doa penyembelihan hewan qurban

Kambing Qurban Bogor

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Bogor

Hello sobat Aqiqah Berkah Bogor….Bagaimana kabarnya nih….pasti kalian semua baik-baik saja ya….ya pada kesempatan kali ini Aqiqah Berkah akan memberikan informasi tentang kambing qurban di bogor tapi sebelum kita membahasnya, apakah kalian sudah tau apa arti qurban itu? Dan bagaimana hukum qurban dan tata cara pelaksanaan qurban menurut syariat Islam? Kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Qurban

Salah satu amalan pada bulan dzulhijjah ini adalah qurban. Qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya. Qurban dilakukan setelah sholat Idul Adha selesai hingga tanggal 13 dzulhijjah. Boleh memilih waktu hingga 3 hari setelah idul adha. Akan tetapi paling utama dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah setelah sholat Ied.

Berqurban merupakan amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga hewan yang dijadikan qurban juga disyaratkan bagus, sehat, dagingnya banyak, dan sebagainya. Memang terdapat beberapa kriteria hewan yang tidak mencukupi apabila dijadikan qurban, yaitu hewan yang jelas butanya (buta sebelah), jelas pincangnya, jelas sakitnya, dan jelas kurusnya. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi saw. bahkan hewan yang jelas putus telinga dan ekornya juga tidak mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan qurban.

Kata qurban yang kita fahami, berasal dari bahasa Arab, artinya pendekatan diri, sedangkan maksudnya adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT. Arti ini dikenal dalam istilah Islam sebagai udhiyah. Udhiyah secara bahasa mengandung dua pengertian, yaitu kambing yang disembelih waktu Dhuha dan seterusnya, dan kambing yang disembelih di hari ‘Idul Adha. Adapun makna secara istilah, yaitu binatang ternak yang disembelih di hari-hari Nahr dengan niat mendekatkan diri (taqarruban) kepada Allah dengan syarat-syarat tertentu (Syarh Minhaj).

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah Swt. di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
”Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang dihari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Hukum Berqurban

Hukum qurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muaqqadah sedang menurut madzhab Abu Hanifah adalah wajib. Allah Swt. berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsaar 2).

Rasulullah Saw. bersabda:
“Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami”(HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, dia sangat dianjurkan untuk berqurban. Jika tidak melakukannya, menurut pendapat Abu Hanifah, ia berdosa. Dan menurut pendapat jumhur ulama dia tidak mendapatkan keutamaan pahala sunnah.

Dasar hukum dianjurkannya berqurban adalah firman Allah dalam surat al-Kautsar ayat 1-3 dan surat al-Hajj ayat 36:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orangorang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. al-Kautsar (108): 1-3).

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak memintaminta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. al-Hajj (22): 36).

Dalam surat al-Kautsar di atas terlihat bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat dan berqurban. Kemudian dalam surat al-Hajj Allah menjelaskan tatacaranya dengan singkat. Dasar hukum lainnya adalah beberapa hadits Nabi Saw, yang di antaranya seperti di bawah ini:

“Saya diperintah untuk menyembelih qurban dan qurban itu sebagai sunnah bagi kamu” (HR. at-Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Dari dua hadits di atas dapat dipahami bahwa qurban itu sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Namun, Nabi tidak mewajibkan qurban itu bagi umat Islam, meskipun bagi beliau sendiri qurban itu diwajibkan.

Ketentuan Tentang Berqurban

Untuk kesempurnaan ibadah qurban, ada baiknya diperhatikan beberapa ketentuan di bawah ini:

1. Jenis binatang dan syaratnya.
Binatang yang dapat diqurbankan adalah kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang yang digunakan qurban adalah binatang yang baik, yakni sudah cukup umurnya dan tidak memiliki cacat. Untuk kambing, sudah berumur dua tahun atau sudah berganti giginya dan untuk domba (kambing kibas), sudah berumur satu tahun lebih. Untuk sapi dan kerbau, juga sudah berumur dua tahun. Sedang untuk unta, sudah berumur lima tahun. Adapun larangan menyembelih binatang yang cacat ditegaskan dalam hadits Nabi saw. Dalam salah satu haditsnya, Nabi bersabda:

”Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan qurban, yaitu binatang yang buta dan jelas kebutaannya, binatang yang sakit dan jelas sakitnya, binatang yang pincang dan jelas kepincangannya, dan binatang yang kurus yang tidak bergajih” (HR. at-Tirmidzi).

2. Jumlah hewan qurban.
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang, sedang seekor sapi, kerbau, atau unta bisa untuk qurban tujuh orang. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Jabir, ia berkata:
“Kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah Saw. Pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang”(HR. Muslim).

3. Waktu penyembelihannya.
Waktu menyembelih qurban adalah pada hari nahar, yaitu pada hari raya ‘Idul Adlha (tanggal 10 Dzulhijjah), dan hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Terkait dengan ini Nabi Saw. bersabda:
“Barang siapa menyembelih qurban sebelum sembahyang ‘Idul Adlha, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih qurban sesudah shalat ‘Idul Adlha dandua khutbahnya, maka sungguh ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah mengikuti sunnah kaum muslimin” (HR. al-Bukhari).
Dalam hadits yang lain Nabi Saw. bersabda:
“Semua hari Tasyriq adalah waktu untuk menyembelih qurban” (HR. Ahmad).

4. Yang menyembelih qurban.
Yang paling berhak untuk menyembelih binatang qurban adalah yang berqurban sendiri. Jika yang berqurban tidak bisa, maka diserahkan kepada orang lain yang mampu menyembelihnya.

