan seekor kambing atau domba adalah untuk mewakili satu orang. Sedangkan berqurban dengan seekor sapi atau onta dapat diatasnamakan sejumlah tujuh orang atau setara satu keluarga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah berkata, ”Kami pernah berkurban bersama Rasulullah saw di Hudhaibiyah : satu ekor onta untuk tujuh orang, begitu juga dengan satu ekor sapi.”

Jika tujuh orang bergabung untuk menyembelih seekor sapi atau onta maka tidaklah ada keharusan bahwa mereka semua berada dalam satu rumah atau satu kerabat. Bisa saja mereka yang bergabung itu berbeda rumah, berbeda kampung atau tidak satu kerabat. Hal itu dikarenakan tidak disebutkan secara rinci didalam hadits Jabir diatas.

Sedangkan mengenai berqurban bagi orang yang telah meninggal, kini terjadi perbedabatan diantara para ulama. Di kalangan ulama Syafi’i membolehkan berqurban bagi orang yang telah meninggal apabila orang tersebut telah berwasiat. Para ulama maliki menganggap bahwa hal itu makruh. Berbeda pula dengan pandangan ulama Hanafi dan Hambali yang membolehkannya.

Dibolehkan urunan 7 orang untuk qurban sapi atau onta. Namun tidak dibolehkan urunan lebih dari 7 orang untuk qurban sapi. Imam Ibnu Utsaimin mengatakan:

وتجزئ الواحدة من الغنم عن الشخص الواحد ، ويجزئ سُبع البعير أو البقرة عما تجزئ عنه الواحدة من الغنم …. وإذا اشترك اثنان فأكثر في ملك أضحية يضحيان بها ، فهذا لا يجوز ، ولا يصح أضحية إلا في الإبل والبقر إلى سبعة فقط ، وذلك لأن الأضحية عبادة وقربة إلى الله تعالى ، فلا يجوز إيقاعها ولا التعبد بها إلا على الوجه المشروع زمناً وعددا وكيفية.

Satu kambing sah untuk qurban satu orang. Sementara sepertujuh onta atau sapi, sah untuk qurban senilai satu kambing. Jika ada dua orang atau lebih, urunan untuk qurban satu kambing, kemudian mereka jadikan qurban, ini hukumnya tidak boleh, dan qurbannya tidak sah, kecuali untuk onta atau sapi, maksimal 7 orang saja. Karena qurban adalah ibadah kepada Allah. Karena itu, tidak boleh dilaksanakan kecuali dengan aturan yang ditetapkan syariat, baik terkait waktu, jumlah orang yang ikut, atau tata caranya.

Berikut lanjutan hadits Bulughul Marom tentang masalah kurban pada hadits no. 1363.

وَعَنْ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: – نَحَرْنَا مَعَ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – عَامَ اَلْحُدَيْبِيَةِ: اَلْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ, وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ – رَوَاهُ مُسْلِم

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Kami pernah berkurban (melakukan nahr atau penyembelihan) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Hudaibiyah, yaitu kami berkurban untuk unta dengan patungan tujuh orang. Sedangkan sapi untuk patungan tujuh orang.” Diriwayatkan oleh Muslim. (HR. Muslim no. 1318).

Kurban Kambing

By | Artikel, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

KURBAN KAMBING

Kambing merupakan hewan ternak yang banyak dijumpai di Indonesia. Hewan ini menjadi pilihan bagi umat muslim ketika menyambut Idul Qurban tiba. Apa saja hikmah qurban kambing ? Simak artikel berikut ini untuk lebih jelasnya…

 

Beberapa hikmah disyariatkannya qurban kambing antara lain adalah :

  1. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberikan ni’mat yang banyak kepada kita.
  2. Bagi orang yang beriman kepada Allah, dapat mengambil pelajaran dari keluarga nabi Ibrahim As., yaitu;
    a. Kesabaran nabi Ibrahim dan putranya Ismail As. ketika keduanya menjalankan perintah Allah.
    b. Mengutamakan ketaatan kepada Allah dan mencintai-Nya dari mencintai dirinya dan anaknya.
  3. Sebagai realisasi ketaqwaan seseorang kepada Allah
  4. Membangun kesadaran tentang kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap orang miskin. Allah Swt. berfirman :
    Beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur (al-Hajj: 36).

Hewan qurban tidak hanya kambing atau domba saja. Berdasarkan beberapa literatur tentang qurban, bahwa hewan yang layak dijadikan sembelihan qurban adalah sapi, kambing atau domba, dan onta. Berikut ini macam-macam binatang qurban atau yang dapat dijadikan sembelihan qurban, antara lain Bahimah Al-An’aam (binatang ternak), sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hajj ayat 34.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu berserah dirilah kepadaNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al-Hajj;34)

Menurut pandangan para ulama bahwa yang termasuk Bahimah al-An’aam (binatang ternak) dalam ayat tersebut adalah kambing (termasuk di dalamnya domba dan biri-biri), sapi (termasuk kerbau) dan unta.

Saat ini, masih banyak di kalangan kita yang masih merasa bingung dengan ketentuan qurban secara kolektif, khususnya untuk qurban kambing. Kebingungan masyarakat pada umumnya terletak pada ketentuan “Berapa jumlah orang yang dapat digabungkan namanya atas 1 ekor qurban kambing”. Dengan adanya kondisi tersebut maka diperlukan sebuah kajian yang telah diulas oleh para ulama kepada para masyarakat.

