Masakan Paket Aqiqah Ciledug Peduli Yang Sudah Teruji Kelezatannya

By August 24, 2019 Artikel No Comments

Assaalamualaikum ayah dan bunda yang bertempat tinggal di daerah Ciledug dan sekitarnya, Ketemu lagi dengan kami dari Aqiqah Berkah. Dan kali ini Aqiqah Berkah akan menjelasakan tentang pengertian aqiqah secara singkat, makna tergadaikan dalam aqiqah, makna aqiqah serta tujuannya, hukum aqiqah, aqiqah dengan berhutang, dan yang lainnya.

A. Pengertian Aqiqah Secara Singkat

Kata Aqiqah sebenarnya berasal dari Bahasa Arab berarti memotong atau menyembelih hewan. Dan jika menurut Istilah, Aqiqah berarti penyembelihan atau pemotongan hewan ternak yang berupa kambing atau domba sebagai wujud rasa syukur orang tua kepada Allah SWT. atas dilahirkannya seorang bayi yang lucu dan menggemaskan dan disertai oleh berbagai syarat yang sesuai dengan syariat agama Islam.

Bagi orang tua sangat disunnahkan untuk melaksanan aqiqah putra putrinya pada saat hari ketujuh setelah sang bayi lahir. Dan jika pada hari tersebut orang tua belum bisa melaksanakannya, maka diperbolehkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari ke empat belas kelahiran setelah sang bayi lahir.

Dan jika dihari tersebut kedua orang tua belum bisa melaksanakan aqiqah, maka aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu setelah sang bayi lahir.

B. Makna Tergadaikan Dalam Aqiqah

Berdasarkan yang diriwayatkan dari para ulama tentang makna ‘tergadai’ ialah bahwa amalan anak apa saja tidak akan sampai kepada orang tuanya sampai anak disembelihkannya hewan aqiqahnya.

Apabila beraqiqah untuk dirinya sendiri, maka anak tersebut telah mengeluarkan kedua orang tuanya dari status tergadai. Saat si anak melaksanakan aqiqah sendiri, sebaiknya daging aqiqah dibagikan sebagian dan sisanya di simpan ata bisa dimakan sendiri supaya amalan si anak sampai pada orang tua yang sudah melahirkannya.

Dengan demikian, si anak dan orang tua yang masih dalam status tergadai sudah bebas dari statusnya yang tergadai.

C. Makna dan Tujuan Aqiqah

Seperti yang jelasakan diparagraf pertama tadi bahwa Kata aqiqah ialah berasal dari kata Bahasa Arab yang berarti memotong atau menyembelih.

Dan juga Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah sebagai bentuk wujud rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. atas kelahirannya bayi perempuan ataupu bayi laki-laki yang dengan niat dan berbagai syarat tertentu sesuai tuntunan agama Islam.

Adapun tujuan tujuan aqiqah adalah sebagai berikut:

  1. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW, yang menjadi tujuan utama aqiqah bagi orang tua
  2. Dapat menjalin hubungan Ukhuwah Islamiyah terhadap sesama, dengan membagikan hasil daging aqiqah tersebut kepada orang muslim yang lain
  3. Melepaskan anak yang lahir dari tergadai, karena setiap anak yang lahir pasti akan tergadai dengan aqiqahnya
  4. Menghilangkan penyakit bagi si anak, karena pada saat aqiqah rambut bayi akan dicukur sebagaian dah hal ini dimaksudkan sebagai perumpaan agar segala penyakit si bayi terbuang
  5. Anak akan mendapatkan doa doa yang baik dari sesama Muslim, karena pada saat pelaksanaan aqiqah akan ada pembacaan ayat ayat suci Al-Qur’an, pembacaan tahlil, dan juga pembacaan doa doa untuk bayi yang diaqiqahi

D. Bagaimana Hukumnya Aqiqah ?

Para ulama berpendapat mengenai masalah hukum aqiqah yakni ada sebagianulama yang berpendapat hukum aqiqah adalah wajib, adan yang sunnah mu’akkad, dan ada juga yang sunnah.

Menurut mazhab Syafi’i, dilaksanakannya aqiqah hukumnya adalah sunnah, yang berarti Apabila berkemampuan. Dari pendapat yang berbeda dari sebagian ulama diatas disebabkan akan banyaknya hadis yang dilihat dari segi makna terdapat dalam hadits, atau dari segi perawi hadits dilihat dari shahih dan tidaknya hadits tersebut dan juga dari kedudukan hadits nya.

Berikut adalah berbagai perbedaan menurut ulama Ahlusunnah Waljama’ah yang mu’tabar:

  1. Hukum ibadah aqiqah menurut madzhab Imam Malik yaitu sunnah yang memiliki arti berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
  2. Menurut madzhab Imam Hanafi, hukum ibadah aqiqah ialah mubah yang berarti jika dilakukan tidak berpahala dan jika dilakukan tidak berdosa.
  3. Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal. Menurut madzhab ini hukum aqiqah adalah sunnah, sama seperti madzhab Imam Malik dan Madzhab Imam Syafi’i.
  4. Madzhab Imam Syafi’i, hukum ibadah aqiqah menurut madzhab ini ialah sunnah, sama dengan hukum aqiqah menurut madzhab Imam Malik

E. Apakah Aqiqah Boleh Hutang ?

Aqiqah merupakan salah satu sunnah Nabi SAW, jadi sebagai seorang muslim orang tua harus melaksanakan aqiqah untuk anak nya jika mampu. Jika belum mampu pada saat hari hari yang disunnahkan untuk aqiqah, maka orang tua boleh berhutang terlebih dahulu dengan syarat orang tua benar benar sanggup untuk melunasi hutangnya tersebut.

Dan jika belum sanggup untuk melunasi hutang tersebut karena tidak tetapnya penghasilan, maka jangan lah melaksanakan aqiqah dengan berhutang terlebih dahulu. Tunggulah sampai benar benar mampu untuk melaksanakan aqiqah anak.

Karena aqiqah tidak memiliki batasan akhir untuk melaksanakannya, Anda bisa melaksanakan aqiqah kapan saja saat Anda sudah mampu untuk melaksanakannya, walaupun anak yang akan Anda aqiqahi sudah dewasa.

F. Menu Masakan Aqiqah Paling Enak dan Tidak Bau Prengus

Menu menu masakan paket aqiqah di Aqiqah Berkah bermacam macam, seperti sate, gule, kambing guling, krengsengan, nasi kebuli, nasi kotak, soto, dendeng ragi, sate rebus, rendang, daging lapis, dan masih banyak menu menu lainnya.

Anda juga bisa memesan menu menu lain yang sesuai dengan selera dan keinginan Anda. Untuk rasa masakannnya, Anda tidak perlu khawatir karena masakan di Aqiqah Berkah dimasak oleh juru masak yang sudah berpengalaman.

Karena dimasak oleh juru masak yang sudah berpengalaman, maka sudah pasti tidak akan bau prengus kambing dan juga rasa masakannya yang sudah tentu enak dan lezat.

Kami juga siap untuk mengantarkan menu menu aqiqah pesanan Anda ke alamat Anda atau ke tempat tempat penyaluran aqiqah yang Anda inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.