5. Pembagian daging qurban.
Daging binatang qurban sebagiannya (sepertiganya) dapat diberikan kepada yang berqurban sendiri, dan sisanya dibagikan kepada fakir miskin yang ada di sekitarnya. Para ulama sepakat bahwa daging qurban tidak boleh dijual. Bagi yang berqurban karena nazar, maka ia tidak boleh mengambil bagian dari daging qurbannya sedikit pun.

6. Sunnah qurban.
Untuk kesempurnaan berqurban disunnahkan sewaktu menyembelih qurban membaca basmalah dan membaca shalawat atas Nabi, membaca takbir, berdoa agar Allah menerima qurban tersebut, dan binatang yang disembelih dihadapkan ke arah kiblat.

Tata Cara Berqurban

Dari beberapa ketentuan di atas dapatlah dijelaskan urutan tatacara penyembelihan hewan qurban sebagai berikut:

  1. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih hewan qurban yang sebaikbaiknya dengan ketentuan seperti di atas.
  2. Diupayakan bagi yang berqurban melakukan penyembelihan sendiri, tetapi jika ia tidak mampu melakukannya, serahkan pada orang yang mampu.
  3. Cara menyembelih hewan atau binatang qurban sama seperti cara menyembelih binatang pada umumnya, yaitu (1) binatang yang akan disembelih hendaknya direbahkan miring dan posisi kepalanya di arah selatan serta dihadapkan ke arah kiblat dengan telinga kirinya menempel ke tanah. Agar binatang yang disembelih tidak bergerak-gerak yang mengganggu penyembelihannya, maka hendaknya binatang itu dipegangi beberapa orang dengan kuat atau dibantu dengan tali pengikat; menggunakan pisau yang tajam; dan bagian yang dipotong adalah urat nadi di leher agar cepat mati.
  4. Sewaktu menyembelih hendaknya membaca basmalah, shalawat, dan takbir, serta berdoa kepada Allah.
  5. Setelah disembelih, hewan qurban itu dipotong-potong dan disendirikan dagingnya, tulang-tulangnya, kulitnya, dan bagian-bagian hewan lainnya. Setelah semuanya ditimbang, maka sepertiganya diberikan kepada yang berqurban (shahibul qurban) dan selebihnya di bagikan kepada masyarakat sekitar, terutama fakir miskin, dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah daging qurban dan jumlah penerimanya.

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Waktu pelaksanaan berkurban adalah tanggal 10 Zuthijah (Hari Raya Iduladha) atau pada Hari-Hari Tasyrik berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Penyembelihan yang dilakukan di luar batas waktu tersebut hanyalah penyembelihan biasa, bukan kurban. Rasulullah saw. Bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barang siapa menyembelih sesudah salat dan dua khotbah maka telah sempurna ibadahnya (sah qurbannya) dan telah sesuai dengan sunah muslimin”. (H.R. al-Bukhari dan Bara’ bin ‘Azib: 5130).

Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Karena Salat Iduladha bukan syarat penyembelihan qurban.

Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Bogor

Untuk sobat semua yang tinggal di Bogor dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 23 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Trenggalek
    (g) Ponorogo
    (h) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah:

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Bogor dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS /WA :

0858-5344-4472

Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban Anda

Ketentuan Qurban Kambing

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Ketentuan Qurban Kambing

Nah bagi sahabat Aqiqah Berkah yang suka dengan binatang seperti binatang yang dapat menghasilkan uang atau sering kita sebut dengan binatang ternak, anda bisa menyalurkan kesukaan anda menjadi bisnis, ya beternak binatang kesukaan. Apabila kita mengetahui tentang hewan yang kita sukai maka tidak ada salahnya kesukaan itu dijadikan peluang usaha ternak hewan yang menguntungkan. Berikut ini adalah ulasan mengenai qurban.

Pengertian

Kata kurban berasal dari bahasa Arab وقربانا . قربا . بقربو yang berarti pendekatan diri atau mendekatkan diri. Sedangkan menurut syariat Islam adalah penyembelihan binatang ternak yang memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada waktu tertentu, dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Syarat kurban didasarkan atas perintah Allah SWT, tercantum dalam surat Al-Kausar Ayat 1-3 dan AL-Hajj Ayat berikut:

  1. Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah
  3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

Hukum Kurban

Bagi umat Islam, hukum kurban adalah sunah muakad. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : Sesungguhnya menyembelih kurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari Rasulullah SAW. (HR At-Tirmizi: 1427)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : “Diwajibkan kepadaku berkurban dan tidak wajib atas kamu.(HR . At-Daruquti)

Sebagian ulama berpendapat hukum berkurban ialah wajib sebagai berikut :
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami. “(HR. Ahmad dari Abu Hurairah: 7924: Ibnu Majjah :3114)

Syarat Binatang untuk Kurban

Jenis binatang yang sah untuk kurban adalah jenis binatang ternak yang dipelihara/diternakkan untuk dimakan dagingnya. Binatang temak tersebut meliputi empat macam, yaitu kambing/ domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang ternak yang dipergunakan untuk melaksanakan syariat kurban itu harus memenuhi dua syarat, yaitu cukup umur dan tidak cacat. Ketentuan Umur Binatang Kurban. Binatang kurban itu dapat dikatakãn cukup umur apabila telah mencapai umur yang ditentukan syara. (1) Domba sekurang-kurangnya berumur satu tahun atau telah berganti gigi (musinnah). Rasulullah saw. berdabda dalam sebuah hadis sebagai berikut. Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menyembelih (berkurban) kecuali telah berganti gigi. Kecuali apabila engkau sulit mendapatkannya maka sembelihlah yang telah berumur satu tahun dari (jenis) domba. (H.R. Muslim: 3631). (2) Kambing biasa sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (3) Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun. (4) Unta sekurang-kurangnya berumur lima tahun.

