aqiqoh

Pesanan Aqiqoh Wilayah Warujayeng

By | Artikel, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

PESANAN AQIQOH WILAYAH WARUJAYENG

Aqiqah Berkah wilayah Kecamatan Tanjunganom melayani pesanan aqiqah di Warujayeng dan Desa lainnya seluruh Tanjunganom. Harga paket aqiqah yang tersedia lumayan murah dan dijamin kelezatan. Pesan segera 085853444472.

“Setiap anak yang terlahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelih binatang pada hari ketujuh kelahirannya dan diberi nama serta dicukur rambut kepalanya” (HR Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Samirah)

Layanan aqiqah Kec. Tanjunganom meliputi Desa Kedungombo, Desa Sumberkepuh, Desa Kampungbaru, Desa Wates, Desa Malangsari, Desa Getas, Desa Sonobekel, Desa Ngadirejo, Desa Banjaranyar, Desa Sidoharjo, Desa Jogomerto, Desa Kedungrejo, Desa Sambirejo, Desa Demangan, Desa Tanjunganom, Desa Warujayeng, Desa Sidomulyo, Desa Sumbermulyo, Desa Kandangan.

Layanan aqiqah terpercaya di Warujayeng salah satunya adalah Aqiqah Berkah. Beralamatkan di Jl. Raya Baron Timur No.1 Baron Nganjuk. Aqiqah Berkah berdiri sejak tahun 2008 melayani pelaksanaan aqiqah saudara muslim di berbagai wilayah. Muliakan Tetangga dan Tamu Anda dengan hantaran masakan yang lezat, bergizi dan higienis.

Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan

Yang afdhol, anak laki-laki disembelihkan 2 (dua) ekor kambing, sedangkan anak perempuan 1 (satu) ekor kambing, namun ada yang membolehkan untuk anak laki-laki cukup satu ekor, terutama apabila dalam kesempitan, berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah menaqiqahkan Hasan dan Husein satu kambing satu kambing.

Daging Aqiqah dapat dibagi tiga yaitu:

  1. Dimakan sendiri.
  2. Disedekahkan kepada fakir miskin.
  3. Dihadiahkan kepada jiran/tetangga, kenalan dan sebagiannya.
  4. Sebaiknya daging Aqiqah itu dimasak dahulu baru dibagikan dengan maksud untuk mempermudah orang yang dibagi. Juga boleh dimakan sendiri, namun tidak lebih dari sepertiga bagian.

Aqiqah menurut bahasa artinya mencabik dan memotong, juga sebuta rambut bayi yang baru lahir. Menurut istilah aqiqah artinya penyembelihan binatang dilakukan untuk anak yang baru lahir. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad bagi orang tua, kecuali bernazar maka hukumnya wajib. Pada penyembelihan aqiqah disunahkan mencukur rambut bayi pada hari ke tujuh. Untuk anak laki-laki memotong 2 ekor kambing, anak perempuan 1 ekor kambing. Daging kambing dibagi dalam keadaan sudah dimasak.

Dari salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelih hewan dan hilangkan semua gangguan darinya.” (HR Bukhari)

Untuk informasi harga catering Aqiqah Berkah di Warujayeng Tanjunganom Nganjuk atau pemesanan online, Anda dapat menghubungi langsung pada contact person :

Call : 0858 5344 4472

SMS : 0858 5344 4472

Whatsapp : 0858 5344 4472

Layanan aqiqah online 24 jam. Cara mudah pemesanan dapat menghubungi nomor tersebut diatas dengan fotmat nama anak, nama orangtua (ibu bapak), pilihan paket aqiqah, tanggal pelaksanaan, lokasi pelaksanaan. Anda akan mendapatkan informasi detail untuk tahap selanjutnya.

Harga catering aqiqah yang tersedia di Aqiqah Berkah sangat murah dan berkualitas. Aqiqah Berkah memiliki pelayanan antar GRATIS menu catering aqiqah sampai tujuan shohibul aqiqah. Dibantu dengan tenaga masak dapur Aqiqah Berkah yang handl dan berpengalaman dibidangnya, diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan aqiqah putera puteri Anda.

Aqiqah Berkah menyediakan paket aqiqah yang sangat beragam. Beragam pilihan menu catering aqiqah bertujuan untuk memberikan keleluasaan Anda dalam memilih menu masakan sesuai keingin shohibul aqiqah. Dijamin kelezatan masakan yang Anda pilih tidak mengurangi sedikit pun totalitas Aqiqah Berkah dalam melayani Anda.

Tersedia dua jenis paket aqiqah untuk Anda di Warujayeng Tanjunganom. Aqiqah Berkah menyediakan paket aqiqah mandiri dan paket aqiqah peduli.

