bayi baru lahir

8 Gizi dan Nutrisi Ibu Hamil

By | Artikel | No Comments

8 GIZI DAN NUTRISI IBU HAMIL

Gizi dan nutrisi ibu hamil merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung. Jangan sampai ibu hamil kekurangan gizi dan nutrisi karena akan berakibat pada resiko kesehatan janin yang dikandung.

Gizi atau nutrisi ibu hamil kondisinya sama dengan pengaturan gizi mengenai pola makan yang sehat. Namun yang membedakan adalah ibu hamil harus lebih hati-hati dalam memilih makanan karena mengingat juga kesehatan janin yang sedang dikandungnya. Seiring dengan usia kehamilan yang kian bertambah, maka bertambah pula kebutuhan gizi dan nutrisi ibu hamil.

Nutrisi dan gizi yang baik ketika hamil, akan sangat membantu ibu hamil dan janin dalam menjalani hari-hari kehamilannya. Tentu saja ibu hamil dan janin akan tetap sehat. Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi akan meningkat seperti kebutuhan akan kalsium, zat besi serta asam folat. Ibu hamil haruslah di beri dorongan agar mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi, ditambah kontrol terhadap kenaikan berat badannya selama kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang ideal untuk ibu hamil berkisar antar 12-15 kilogram.

Agar perkembangan janin berjalan dengan baik dan sehat serta ibu hamil dapat menjalani hari-hari kehamilannya dengan sehat, maka ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi sebagai berikut:

Kalori

Selama masa kehamilan, konsumsi kalori haruslah bertambah dikisaran 300-400 kkal perharinya. Kalori yang dikonsumsi haruslah berasal dari sumber makanan yang bervariasi, dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus sebagai acuannya. Sebaiknya, 55% kalori di peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak baik nabati maupun hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta buahan bisa melengkapi.

Asam Folat

Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Apabila janin mengalami kekurangan akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.

Protein

Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu.

Kalsium

Kalsium berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan adanya kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit osteoporosis. Susu dan produk olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seerti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.

Vitamin A

Vitamin A sangat bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit. Vitamin A juga dapat menjadi imunitas dan pertumbuhan janin. Akan tetapu, Anda jangan sampai berlebih dalam mengkonsumsi vitamin A karena akan membuat janin terganggu pertumbuhannya.

Zat Besi

Zat besi berfungsi dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Kebutuahan akan zat besi sebanyak 30 mg per hari. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.

Vitamin C

Ibu hami, tubuhnya akan memerlukan vitamin c untuk menyerap zat besi. Selain itu vitamin c juga sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi.

Vitamin D

Vitamin D dapat menyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan.

Hal yang penting untuk mengetahui kecukupan gizi dan nutrisi selama kehamilan adalah melalui perkembangan berat badan selama kehamilan. Apa yang terjadi jika selama kehamilan ibu mengalami kekurangan asupan gizi ? Akibat kekurangan gizi dapat menjadikan bayi terlahir secara prematur dan mengakibatkan keguguran, adanya kelainan syaraf, janin berkembang tidak normal bahkan hingga menyebabkan kematian janin.

Jadi, Anda perlu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi, tetapi gizi yang berkualitas dengan komposisi yang berimbang dan cukup itu sangat penting.

5 Penyakit Bayi Baru Lahir

By | Artikel | No Comments

5 PENYAKIT BAYI BARU LAHIR

Disaat sang bayi baru lahir, biasanya memang rentan terkenan beberapa penyakit. Kulita bayi yang masih sensitif dan organ tubuh yang masih berkembang perlu kewaspadaan dalam merawat.

Berikut ini 5 penyakit bayi yang baru lahir dan harus diwaspadai oleh para orangtua. Bayi yang baru lahir memanglah sangat rentan terserang penyakit seperti penyakit kuning dan yang lainnya.