 

Hadits yang menjelaskan qurban kambing

1) HR. Tirmidzi
Dari Ayyub ra, ia mengatakan bahwa, “Pada masa Rosulullah SAW seorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya”.

2) HR. Muslim
Dari Aisyah, ia mengatakan bahwa, “Rosulullah SAW pernah berqurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya”.

3) HR. Abu Daud dan Al – Hakim
Ia mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya Allah ini qurban-qurban dariku dan dari umatku yang tidak berqurban”.

Pendapat – pendapat ulama’ dari penafsiran hadits di atas

1) Imam Malik dalam Al-Muwatta’

Hadits di atas adalah nash yang jelas bahwa kambing satu ekor diyakini sah untuk dijadikan qurban bagi satu orang laki-laki dan keluarganya walaupun keluarganya banyak

2) Asy-Syaukani dalam Nailul Autar

Dalam ulasannya ia menjelaskan, “Qurban 1 kambing boleh diperuntukkan untuk 1 orang dan keluarganya (ahlul bait) atau orang lain tapi harus di bawah kepemilikan 1 orang. Artinya tidak boleh 2 orang atau lebih kongsi untuk membeli 1 ekor kambing”.

3) Syekh Ali bin Hasan Al-Halaby

Dalam ulasannya ia mengatakan, “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat nabi Muhammad SAW (Ahkamul Idain, hal : 79)”

Bagi sahabat Aqiqah Berkah yang telah mampu dan tahun 2020 ini berencana untuk berqurban kambing, silahkan pesan kambing qurban online pada Aqiqah Berkah. Pemesanan kambing qurban online hubungi nomor :

TELPON / SMS / WA :

0858-5344-4472

Qurban Atas Nama Orang Lain

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

QURBAN ATAS NAMA ORANG LAIN

Sabda Rasulullah Myhammad SAW, “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : dari sedekah jariyah atau ilmu yang benmanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya”. (HR Muslim)

Dibalik perayaan Idul Adha atau hari raya qurban, tentunya akan banyak pertanyaan sebagi diskusi ringan masyarakat seputar fiqih qurban. Percakapan dan diskusi yang akan berujung pada pemaknaan dan pengertian mengenai berbagai macam hukum qurban. Salah satu yang sering dipertanyakan adalah mengenai boleh atau tidaknya qurban atas nama orang lain ?

Apabila ditilik dari keutamaannya, ibadah qurban merupakan salah satu ibadah yang menjadi syiar Islam. Dalam Idul Adha inilah momentum terbaik untuk mewujudkan dan membuktikan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.

Hukum qurban yang paling banyak diketahui dan difahami oleh kesepakatan ulama adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang diutamakan. Diutamakan pada siapa? Hukum qurban adalah sunnah bagi yang mampu dan berkecukupan untuk melaksanakannya. Apabilaseorang muslim mampu namun meninggalkan atau tak sempat melaksanakan ibadah qurban dengan berbagai alasan, maka hukumnya adalah makruh.

Lalu bagaimana dengan konteks ada seorang hamba yang mampu, namun ingin memberikan kebaikan kepada saudaranya atau orang terdekatnya yang kurang mampu untuk berqurban dalam bentuk qurban atas namanya, sehingga saudara atau temannya yang kurang mampu itu tetap bisa mendapatkan pahala, kebaikan, dan keutamaan ibadah qurban. Atau mungkin berqurban untuk saudara, orangtua atau seseorang yang telah meninggal.

Para ulama telah sepakat bahwa sedekah seseorang kepada orang yang telah meninggal akan sampai kepadanya, demikian pula ibadah-ibadah harta lainnya, seperti membebaskan budak. Sedangkan perselisihan yang terjadi dikalangan para ulama adalah pada masalah ibadah badaniyah, seperti sholat, puasa, membaca Al Qur’an dikarenakan adanya riwayat dari Aisyah didalam shohihain dari Nabi saw, ”Barangsiapa yang meninggal dan masih memiliki kewajiban puasa maka hendaklah walinya berpuasa untuknya.” (Majmu’ Fatawa juz V hal 466, Maktabah Syamilah)

Imam Nawawi juga mengatakan didalam Syarahnya, ”Para ulama telah sependapat bahwa doa seseorang kepada orang yang sudah meninggal akan sampai kepadanya demikan pula halnya dengan sedekah yang ditujukan kepada orang yang meninggal, pahalanya akan sampai kepadanya dan tidak mesti orang itu harus anaknya. (Al Majmu’ juz XV hal 522, Maktabah Syamilah)

Dalil lain yang juga dijadikan landasan oleh para ulama didalam membolehkan qurban bagi orang yang meninggal adalah firman Allah swt, ”dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” (QS. An Najm : 39)

Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Katsir juga menyelipkan sabda Rasulullah saw, ”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : dari sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) dan dia mengatakan, ”Tiga golongan didalam hadits ini, sebenarnya semua berasal dari usaha, kerja keras dan amalnya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,’Sesungguhnya makanan yang paling baik dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri dan sesungguhnya seorang anak adalah hasil dari usaha (orang tua) nya.” (Abu Daud, Tirmidzi, an Nasai dan Ahmad) Dan sedekah jariyah seperti wakaf dan yang sejenisnya adalah buah dari amal dan wakafnya.