Memilih Hewan Qurban

Perlu dipahami bahwa berqurban tidaklah sah kecuali dengan hewan ternak yaitu unta, sapi, atau kambing. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wata’ala:
“Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (Al-Hajj: 28)

Juga firman-Nya:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34)

Dan yang paling afdhal menurut jumhur ulama adalah unta (untuk satu orang), kemudian sapi (untuk satu orang), lalu kambing (domba lebih utama daripada kambing jawa), lalu berserikat pada seekor unta, lalu berserikat pada seekor sapi. Alasan mereka adalah:

  1. Unta lebih besar daripada sapi, dan sapi lebih besar daripada kambing. Allah Subhanahu wata’alaberfirman:
    “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj: 32)
  2. Unta dan sapi menyamai 7 ekor kambing.
  3. Hadits Abu Hurairah :
    “Barangsiapa yang mandi Jum’at seperti mandi janabat kemudian berangkat, maka seolah dia mempersembahkan unta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kedua, seolah mempersembahkan sapi, yang berangkat pada waktu ketiga seakan mempersembahkan kambing bertanduk, yang berangkat pada waktu keempat seakan mempersembahkan ayam, dan yang berangkat pada waktu kelima seakan mempersembahkan sebutir telur.” (HR. Al-Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Adapun hadits yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan kambing kibasy, yang berarti dinilai lebih afdhal karena merupakan pilihan beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dijawab:

  1. Hal tersebut menunjukkan kebolehan berqurban dengan kambing.
  2. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam berbuat demikian agar tidak memberatkan umatnya.

Faedah

Al-Imam Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam tafsirnya, Adhwa`ul Bayan (3/485), menukil kesepakatan ulama tentang bolehnya menyembelih hewan qurban secara umum, baik yang jantan maupun betina. Dalilnya adalah keumuman ayat yang menjelaskan masalah hewan qurban, tidak ada perincian harus jantan atau betina, seperti ayat 28, 34, dan 36 dari surat Al-Hajj.

Para ulama hanya berbeda pendapat tentang mana yang lebih afdhal. Yang rajih adalah bahwa kambing domba jantan lebih utama daripada yang betina. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyembelih kambing kibasy (jantan) bukan na’jah (betina). Wallahu a’lam bish-shawab.

Ketentuan Hewan Qurban

a. Kambing domba atau jawa
Tidak ada khilaf di kalangan ulama, bahwa seekor kambing cukup untuk satu orang. Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Qudamah dalam Syarhul Kabir (5/168-169).

Seekor kambing juga mencukupi untuk satu orang dan keluarganya, walaupun mereka banyak jumlahnya. Ini menurut pendapat yang rajih, dengan dalil hadits Abu Ayyub Al-Anshari, dia berkata:
“Dahulu di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, seseorang menyembelih qurban seekor kambing untuknya dan keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1510, Ibnu Majah no. 3147. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”)

Juga datang hadits yang semakna dari sahabat Abu Sarihah diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 3148). Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahihul Musnad (2/295) berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat Syaikhain….”

b. Unta
Menurut jumhur ulama, diperbolehkan 7 orang atau 7 orang beserta keluarganya berserikat pada seekor unta atau sapi. Dalilnya adalah hadits Jabir , dia berkata:
“Kami pernah menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada waktu Hudaibiyyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang.” (HR. Muslim no. 1318, Abu Dawud no. 2809, At-Tirmidzi no. 1507)
Demikianlah ketentuan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang masyhur di kalangan kaum muslimin, dahulu maupun sekarang.

Atas dasar itu, maka apa yang sedang marak di kalangan kaum muslimin masa kini yang mereka istilahkan dengan ‘qurban sekolah’ atau ‘qurban lembaga/yayasan’1 adalah amalan yang salah dan qurban mereka tidak sah. Karena tidak sesuai dengan bimbingan As-Sunnah yang telah dipaparkan di atas.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan tanpa contoh dari kami maka dia tertolak.” (HR. Muslim no. 1718 dari Aisyah radhiyAllahu ‘anha)
Al-Imam Asy-Syinqithi dalam tafsirnya Adhwa`ul Bayan (3/484) menegaskan: “Para ulama sepakat2, tidak diperbolehkan adanya dua orang yang berserikat pada seekor kambing….”

Umur Hewan Qurban

Diriwayatkan dari Jabir , dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian menyembelih (hewan qurban) kecuali musinnah. Kecuali bila kalian sulit mendapatkannya, maka silakan kalian menyembelih jadza’ah dari kambing domba.” (HR. Muslim no. 1963)

Dalam hadits ini, Rasulullan memberikan ketentuan tentang umur hewan qurban yaitu musinnah.

Musinnah pada unta adalah yang genap berumur 5 tahun dan masuk pada tahun ke-6. Demikian yang dijelaskan oleh Al-Ashmu’i, Abu Ziyad Al-Kilabi, dan Abu Zaid Al-Anshari.

Musinnah pada sapi adalah yang genap berumur 2 tahun dan masuk pada tahun ke-3. Inilah pendapat yang masyhur sebagaimana penegasan Ibnu Abi Musa. Ada juga yang berpendapat genap berumur 3 tahun masuk pada tahun ke-4.
Musinnah pada ma’iz (kambing jawa) adalah yang genap berumur setahun. Begitu pula musinnah pada dha`n (kambing domba).

