Category Archives: Tentang Qurban

Harga Hewan Qurban Jiwan Madiun

By | Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

HARGA HEWAN QURBAN JIWAN MADIUN

Dasar perintah Idul Adha atau qurban adalah dimulai dari perintah Allah yang mengutus kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya untuk mempersembahkan putranya yakni Ismail. Di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan bertepatan saat Ibrahim akan menyembelih Ismail, Allah menggantinya dengan domba.

Perintah ibadah qurban dilaksanakan pada waktu tertentu yakni di Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah. Berikut ini merupakan petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai perintah untuk berkurban :

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash Shaaffaat: 102-107).

Hewan sembelihan qurban berupa hewan ternak seperti onta, kambing, domba dan sapi. Di Indonesia karena mayoritas beternak hewan kambing, sapi dan sejenis dari kedua binatang itu, maka hewan sembelihan qurban tidak jauh dari kedua jenis tersebut. Harga hewan qurban di Jiwan Madiun tidak berbeda jauh dengan hewan di wilayah Kediri, Tulungagung, Nganjuk maupun Ngawi.

Wilayah Madiun yang merupakan wilayah kabupaten berbatasan dengan Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro dan Ponorogo memiliki letak strategis dan tergolong maju dibanding wilayah lainnya. Di wilayah Madiun juga terdapat beberapa pasar hewan yang mampu dijadikan parameter harga jual hewan. Tidak sedikit dijumpai pasar hewan yang menjual hewan qurban seperti kambing dan sapi.

Nah, bagi Anda yang membutuhkan informasi mengenai harga hewan qurban baik sapi maupun kambing wilayah Jiwan Madiun, Anda dapat mengupdate di laman website www.aqiqahberkah.com. Aqiqah Berkah juga menyediakan hewan qurban dengan harga yang ekonomis dan telah diseleksi sesuai dengan syariat ajaran Islam.

Ketika Anda memilih hewan qurban di pasaran, banyak hal yang harus diteliti dan dipertimbangkan. Tidak hanya menilik dari segi berat rata-rata hewan saja, melainkan tak kalah pentingnya adalah kesehatan hewan tersebut hingga mampu dan layak dijadikan sembelihan hewan qurban.

Pelayanan jasa aqiqah dan qurban di Jiwan Madiun bertujuan membuat semua orang dan umat muslim mampu berqurban, sehingga dalam prakteknya dituangkan dalam betuk harga jual yang murah agar lebih terjangkau khalayak. Dapatkan info harga hewan qurban Jiwan Madiun terupdate.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa para penjual kambing khususnya mengalami pasang surut harga mendekati musim haji atau lebaran qurban. Tercatat sejak tahun 2012 hingga 2020 harga kambing dengan berat badan dari 23-38 Kg mengalami kenaikan dan penurunan harga mulai Rp 1.900.000,- hingga Rp 2.800.000,-.

Besar prosentase kenaikan harga dipicu karena banyaknya para umat muslim yang ingin melakukan kurban. Kenaikan dan penurunan harga kambing tidak terjadi pada satu tempat saja, melainkan terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Beberapa media mencatat terjadi kenaikan harga jual hewan qurban sekitar 15-30 % setiap tahunnya.

Bagi anda yang ingin melakukan qurban tahun 2020 ini, anda dapat memesan segera hewan kurban. Aqiqah Berkah melayani pemesanan hewan kurban baik hewan kambing maupun sapi dan dapatkan informasi seputar harga hewan qurban Jiwan Madiun. Harga kambing qurban dan sapi qurban di Aqiqah Berkah relatif murah dan membantu anda untuk dapat melaksanakan qurban di tahun ini. Pemesanan hewan kurban dapat menghubungi :

Call/SMS/WA : 0858-5344-4472

Kambing Qurban Bogor

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Bogor

Hello sobat Aqiqah Berkah Bogor….Bagaimana kabarnya nih….pasti kalian semua baik-baik saja ya….ya pada kesempatan kali ini Aqiqah Berkah akan memberikan informasi tentang kambing qurban di bogor tapi sebelum kita membahasnya, apakah kalian sudah tau apa arti qurban itu? Dan bagaimana hukum qurban dan tata cara pelaksanaan qurban menurut syariat Islam? Kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Qurban

Salah satu amalan pada bulan dzulhijjah ini adalah qurban. Qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya. Qurban dilakukan setelah sholat Idul Adha selesai hingga tanggal 13 dzulhijjah. Boleh memilih waktu hingga 3 hari setelah idul adha. Akan tetapi paling utama dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah setelah sholat Ied.

Berqurban merupakan amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga hewan yang dijadikan qurban juga disyaratkan bagus, sehat, dagingnya banyak, dan sebagainya. Memang terdapat beberapa kriteria hewan yang tidak mencukupi apabila dijadikan qurban, yaitu hewan yang jelas butanya (buta sebelah), jelas pincangnya, jelas sakitnya, dan jelas kurusnya. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi saw. bahkan hewan yang jelas putus telinga dan ekornya juga tidak mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan qurban.

Kata qurban yang kita fahami, berasal dari bahasa Arab, artinya pendekatan diri, sedangkan maksudnya adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT. Arti ini dikenal dalam istilah Islam sebagai udhiyah. Udhiyah secara bahasa mengandung dua pengertian, yaitu kambing yang disembelih waktu Dhuha dan seterusnya, dan kambing yang disembelih di hari ‘Idul Adha. Adapun makna secara istilah, yaitu binatang ternak yang disembelih di hari-hari Nahr dengan niat mendekatkan diri (taqarruban) kepada Allah dengan syarat-syarat tertentu (Syarh Minhaj).

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah Swt. di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
”Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang dihari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Hukum Berqurban

Hukum qurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muaqqadah sedang menurut madzhab Abu Hanifah adalah wajib. Allah Swt. berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsaar 2).

Rasulullah Saw. bersabda:
“Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami”(HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, dia sangat dianjurkan untuk berqurban. Jika tidak melakukannya, menurut pendapat Abu Hanifah, ia berdosa. Dan menurut pendapat jumhur ulama dia tidak mendapatkan keutamaan pahala sunnah.

Dasar hukum dianjurkannya berqurban adalah firman Allah dalam surat al-Kautsar ayat 1-3 dan surat al-Hajj ayat 36:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orangorang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. al-Kautsar (108): 1-3).

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak memintaminta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. al-Hajj (22): 36).

Dalam surat al-Kautsar di atas terlihat bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat dan berqurban. Kemudian dalam surat al-Hajj Allah menjelaskan tatacaranya dengan singkat. Dasar hukum lainnya adalah beberapa hadits Nabi Saw, yang di antaranya seperti di bawah ini:

“Saya diperintah untuk menyembelih qurban dan qurban itu sebagai sunnah bagi kamu” (HR. at-Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Dari dua hadits di atas dapat dipahami bahwa qurban itu sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Namun, Nabi tidak mewajibkan qurban itu bagi umat Islam, meskipun bagi beliau sendiri qurban itu diwajibkan.

Ketentuan Tentang Berqurban

Untuk kesempurnaan ibadah qurban, ada baiknya diperhatikan beberapa ketentuan di bawah ini:

1. Jenis binatang dan syaratnya.
Binatang yang dapat diqurbankan adalah kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang yang digunakan qurban adalah binatang yang baik, yakni sudah cukup umurnya dan tidak memiliki cacat. Untuk kambing, sudah berumur dua tahun atau sudah berganti giginya dan untuk domba (kambing kibas), sudah berumur satu tahun lebih. Untuk sapi dan kerbau, juga sudah berumur dua tahun. Sedang untuk unta, sudah berumur lima tahun. Adapun larangan menyembelih binatang yang cacat ditegaskan dalam hadits Nabi saw. Dalam salah satu haditsnya, Nabi bersabda:

”Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan qurban, yaitu binatang yang buta dan jelas kebutaannya, binatang yang sakit dan jelas sakitnya, binatang yang pincang dan jelas kepincangannya, dan binatang yang kurus yang tidak bergajih” (HR. at-Tirmidzi).

2. Jumlah hewan qurban.
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang, sedang seekor sapi, kerbau, atau unta bisa untuk qurban tujuh orang. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Jabir, ia berkata:
“Kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah Saw. Pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang”(HR. Muslim).