Diperbolehkan bagi seseorang yang ingin berqurban di Hari Raya Idul Adha untuk orang lain kemudian menyerahkan kepadanya sejumlah uang seharga hewan qurban itu tapi tetap meminta kepadanya untuk membelikannya hewan kurban dan disembelih pada waktu-waktu kurban, sehingga sasaran dari ibadah kurban akan terpenuhi. Ini juga dapat dilaksanakan melalui Aqiqah Berkah dengan nama paket qurban peduli syar’i.

Paket Aqiqah Ngawi Bisa Dipesan Juga Lho di Aqiqah Berkah!

By | Artikel | No Comments

Assalamu’alaikum kembali lagi di website qurban-aqiqah.com. Pada aktikel saya akan memberi penjelasan tentang kewajiban aqiqah, aqiqah yang sesuai sunnah, dan juga aqiqah untuk anak laki-laki serta untuk orang dewasa dan Pelayanan aqiqah yang ada di Aqiqah Berkah.

Untuk anda yang hendak melaksanankan ibadah aqiqah jangan bingung cari jasa aqiqah karena sekarang sudah ada layanan atau jasa Aqiqah Berkah dijamin masakan yang enak juga tidak bau prengus kambing, kambingya pun dari kambing berkualitas dan penyembelihannya sesuai syar’i.

Aqiqah Apakah Wajib?

Wajib tidaknya aqiqah ialah tergantung dengan anda melaksanakannya atau tidak, sebab hukum dari ibadah aqiqah ialah sunnah muakad.

Maksudnya dari sunnah muakad yaknisunah yang dianjurkan atau suunah yang dilakukan.

Jadi aqiqah sangat penting sekali untuk diri buah hati ayah bunda, sebab aqiqah dapat menghilangkan kotoran dan penyakit yang telah dibawa sang bayi sejak dalam kandungan.

Selain itu aqiqah juga dapat melepas dan membebaskan sang bayi dari statusnya yang masih tergadai. Dengan dilaksanakannya ibadah aqiqah yaitu sama dengan kita sudah menjalankan sunnah dari Rosulullah SAW.

Selain itu ibadah aqiqah dapat menambah sertamempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.

Aqiqah Sesuai Sunnah

Pelaksanaannya aqiqah sesuai sunnah yaitu seperti panduan dari Nabi Muhammad dan sesuai sunnah. Sunnah aqiqah menurut umat muslim harus dipahami untuk yang melaksanakan ibadah aqiqah.

Waktu disunnahkannya aqiqah yang paling utama yaitu dilakukan pada saat bayi berusia 7 hari, 14 hari, atau bisa juga berusia 21 hari.

Jumlah hewan aqiqah untuk laki-laki yakni 2 ekor sedangkan untuk perempuan yakni hanya satu ekor.

Memberikan nama untuk bayi, serta mencukur sebagian dari rambut bayi, memasak daging dan membagikannya.

Untuk pembagian daging boleh saja dibagilkan metah tetapi akan lebih baik dibagikan dalam keadaan matang hal itu bertujuan agar orang yang menerimanya tidak perlu repot dan mengeluarkan biaya untuk masak.

Aqiqah Untuk Anak Perempuan

Aqiqah anak laki-laki harus menyembelihkan 2 ekor kambing, sementara untuk anak perempuan harus disembelihkan 1 ekor kambing. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :

“ Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyambelih kambing karena kelahiaran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk bayi laki-laki dua ekor kambing dan untuk perempuan satu kambing.” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad].

Aqiqah Untuk Anak Laki Laki

Setiap umat muslim maupun muslimin pasti tahu bahwa setiap bayi yang lahir itu merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT dan sebagi ganti atas rasa bersyukur lahirnya anak kita adalah melaksanakan aqiqah.

Aqiqah sendiri dilaksanakan dengan cara menyembelihkan hewan aqiqah untuk anak yang diaqiqahi, dan hewan tersebut sebaiknya harus disembelih oleh ayah kandung dari bayi yang diaqiqahi.

Jumlah hean yang disembelih untuk anak laki-laki yaitu sebanyak 2 ekor kambing ataupun 2 ekor domba yang berwarna putih.

Untuk jenis kelamin hewannyapun bebas, bisa dengan jenis jantan atau dengan jenis betina.

Tetapi akan lebih afdal apabila aqiqah menggunakan kambing jantan, karena ketika anda beraqiqah dengan kambing jantan, anda akan banyak mendapatkan daging kambing, dan anda juga akan bisa leluasa untuk membagikan daging aqiqah kepada siapun.

Aqiqah Untuk Orang Dewasa

Untuk anda yang sudah dewasa dan ingin melaksanakan aqiqah sendiri, sebab dulu ketika anda masih kecil belum pernah diaqiqahi oleh kedua orang tua.

Maka masih boleh untuk melaksanakan aqiqah sendiri atau orang tua anda juga masih diperbolehkan untuk mengaqiqahi anda meskipun anda sudah tumbuh dewasa.

Namun akan lebih baik jika anda mengaqiqahi diri anda sendiri dengan uang dan biaya anda sendiri jika sudah bisa mencari uang sendiri.

Dengan begitu anda tidak perlu merepotkan kedua orang tua anda lagi dan orang tua sudah tidak perlu bingung dan menanggung aqiqah anda.

Waktu dilaksanakannya aqiqah yaitu boleh kapan saja sesuai dengan kemampuan orang tua anda ataupun kemampuan anda sendiri. Jadi intinya aqiqah untuk orang dewasa masih diperbolehkan.

Ibnu Qudamah mengatakan, “ Jika dia belum diakikahi sama sekali, kemudian baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajibuntuk mengakikahi dirinya sendiri.”