Berikut ini kami berikan beberapa pengetahuan mengenai 5 penyakit yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Semoga bermanfaat untuk para orangtua 🙂

Penyakit Kuning

Penyakit ini biasanya dapat diamati melalui kebiasaan bayi. Bila kulit dan mati bayi tampak berwarna kuning dan ia menjadi malas untuk minum ASI, kemungkinan buah hati menderita penyakit kuning. Pada umunya penyakit kuning ini menyerang bayi yang baru lahir hingga dia berusia satu bulan.

Penyakit kuning pada bayi dapat disebabkan karena kekurangan ASI atau karena ada gangguan fungsi hati pada bayi. Dikutip dari laman website Tips Anak Bayi, Zat bilirubin atau pigmen kuning yang teradpat di dalam sel darah merah sang bayi meningkat dan akan membuat kulit bayi nampak menguning.

Biasanya penyakit kuning ini akan hilang dalam rentang waktu dua minggu. Alangkah lebih bak apabila Anda segera menghubungi dokter agar bayi ANda segera mendapat pertolongan yang lebih lanjut. Anda juga dapat memberikan ASI sesering mungkin sebaga bentuk pertolongan pertama.

Penyakit Apnea

Perlu diwaspadai karena salah satu dari 5 penyakit pada bayi yang baru lahir adalah penyakit apnea. Apnea merupakan sebuha kondisi saat seseorang secara tiba-tiba tidak bernafas dalam beberapa detik. Penyakit apnea dapat menyerang orang dewasa dan juga pada bayi yang baru lahir, terutama lagi bila bayi lahir secara prematur.

Meskipun hanya tidak dapat bernafas selama beberapa detik, hal tersebut juga dapat membuat kulit di area sekitar mulutbayi berubah kebiruan karena menderita kekurangan oksigen. Dikutip dari laman wesite Tips Anak Bayi, penyebab apnea ada dua hal. Pertama, karena saluran pernafasan terhambat. Kedua, karena proses pertumbuhan syarafnya yang mengatur sistem pernafasan si kecil belum sempurna, sehingga proses pernafasan bayi terhenti dalam beberapa saat.

Ruam Popok

Ruam popok merupakan bintil merah yang biasanya timbul di sekitar area bokong bayi. Hal tersebut seringkali terjadi dikarenakan bayi terlalu lama memakai sebuah popok yang lembab. Kullit bayi yang lembut dan sensitif akan bergesekan dengan popok bayi tersebut sehingga terjadi iritasi.

Terdapat 3 hal yang dapat menyebabkan bayi terkena ruam popok. Pettama, karena bayi alergi dengan bahan popok. Kedua, karena popok kain yang dicuci dengan memakai detergen atau pemutih tidak dibilas dengan sempurna. Ketiga, kulit bayi yang terlalu sering terkena oleh air seninya atau tinja dalam popok sehingga lebih lembab.

Eksim Susu

Mitos yang beredar, eksim susu disebabkan olehh percikan ASI yang mengenai kulit di area mulut bayi pada saat menyusui. Pada faktanya, hal tersebut ternyata disebabkan oleh 3 hal.

Pertama, adanya faktor keturunan dari orangtuanya yang juga menderita alergi. Kedua, kulit bayi kering. Ketiga, karena cuaca yang panas, kotor dan berdebu. Semuanya dapat membuat kulit bayi terasa kasar dan kemerahan terutama pada bagian pipi. Kondisi demikian biasanya akan menimbulkan rasa gatal yang membuat bayi tak nyaman.

Batuk Pilek

Penyakit batuk pilek pada bayi umumnya disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Gejala awalnya ialah batuk ataupun mengeluarkan cairan yang bening dari hidung disertai demam. Biasanya batuk pilek ini hanya terjadi pada bayi selama 2-3 hari. Untuk pencegahan, maka lakukan vaksin pada bayi di saat usia 6 bulan.

Diatas tadi merupakan 5 penyakit pada bayi baru lahir. Informasi diatas dapat menjadi pengetahuan bagi para orangtua untuk lebih waspada dan merawat sang buah hati secara intensif.