3. Waktu penyembelihannya.
Waktu menyembelih qurban adalah pada hari nahar, yaitu pada hari raya ‘Idul Adlha (tanggal 10 Dzulhijjah), dan hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Terkait dengan ini Nabi Saw. bersabda:
“Barang siapa menyembelih qurban sebelum sembahyang ‘Idul Adlha, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih qurban sesudah shalat ‘Idul Adlha dandua khutbahnya, maka sungguh ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah mengikuti sunnah kaum muslimin” (HR. al-Bukhari).
Dalam hadits yang lain Nabi Saw. bersabda:
“Semua hari Tasyriq adalah waktu untuk menyembelih qurban” (HR. Ahmad).

4. Yang menyembelih qurban.
Yang paling berhak untuk menyembelih binatang qurban adalah yang berqurban sendiri. Jika yang berqurban tidak bisa, maka diserahkan kepada orang lain yang mampu menyembelihnya.

5. Pembagian daging qurban.
Daging binatang qurban sebagiannya (sepertiganya) dapat diberikan kepada yang berqurban sendiri, dan sisanya dibagikan kepada fakir miskin yang ada di sekitarnya. Para ulama sepakat bahwa daging qurban tidak boleh dijual. Bagi yang berqurban karena nazar, maka ia tidak boleh mengambil bagian dari daging qurbannya sedikit pun.

6. Sunnah qurban.
Untuk kesempurnaan berqurban disunnahkan sewaktu menyembelih qurban membaca basmalah dan membaca shalawat atas Nabi, membaca takbir, berdoa agar Allah menerima qurban tersebut, dan binatang yang disembelih dihadapkan ke arah kiblat.

Tata Cara Berqurban

Dari beberapa ketentuan di atas dapatlah dijelaskan urutan tatacara penyembelihan hewan qurban sebagai berikut:

  1. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih hewan qurban yang sebaikbaiknya dengan ketentuan seperti di atas.
  2. Diupayakan bagi yang berqurban melakukan penyembelihan sendiri, tetapi jika ia tidak mampu melakukannya, serahkan pada orang yang mampu.
  3. Cara menyembelih hewan atau binatang qurban sama seperti cara menyembelih binatang pada umumnya, yaitu (1) binatang yang akan disembelih hendaknya direbahkan miring dan posisi kepalanya di arah selatan serta dihadapkan ke arah kiblat dengan telinga kirinya menempel ke tanah. Agar binatang yang disembelih tidak bergerak-gerak yang mengganggu penyembelihannya, maka hendaknya binatang itu dipegangi beberapa orang dengan kuat atau dibantu dengan tali pengikat; menggunakan pisau yang tajam; dan bagian yang dipotong adalah urat nadi di leher agar cepat mati.
  4. Sewaktu menyembelih hendaknya membaca basmalah, shalawat, dan takbir, serta berdoa kepada Allah.
  5. Setelah disembelih, hewan qurban itu dipotong-potong dan disendirikan dagingnya, tulang-tulangnya, kulitnya, dan bagian-bagian hewan lainnya. Setelah semuanya ditimbang, maka sepertiganya diberikan kepada yang berqurban (shahibul qurban) dan selebihnya di bagikan kepada masyarakat sekitar, terutama fakir miskin, dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah daging qurban dan jumlah penerimanya.

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Waktu pelaksanaan berkurban adalah tanggal 10 Zuthijah (Hari Raya Iduladha) atau pada Hari-Hari Tasyrik berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Penyembelihan yang dilakukan di luar batas waktu tersebut hanyalah penyembelihan biasa, bukan kurban. Rasulullah saw. Bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barang siapa menyembelih sesudah salat dan dua khotbah maka telah sempurna ibadahnya (sah qurbannya) dan telah sesuai dengan sunah muslimin”. (H.R. al-Bukhari dan Bara’ bin ‘Azib: 5130).

Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Karena Salat Iduladha bukan syarat penyembelihan qurban.

Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Bogor

Untuk sobat semua yang tinggal di Bogor dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah:

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bogor dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS /WA :

0858-5344-4472

Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban Anda

Jual Kambing Qurban Murah Bandung

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Jual Kambing Qurban Murah Bandung

Sebelum kami mengulas mengenai harga kambing qurban bandung. Kami akan mengulas sedikit mengenai Kurban Sebagai Simbol dalam Ajaran Islam, setelah itu langsung dilanjut dengan pembahasan haarga kambing di bandung. Cekidot….

Kurban sebagai Simbol dalam Ajaran Islam

Kurban merupakan salah satu aspek Islam sebagai perwujudan dari ihsan yang berarti kesadaran adanya keikhlasan dan kebutuhan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada tuhannya. Adapun dalam arti yang lebih mendalam, kurban mengingatkan seorang Mukmin kepada satu peristiwa yang melukiskan satu kesediaan memberi kurban kepada yang lebih tinggi dan lebih besar. Bukan semata-mata pengorbanan kesenangan dan harta, tetapi pengorbanan sesuatu yang amat dicintai di dunia ini. Pengorbanan jiwa untuk sesuatu nilai yang lebih dari itu, yakni peristiwa pengorbanan yang diperintahkan Allah kepada Ibrahim dan anaknya, Ismail.

Ketika darah merah segar terpancar dari leher hewan kurban, semestinya setiap Muslim merenungkan kembali tentang hakikat kurban. Dengan demikian, momentum (peristiwa sejarah) yang bernilai mulia ini, tidak sekadar menjadi ritus (upacara) tanpa makna atau tradisi tanpa arti. Apabila hakikat kurban ini tidak tertangkap, jadilah ia sesuatu yang mubazir bahkan sia-sia. Semua prosedur dan teknik dalam melakukan ritual ini, termasuk maknanya, harus dipahami melampaui formalitasnya.

Apabila setiap Muslim mengenang kembali sikap tulus Ibrahim yang mengorbankan anak tercintanya, Ismail, dan disambut keikhlasan hati sang putra, terpancarlah sebuah teladan utama dalam kehidupan umat manusia. Suatu sikap hidup yang menyadari sepenuhnya keberadaan dirinya di dunia. Secara manusiawi, amat berat perintah yang diemban keduanya.

Peristiwa tersebut menggambarkan suatu kesabaran yang tinggi dari seorang Ibrahim yang sedang diuji Allah. Ibrahim harus bisa memilih antara cintanya kepada Allah atau cinta kepada anaknya. Ia harus memilih salah satu dari dua pilihan, yang kedua pilihan tersebut merupakan ujian baginya (cinta yang merupakan hidupnya atau kebenaran yang merupakan agamanya). Dan hal inilah yang dapat dilihat kesadaran tentang esensi ibadah seseorang.
Di dalam melaksanakan rites de passage (tamasya ritual) ibadah haji, yang salah satunya adalah melakukan proses penyembelihankurban, di sana akan dijumpai banyak simbol. Simbol-simbol inilah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Simbol dalam Agama

Pengertian Simbol

Dalam setiap berpikir dan berkomunikasi dengan sesama, kita selalu menggunakan tanda. Bahasa lisan adalah salah satu dari kompleksitas tanda yang digunakan manusia. Ilmu yang membahas tentang tanda adalah semiotika atau semiologi, yang berasal dari bahasa Yunani, semeion, yang berarti tanda. Dunia manusia adalah dunia tanda.

Menurut Charles Sanders Pierce, tanda bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Dinamakan ikon jika hubungan antara tanda dan ditandai memiliki kemiripan. Disebut indeks karenaadanya kedekatan eksistensi antara tanda dan objek yang diacunya.

Dan yang ketiga simbol ini cenderung bersifat abstrak yang disepakati berdasarkan konvensi melalui proses panjang.
Meskipun bisa dibedakan, ketiga sistem tanda di atas tidak dapat dipisahkan secara mutlak. Dalam wacana ketuhanan, tampaknya bahasa simbol yang lebih menonjol. Tentang bahasa simbol dalam wacana ketuhanan, banyak pakar telah membahasnya.