Menu Aqiqah Murah di Aqiqah Berkah

Aqiqah Berkah sekarang ada bermacam variasi menu masakan aqiqah maupun catering. Antar lain yaitu: Sate (godok/bakar), Krengseng, Daging lapis, Rendang kambing, Gule kambing, Dendeng ragi, Dan juga Kambing guling dan masih banyak menu lainnya.

Cara Pemesanan Paket Aqiqah Ngawi

Apabila anda ingin pesan paket masakan aqiqah ataupun di Aqiqah Berkah, anda cukup dengan menghubungi nomor layanan kami di 0858-5344-4472

Dan kami akan selalu siap membantu dengan usaha kami untuk memudahkan acara qiqah anda, dan kami juga akan siap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada ayah bunda semuanya yang akan pesan masakan di Aqiqah Berkah.

Daftar Harga Aqiqah Mandiri

daftar harga aqiqah mandiri

Daftar Harga Aqiqah Peduli

daftar harga aqiqah peduli

Kambing Qurban Bogor

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Bogor

Hello sobat Aqiqah Berkah Bogor….Bagaimana kabarnya nih….pasti kalian semua baik-baik saja ya….ya pada kesempatan kali ini Aqiqah Berkah akan memberikan informasi tentang kambing qurban di bogor tapi sebelum kita membahasnya, apakah kalian sudah tau apa arti qurban itu? Dan bagaimana hukum qurban dan tata cara pelaksanaan qurban menurut syariat Islam? Kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Qurban

Salah satu amalan pada bulan dzulhijjah ini adalah qurban. Qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya. Qurban dilakukan setelah sholat Idul Adha selesai hingga tanggal 13 dzulhijjah. Boleh memilih waktu hingga 3 hari setelah idul adha. Akan tetapi paling utama dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah setelah sholat Ied.

Berqurban merupakan amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga hewan yang dijadikan qurban juga disyaratkan bagus, sehat, dagingnya banyak, dan sebagainya. Memang terdapat beberapa kriteria hewan yang tidak mencukupi apabila dijadikan qurban, yaitu hewan yang jelas butanya (buta sebelah), jelas pincangnya, jelas sakitnya, dan jelas kurusnya. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi saw. bahkan hewan yang jelas putus telinga dan ekornya juga tidak mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan qurban.

Kata qurban yang kita fahami, berasal dari bahasa Arab, artinya pendekatan diri, sedangkan maksudnya adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT. Arti ini dikenal dalam istilah Islam sebagai udhiyah. Udhiyah secara bahasa mengandung dua pengertian, yaitu kambing yang disembelih waktu Dhuha dan seterusnya, dan kambing yang disembelih di hari ‘Idul Adha. Adapun makna secara istilah, yaitu binatang ternak yang disembelih di hari-hari Nahr dengan niat mendekatkan diri (taqarruban) kepada Allah dengan syarat-syarat tertentu (Syarh Minhaj).

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah Swt. di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
”Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang dihari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Hukum Berqurban

Hukum qurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muaqqadah sedang menurut madzhab Abu Hanifah adalah wajib. Allah Swt. berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsaar 2).

Rasulullah Saw. bersabda:
“Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami”(HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, dia sangat dianjurkan untuk berqurban. Jika tidak melakukannya, menurut pendapat Abu Hanifah, ia berdosa. Dan menurut pendapat jumhur ulama dia tidak mendapatkan keutamaan pahala sunnah.

Dasar hukum dianjurkannya berqurban adalah firman Allah dalam surat al-Kautsar ayat 1-3 dan surat al-Hajj ayat 36:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orangorang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. al-Kautsar (108): 1-3).

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak memintaminta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. al-Hajj (22): 36).

Dalam surat al-Kautsar di atas terlihat bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat dan berqurban. Kemudian dalam surat al-Hajj Allah menjelaskan tatacaranya dengan singkat. Dasar hukum lainnya adalah beberapa hadits Nabi Saw, yang di antaranya seperti di bawah ini:

“Saya diperintah untuk menyembelih qurban dan qurban itu sebagai sunnah bagi kamu” (HR. at-Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Dari dua hadits di atas dapat dipahami bahwa qurban itu sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Namun, Nabi tidak mewajibkan qurban itu bagi umat Islam, meskipun bagi beliau sendiri qurban itu diwajibkan.

Ketentuan Tentang Berqurban

Untuk kesempurnaan ibadah qurban, ada baiknya diperhatikan beberapa ketentuan di bawah ini:

1. Jenis binatang dan syaratnya.
Binatang yang dapat diqurbankan adalah kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang yang digunakan qurban adalah binatang yang baik, yakni sudah cukup umurnya dan tidak memiliki cacat. Untuk kambing, sudah berumur dua tahun atau sudah berganti giginya dan untuk domba (kambing kibas), sudah berumur satu tahun lebih. Untuk sapi dan kerbau, juga sudah berumur dua tahun. Sedang untuk unta, sudah berumur lima tahun. Adapun larangan menyembelih binatang yang cacat ditegaskan dalam hadits Nabi saw. Dalam salah satu haditsnya, Nabi bersabda:

”Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan qurban, yaitu binatang yang buta dan jelas kebutaannya, binatang yang sakit dan jelas sakitnya, binatang yang pincang dan jelas kepincangannya, dan binatang yang kurus yang tidak bergajih” (HR. at-Tirmidzi).