Demikian penjelasan Ibnu ‘Utsaimin dalam Syarh Bulughil Maram (6/84). Lihat pula Syarhul Kabir (5/167-168) karya Ibnu Qudamah .

Apakah disyaratkan harus musinnah?

a. Unta, sapi, dan kambing jawa (ma’iz)
Mayoritas besar ulama mensyaratkan umur musinnah pada unta, sapi, dan ma’iz, dan tidak sah bila kurang daripada itu. Dasarnya adalah hadits Jabir di atas. Adapun hadits Mujasyi’ :
“Sesungguhnya jadza’ (hewan yang belum genap umur musinnah) mencukupi dari apa yang dicukupi oleh tsaniyah (hewan yang genap umur musinnah, pen.).” (HR. Abu Dawud no. 2799, Ibnu Majah no. 3140, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud. Saya katakan: Sanadnya hasan, karena dalam sanadnya ada ‘Ashim bin Kulaib dan ayahnya. Keduanya shaduq (jujur).)

khusus berlaku untuk jadza’ah dari kambing domba saja (kambing domba yang berumur 6 bulan). Demikian dijelaskan oleh Ibnu Qudamah radhiyallahu ‘anhu dengan dasar hadits Jabir di atas.

Wallahu a’lam.

b. Kambing domba (dha`n)
Yang afdhal pada dha`n adalah umur musinnah (1 tahun) dengan dasar hadits Jabir di atas. Tetapi apakah hal itu termasuk syarat? Ataukah diperbolehkan menyembelih jadza’ah (umur 6 bulan) secara mutlak?
Pendapat yang rajih adalah pendapat jumhur –bahkan Al-Qadhi ‘Iyadh menukilkan kesepakatan4– bahwa jadza’ah dari dha`n tidak sah kecuali bila kesulitan mendapatkan musinnah, dengan dasar hadits Jabir di atas.

Adapun hadits Abu Hurairah :
“Sebaik-baik hewan qurban adalah jadza’ah dari dha`n.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad (2/445) dan At-Tirmidzi . Sanadnya dhaif, karena di dalamnya ada Kidam bin Abdurrahman As-Sulami dan Abu Kibasy, keduanya majhul. (Lihat Adh-Dha’ifah no. 64)

Juga hadits Ummu Bilal bintu Hilal (dalam sebagian riwayat: dari ayahnya; pada riwayat lain langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam):
“Jadza’ah dari dha`n diperbolehkan sebagai hewan qurban.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (3/39), Al-Baihaqi dalam Al-Ma’rifah (5650-5651), dan yang lainnya. Sanadnya dhaif, padanya ada Ummu Muhammad Al-Aslamiyyah, dia majhulah. (Lihat Adh-Dha’ifah no. 65)

Adapun hadits Mujasyi’ yang telah dipaparkan sebelumnya (pada hal. 18), maka dijawab dengan ucapan Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam (4/174): “Kemungkinan hal itu semua ketika kesulitan mendapatkan musinnah.”

Saya katakan: Hal ini dikuatkan oleh sebab wurud hadits Mujasyi’ ini. Kulaib bin Syihab mengisahkan: Kami dahulu pernah bersama salah seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Mujasyi’ dari Bani Sulaim. Waktu itu, kambing sangat sulit dicari. Maka dia memerintahkan seseorang untuk berseru: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Sesungguhnya jadza’ah itu mencukupi dari apa yang dicukupi oleh musinnah.” (Lihat Abu Dawud no. 2799, Ibnu Majah no. 3140)

Adapun hadits ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani mengisahkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammembagikan hewan qurban kepada para sahabatnya. ‘Uqbah mendapatkan jatah bagian jadza’ah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:
“Hendaklah engkau berqurban dengannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5547 dan Muslim no. 1965) maka jawabannya adalah sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan jadza’ah di sini bukanlah jadza’ah. dari dha`n, tetapi jadza’ah dari ma’iz (kambing jawa).

Sebagaimana hal ini disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari (no. 5555) disebutkan: “’Atud adalah anak kambing ma’iz yang telah kuat dan berusia satu tahun.” Ibnu Baththal menegaskan: “’Atud adalah jadza’ah dari ma’iz.” Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar setelah itu: “Lafadz ini menjelaskan maksud kata ‘jadza’ah’ yang terdapat dalam riwayat lain hadits ‘Uqbah, bahwasanya ‘jadza’ah’ di sini adalah dari ma’iz.”

Adapun jawaban hadits ini yang membolehkan jadza’ah dari. ma’iz adalah sebagai berikut:

  1. Kebolehan tersebut khusus sebagai rukhshah untuk
    ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani . Sebab, dalam riwayat Al-Baihaqi ada tambahan lafadz:
    “Dan tidak ada rukhshah (keringanan) untuk siapapun setelah itu.”
    Sebagaimana pula rukhshah ini juga diberikan kepada Abu Burdah dalam riwayat Al-Bukhari (no. 5556, 5557) dan yang lainnya. (Lihat Fathul Bari, 11/129)
  2. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (11/130) menegaskan: “Kemungkinan hal tersebut terjadi pada awal Islam, kemudian syariat menetapkan bahwa jadza’ah dari ma’iz tidak cukup. Dan Abu Burdah dan Uqbah khusus mendapatkan rukhshah itu….”

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai qurban. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2020 :

  1. Harga Kambing Gibas /Kambing jawa
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2020 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2020 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :
Call/SMS/WA :

0858-5344-4472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Wallahul muwaffiq.

Kambing Qurban Murah

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Murah

Terima kasih untuk semua customer Aqiqah berkah yang mempercayakan kami sebagai pusat layanan qurban dan aqiqah terbaik sampai saat ini.