Menurut Paul Tillich (w. 1965), ada enam karakter bahasa simbol. Empat di antaranya yang sangat penting diungkapkan adalah sebagai berikut:

  1. Simbol sebagai sistem tanda pada umumnya. Simbol menunjuk pada realitas yang berdiri di luar dirinya.
  2. Simbol tidak bersifat netral, melainkan selalu berpartisipasi ataupun terkait langsung dengan objek yang disimbolkan.
  3. Simbol yang mengungkapkan sebuah realitas yang tidak mungkin diungkapkan dengan kata-kata karena realitas itu begitu kompleks, agung, dan mengandung misteri.
  4. Simbol mampu membimbing dan membuka jiwa kita untuk menangkap realitas di luar diri kita yang tidak bisa diterangkan dengan bahasa sains.

Pengertian kata “simbol” secara etimologis diambil dalam bahasa Yunani, symbolos, yang berarti tanda, ciri, lambang. Sedangkan yang diambil dari kata kerja bahasa Yunani, sumballo, berarti berwawancara, merenungkan, memperbandingkan, bertemu, melempar menjadi satu, menyatukan dua hal menjadi satu.

Bagi manusia, membuat simbol adalah aktivitas primer. Menciptakan simbol merupakan proses berpikir yang fundamental dan berlangsung sepanjang waktu. Pendapat seperti ini sukar dibantah kebenarannya. Buktinya, jika mau menyadari hal-hal di sekeliling kita sebentar saja, akan kita jumpai beraneka ragam simbol yang mengelilingi kita. Sebagai orang modern, kita tidak bisa lepas dari peranan simbol. Kebutuhan kita akan informasi dari media massa adalah salah satu bukti keterikatan kita akan simbol, karena susunan huruf yang ada adalah simbol untuk bahasa, sementara bahasa itu sendiri adalah simbol komunikasi manusia dalam interaksi sosialnya.

Pendek kata, sepanjang hidupnya manusia bergulat dengan simbol dan tanda. Simbol merupakan bagian integral dari hidup dan kehidupan manusia di planet bumi ini. Ernst Cassirer menyebut manusia sebagai makhluk “bersimbol” dalam karyanya yang berjudul Die Philosophie Der Symbolischen Formen (filsafat tentang bentuk-bentuk simbolik). Cassirer menempatkan simbol sebagai persoalan fundamental dalam hal konseptualisasi. Representasi simbolik merupakan fungsi esensial dari kesadaran manusia dan hadir tidak hanya dalam struktur sains, melainkan juga dalam mitos, agama, bahasa, seni, dan sejarah. Pada intinya manusia adalah binatang yang melakukan proses simbolisasi (a symbolizing animal).

Ada dua pendapat atau pemikiran ontologis tentang simbol. Di satu pihak ada yang menyatakan bahwa simbol adalah suatu hal yang imanen, dalam arti yang disatukan dalam simbol adalah bagian atau hal-hal yang di dalam manusia saja atau hal-hal yang terbatas dalam dimensi horisontal. Di lain pihak ada pemikiran yang berdasarkan keyakinan bahwa simbol menunjukkan kepada yang transenden, bahwa dalam simbolisasi oleh manusia selalu terdapat jawaban implisit manusia dalam dialog dengan yang lain. Jadi, menurut pemikiran ini, simbol juga bisa berdimensi metafisik.

Pembahasan mengenai sistem simbol dan tanda di atas akan lebih jelas relevansinya apabila pembahasannya pada persoalan keimanan dan ketuhanan. Setiap manusia merasa kenal Tuhan sehingga karenanya manusia menyebut nama dan sifat-sifatnya ketika berdoa atau ketika dalam situasi yang membahayakan. Sedangkan kata Tuhan (God), Allah, ataupun sebutan lain, semuanya itu tetap bersifat simbolik. Yang harus dibedakan adalah antara “nama” dan “yang diberi nama”, “simbol” dan “the thing symbolized”, “predikat” dan “substansi”, dan seterusnya.

Meskipun dalam tradisi keagamaan banyak nama Tuhan serta tempat dan orang yang disucikan, pada dasarnya tak suatu apa pun yang memiliki kesucian absolut kecuali Tuhan. Misalnya, Kabah bisa saja dikatakan suci tetapi kesuciannya tidak intrinsik. Oleh karenanya, jika seorang Muslim menyucikan Kabah sejajar dengan sikap menyucikan Tuhan, ia telah jatuh menjadi musyrik, sebab keyakinannya tidak jauh berbeda dari keyakinan orang Arab jahilliyah pra-Islam yang juga menyucikan patung. Tidak mengherankan jika bukti-bukti tentang adanya Tuhan itu ada hubungannnya dengan pengalaman manusia, sebab manusialah yang dapat mengetahui adanya Allah. Oleh karena itu, bukti tentang adanya Tuhan bukan hanya kenyataan bahwa alam itu ada, akan tetapi juga apa yang dapat dibuktikan oleh pengetahuan modern.

Di sinilah semiotika ketika membicarakan Tuhan setidaknya terbagi menjadi tiga mazhab. Pertama, mazhab materialisme- positivisme, yaitu kelompok pemikiran yang menegaskan bahwa ungkapan tentang Tuhan tidak memiliki makna. Kedua, mereka yang berpandangan bahwa kitab suci benar-benar merupakan kalam Tuhan, meskipun di sana terdapat banyak ungkapan simbolis dan metaforis, sehingga untuk memahami bahasa agama diperlukan interpretasi agar pesan yang dikandungnya bisa ditangkap secara benar.

Ketiga, pengenalan manusia yang paling tinggi tentang Tuhannya hanyalah bisa dijangkau dengan metabahasa, yaitu apa yang oleh kaum mistik disebut “the language of silent”.

Upacara Kurban sebagai Simbol Keagamaan

Kehidupan di alam semesta, dalam kesatuan sosial maupun sebagai individu, tidak dapat berlangsung kalau tidak dipelihara dan dirangsang dengan ritus-ritus yang menjamin kesesuaian dengan ketentuan-ketentuan kosmos atau ilahi. Begitulah pemikiran manusia-manusia religius, ritus-ritus inisiasi dipraktikkan di mana-mana. Mereka mengucilkan situasi-situasi kritis dan marginal dalam hidup individu dan kreatif.

Persiapan-persiapan sebelum kelahiran, upacara-upacara sekitar kelahiran, inisiasi pemberian nama, waktu pubertas, perkawinan, ketika sakit, dan upacara-upacara pemakaman diselenggarakan di seluruh dunia untuk mencegah bahaya-bahaya yang tersembunyi dalam perpindahan dari satu tahap kehidupan ke tahap yang lain dan untuk menjamin kontak yang sangat diperlukan dengan sang ilahi.

Tidak hanya kejadian-kejadian sangat penting dalam hidup, tetapi juga kegiatan-kegiatan kerja yang rutin serta permainan memeroleh kemajuan dan kekuatan dari ritus-ritus yang mengiringinya. Sebagai contoh, pembuatan perkakas, pembangunan rumah, pembuatan perahu, pengolahan tanah, berburu dan memancing, mengadakan perang; semua memerlukan inkarnasi, pengilahian, dan dedikasi.

Dari semua ritus ini, upacara kurban mempunyai tempat utama karena dengannya manusia religius mengadakan persembahan diri kepada dewa lewat satu pemberian. Hubungan serta komunikasi yang erat antara dia dengan dewa ditetapkan lewat keikutsertaan dan diambil bagian dalam persembahan yang disucikan. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan bahwa upacara kurban tampak sebagai suatu ritus religius yang penting dan bagi banyak suku bangsa; kurban merupakan tindakan yang religius.

Upacara kurban dapat digambarkan sebagai persembahan ritual berupa makanan atau minuman atau binatang sebagai konsumsi bagi suatu makhluk supernatural. Berbeda dengan persembahan-persembahan ritual kepada penguasa-penguasa manusiawi dan juga dengan persembahan-persembahan lain kepada makhluk supernatural yang bukan berupa makanan, misalnya pembaktian pekerjaan seseorang bagi pelayanan Tuhan, penyucian hewan sederhana, sebagaimana diteliti oleh C. Levi-Strauss:
Dalam setiap masyarakat, komunikasi bekerja dalam tiga taraf yang berbeda: komunikasi para perempuan, komunikasi harta benda dan pelayanan, komunikasi pesan-pesan. Oleh karena itu, studi kekerabatan, ilmu ekonomi, dan linguistik mempunyai jenis-jenis problem yang sama pada taraf-taraf strategis yang berbeda dan sesungguhnya menyangkut bidang yang sama.