2. Jumlah hewan qurban.
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang, sedang seekor sapi, kerbau, atau unta bisa untuk qurban tujuh orang. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Jabir, ia berkata:
“Kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah Saw. Pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang”(HR. Muslim).

3. Waktu penyembelihannya.
Waktu menyembelih qurban adalah pada hari nahar, yaitu pada hari raya ‘Idul Adlha (tanggal 10 Dzulhijjah), dan hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Terkait dengan ini Nabi Saw. bersabda:
“Barang siapa menyembelih qurban sebelum sembahyang ‘Idul Adlha, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih qurban sesudah shalat ‘Idul Adlha dandua khutbahnya, maka sungguh ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah mengikuti sunnah kaum muslimin” (HR. al-Bukhari).
Dalam hadits yang lain Nabi Saw. bersabda:
“Semua hari Tasyriq adalah waktu untuk menyembelih qurban” (HR. Ahmad).

4. Yang menyembelih qurban.
Yang paling berhak untuk menyembelih binatang qurban adalah yang berqurban sendiri. Jika yang berqurban tidak bisa, maka diserahkan kepada orang lain yang mampu menyembelihnya.

5. Pembagian daging qurban.
Daging binatang qurban sebagiannya (sepertiganya) dapat diberikan kepada yang berqurban sendiri, dan sisanya dibagikan kepada fakir miskin yang ada di sekitarnya. Para ulama sepakat bahwa daging qurban tidak boleh dijual. Bagi yang berqurban karena nazar, maka ia tidak boleh mengambil bagian dari daging qurbannya sedikit pun.

6. Sunnah qurban.
Untuk kesempurnaan berqurban disunnahkan sewaktu menyembelih qurban membaca basmalah dan membaca shalawat atas Nabi, membaca takbir, berdoa agar Allah menerima qurban tersebut, dan binatang yang disembelih dihadapkan ke arah kiblat.

Tata Cara Berqurban

Dari beberapa ketentuan di atas dapatlah dijelaskan urutan tatacara penyembelihan hewan qurban sebagai berikut:

  1. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih hewan qurban yang sebaikbaiknya dengan ketentuan seperti di atas.
  2. Diupayakan bagi yang berqurban melakukan penyembelihan sendiri, tetapi jika ia tidak mampu melakukannya, serahkan pada orang yang mampu.
  3. Cara menyembelih hewan atau binatang qurban sama seperti cara menyembelih binatang pada umumnya, yaitu (1) binatang yang akan disembelih hendaknya direbahkan miring dan posisi kepalanya di arah selatan serta dihadapkan ke arah kiblat dengan telinga kirinya menempel ke tanah. Agar binatang yang disembelih tidak bergerak-gerak yang mengganggu penyembelihannya, maka hendaknya binatang itu dipegangi beberapa orang dengan kuat atau dibantu dengan tali pengikat; menggunakan pisau yang tajam; dan bagian yang dipotong adalah urat nadi di leher agar cepat mati.
  4. Sewaktu menyembelih hendaknya membaca basmalah, shalawat, dan takbir, serta berdoa kepada Allah.
  5. Setelah disembelih, hewan qurban itu dipotong-potong dan disendirikan dagingnya, tulang-tulangnya, kulitnya, dan bagian-bagian hewan lainnya. Setelah semuanya ditimbang, maka sepertiganya diberikan kepada yang berqurban (shahibul qurban) dan selebihnya di bagikan kepada masyarakat sekitar, terutama fakir miskin, dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah daging qurban dan jumlah penerimanya.

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Waktu pelaksanaan berkurban adalah tanggal 10 Zuthijah (Hari Raya Iduladha) atau pada Hari-Hari Tasyrik berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Penyembelihan yang dilakukan di luar batas waktu tersebut hanyalah penyembelihan biasa, bukan kurban. Rasulullah saw. Bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barang siapa menyembelih sesudah salat dan dua khotbah maka telah sempurna ibadahnya (sah qurbannya) dan telah sesuai dengan sunah muslimin”. (H.R. al-Bukhari dan Bara’ bin ‘Azib: 5130).

Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Karena Salat Iduladha bukan syarat penyembelihan qurban.

Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Bogor

Untuk sobat semua yang tinggal di Bogor dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah:

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bogor dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS /WA :

0858-5344-4472

Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban Anda

Jual Kambing Qurban Murah Bandung

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Jual Kambing Qurban Murah Bandung

Sebelum kami mengulas mengenai harga kambing qurban bandung. Kami akan mengulas sedikit mengenai Kurban Sebagai Simbol dalam Ajaran Islam, setelah itu langsung dilanjut dengan pembahasan haarga kambing di bandung. Cekidot….

Kurban sebagai Simbol dalam Ajaran Islam

Kurban merupakan salah satu aspek Islam sebagai perwujudan dari ihsan yang berarti kesadaran adanya keikhlasan dan kebutuhan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada tuhannya. Adapun dalam arti yang lebih mendalam, kurban mengingatkan seorang Mukmin kepada satu peristiwa yang melukiskan satu kesediaan memberi kurban kepada yang lebih tinggi dan lebih besar. Bukan semata-mata pengorbanan kesenangan dan harta, tetapi pengorbanan sesuatu yang amat dicintai di dunia ini. Pengorbanan jiwa untuk sesuatu nilai yang lebih dari itu, yakni peristiwa pengorbanan yang diperintahkan Allah kepada Ibrahim dan anaknya, Ismail.