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi….

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai layanan qurban online. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2020 :

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2018 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2018 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS/WA :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Qurban Kambing atau Sapi

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

qurban kambing atau sapi

Assalamualaikum….. Hai sobat Aqiqah Berkah…. apa kabar nih? Semoga dalam keadaan baik ya dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin ya Rabbal alamin…. menyambut datangnya hari raya Idul Adha tahun 2020 yang sebentar lagi akan tiba. Apakah sobat semua sudah mepersiapkannya? Banyak amalan di hari raya Idul Adha, dan salah satu amalannya adalah berqurban, mengingat ibadah qurban merupakan salah satu ibadah yang meberikan hikmah untuk membersihkan hati dengan maksud menjadikan iman dan taqwa dapat tumbuh subur dalam jiwa seseorang. Kali ini admin mau membahas tentang lebih baik mana qurban kambing atau sapi? Ya langsung saja kita simak penjelasannya berikut ini.

Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as. diperintahkan berqurban. Maka Allah Swt. menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Swt
berfirman:
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Maa-idah 27).

Qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya. Qurban dilakukan setelah sholat Idul Adha selesai hingga tanggal 13 dzulhijjah. Boleh memilih waktu hingga 3 hari setelah idul adha. Akan tetapi paling utama dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah setelah sholat Ied.Fadillah dan keutamaan berqurban antara lain:

  1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
    Berqurban merupakan bentuk sikap kita patuh dan taat kepada Allah SWT Sebagaimana firman Allah surat Al Hajj ayat 37:
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  3. Ajaran Nabi Ibrahim AS
    Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim AS yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
  4. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah
    Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
  5. Berdimensi Sosial Ekonomi
    Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun. Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
  6. Membedakan dengan Orang Kafir
    Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya idul adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

Adapun binatang yang boleh digunakan untuk berqurban adalah binatang ternak (Al-An’aam),unta, sapi dan kambing, jantan atau betina. Sedangkan binatang selain itu seperti burung, ayam dll tidak boleh dijadikan binatang qurban. Allah Swt berfirman:
” Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka” (QS Al-Hajj 34).

Berdasarkan kesepakatan para ulama’ (lih. Al Qowaninul Fiqhiyyah, Bidayatul Mujtahid, Mughnil Muhtaj, Assyarhul Kabir dll) bahwa satu ekor kambing untuk satu orang, sementara berdasarkan hadist Rasulullah SAW, bahwa satu ekor untu atau satu ekor sapi bisa untuk tujuh orang (dan tidak untuk 10 orang). Sahabat Jabir berkata : “ Kami berqurban bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyyah, satu ekor unta atas nama 7 orang dan satu ekor sapi atas nama 7 orang ” (HR. Jama’ah).

Namun dengan demikian, para ulama’ membolehkan seorang muslim untuk bequrban dengan seekor kambing atau dengan seekor sapi atau dengan seekor unta atas nama diriinya dan keluarganya (yang dibawah tanggung jawabnya, yaitu istri dan anak – anaknya meskipun lebih dari tujuh orang). Dalam arti bahwa seekor kambing atau seekor sapi atau seekor unta bisa dijadikan qurban atas nama satu orang lebih (meskipun lebih dari tujuh orang) ketika seorang yang berqurban dengan seekor kambing tersebut mangatasnamakan dirinya dan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya dan bukan atas nama dirinya dan orang lain yang bukan keluarganya yang dibawah tanggung jawabnya, hal tersebut didasarkan pada hadist Muslim yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah “ bahwa Rasulullah SAW pernah berqurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya”.

Hewan qurban terbaik adalah (pertama) unta, kemudian (kedua) sapi lalu (ketiga) kambing dan setelah itu (yang keempat) berserikat pada unta atau sapi (maksudnya beberapa orang -maksimal tujuh orang- iuran untuk membeli unta atau sapi untuk dikurbankan-red). Berdasarkan sabda Rasulullah tentang hari Jum’at:
“Barangsiapa yang berangkat (shalat jum’at) pada jam pertama, maka seakan-akan dia mengurbankan unta; Barangsiapayang berangkat pada jam ke-2, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-3, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing jantan; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-4, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-5, maka seakan-akan dia berkurban dengan telor.”

Sisi pendalilannya yaitu ada perbedaan nilai antara beribadah kepada Allah dengan mengurbankan unta, sapi dan kambing. Tidak diragukan lagi bahwa ibadah kurban termasuk ibadah yang agung kepada Allah. Penyebab lain (kenapa unta lebih utama), karena unta itu lebih mahal, lebih banyak dagingnya dan lebih banyak manfaatnya. Inilah pendapat tiga imam yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Bicara tentang idul qurban di Indonesia, ternyata ada banyak sekali budaya berqurban yang sudah jamak di kalangan masyarakat. Mulai dari bagaimana cara memilih hewan qurban ras khusus yang dinilai paling terbaik, hingga pada teknis pembelian hewan qurbannya. Satu kebiasaan yang sudah menjadi budaya di Indonesia adalah hal mendasar yang menjadi pertanyaan besar tentang lebih baik mana qurban satu kambing (perorangan), atau sapi untuk 7 orang yang dilakukan secara urunan/patungan?

Dijelaskan dari berbagai sumber, ternyata qurban kambing satu ekor itu lebih baik ketimbang memilih opsi qurban sapi secara urunan/patungan tujuh orang. Mengapa demikian? Hal ini sesuai dengan dalil sebagai berikut: (Shahih Fiqh Sunnah, 2:375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 dan Syarhul Mumthi’ 7:458). Imam As-Saerazi Asy-Syafi’i mengatakan, “Kambing (sendirian) lebih baik dari pada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berkurban bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.” (Al Muhadzab 1:74).