Begitu juga upacara kurban merupakan ilustrasi yang bagus untuk suatu bentuk komunikasi nonverbal karena mencakup pertukaran barang dan jasa pada taraf religius. Upacara kurban secara ritual adalah benar-benar suatu bentuk pertukaran manusia dan makhluk adikodrati; manusia pengorban memberikan barang-barangnya dan penerima illahi bereaksi. Segi persembahan dalam upacara adalah yang terpenting.

Dalam antropologi sosial, persembahan secara tidak langsung mengimplikasikan suatu pertukaran barang dan jasa. Meskipun dianggap muncul dari kehendak mereka, persembahan merupakan kewajiban dari tingkah laku sosial. Persembahan-persembahan dilakukan dengan pengharapan yang jelas bahwa ganjaran balasan akan diberikan lewat sesuatu cara.

Dalam lingkup upacara, bisa dibedakan menjadi dua macam kategori yang terpisah satu sama lain: upacara dan ritual. Dalam Buddhisme, makna upacara berarti setiap organisasi kompleks apa pun dari kegiatan manusia yang tidak hanya bersifat sekadar teknis ataupun rekreasional dan berkaitan dengan penggunaan cara-cara tindakan yang ekspresif dari hubungan sosial. Segala cara tingkah laku yang demikian itu, entah yang sudah lazim atau sesuai dengan mode. Goody mendefinisikan ritual sebagai suatu kategori adat perilaku yang dibakukan, di mana hubungan antara sarana-sarana dengan tujuan tidak bersifat intrinsik, dengan kata lain sifatnya irasional atau nonrasional.

Susanne longer memperlihatkan bahwa ritual merupakan ungkapan yang lebih bersifat logis daripada hanya bersifat psikologis. Ritual memperlihatkan tatanan atas simbol-simbol yang diobjekkan. Simbol-simbol ini mengungkapkan perilaku dan perasaan, serta membentuk disposisi pribadi dari para pemuja mengikuti modelnya masing-masing. Pengobjekan ini penting untuk kelanjutan dan kebersamaan dalam kelompok keagamaan.

Contoh upacara kurban ada pada penduduk primitif. Upacara kurban tersebut adalah sebuah ibadah kepada leluhur di mana hubungan antara yang hidup dengan yang mati diungkapkan. Di antara penduduk Mende di Sierra Leone, semua ikut ambil bagian dalam upacara ini. Upacara dilakukan di tempat doa yang terletak pada semak-semak pohon. Di hadapan semua anggota keluarga, diletakkan seekor unggas dan beras. Kemudian mereka semua meletakkan makanan dan setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing. Kalau makanan yang dipersembahkan kepada leluhur sudah dimakan burung-burung atau binatang yang lewat, maka itulah tanda bahwa pengorbanan sudah diterima. Kalau tidak, upacara harus diulang pada hari berikutnya. Dasar kepercayaan dalam pengorbanan seperti ini adalah bahwa roh-roh leluhur mengharapkan bagian mereka dari kemakmuran saudara-saudaranya yang masih hidup dan dari rumah tangga mereka.
Lain halnya dengan upacara kurban pada umat Islam. Orang Islam yang mampu diwajibkan untuk mengeluarkan kurban setiap tahun, seekor domba untuk setiap orang atau sapi dan unta untuk tujuh orang. Binatang kurban ini harus disembelih pada Hari Raya Kurban atau selama tiga hari sesudahnya. Di luar waktu tersebut tidak sah. Penyembelihannya boleh diwakilkan dan dagingnya dibagikan untuk fakir miskin. Kemudian mengenai pengorbanan yang akan diterima adalah pengorbanan yang dilandasi dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah:
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya.

Penyembelihan hewan kurban tersebut sebagai tradisi keagamaan yang dimulai sejak Nabi Ibrahim dan dikukuhkan dalam syariat Nabi Muhammad; merupakan suatu qurbah (sarana pendekatan diri kepada Allah). Untuk membuktikan kebaktian dan kepatuhan kita kepada petunjuk-Nya, yaitu memantapkan tauhid kita kepada-Nya dan ikut memperhatikan kemaslahatan masyarakat dengan kesediaan berkurban harta dan tenaga sampai kepada jiwa apabila hal itu diperlukan untuk terwujudnya kemaslahatan bersama.

Ajaran Islam tidak melarang sama sekali penyembelihan hewan untuk maksud ibadah, tetapi di sini ditekankan bahwa ibadah itu semata-mata untuk Allah saja sebagai konsekuensi kepercayaan tauhid. Penyembelihan hewan kurban itu dimaksudkan bukan untuk disia-siakan begitu saja.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Kota Bandung

Untuk sobat semua yang tinggal di Bandung dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23-38 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
– Syarat hewan qurban sesuai syar’i
– Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
– Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
– Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
– Ternak berasal dari penampungan yang jelas
– Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bandung dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON /SMS /WA :

0858-5344-4472

—___—Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah Anda—___—

Ketentuan Qurban Kambing

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Ketentuan Qurban Kambing

Nah bagi sahabat Aqiqah Berkah yang suka dengan binatang seperti binatang yang dapat menghasilkan uang atau sering kita sebut dengan binatang ternak, anda bisa menyalurkan kesukaan anda menjadi bisnis, ya beternak binatang kesukaan. Apabila kita mengetahui tentang hewan yang kita sukai maka tidak ada salahnya kesukaan itu dijadikan peluang usaha ternak hewan yang menguntungkan. Berikut ini adalah ulasan mengenai qurban.

Pengertian

Kata kurban berasal dari bahasa Arab وقربانا . قربا . بقربو yang berarti pendekatan diri atau mendekatkan diri. Sedangkan menurut syariat Islam adalah penyembelihan binatang ternak yang memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada waktu tertentu, dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Syarat kurban didasarkan atas perintah Allah SWT, tercantum dalam surat Al-Kausar Ayat 1-3 dan AL-Hajj Ayat berikut:

  1. Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah
  3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

Hukum Kurban

Bagi umat Islam, hukum kurban adalah sunah muakad. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : Sesungguhnya menyembelih kurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari Rasulullah SAW. (HR At-Tirmizi: 1427)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : “Diwajibkan kepadaku berkurban dan tidak wajib atas kamu.(HR . At-Daruquti)

Sebagian ulama berpendapat hukum berkurban ialah wajib sebagai berikut :
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami. “(HR. Ahmad dari Abu Hurairah: 7924: Ibnu Majjah :3114)

Syarat Binatang untuk Kurban

Jenis binatang yang sah untuk kurban adalah jenis binatang ternak yang dipelihara/diternakkan untuk dimakan dagingnya. Binatang temak tersebut meliputi empat macam, yaitu kambing/ domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang ternak yang dipergunakan untuk melaksanakan syariat kurban itu harus memenuhi dua syarat, yaitu cukup umur dan tidak cacat. Ketentuan Umur Binatang Kurban. Binatang kurban itu dapat dikatakãn cukup umur apabila telah mencapai umur yang ditentukan syara. (1) Domba sekurang-kurangnya berumur satu tahun atau telah berganti gigi (musinnah). Rasulullah saw. berdabda dalam sebuah hadis sebagai berikut. Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menyembelih (berkurban) kecuali telah berganti gigi. Kecuali apabila engkau sulit mendapatkannya maka sembelihlah yang telah berumur satu tahun dari (jenis) domba. (H.R. Muslim: 3631). (2) Kambing biasa sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (3) Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (4) Unta sekurang-kurangnya berumur lima tahun.