Hukum Aqiqoh Yatim Mandiri

By | Artikel, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

HUKUM AQIQOH YATIM MANDIRI

Aqiqah merupakan suatu bentuk penebusan anak yang baru lahir dilakukan oleh kedua orangtua. Mau beraqiqah yang praktis dan sesuai syar’i untuk disalurkan kepada yatim piatu ? Ayo ikut program Aqiqah Mandiri Berbagi bersama Aqiqah Berkah. Konsultasi dan pemesanan hubungi 085853444472.

Hukum Aqiqah

Sebagian ulama menyebut aqiqah dengan istilah nasikah atau dzabihah (sembelihan). Mayoritas para ulama pun sepakat menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, baik bagi laki-laki maupun bagi bayi perempuan. Sebuah sunnah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Mazhab Syafi’i dan mazhad Hambali yang menyatakan hukum aqiqah tergolong sunnah muakkad. Sementara menurut mazhab Hanafi, hukum aqiqah adalah mubah (tidak berdosa dan tidak pula berpahala apabila dilakukan). Sedangkan menurut mazhab Maliki, hukum aqiqah hanya bersifat anjuran.

Kalangan mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali menyatakan aqiqah sebagai sunnah muakkad berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

“setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Asbabus Sunan).

Adapun pengertian tergadai dalam hadist tersebut berlaku bagi anak yang dilahirkan, bukan untuk ornag tuanya. Maksudnya, agar sang anak terbebas dari kungkungan setan yang selalu mengganggu dan berusaha mencelakakannya (at-Thiflu wa Ahkamuhu hlm. 179)

Hukum melaksanakan aqiqah pada dasarnya adalah salah satu kegiatan untuk berbagi atau bersedekah kepada sesama melalui hewan sembelihan aqiqah baik yang masih mentah atau sudah matang. Bersedekah melalui aqiqah adalah seberat timbangan rambut bayi setara dengan perak. Bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, itu tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah, melainkan setara dengan perak.

Al Hafidz dalam At Talkhish Al Habiir: 4/366-367 berkata:

“Semua riwayat dalam masalah tersebut menyebutkan bahwa sedekah berat rambut bayi senilai dengan perak, tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan senilai emas. Berbeda dengan pendapat ar Rafi`i yang mengatakan: “Bahwa disunnahkan untuk bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, kalau tidak maka senilai dengan perak”.

Alasan Aqiqah Mandiri Melalui Aqiqah Berkah?

Aqiqah Berkah merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Di Nganjuk dan Kediri badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Aqiqah Peduli / Aqiqah Berbagi (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.
  4. Melayani Konsumen seluruh indonesia.

Jika anda akan melakukan aqiqah, segera hubungi kami. Kami akan membantu pelaksanaan aqiqah anda.

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

Atau silahkan datang langsung ke alamat kami :

Head Office:

Jl. Raya Baron Timur No.1 Baron Nganjuk

Berikut ini adalah dalil-dalil yang dijadikan sebagai pegangan bahwa aqiqah disyariatkan dilaksanakan oleh umat Islam :

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasululloh bersabda: ‘Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.’ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna yang dimaksud menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau mengilangkan semua gangguan yang ada. Sedangkan dalil lain dari Fatimah adalah sebagai berikut ini :

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah bersabda: ‘Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.’ [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam ‘Mu’jamul Kabir’ 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Tujuan Aqikah

By | Artikel, Tentang Aqiqah | No Comments

TUJUAN AQIKAH

Setiap ibadah yang telah di syariatkan oleh Allah memiliki hikmah dan manfaat salah satunya adalah aqiqah. Lalu apa tujuan dari perintah aqiqah ? Simak artikel berikut ini untuk pemahaman lebih mendalam.

Allah menciptkan langit dan bumi bukan tanpa alasan, begitu juga dengan perintah Allah untuk aqiqah. Dalam suatu ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang befikir. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Nah, begitu halnya dengan perintah qurban maupun perintah aqiqah. Dalam artikel ini, kita lebih banyak membahas mengenai aqiqah, sehingga akan lebih di fokuskan pada aqiqah. Aqiqah sebagai bagaian dari fiqih ibadah memiliki banyak hikmah. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan, aqiqah memiliki beberapa hikmah.

Pertama, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SwT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS. Kedua, dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari syetan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu dan sesuai dengan makna hadits, yang artinya “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.

Ketiga, aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya kelak di hari akhir. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak. Kelima, aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang kelak akan memperbanyak umat Rasulullah SAW di hari kiamat.