Dalam konteks patungan qurban sapi 7 orang dibandingkan dengan qurban kambing untuk perorangan, pendapat Malikyah bisa dipakai sebagai pedoman. Siapa yang berqurban untuk dirinya dan anggota keluarganya maka yang paling utama adalah berqurban dengan satu ekor unta, lalu dengan satu ekor sapi, kemudian baru satu ekor kambing. Bukan dengan cara patungan unta atau patungan sapi. Jika memang demikian, berarti simpulannya, qurban kambing untuk seorang lebih utama ketimbang qurban sapi dengan patungan.

Selanjutnya untuk menyambut qurban 2020 yang akan datang, diharapkan para sahabat AB dan umat muslim yang ingin melaksanakan qurban tahun ini supaya mempersiapkan hewan qurban sejak awal. Hal ini sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan harga hewan qurban yang murah, karena pembelian dan persiapan sejak awal. Pada kesempatan kali ini, mimin Aqiqah Berkah akan memberikan informasi mengenai harga kambing qurban murah 2020 (harga prediksi sewaktu-waktu bisa berubah didasarkan waktu dan tempat). Berikut ulasannya:

1. Harga Kambing Kacang (jawa)
Kambing jawa (lokal). Untuk ras ini, paling banyak di Indonesia dan paling mudah untuk di cari, terutama di daerah jawa timur dan jawa tengah. Adapun untuk masalah harga, jenis kambing jawa atau kambing kacang sangat bervariasi di lihat dari umur, kondisi fisik, kesehatan, dan jenis kelamin. Untuk kisaran harganya mulai dari harga 1,9 juta sampai 2,8 juta rupiah. Berikut daftar Harga Kambing Kacang (Jawa)

KAMBING JAWA

Kambing Jawa Berat Badan +/- 23-24 Kg Harga Rp 1.900.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 25-26 Kg Harga Rp 1.900.000,-

Kambing Jawa Berat Badan +/- 27-28 Kg Harga Rp 2.000.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 29 Kg Harga Rp 2.000.000,

Kambing Jawa Berat Badan +/- 30-31 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 32-33 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 34-35 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 36-37 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Jawa Berat Badan +/- 38 Kg Harga Rp 2.800.000,-

2. Harga Kambing Etawa
Kambing Etawa merupakan jenis kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes. Sedangkan untuk populasi dan perkembangannya tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Keunggulan dari kambing Etawa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar serta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk harga kambing Etawa memiliki harga yang cukup jauh di atas kambing lokal. Berikut harga kambing etawa :
a) Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 1.700.000,-
b) Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 2.200.000,-
c) Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan = Rp Rp 3.000.000,-
d) Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun = Rp 3.500.000,-
e) Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan = Rp 2.000.000,-
f) Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan = Rp 3.000.000,-
h) Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan = Rp 4.000.000,-
i) Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun = Rp 5.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

3. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan Etawa (PE) adalah kambing hasil dari kawin silang antara kambing etawa dan jawa (lokal). Untuk kualitasnya tidak kalah dengan kambing lain dan termasuk kambing yang mempunyai keunggulan, keunggulan yang sangat menonjol dari Peranakan etawa ini adalah tingkat adaptasinya yang sangat tinggi, berikut harganya.
a) PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan = Rp 1.000.000,-
b) PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan = Rp 1.500.000,-
c) PE betina Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.000.000,-
d) PE betina Berumur 1 – 2 tahun = Rp 2.500.000,-
e) PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan = Rp 1.400.000,-
f) PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan = Rp 1.800.000,-
g) PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan = Rp 2.500.000,-
h) Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun = Rp 3.200.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

4. Harga Kambing Gibas
Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas yakni putih dan tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing gibas memiliki harga yang paling rendah jika di banding dengan harga kambing lain. Berikut harga kambing gibas.

KAMBING GIBAS

Kambing Gibas Berat Badan +/- 23-24 Kg Harga Rp 1.900.000,-
Kambing Gibas Berat Badan +/- 25-26 Kg Harga Rp 1.900.000,-

Kambing Gibas Berat Badan +/- 27-28 Kg Harga Rp 2.000.000,-
Kambing Gibas Berat Badan +/- 29 Kg Harga Rp 2.000.000,

Kambing Gibas Berat Badan +/- 30-31 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 32-33 Kg Harga Rp 2.300.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 34-35 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 36-37 Kg Harga Rp 2.600.000,-
Kambing Gibas  Berat Badan +/- 38 Kg Harga Rp 2.800.000,-

Selanjutnya, bagi sahabat Aqiqah Berkah yang sekarang tengah membutuhkan jasa penyediaan hewan qurban 2018, Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda dalam penyediaan hewan qurban 2018. Selain menyediakan paket aqiqah, aqiqah berkah juga menerima jasa pemesanan hewan qurban. Adapun hewan yang kami siapkan untuk anda adalah hewan qurban yang sesuai syar’i. Berikut kontak yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS / WA :

0858-5344-4472

Jl. Raya Gebangkerep No.01 Baron, Nganjuk

Harga Kambing Qurban di Malang

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Harga Kambing Qurban Malang

Halo sahabat Aqiqah Berkah yang di rahmati oleh Allah SWT. Gimana kabarnya hari ini?baik apa engga?pasti baik kan.:-) Nah kali ini kami mau mengulas mengenai Harga Kambing Qurban Malang. Kalau bahas masalah jual kambing sih, Aqiqah Berkah pati solusinya. 😉 tapi sebelumnya kita ulas dulu mengenai cara menentukan harga jual kambing terlebih dahulu. yukkk di baca sahabat…