Memilih Hewan Qurban

Perlu dipahami bahwa berqurban tidaklah sah kecuali dengan hewan ternak yaitu unta, sapi, atau kambing. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wata’ala:
“Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (Al-Hajj: 28)

Juga firman-Nya:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34)

Dan yang paling afdhal menurut jumhur ulama adalah unta (untuk satu orang), kemudian sapi (untuk satu orang), lalu kambing (domba lebih utama daripada kambing jawa), lalu berserikat pada seekor unta, lalu berserikat pada seekor sapi. Alasan mereka adalah:

  1. Unta lebih besar daripada sapi, dan sapi lebih besar daripada kambing. Allah Subhanahu wata’alaberfirman:
    “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj: 32)
  2. Unta dan sapi menyamai 7 ekor kambing.
  3. Hadits Abu Hurairah :
    “Barangsiapa yang mandi Jum’at seperti mandi janabat kemudian berangkat, maka seolah dia mempersembahkan unta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kedua, seolah mempersembahkan sapi, yang berangkat pada waktu ketiga seakan mempersembahkan kambing bertanduk, yang berangkat pada waktu keempat seakan mempersembahkan ayam, dan yang berangkat pada waktu kelima seakan mempersembahkan sebutir telur.” (HR. Al-Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Adapun hadits yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan kambing kibasy, yang berarti dinilai lebih afdhal karena merupakan pilihan beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dijawab:

  1. Hal tersebut menunjukkan kebolehan berqurban dengan kambing.
  2. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam berbuat demikian agar tidak memberatkan umatnya.

Faedah

Al-Imam Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam tafsirnya, Adhwa`ul Bayan (3/485), menukil kesepakatan ulama tentang bolehnya menyembelih hewan qurban secara umum, baik yang jantan maupun betina. Dalilnya adalah keumuman ayat yang menjelaskan masalah hewan qurban, tidak ada perincian harus jantan atau betina, seperti ayat 28, 34, dan 36 dari surat Al-Hajj.

Para ulama hanya berbeda pendapat tentang mana yang lebih afdhal. Yang rajih adalah bahwa kambing domba jantan lebih utama daripada yang betina. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyembelih kambing kibasy (jantan) bukan na’jah (betina). Wallahu a’lam bish-shawab.

Ketentuan Hewan Qurban

a. Kambing domba atau jawa
Tidak ada khilaf di kalangan ulama, bahwa seekor kambing cukup untuk satu orang. Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Qudamah dalam Syarhul Kabir (5/168-169).

Seekor kambing juga mencukupi untuk satu orang dan keluarganya, walaupun mereka banyak jumlahnya. Ini menurut pendapat yang rajih, dengan dalil hadits Abu Ayyub Al-Anshari, dia berkata:
“Dahulu di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, seseorang menyembelih qurban seekor kambing untuknya dan keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1510, Ibnu Majah no. 3147. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”)

Juga datang hadits yang semakna dari sahabat Abu Sarihah diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 3148). Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahihul Musnad (2/295) berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat Syaikhain….”

b. Unta
Menurut jumhur ulama, diperbolehkan 7 orang atau 7 orang beserta keluarganya berserikat pada seekor unta atau sapi. Dalilnya adalah hadits Jabir , dia berkata:
“Kami pernah menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada waktu Hudaibiyyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang.” (HR. Muslim no. 1318, Abu Dawud no. 2809, At-Tirmidzi no. 1507)
Demikianlah ketentuan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang masyhur di kalangan kaum muslimin, dahulu maupun sekarang.

Atas dasar itu, maka apa yang sedang marak di kalangan kaum muslimin masa kini yang mereka istilahkan dengan ‘qurban sekolah’ atau ‘qurban lembaga/yayasan’1 adalah amalan yang salah dan qurban mereka tidak sah. Karena tidak sesuai dengan bimbingan As-Sunnah yang telah dipaparkan di atas.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan tanpa contoh dari kami maka dia tertolak.” (HR. Muslim no. 1718 dari Aisyah radhiyAllahu ‘anha)
Al-Imam Asy-Syinqithi dalam tafsirnya Adhwa`ul Bayan (3/484) menegaskan: “Para ulama sepakat2, tidak diperbolehkan adanya dua orang yang berserikat pada seekor kambing….”

Umur Hewan Qurban

Diriwayatkan dari Jabir , dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian menyembelih (hewan qurban) kecuali musinnah. Kecuali bila kalian sulit mendapatkannya, maka silakan kalian menyembelih jadza’ah dari kambing domba.” (HR. Muslim no. 1963)

Dalam hadits ini, Rasulullan memberikan ketentuan tentang umur hewan qurban yaitu musinnah.

Musinnah pada unta adalah yang genap berumur 5 tahun dan masuk pada tahun ke-6. Demikian yang dijelaskan oleh Al-Ashmu’i, Abu Ziyad Al-Kilabi, dan Abu Zaid Al-Anshari.

Musinnah pada sapi adalah yang genap berumur 2 tahun dan masuk pada tahun ke-3. Inilah pendapat yang masyhur sebagaimana penegasan Ibnu Abi Musa. Ada juga yang berpendapat genap berumur 3 tahun masuk pada tahun ke-4.
Musinnah pada ma’iz (kambing jawa) adalah yang genap berumur setahun. Begitu pula musinnah pada dha`n (kambing domba).

Demikian penjelasan Ibnu ‘Utsaimin dalam Syarh Bulughil Maram (6/84). Lihat pula Syarhul Kabir (5/167-168) karya Ibnu Qudamah .

Apakah disyaratkan harus musinnah?

a. Unta, sapi, dan kambing jawa (ma’iz)
Mayoritas besar ulama mensyaratkan umur musinnah pada unta, sapi, dan ma’iz, dan tidak sah bila kurang daripada itu. Dasarnya adalah hadits Jabir di atas. Adapun hadits Mujasyi’ :
“Sesungguhnya jadza’ (hewan yang belum genap umur musinnah) mencukupi dari apa yang dicukupi oleh tsaniyah (hewan yang genap umur musinnah, pen.).” (HR. Abu Dawud no. 2799, Ibnu Majah no. 3140, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud. Saya katakan: Sanadnya hasan, karena dalam sanadnya ada ‘Ashim bin Kulaib dan ayahnya. Keduanya shaduq (jujur).)

khusus berlaku untuk jadza’ah dari kambing domba saja (kambing domba yang berumur 6 bulan). Demikian dijelaskan oleh Ibnu Qudamah radhiyallahu ‘anhu dengan dasar hadits Jabir di atas.

Wallahu a’lam.

b. Kambing domba (dha`n)
Yang afdhal pada dha`n adalah umur musinnah (1 tahun) dengan dasar hadits Jabir di atas. Tetapi apakah hal itu termasuk syarat? Ataukah diperbolehkan menyembelih jadza’ah (umur 6 bulan) secara mutlak?
Pendapat yang rajih adalah pendapat jumhur –bahkan Al-Qadhi ‘Iyadh menukilkan kesepakatan4– bahwa jadza’ah dari dha`n tidak sah kecuali bila kesulitan mendapatkan musinnah, dengan dasar hadits Jabir di atas.

Adapun hadits Abu Hurairah :
“Sebaik-baik hewan qurban adalah jadza’ah dari dha`n.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad (2/445) dan At-Tirmidzi . Sanadnya dhaif, karena di dalamnya ada Kidam bin Abdurrahman As-Sulami dan Abu Kibasy, keduanya majhul. (Lihat Adh-Dha’ifah no. 64)

Juga hadits Ummu Bilal bintu Hilal (dalam sebagian riwayat: dari ayahnya; pada riwayat lain langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam):
“Jadza’ah dari dha`n diperbolehkan sebagai hewan qurban.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (3/39), Al-Baihaqi dalam Al-Ma’rifah (5650-5651), dan yang lainnya. Sanadnya dhaif, padanya ada Ummu Muhammad Al-Aslamiyyah, dia majhulah. (Lihat Adh-Dha’ifah no. 65)

Adapun hadits Mujasyi’ yang telah dipaparkan sebelumnya (pada hal. 18), maka dijawab dengan ucapan Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam (4/174): “Kemungkinan hal itu semua ketika kesulitan mendapatkan musinnah.”

Saya katakan: Hal ini dikuatkan oleh sebab wurud hadits Mujasyi’ ini. Kulaib bin Syihab mengisahkan: Kami dahulu pernah bersama salah seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Mujasyi’ dari Bani Sulaim. Waktu itu, kambing sangat sulit dicari. Maka dia memerintahkan seseorang untuk berseru: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Sesungguhnya jadza’ah itu mencukupi dari apa yang dicukupi oleh musinnah.” (Lihat Abu Dawud no. 2799, Ibnu Majah no. 3140)

Adapun hadits ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani mengisahkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammembagikan hewan qurban kepada para sahabatnya. ‘Uqbah mendapatkan jatah bagian jadza’ah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:
“Hendaklah engkau berqurban dengannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5547 dan Muslim no. 1965) maka jawabannya adalah sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan jadza’ah di sini bukanlah jadza’ah. dari dha`n, tetapi jadza’ah dari ma’iz (kambing jawa).