Ketika darah merah segar terpancar dari leher hewan kurban, semestinya setiap Muslim merenungkan kembali tentang hakikat kurban. Dengan demikian, momentum (peristiwa sejarah) yang bernilai mulia ini, tidak sekadar menjadi ritus (upacara) tanpa makna atau tradisi tanpa arti. Apabila hakikat kurban ini tidak tertangkap, jadilah ia sesuatu yang mubazir bahkan sia-sia. Semua prosedur dan teknik dalam melakukan ritual ini, termasuk maknanya, harus dipahami melampaui formalitasnya.

Apabila setiap Muslim mengenang kembali sikap tulus Ibrahim yang mengorbankan anak tercintanya, Ismail, dan disambut keikhlasan hati sang putra, terpancarlah sebuah teladan utama dalam kehidupan umat manusia. Suatu sikap hidup yang menyadari sepenuhnya keberadaan dirinya di dunia. Secara manusiawi, amat berat perintah yang diemban keduanya.

Peristiwa tersebut menggambarkan suatu kesabaran yang tinggi dari seorang Ibrahim yang sedang diuji Allah. Ibrahim harus bisa memilih antara cintanya kepada Allah atau cinta kepada anaknya. Ia harus memilih salah satu dari dua pilihan, yang kedua pilihan tersebut merupakan ujian baginya (cinta yang merupakan hidupnya atau kebenaran yang merupakan agamanya). Dan hal inilah yang dapat dilihat kesadaran tentang esensi ibadah seseorang.
Di dalam melaksanakan rites de passage (tamasya ritual) ibadah haji, yang salah satunya adalah melakukan proses penyembelihankurban, di sana akan dijumpai banyak simbol. Simbol-simbol inilah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Simbol dalam Agama

Pengertian Simbol

Dalam setiap berpikir dan berkomunikasi dengan sesama, kita selalu menggunakan tanda. Bahasa lisan adalah salah satu dari kompleksitas tanda yang digunakan manusia. Ilmu yang membahas tentang tanda adalah semiotika atau semiologi, yang berasal dari bahasa Yunani, semeion, yang berarti tanda. Dunia manusia adalah dunia tanda.

Menurut Charles Sanders Pierce, tanda bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Dinamakan ikon jika hubungan antara tanda dan ditandai memiliki kemiripan. Disebut indeks karenaadanya kedekatan eksistensi antara tanda dan objek yang diacunya.

Dan yang ketiga simbol ini cenderung bersifat abstrak yang disepakati berdasarkan konvensi melalui proses panjang.
Meskipun bisa dibedakan, ketiga sistem tanda di atas tidak dapat dipisahkan secara mutlak. Dalam wacana ketuhanan, tampaknya bahasa simbol yang lebih menonjol. Tentang bahasa simbol dalam wacana ketuhanan, banyak pakar telah membahasnya.

Menurut Paul Tillich (w. 1965), ada enam karakter bahasa simbol. Empat di antaranya yang sangat penting diungkapkan adalah sebagai berikut:

  1. Simbol sebagai sistem tanda pada umumnya. Simbol menunjuk pada realitas yang berdiri di luar dirinya.
  2. Simbol tidak bersifat netral, melainkan selalu berpartisipasi ataupun terkait langsung dengan objek yang disimbolkan.
  3. Simbol yang mengungkapkan sebuah realitas yang tidak mungkin diungkapkan dengan kata-kata karena realitas itu begitu kompleks, agung, dan mengandung misteri.
  4. Simbol mampu membimbing dan membuka jiwa kita untuk menangkap realitas di luar diri kita yang tidak bisa diterangkan dengan bahasa sains.

Pengertian kata “simbol” secara etimologis diambil dalam bahasa Yunani, symbolos, yang berarti tanda, ciri, lambang. Sedangkan yang diambil dari kata kerja bahasa Yunani, sumballo, berarti berwawancara, merenungkan, memperbandingkan, bertemu, melempar menjadi satu, menyatukan dua hal menjadi satu.

Bagi manusia, membuat simbol adalah aktivitas primer. Menciptakan simbol merupakan proses berpikir yang fundamental dan berlangsung sepanjang waktu. Pendapat seperti ini sukar dibantah kebenarannya. Buktinya, jika mau menyadari hal-hal di sekeliling kita sebentar saja, akan kita jumpai beraneka ragam simbol yang mengelilingi kita. Sebagai orang modern, kita tidak bisa lepas dari peranan simbol. Kebutuhan kita akan informasi dari media massa adalah salah satu bukti keterikatan kita akan simbol, karena susunan huruf yang ada adalah simbol untuk bahasa, sementara bahasa itu sendiri adalah simbol komunikasi manusia dalam interaksi sosialnya.

Pendek kata, sepanjang hidupnya manusia bergulat dengan simbol dan tanda. Simbol merupakan bagian integral dari hidup dan kehidupan manusia di planet bumi ini. Ernst Cassirer menyebut manusia sebagai makhluk “bersimbol” dalam karyanya yang berjudul Die Philosophie Der Symbolischen Formen (filsafat tentang bentuk-bentuk simbolik). Cassirer menempatkan simbol sebagai persoalan fundamental dalam hal konseptualisasi. Representasi simbolik merupakan fungsi esensial dari kesadaran manusia dan hadir tidak hanya dalam struktur sains, melainkan juga dalam mitos, agama, bahasa, seni, dan sejarah. Pada intinya manusia adalah binatang yang melakukan proses simbolisasi (a symbolizing animal).