Cara Menentukan harga Jual

Penetapan harga tidak hanya ditentukan dari selisih antara harga beli dan harga jual, tetapi juga sangat ditentukan oleh biaya-biaya lain yang dapat menutup biaya sehingga kita dapat memperoleh keuntungan.Contohnya seandainya kita ingin menjual kambing untuk keperluan kurban. Seekor kambing dibeli dengan harga Rp. 800 ribu, kemudian dijual lagi dengan harga Rp. 850 ribu. Tampaknya kita akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 50 ribu. Keuntungan yang kita peroleh ini disebut dengan laba kotor. Laba kotor belum mencerminkan keuntungan yang sebenernya karena kita harus memperhitungkan semua biaya yang kita keluarkan untuk memperoleh kambing tersebut dan melakukan penjualan.

Penentuan harga ketika proses jual beli ternak, umumnya didasarkan pada kondisi fisik (bobot dan kesehatan) ternak. Karena kondisi fisik mencerminkan produksi dan kualitas karkas. Semakin bagus kondisi fisik si ternak, maka harga semakin tinggi. Ada beberapa hal juga menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual ternak. Berikut pertimbangan yang dimaksud.

  1. Umur
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong kambing berkorelasi positif dengan keempukkan daging yang dihasilkannya. Artinya, makin tua ternak dipastikan dagingnya lebih liat. Diketahui juga, daging yang berasal dari kambing tua baunya lebih menyengat. Konsumen umumnya lebih suka daging kambing yang empuk. Karena itu, faktor umur cukup memengaruhi harga jual kambing.
    Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi sebagai berikut.
    – Daging anak kambing (umur 8 – 12 minggu)
    – Daging kambing muda (umur 1 – 2 tahun)
    – Daging kambing tua (umur 2 – 6 tahun)
  2. Kebiri
    Kambing muda siap potong umumnya lebih murah dibandingkan dengan kambing muda kebirian, meski umur keduannya sama. Hal ini disebabkan karena persentase karkas kambing muda akan lebih rendah dibandingkan dengan kambing jantan kebiri.

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Malang

Untuk sobat semua yang tinggal di Malang dan ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)
– Jenis : Kambing / Domba Gibas
– Berat : Mulai dari 24-29 kg
– Umur : -+ 1 tahun
– Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)
1) Sapi Jawa
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
2) Sapi Bali
– Berat : Mulai dari 300 kg
– Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
(Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.

Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
(a) Jombang
(b) Mojokerto
(c) Nganjuk
(d) Kediri
(e) Tulungagung
(f) Ngawi
(g) Magetan
(h) Ponorogo
(i) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
– Syarat hewan qurban sesuai syar’i
– Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
– Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
– Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
– Ternak berasal dari penampungan yang jelas
– Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang ada di wilayah Malang dan sekitarnya yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS /WA :

0858-5344-4472

Kambing Qurban Malang

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kambing Qurban Malang

Sebelum kami mengulas tentang Kambing Qurban Malang. Ulasan berikut ini mengenai persoalan qurban yakni definisi qurban, hukm qurban dan tata cara qurban. Langsung saja simak guys…

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan harta, tetapi ia tidak menyembelih qurban, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kami” (Riwayat Ahmad 1/321,Ibnu Majah 3123, dari Abu Hurairah r.a dengan sanad hasan)

Definisi & Hukum Qurban

Qurban adalah binatang ternak yang disembelih pada hari ‘Iedul Adha,dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT . Berqurban merupakan salah satu syi’ar Islam yang disyari’atkan. Allah SWT berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berqurbanlah” (Al Kautsar : 2)

Juga hadits di atas menunjukan tentang disyari’atkannya qurban.
“Nabi SAW tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan selalu berqurban”(Riwayat Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad hasan) “Dari ‘Uqbah bin ‘Amir r.a , sesungguhnya Nabi SAW membagikan hewan qurban kepada para sahabatnya, Ternyata ‘Uqbah (bin ‘Amir) mendapat bagian hewan yang masih kecil. Maka ia berkata; “Ya Rasulullah saya mendapat bagian berupa Jadz-ah (hewan yang kecil)?” Rasulullah bersabda;”Berqurbanlah dengannya” (Riwayat Bukhari-Muslim)

Nabi SAW dan para sahabat ? berqurban. Tetapi para ‘ulama berbeda pendapat tentang hukum qurban ini, Sebagian ‘ulama ada yang menyatakan hukumnya wajib. Tetapi Sebagian besar ‘ulama menyatakan Sunnah muakadah, inilah pendapat yang rajih (wallahu a’lam)

Berqurban lebih utama dibandingkan sedekah senilai harga hewan qurban karena:

  1. Menyembelih Qurban merupakan amal Nabi SAW dan para sahabat.
  2. Menyembelih qurban merupakan salah satu syi’ar Allah SWT. Maka jika orang memilih untuk bersedekah, maka syi’ar itu akan hilang.
  3. Jika sedekah lebih utama dari pada menyembelih qurban, tentu Nabi SAW telah menjelaskannya dengan perkataan dan perbuatan beliau, Karena Nabi SAW selalu menjelaskan hal-hal yang terbaik untuk ummatnya.
  4. Jika bersedekah keutamaannya sama dengan qurban, tentu hal ini juga telah dijelaskan oleh Nabi SAW, karena bersedekah jauh lebih mudah dari pada menyembelih qurban.

Kepada Siapa Qurban Disyari’atkan?