Sebagaimana hal ini disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari (no. 5555) disebutkan: “’Atud adalah anak kambing ma’iz yang telah kuat dan berusia satu tahun.” Ibnu Baththal menegaskan: “’Atud adalah jadza’ah dari ma’iz.” Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar setelah itu: “Lafadz ini menjelaskan maksud kata ‘jadza’ah’ yang terdapat dalam riwayat lain hadits ‘Uqbah, bahwasanya ‘jadza’ah’ di sini adalah dari ma’iz.”

Adapun jawaban hadits ini yang membolehkan jadza’ah dari. ma’iz adalah sebagai berikut:

  1. Kebolehan tersebut khusus sebagai rukhshah untuk
    ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani . Sebab, dalam riwayat Al-Baihaqi ada tambahan lafadz:
    “Dan tidak ada rukhshah (keringanan) untuk siapapun setelah itu.”
    Sebagaimana pula rukhshah ini juga diberikan kepada Abu Burdah dalam riwayat Al-Bukhari (no. 5556, 5557) dan yang lainnya. (Lihat Fathul Bari, 11/129)
  2. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (11/130) menegaskan: “Kemungkinan hal tersebut terjadi pada awal Islam, kemudian syariat menetapkan bahwa jadza’ah dari ma’iz tidak cukup. Dan Abu Burdah dan Uqbah khusus mendapatkan rukhshah itu….”

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai qurban. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2020 :

  1. Harga Kambing Gibas /Kambing jawa
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2020 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2020 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :
Call/SMS/WA :

0858-5344-4472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Wallahul muwaffiq.

Harga Kambing Qurban Malaysia

By | Tentang Qurban | No Comments

Harga Kambing Qurban Malaysia

Jenis dan Daftar Harga Kambing Jakarta Selatan Terbaru 2020

Harga Kambing Kacang (jawa)
Untuk harga yang pertama adalah kambing jawa atau biasa di panggil kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Dan untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kacang sangat bervariasi di lihat dari umur kondisi fisik , kesehatan, jenis kelamin dan lainnya. Untuk harganya mulai dari harga 1,9 juta sampai 2,8 juta rupiah.
Berikut daftar Harga Kambing Kacang

KAMBING JAWA

Kambing Jawa Berat Badan +/- 23-24 Kg Harga Rp 1.900.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 25-26 Kg Harga Rp 1.900.000,-

Kambing Jawa Berat Badan +/- 27-28 Kg Harga Rp 2.000.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 29 Kg Harga Rp 2.000.000,

Kambing Jawa Berat Badan +/- 30-31 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 32-33 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 34-35 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 36-37 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 38 Kg Harga Rp 2.800.000,-

Daftar Harga Kambing Etawa
Kemudian ada kambing etawa, hewan pemakan rumput ini berasal dari india yang berhasil di kembangkan dan di budidaya di Negara kita dengan sangat baik, dan menjadi andalan para peternak kambing sukses di era modern ini. Untuk populasi dan perkembangannya pun tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Namun kambing etawa ini memiliki keunggulan yaitu dengan postur tubuh yang lebih besar seta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk urusan harga tentunya jauh di atas kambing lokal.

Untuk saat ini jenis kambing etawa sangat menjadi primadona di dalam pasar kambing. Banyak dari peternak kambing beralih fungsi menjadi peternak kambing etawa. Mungkin karena bersifat multi fungsi kambing besar ini menjadi andalan para peternak sukses. Sebab dengan beternak kambing etawa keuntungan yang di dapat bisa berkali kali lipat. Etawa sendiri bisa di fungsikan sebagai kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes.
Dan untuk masalah harga kambing etawa anda bisa melihatnya di bawah ini,
• Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 1.700.000,-
• Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 2.200.000,-
• Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan —>> Rp Rp 3.000.000,-
• Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 3.500.000,-
• Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 2.000.000,-
• Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 3.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan —>> Rp 4.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 5.000.000,-

Daftar harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi. Atas keunggulannya tersebut sudah banyak para peternak yang membudidayakan kambing ini.
Untuk harganya bisa anda lihat di bawah ini,
• PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan >> Rp 1.000.000,-
• PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan >> Rp 1.500.000,-
• PE betina Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.000.000,-
• PE betina Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 2.500.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan >> Rp 1.400.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan >> Rp 1.800.000,-
• PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.500.000,-
• Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 3.200.000,-

Daftar Harga kambing Gibas
Selanjutnya kambing gibas, untuk urusan harga kambing yang satu ini memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Nah langusung saja, berikut harga kambing gibas,

KAMBING GIBAS

Kambing Gibas Berat Badan +/- 23-24 Kg Harga Rp 1.900.000,-
Kambing Gibas Berat Badan +/- 25-26 Kg Harga Rp 1.900.000,-

Kambing Gibas Berat Badan +/- 27-28 Kg Harga Rp 2.000.000,-
Kambing Gibas Berat Badan +/- 29 Kg Harga Rp 2.000.000,

Kambing Gibas Berat Badan +/- 30-31 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 32-33 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 34-35 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 36-37 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 38 Kg Harga Rp 2.800.000,-

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang sangat berbeda beda, namun daftar di atas bisa di jadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Jika anda membutuhkan kambing untuk Aqiqah atau Qurban bisa beli di Rumah Aqiqah Nganjuk atau Aqiqah Berkah. Bersama kami dapatkan layanan dan paket sesuai syari dan amanah dalam mengelola kambing aqiqah anda Hub 0858-5344-4472.
Kami adalah penyedia jasa Layanan Aqiqah murah dengan kambing terbaik dan berkualitas, seputar aqiqah lengkap yang berlokasi di Nganjuk dan sekitarnya. Selama menjalankan usaha ini, kami memiliki komitment kuat untuk mendahulukan kepuasan pelanggan. Kami sangat percaya pelanggan yang mendapatkan kepuasan dari layanan kami akan membuat hasil kerja kami lebih manfaat dan tentu saja berkah.

Telp/sms/wa :

0858-5344-4472

Jual Kambing Qurban Jakarta Selatan

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Jual Kambing Qurban Murah Jakarta Selatan

Para sahabat yang berbahagia kini sebelum kami mengulas mengenai kambing qurban murah di Bogor. Kami akan mengulas dahulu mengenai syarat-syarat penyembelihan. Simak ulasan berikut ini..

SYARAT-SYARAT PENYEMBELIHAN

Syarat-syarat penyembelihan, antara lain :

1. Orang yang Menyembelih Adalah Seorang Muslim atau Ahli Kitab (yahudi atau nashrani), Laki-laki atau Wanita
Allah SWT berfirman;
”Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal (pula) bagi mereka.”

Adapun seorang penyembah berhala, maka sembelihannya tidak dihalalkan, demikian pula orang yang murtad.
Diantara dalil yang menunjukkan bolehnya memakan sembelihan yang dilakukan olah wanita adalah hadits Ka‟ab bin Malik r.a ia berkata;
”Bahwasannya seorang wanita menyembelih seekor domba dengan batu, lalu Nabi a ditanya tentang hal itu, kemudian beliau memerintahkan untuk memakannya.”

Dan Nabi SAW pernah memakan kambing yang dihadiahkan oleh seorang wanita yahudi. Beliau juga pernah memakan roti yang kurang enak pada penjamuan yang diadakan oleh seorang yahudi yang mengundang beliau.

2. Orang yang Menyembelih Adalah Orang yang
Berakal dan Tamyiz Tamyiz adalah dapat membedakan yang berbahaya dan tidak. Tamyiz biasanya dimulai sejak anak berusia tujuh tahun. Dengan demikian tidak halal hukumnya sembelihan orang gila, orang yang dalam keadaan mabuk, anak kecil yang belum tamyiz, atau orang tua yang telah kehilangan sifat tamyiz, dan yang semisalnya.