Ada dua pendapat atau pemikiran ontologis tentang simbol. Di satu pihak ada yang menyatakan bahwa simbol adalah suatu hal yang imanen, dalam arti yang disatukan dalam simbol adalah bagian atau hal-hal yang di dalam manusia saja atau hal-hal yang terbatas dalam dimensi horisontal. Di lain pihak ada pemikiran yang berdasarkan keyakinan bahwa simbol menunjukkan kepada yang transenden, bahwa dalam simbolisasi oleh manusia selalu terdapat jawaban implisit manusia dalam dialog dengan yang lain. Jadi, menurut pemikiran ini, simbol juga bisa berdimensi metafisik.

Pembahasan mengenai sistem simbol dan tanda di atas akan lebih jelas relevansinya apabila pembahasannya pada persoalan keimanan dan ketuhanan. Setiap manusia merasa kenal Tuhan sehingga karenanya manusia menyebut nama dan sifat-sifatnya ketika berdoa atau ketika dalam situasi yang membahayakan. Sedangkan kata Tuhan (God), Allah, ataupun sebutan lain, semuanya itu tetap bersifat simbolik. Yang harus dibedakan adalah antara “nama” dan “yang diberi nama”, “simbol” dan “the thing symbolized”, “predikat” dan “substansi”, dan seterusnya.

Meskipun dalam tradisi keagamaan banyak nama Tuhan serta tempat dan orang yang disucikan, pada dasarnya tak suatu apa pun yang memiliki kesucian absolut kecuali Tuhan. Misalnya, Kabah bisa saja dikatakan suci tetapi kesuciannya tidak intrinsik. Oleh karenanya, jika seorang Muslim menyucikan Kabah sejajar dengan sikap menyucikan Tuhan, ia telah jatuh menjadi musyrik, sebab keyakinannya tidak jauh berbeda dari keyakinan orang Arab jahilliyah pra-Islam yang juga menyucikan patung. Tidak mengherankan jika bukti-bukti tentang adanya Tuhan itu ada hubungannnya dengan pengalaman manusia, sebab manusialah yang dapat mengetahui adanya Allah. Oleh karena itu, bukti tentang adanya Tuhan bukan hanya kenyataan bahwa alam itu ada, akan tetapi juga apa yang dapat dibuktikan oleh pengetahuan modern.

Di sinilah semiotika ketika membicarakan Tuhan setidaknya terbagi menjadi tiga mazhab. Pertama, mazhab materialisme- positivisme, yaitu kelompok pemikiran yang menegaskan bahwa ungkapan tentang Tuhan tidak memiliki makna. Kedua, mereka yang berpandangan bahwa kitab suci benar-benar merupakan kalam Tuhan, meskipun di sana terdapat banyak ungkapan simbolis dan metaforis, sehingga untuk memahami bahasa agama diperlukan interpretasi agar pesan yang dikandungnya bisa ditangkap secara benar.

Ketiga, pengenalan manusia yang paling tinggi tentang Tuhannya hanyalah bisa dijangkau dengan metabahasa, yaitu apa yang oleh kaum mistik disebut “the language of silent”.

Upacara Kurban sebagai Simbol Keagamaan

Kehidupan di alam semesta, dalam kesatuan sosial maupun sebagai individu, tidak dapat berlangsung kalau tidak dipelihara dan dirangsang dengan ritus-ritus yang menjamin kesesuaian dengan ketentuan-ketentuan kosmos atau ilahi. Begitulah pemikiran manusia-manusia religius, ritus-ritus inisiasi dipraktikkan di mana-mana. Mereka mengucilkan situasi-situasi kritis dan marginal dalam hidup individu dan kreatif.

Persiapan-persiapan sebelum kelahiran, upacara-upacara sekitar kelahiran, inisiasi pemberian nama, waktu pubertas, perkawinan, ketika sakit, dan upacara-upacara pemakaman diselenggarakan di seluruh dunia untuk mencegah bahaya-bahaya yang tersembunyi dalam perpindahan dari satu tahap kehidupan ke tahap yang lain dan untuk menjamin kontak yang sangat diperlukan dengan sang ilahi.

Tidak hanya kejadian-kejadian sangat penting dalam hidup, tetapi juga kegiatan-kegiatan kerja yang rutin serta permainan memeroleh kemajuan dan kekuatan dari ritus-ritus yang mengiringinya. Sebagai contoh, pembuatan perkakas, pembangunan rumah, pembuatan perahu, pengolahan tanah, berburu dan memancing, mengadakan perang; semua memerlukan inkarnasi, pengilahian, dan dedikasi.

Dari semua ritus ini, upacara kurban mempunyai tempat utama karena dengannya manusia religius mengadakan persembahan diri kepada dewa lewat satu pemberian. Hubungan serta komunikasi yang erat antara dia dengan dewa ditetapkan lewat keikutsertaan dan diambil bagian dalam persembahan yang disucikan. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan bahwa upacara kurban tampak sebagai suatu ritus religius yang penting dan bagi banyak suku bangsa; kurban merupakan tindakan yang religius.