Ke enam, aqiqah dapat memperkuat ukhuwah atau tali persaudaraan di antara masyarakat. Ketujuh, aqiqah merupakan saran untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

Sedangkan yang disampaikan oleh KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam : Menjawab Tantangan Zaman”, diungkapkan bahwa dalam aqiqah mengandung unsur tarbiyah atau pendidikan yakni mendidik ketaqwaan anak agar menjadi orang yang dekat atau taqarrub kepada Allah. Aqiqah sebagai bentuk taqarrub juga menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak karena manusia pada umumnya memiliki sifat hewaniah yang harus dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

Aqiqah bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Karena aqiqah tersendiri merupakan tindakan berqurban. Perbedaan dengan qurban terletak pada hari raya Idul Adha yang terletak pada syariatnya. Secara khusus, tujuan aqiqah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Alalh kepada seorang muslim dengan kehadiran sang buah hati dalam kehidupan keluarga.

Selain ketujuh hikmah aqiqah diatas, berikut dirangkum 3 tujuan adanya aqiqah :

  1. Aqiqah merupakan kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ditujukan pahalanya untuk bayi yang baru lahir ke dunia.
  2. Aqiqah merupakan alat untuk melepas gadaian (ikatan) pada si bayi yang baru dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan tergadai (terikat) dengan akikahnya. Menurut Imam Ahmad, maksud tergadai disini adalah tertahannya syafaat sang anak untuk kedua orangtuanya.
  3. Aqiqah merupakan fidyah (tebusan) untuk menebus si anak, sebagaimana Allah Subhanahuwa Ta’ala menebus Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar. Nabi mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk seorang bayi seyogyanya bertujuan untuk ibadah, seperti kurban dan hadyu (binatang yang disembelih oleh jamaah haji).

Dasar Hukum Aqiqoh dan Korban

By | Artikel, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

DASAR HUKUM AQIQOH DAN KORBAN

Dasar hukum yang melandasi adanya perintah aqiqah dan qurban ada di dalam Al-Quran dan Alhadits. Perintah ibadah sunnah ini sudah diajarkan oleh Nabi Kita Muhammad SAW. Berikut ini sejarah adanya perintah qurban dan dasar hukum mengenai aqiqah.

Hukum Aqiqah

Aqiqah dilaksanakan sebagai penebusan anak yang baru lahir baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Aqiqah dilaksanakan afdhalnya di hari ketujuh kelahiran anak. Berikut ini dasar hukum perintah aqiqah :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Apabila pelaksanaan aqiqah luput di hari ketujuh, ada beberapa pendapat ulama yang memperbolehkan aqiqah dilaksanakan diluar hari ketujuh. Dari ulama malikiyah berpendapat bahwa aqiqah jadi gugur apabila luput dari hari ketujuh. Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika luput dari hari ketujuh, aqiqah dilaksanakan pada hari ke empat belas atau ke dua puluh satu.

Kalangan ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa aqiqah masih menjadi tanggung jawab orangtua hingga anak usia baligh. Apabila sudah dewasa, maka aqiqah menjadi gugur. Namun anak memiliki pilihan untuk mengaqiqahi diri sendiri. Penulis kitab Mughnil Muhtaj, Asy Syarbini rahimahullah berkata, “Jika telah mencapi usia baligh, hendaklah anak mengakikahi diri sendiri untuk mendapati yang telah luput.” (Mughnil Muhtaj, 4: 391).

Hukum Qurban

Pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah untuk mengkurbankan hewan ternak, bukan untuk tujuan lainnya. Mengenai perintah qurban, Allah berfirman dalam surat Al – Kautsar ayat 1-2 yang menjadi dasar syariat penyembelihan hewan qurban: Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Para ulama dalam menentukan hukum penyembelihan hewan qurban terjadi perbedaan pendapat. Setidaknya ada dua pendapat mengenai hukum penyembelihan hewan qurban antara lain :

1. Sunnah Muakkadah

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama fiqih. Dengan adanya hukum sunnah muakadah untuk pelaksanaan qurban, walaupun seseorang tidak menyembelih hewan qurban, maka ia tidak berdosa. Apalagi mereka yang tergolong tidak mampu dan miskin. Namun bagi orang yang mampu dan berkecukupan, makruh hukumnya bila tidak menyembelih hewan qurban. Pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa hukum penyembelihan hewan qurban adalah sunnah muakkadah berdasarkan beberapa dalil berikut ini :

Rosulullah telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dan lainnya : “bila telah memasuki 10 (hari bulan dzulhijjah) dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah ia ganggu rambut qurban dan kuku-kukunya.”
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kalimat “seseorang ingin berqurban” menunjukan bahwa hukum berqurban diserahkan kepada kemauan seseorang, artinya tidak menjadi wajib melainkan sunnah. Seandainya hukumnya wajib, maka tidak akan disebutkan kalau berkeinginan

Perbuatan Abu Bakar dan Umar. Dalil lainnya adalah atsar yang diriwayatkan bahwa Abu Bakar dan Umar tidak melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban. Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para sahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

2. Wajib

Pendapat yang kedua menyatakan wajib hukumnya menyembelih hewan qurban. Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hanafi berdasarkan dalil sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Itulah dua pendapat yang telah dikemukakan beserta dalil-dalilnya mengenai hukum qurban. Adapun tentang ketentuan batasan qurban, para ulama telah sepakat bahwa hal tersebut tidak pernah ditetapkan dalam syariat, berbeda dengan zakat yang mengenal istilah nishab dan kadar.