3. Ada Kesengajaan Untuk Menyembelih
Menyembelih merupakan suatu perbuatan yang membutuhkan niat. Sehingga jika tidak ada niat menyembelih, maka sembelihannya tidak sah.

4. Meyebut Nama Allah Ketika Menyembelih
Menyebut Nama Allah SWT adalah syarat kehalalan hewan sembelihan. Barangsiapa yang tidak menyebut Nama Allah dengan sengaja, maka sembelihannya tidak halal. Allah SWT berfirman;
“Maka makanlah hewan-hewan (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika engkau beriman kepada ayat-ayat-Nya.”

Apabila disebutkan padanya nama selain Allah, maka menjadi tidak halal, meskipun nama Allah juga disebut. Dalam hadits qudsi yang shahih, Allah SWT berfirman;
“Barangsiapa yang beramal dengan menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang lain, maka Kutinggalkan ia bersama sekutunya tersebut.”

Catatan :

  1. Apabila seorang muslim lupa tidak membaca Basmalah, maka sembelihannya tetap halal.
    Pendapat mayoritas ulama‟ diantara tiga imam madzhab yang empat, bahwa membaca basmalah bagi seorang muslim ketika menyembelih adalah wajib ketika ingat, tidak mengapa jika lupa.
    Berdasarkan hadits dari Ibnu „Abbas p dari Nabi SAW beliau sabda;
    ”Sesungguhnya Allah memaafkan perbuatan umatku yang disebabkan oleh salah, lupa, atau dipaksa.”
  2. Apabila penyembelihnya dilakukan oleh orang yang bisu sehingga tidak bisa mengucapkan bismillah, maka ia dapat menggantikan dengan isyarat. Ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‟Utsaimin rahimuhullah.
  3. Tidak ada keharusan untuk menanyakan cara penyembelihan. Diriwayatkan dari „Aisyah r.a, ia berkata;
    “Beberapa orang berkata kepada Nabi SAW, “Ada sekelompok orang memberi kami daging namun kami tidak tahu apakah mereka menyebut Nama Allah atau tidak?” Maka Nabi a bersabda, “Bacalah Bismillah oleh kalian dan makanlah.”
    „Aisyah r.a berkata, „Orang-orang yang menghadiahkan daging tersebut adalah orang yang
    baru saja meninggalkan kekufuran.‟”
    Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al- „Utsaimin rahimahullah;
    “Tidak ada keharusan untuk menanyakan cara menyembelih yang dilakukan oleh seorang muslim atau kitabi (ahli kitab), apakah membaca bismillah atau tidak. Bahkan hal tersebut tidak pantas dilakukan, karena itu termasuk sikap berlebih-lebihan dalam beragama. Nabi a sendiri memakan sembelihan yahudi tanpa bertanya terlebih dahulu.”
  4. Apabila seorang mengetahui dengan jelas, bahwa seorang ahli kitab yang menyembelih dengan menyebut nama selain Allah, maka sembelihan tersebut menjadi tidak halal baginya. Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata;
    “Sembelihan nashara halal. Apabila engkau mendengarnya menyebut atas nama selain Allah ketika menyembelih, maka janganlah engkau makan.”

5. Menyembelih Dengan Menggunakan Alat yang Dapat Mengalirkan Darah, Selain Tulang dan Kuku
Hal ini berdasarkan riwayat dari Rafi‟ bin Khudaij r.a ia berkata, Rasulullah SAW bersabda;
”Apa saja yang dapat mengalirkan darah dan disebutkan Nama Allah, makanlah, asalkan alat tersebut bukan gigi dan kuku. Adapun gigi adalah tulang dan kuku adalah pisau orang Habasyah.”

6. Memutuskan Dua Saluran Darah dan Dua Urat Leher; Tenggorokan (Saluran Pernafasan), Dan Kerongkongan (Saluran Pencernaan)
Dalam hal peyembelihan hewan dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Hewan yang dapat disembelih
Untuk hewan yang dapat disembelih, maka hewan tersebut disembelih pada pangkal lehernya, dengan memutuskan dua saluran darah dan dua urat leher; tenggorokan (saluran pernafasan), dan kerongkongan (saluran pencernaan). Sebagaimana atsar dari Ibnu ‟Abbas rahimahullah, ia berkata;
”Menyembelih itu pada leher dan pangkal lehernya.”

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‟Utaimin rahimahullah;
”Terpotongnya semua saluran (dua saluran urat leher, kerongkongan, dan tenggorokan) itu jelas lebih utama, lebih bersih, dan lebih suci, akan tetapi jika hanya dicukupkan dengan dua saluran urat leher saja, maka menurut pendapat yang benar bahwa sembelihannya halal. Adapun jika hanya dicukupkan dengan tenggorokan dan kerongkongan saja, maka berdasarkan pendapat yang benar bahwa sembelihan itu diharamkan.”

Catatan :
Adapun hewan yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam hewan buas, yang masih dalam keadaan hidup dan masih sempat disenyembelih secara syar‟i, maka menjadi halal.

Adapun tanda-tanda hewan tersebut masih dalam keadaan hidup adalah masih bergerak dan memancarkan darah segar yang deras ketika disembelih.

b. Hewan yang tidak dapat disembelih
Adapun hewan yang yang tidak dapat disembelih, maka hewan tersebut dilukai sesuai dengan kemampuan dengan melukai di tempat mana saja dari badannya, asalkan darah bisa mengalir pada bagian tubuh yang mana saja sudah mencukupi (sah). Akan tetapi yang lebih utama adalah memilih bagian tubuh yang menyebabkan nyawa lebih cepat keluar, karena hal tersebut labih menyenangkan bagi hewan dan tidak menyiksa.

Diriwayatkan bahwa para sahabat mendapatkan rampasan perang berupa unta dan kambing, lalu seekor unta manjadi liar dan lari. Kemudian seorang melepaskan panah ke arahnya dan tepat mengenainya. Rasulullah SAW bersabda;
”Sesungguhnya unta itu memiliki sifat liar seperti liar hewan lainnya. Apabila ada unta yang lari lagi, maka lakukanlah seperti itu.”

Ibnu „Abbas p berkata; “Apa saja yang engkau tidak mampu untuk menyembelihnya dari hewan, maka hukumnya seperti buruan. Unta yang lari dan jatuh kedalam sumur dan engkau mampu menyembelihnya pada bagian mana saja, maka sembelihlah. Ini adalah pendapat „Ali, Ibnu „Umar, dan „Aisyah r.a.”

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan. Berikut ini harga kambing yang ada di jakarta selatan. mari di simak agar tau harganya sesuai dengan jenis kambingnya.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Jakarta Selatan

Untuk sobat semua yang tinggal di Jakarta Selatan dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23-38 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
– Syarat hewan qurban sesuai syar’i
– Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
– Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
– Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
– Ternak berasal dari penampungan yang jelas
– Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

SMS / TELPON / WA :

0858-5344-4472

Jual Kambing Qurban Murah Kota Surabaya

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Jual Kambing Qurban Murah Kota Surabaya

Sebentar lagi kita akan menyabut hari besar islam yaitu Idul Adha. Nah kami akan mengulas mengenai Tips mengolah daging kurban agar tetap sehat dan aman dan akan dilanjutkan mengenai harga kambing di surabaya. Simak ya sahabat…

Tips mengolah daging kurban agar tetap sehat dan aman

Memisahkan Daging dan Jeroan

Di antara kesalahan yang kerap terjadi adalah mencampur antara daging dengan jeroan. Jeroan yang dicampur akan mengakibatkan kontaminasi pada daging, menimbulkan bau dan mengotori daging. Daging yang dicampur dengan jeroan akan lebih cepat rusak. Oleh karena itu, seharusnya dipisahkan antara daging dan jeroan mulai dari pembersihan, penyimpanan, maupun saat pengolahan.

Menyimpan Daging dengan Benar

Daging yang tidak segera dimasak harus disimpan dengan cara yang benar agar tetap segar. Caranya adalah dicuci bersih dengan air yang mengalir. Diusahakan dicuci dengan air yang bersih, baik air sumur maupun air PAM. Setelah dicuci bersih, daging bisa disimpan di freezer.