Upacara kurban dapat digambarkan sebagai persembahan ritual berupa makanan atau minuman atau binatang sebagai konsumsi bagi suatu makhluk supernatural. Berbeda dengan persembahan-persembahan ritual kepada penguasa-penguasa manusiawi dan juga dengan persembahan-persembahan lain kepada makhluk supernatural yang bukan berupa makanan, misalnya pembaktian pekerjaan seseorang bagi pelayanan Tuhan, penyucian hewan sederhana, sebagaimana diteliti oleh C. Levi-Strauss:
Dalam setiap masyarakat, komunikasi bekerja dalam tiga taraf yang berbeda: komunikasi para perempuan, komunikasi harta benda dan pelayanan, komunikasi pesan-pesan. Oleh karena itu, studi kekerabatan, ilmu ekonomi, dan linguistik mempunyai jenis-jenis problem yang sama pada taraf-taraf strategis yang berbeda dan sesungguhnya menyangkut bidang yang sama.

Begitu juga upacara kurban merupakan ilustrasi yang bagus untuk suatu bentuk komunikasi nonverbal karena mencakup pertukaran barang dan jasa pada taraf religius. Upacara kurban secara ritual adalah benar-benar suatu bentuk pertukaran manusia dan makhluk adikodrati; manusia pengorban memberikan barang-barangnya dan penerima illahi bereaksi. Segi persembahan dalam upacara adalah yang terpenting.

Dalam antropologi sosial, persembahan secara tidak langsung mengimplikasikan suatu pertukaran barang dan jasa. Meskipun dianggap muncul dari kehendak mereka, persembahan merupakan kewajiban dari tingkah laku sosial. Persembahan-persembahan dilakukan dengan pengharapan yang jelas bahwa ganjaran balasan akan diberikan lewat sesuatu cara.

Dalam lingkup upacara, bisa dibedakan menjadi dua macam kategori yang terpisah satu sama lain: upacara dan ritual. Dalam Buddhisme, makna upacara berarti setiap organisasi kompleks apa pun dari kegiatan manusia yang tidak hanya bersifat sekadar teknis ataupun rekreasional dan berkaitan dengan penggunaan cara-cara tindakan yang ekspresif dari hubungan sosial. Segala cara tingkah laku yang demikian itu, entah yang sudah lazim atau sesuai dengan mode. Goody mendefinisikan ritual sebagai suatu kategori adat perilaku yang dibakukan, di mana hubungan antara sarana-sarana dengan tujuan tidak bersifat intrinsik, dengan kata lain sifatnya irasional atau nonrasional.

Susanne longer memperlihatkan bahwa ritual merupakan ungkapan yang lebih bersifat logis daripada hanya bersifat psikologis. Ritual memperlihatkan tatanan atas simbol-simbol yang diobjekkan. Simbol-simbol ini mengungkapkan perilaku dan perasaan, serta membentuk disposisi pribadi dari para pemuja mengikuti modelnya masing-masing. Pengobjekan ini penting untuk kelanjutan dan kebersamaan dalam kelompok keagamaan.

Contoh upacara kurban ada pada penduduk primitif. Upacara kurban tersebut adalah sebuah ibadah kepada leluhur di mana hubungan antara yang hidup dengan yang mati diungkapkan. Di antara penduduk Mende di Sierra Leone, semua ikut ambil bagian dalam upacara ini. Upacara dilakukan di tempat doa yang terletak pada semak-semak pohon. Di hadapan semua anggota keluarga, diletakkan seekor unggas dan beras. Kemudian mereka semua meletakkan makanan dan setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing. Kalau makanan yang dipersembahkan kepada leluhur sudah dimakan burung-burung atau binatang yang lewat, maka itulah tanda bahwa pengorbanan sudah diterima. Kalau tidak, upacara harus diulang pada hari berikutnya. Dasar kepercayaan dalam pengorbanan seperti ini adalah bahwa roh-roh leluhur mengharapkan bagian mereka dari kemakmuran saudara-saudaranya yang masih hidup dan dari rumah tangga mereka.
Lain halnya dengan upacara kurban pada umat Islam. Orang Islam yang mampu diwajibkan untuk mengeluarkan kurban setiap tahun, seekor domba untuk setiap orang atau sapi dan unta untuk tujuh orang. Binatang kurban ini harus disembelih pada Hari Raya Kurban atau selama tiga hari sesudahnya. Di luar waktu tersebut tidak sah. Penyembelihannya boleh diwakilkan dan dagingnya dibagikan untuk fakir miskin. Kemudian mengenai pengorbanan yang akan diterima adalah pengorbanan yang dilandasi dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah:
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya.

Penyembelihan hewan kurban tersebut sebagai tradisi keagamaan yang dimulai sejak Nabi Ibrahim dan dikukuhkan dalam syariat Nabi Muhammad; merupakan suatu qurbah (sarana pendekatan diri kepada Allah). Untuk membuktikan kebaktian dan kepatuhan kita kepada petunjuk-Nya, yaitu memantapkan tauhid kita kepada-Nya dan ikut memperhatikan kemaslahatan masyarakat dengan kesediaan berkurban harta dan tenaga sampai kepada jiwa apabila hal itu diperlukan untuk terwujudnya kemaslahatan bersama.

Ajaran Islam tidak melarang sama sekali penyembelihan hewan untuk maksud ibadah, tetapi di sini ditekankan bahwa ibadah itu semata-mata untuk Allah saja sebagai konsekuensi kepercayaan tauhid. Penyembelihan hewan kurban itu dimaksudkan bukan untuk disia-siakan begitu saja.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Kota Bandung

Untuk sobat semua yang tinggal di Bandung dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23-38 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
– Syarat hewan qurban sesuai syar’i
– Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
– Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
– Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
– Ternak berasal dari penampungan yang jelas
– Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bandung dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON /SMS /WA :

0858-5344-4472

—___—Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah Anda—___—