Jasa Ketring Aqiqoh Wilayah Kertosono

By | Artikel, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

JASA KETRING AQIQOH WILAYAH KERTOSONO

Catering aqiqah termurah dan terlengkap di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Menu beragam, olahan daging kambing dijamin tidak amis dan tidak prengus. Pesan langsung di nomor 085853444472.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Illahirobbi yang memberikan nikmat sehat dan rizki yang semoga menjadi berkah untuk ibadah. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kelak kita semua mendapatkan syaatnya di hari kiamat. Aamiin Ya Robbal’alamin.

Jasa layanan Aqiqah Berkah yang melayani paket aqiqah dan qurban sipa membantu kelancaran ibadah Anda khususnya di wilayah Kertosono dan sekitarnya. Tersedia jasa catering aqiqah (hewan aqiqah, pemotongan hewan aqiqah, jasa memasak dan pendistribusian masakan aqiqah). Anda dapat memilih paket mandiri aqiqah maupun paket peduli aqiqah. Tersedia lengkap di Aqiqah Berkah dan temukan keberkahannya.

Perintah aqiqah yang merupakan perintah sunnah muakad terutama bagi sang penanggung nafkah anak yakni ayah, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan tuntunan dan syariat Islam. Ketentuan hewan sembelihan aqiqah untuk masing-masing jenis kelamin berbeda.

Sembelihan kambing aqiqah untuk anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Sedangkan untuk anak perempuan dengan seekor kambing. Tidak dibatasi kambing harus berjenis kelamin betina atau berjenis kelamin jantan. Dilaksanakan di hari ketujuh kelahiran anak, bila masih belum mampu dapat dilaksanakan di hari ke empat belas, ke dua puluh satu dan seterusnya hingga orangtua mampu.

Bagi yang ingin melakukan aqiqah anak, dapat segera memesan paket aqiqah, catering aqiqah Kertosono ataupun kambing aqiqah. Aqiqah Berkah melayani pemesanan hewan qurban, baik hewan kambing maupun sapi. Harga paket aqiqah dan catering aqiqah dapat anda pilih sesuai keinginan anda dengan harga yang relatif murah sehingga sangat membantu anda untuk dapat melaksanakan aqiqah khususnya di wilayah Kota besar lainnya.

Khusus untuk wilayah Kertosono, dapatkan layanan gratis antar baik pemesanan aqiqah mandiri maupun peduli. untuk pemesanan dan konsultasi mengenai paket aqiqah mandiri maupun aqiqah peduli, silahkan langsung menghubungi nomor berikut ini :

Call / SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Pin BB : 7C0B38CE

Apabila memilih menu catering aqiqah Kertosono dengan pilihan paket kambing betina, berikut fasilitas yang akan anda dapatkan :

Aqiqah Mandiri

Daftar Harga Aqiqah Mandiri

 

Aqiqah Peduli

Daftar Harga Aqiqah Peduli

Aqiqah Berkah Nganjuk melayani paket aqiqah mandiri untuk wilayah Nganjuk, Kertosono, Patianrowo, Gondang, Lengkong, Jatikalen, Prambon, Baron, Bagor, Wilangan, Sawahan dan sekitar Nganjuk lainnya.

Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah Dalam Islam

By | Tentang Aqiqah | No Comments

Aqiqah Dalam Islam

Pengertian Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah Dalam Islam

Buku Risalah Aqiqah

Aqiqah Dalam Islam. Aqiqah adalah penyembelihan binatang pada hari mencukur rambut bayi,dan merupakan ibadah yang disyari’atkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi “Setiap anak yang lahir itu terpelihara dengan Aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut : “Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat agar menyembelih Aqiqah untuk anak lelaki 2 (dua) ekor kambing yang umurnya sama dan anak perempuan seekor kambing”. (HR. Al-Turmudzi).

Begitu pentingnya Aqiqah, maka secara umum para ulama menyatakan Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang amat dipentingkan.

Inilah wujud kasih sayang, harapan dan do’a dari orang tua terhadap anaknya agar menjadi anak yang sholeh atau sholehah dan tentu saja selamat di dunia maupun di akhirat. Begitulah Islam mengajarkan kepada kita tentang kasih sayang dan penuh perhatian pada buah hati kita.

Aqiqah Dalam Islam