Mengolah Secara Higienis

Dalam mengolah daging kurban, kebersihan pisau dan alat-alat lain yang digunakan harus diperhatikan. Cuci terlebih dahulu alat-alat yang digunakan hingga bersih. Pisahkan antara daging dan jeroan, cuci secara terpisah. Saat memasak, hendaknya memasak daging hingga benar-benar matang. Hal ini untuk menghindari kuman yang dapat membahayakan kesehatan. Makanan yang diolah setengah matang, ada kemungkinan masih mengandung kuman dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Pada prinsipnya daging kurban boleh diolah dengan berbagai macam jenis masakan. Yang penting prosesnya higienis dan diolah sampai benar-benar matang.

Tidak Berlebihan Mengkonsumsi Daging

Sesuatu yang berlebih-lebihan tidak baik bagi tubuh kita. Termasuk berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi daging. Walaupun daging merupakan sumber proteindan lemak serta kaya akan mineral yang penting untuk tubuh, namun bila dikonsumsi berlebihan juga akan menyebabkan bahaya kesehatan bagi tubuh. Mengkonsumsi daging berlebihan akan meningkatkan kolesterol jahat yang merugikan tubuh. Hal ini berbahaya terutama bagi penderita hipertensi dan penyakit jantung.

Perhatikan pula saat makan yang tepat. Hindari makan daging berelebihan di malam hari. Pada malam hari biasanya sangat sedikit melakukan aktivitas yang dapat membakar kalori sehingga kalori dari nasi dan daging yang dimakan hanya akan mengendap.

Hindari juga kebiasaan langsung tidur setelah makan malam. Jarak minimal untuk tidur adalah satu jam setelah makan.

Perbanyak Minum Air Putih Serta Konsumsi Buah dan Sayur

Air putih dapat memperlancar pencernaan dan membantu membuang racun-racun dalam tubuh. Sayur dan buah juga dapat mengimbangi jumlah kalori yang masuk. Selain dapat memakan buah-buahan pencuci mulut, bisa juga menyisipkan lalapan sayuran seperti mentimun atau tomat dalam hidangan daging kambing atau sapi.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Tips mengolah daging kurban agar tetap sehat dan aman. Semoga apa yang kami sampaikan di atas bermanfaat. Sekanjutnya kami akan mengulas sesuai topik utama ini,….

Terima kasih untuk semua customer Aqiqah berkah yang mempercayakan kami sebagai pusat layanan qurban dan aqiqah terbaik sampai saat ini.

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Surabaya

Untuk sobat semua yang tinggal di Suarabaya dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23-38 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai harga kambing surbaya 2020. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Informasi dan Pemesanan :

TELPON/SMS/WA :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Kambing Qurban Murah di Bogor

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Murah di Bogor

Para sahabat yang berbahagia kini sebelum kami mengulas mengenai kambing qurban murah di Bogor. Kami akan mengulas dahulu mengenai pembagian daging qurban. Simak ulasan berikut ini..

PEMBAGIAN DAGING QURBAN

Tidak ada ketentuan seberapa banyak daging qurban yang harus dibagikan. Tetapi sebaiknya daging qurban tersebut; sepertiga dimakan, sepertiga disedekahkan kepada fakir miskin dan dihadiahkan kepada orang kaya, dan sepertiganya sisanya disimpan.

Sebagaimana diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa’ r.a , sesungguhnya Nabi SAW bersabda;
“Makanlah daging hewan qurban, berilah makan orang lain dengannya dan simpanlah.”

Makna “memberi makan” mencakup sedekah untuk para fakir miskin dan hadiah untuk orang kaya. Seandainya seorang menyedekahkan seluruh daging qurbannya, maka ini diperbolehkan. Berdasarkan hadits dari Ali bin Abi Thalib r.a berkata;
“Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk mengurusi qurban-qurbannya; membagi-bagikan daging, kulit, dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi suatu apapun dari qurban kepada penyembelihnya.”

Catatan :

  1. Dianjurkan bagi orang yang berqurban agar memakan daging qurbannya dan bersedekah dengannya. Allah SAW berfirman;
    ”Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
  2. Daging qurban hendaknya dibagikan didaerah dimana orang yang berqurban tinggal. Tetapi jika ada hajat dan manfaat yang lebih besar untuk dikirim ke daerah lain yang memerlukannya, maka diperbolehkan. Syaikh ‟Abdullah bin Muhammad Ath-Thayar r.a mengatakan;
    “Pada asalnya qurban itu disembelih oleh orang yang berqurban di daerahnya. Akan tetapi, apabila ada hajat dan manfaat yang lebih besar untuk dikirim (ke daerah lain) –misalnya; ke negeri yang sedang mengalami kelaparan atau tertimpa bencana,- maka diperbolehkan.”
  3. Diperbolehkan memberikan daging qurban kepada orang kafir, selama orang kafir tersebut bukan merupakan kafir harbi (orang kafir yang memerangi kaum muslimin). Hal ini sebagaimana fatwa dari Lajnah Da’imah, sebagai berikut;
    “Kita dibolehkan memberi daging qurban kepada orang kafir Mu‟ahid (orang kafir yang mengikat perjanjian damai dengan kaum muslimin) baik karena statusnya sebagai orang miskin, kerabat, tetangga, atau karena dalam rangka menarik simpati mereka. Namun tidak dibolehkan memberikan daging qurban kepada orang kafir harbi, karena kewajiban kita kepada kafir harbi adalah merendahkan mereka dan melemahkan kekuatan mereka. Hukum ini juga berlaku untuk pemberian sedekah.”
  4. Jika setelah disembelih daging qurban busuk, dicuri, atau diambil orang lain yang tanpa ada kecerobahan dari pihak pemilik qurban, maka pemilik qurban tidak wajib mengganti. Namun jika hal itu diebabkan karena kecerobahan pemilik qurban, maka wajib mengganti daging qurban yang harus disedekahkan dan kemudian menyedekahkannya. Ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.
  5. Tidak diperbolehkan memperjual-belikan bagian apapun dari hewan qurban, termasuk kulitnya.
    Haramnya menjual kulit qurban merupakan pendapat mayoritas ulama‟. Berdasarkan hadits Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda;
    “Barang siapa yang menjual kulit hewan qurbannya, maka tidak ada (nilainya ibadah) qurbannya.”
  6. Upah untuk penyembelih harus diambilkan dari harta lain (selain qurban). Dan penyembelih boleh diberi daging qurban sebagai sedekah, dan bukan sebagai upah. Ali bin Abi Thalib r.a berkata;
    “Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk mengurusi unta qurban beliau; menyedekahkan daging, kulit, dan bagian punggungnya, dan aku tidak diperbolehkan memberi kepada penyembelihnya suatu (apapun) dari hewan qurban.” Lalu Ali r.a berkata, “Kami memberinya (upah) dari apa yang kami miliki.”
  7. Bagi seorang yang memperoleh hadiah atau sedekah daging qurban, maka diperbolehkan memanfaatkan sekehendaknya, daging tersebut dapat dijual atau dimanfaatkan dalam bentuk lain.
    Akan tetapi tidak diperkenankan untuk menjualnya kembali kepada orang yang memberi hadiah atau sedekah kepadanya. Ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-„Utsaimin rahimahullah.
  8. Diperbolehkan menyimpan daging qurban sampai waktu yang lama, selama masih enak dimakan. Kecuali jika qurban disembelih pada saat-saat kelaparan, maka tidak boleh menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari. Berdasarkan hadits Salamah bin Al-Akwa’ r.a , Rasulullah bersabda;
    “Barangsiapa berqurban, maka tidak boleh ada daging qurban yang masih tersisa dirumahnya setelah hari ketiga.” Maka pada tahun berikutnya para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apakah kami harus berbuat sebagaimana telah kami lakukan pada tahun lalu?” Beliau bersabda,
    “Makanlah daging hewan qurban, berilah makan orang lain dengannya, dan simpanlah, karena pada tahun kemarin orang berada dalam kesusahan, maka aku ingin kalian membantu mereka.”
    Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kami Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya.

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan mengenai pembagian hewan qurban. Barikut ini harga kambing qurban di Bogor.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Bogor

Untuk sobat semua yang tinggal di Bogor dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23-38 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2018 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
– Syarat hewan qurban sesuai syar’i
– Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
– Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
– Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
– Ternak berasal dari penampungan yang jelas
– Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bogor dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

SMS / TELPON / WA :

0858-5344-4472