Hukum asal qurban adalah disyari’atkan untuk orang-orang yang masih hidup, sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya berqurban. Adapun pemahaman sebagian orang bahwa qurban juga disyari’atkan bagi orang yang telah meninggal adalah pemahaman yang janggal dan tidak ada hujjah atasnya.

Menyangkut hukum berqurban untuk orang yang telah meninggal ada tiga macam:

  1. Meniatkan agar orang yang sudah meninggal mendapatkan pahala berqurban bersama dengan orang yang masih hidup. Sebagai misal, ada seseorang yang berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Orang tersebut meniatkan bahwa keluarga yang dimaksud mencakup yang masih hidup dan sudah meninggal. Hal ini diperbolehkan, dengan dasar sembelihan qurban Nabi SAW untuk diri dan ahli baitnya, dan diantara mereka ada yang telah meninggal sebelumnya. Beliau ? bersabda:
    “Ini adalah dariku (Qurbanku) dan (Qurban) siapa saja dari ummatku yang belum berqurban” (Riwayat Abu Dawud II/86, Tirmidzi, dengan sanad shahih)
  2. Berqurban untuk orang yang telah meninggal dalam rangka melaksanakan wasiatnya.
    Hal ini wajib dilakukan oleh penerima wasiat. Allah SWT berfirman:
    “Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah :181)
  3. Berqurban secara khusus untuk orang yang telah meninggal.
    Dalam hal ini ada perbedaan pendapat , para ulama Hambaliyyah (pengikut mazhab Imam Ahmad) membolehkannya, dan pahalanya akan sampai kepada orang yang telah meninggal tersebut. Tetapi pendapat ini lemah. Karena mengkhususkan qurban untuk orang yang telah meninggal tidak pernah dicontohkan Nabi SAW, karena Nabi SAW tidak pernah berqurban secara khusus untuk keluarganya yang telah meninggal. Beliau tidak menyembelih qurban untuk Hamzah ?,pamanya yang paling dicintai, Kadhijah r.a istri beliau. Selain itu tidak ada suatu riwayat yang menyatakan para sahabat melakukan hal ini.

Satu Hewan Qurban Bisa Untuk Satu Keluarga

Terkadang saat ini banyak kaum muslimin yang salah dalam hal ini. Mereka meniatkan qurban satu hewan untuk satu orang. Misalnya; tahun ini satu kambing untuk suami, kemudian tahun depan satu kambing lagi, untuk istri, untuk anaknya, dan demikian seterusnya.

Padahal seekor kambing cukup untuk satu orang dan keluarganya. Seekor sapi dan onta mencukupi buat tujuh orang dan keluarga mereka sehingga bisa untuk bersekutu.

Dikatakan oleh ‘Atha bin Yasar; aku bertanya kepada Ayyub Al Anshari r.a :
“Bagaimana hewan-hewan qurban dimasa Rasulullah SAW” Dia menjawab; “Adalah seorang pria berqurban untuk dirinya dan untuk keluarganya” (Riwayat Tirmidzi (1565), dengan sanad hasan)

Sapi/onta bisa untuk berserikat tujuh orang

Seekor sapi atau unta bisa digunakan berqurban untuk tujuh orang. Hal ini berdasar sebuah hadits:
“Kami berqurban bersama Nabi SAW pada waktu Hudaibiyah, satu ekor Onta untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk tujuh orang”(Riwayat Muslim 350, dari Jabir bin ‘Abdullah r.a)

Realita yang bisa kita lihat disekitar kita sungguh aneh. Ada suatu instansi/lembaga/ sekolah yang mengadakan iuran qurban. Yaitu dengan cara iuran sejumlah uang, yang kemudian dibelikan sapi/kambing untuk qurban satu sekolahan/instansi. Ini jelas menyelisihi syari’at. Hadits diatas telah sangat jelas bahwa satu sapi/onta hanya bisa digunakan qurban untuk tujuh orang, tidak boleh melebihinya.Sedangkan “ibadah Qurban” mereka ini, satu sapi atau kambing untuk puluhan atau bahkan ratusan orang. Ini jelas menyelisihi syari’at dan tidak bisa dinamakan qurban. Atau dengan kata lain qurban dengan model seperti ini adalah tidak sah.

Mereka beralasan bahwa ini sebagai media berlatih bagi anak-anak sekolah. Namun tujuan yang mulia ini bukan berarti boleh dicapai dengan cara yang tidak benar. Mungkin ada cara lain yang bisa dijadikan sebagai solusi. Yaitu memotifasi anak-anak sekolah untuk menabung. Kemudian apabila tabungannya telah mencukupi untuk dibelikan binatang qurban, maka anak tersebut melaksanakannya, dan bila belum cukup, maka menunggunya sampai mencukupi. Jelas cara ini lebih syar’I dan lebih mendidik.

Larangan bagi orang Yang Hendak Berqurban

Jika Telah masuk bulan Dzulhijah, maka yang harus dijauhi oleh orang yang hendak berqurban untuk memotong rambut, kuku, serta kulitnya meskipun hanya sedikit, hingga ia selesai melaksanakan penyembelihan qurban. Hal ini berdasar hadits Ummu Salamah r.a , Nabi SAW bersabda:
“Jika kalian melihat hilal Dzulhijah (dalam lafadz lain: telah tiba sepuluh awal Dzulhijah) dan salah satu kalian ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan (tidak memotong) rambut dan kukunya” (Riwayat Muslim dan Ahmad)

Dalam lafadz lain:
“Maka janganlah ia mengambil rambut dan kulitnya sedikitpun”
Hukum ini hanya berlaku untuk orang yang berqurban, dan hukum ini berkaitan dengan orang yang berqurban, karena Nabi SAW menyatakan;”Dan salah satu kalian ingin berqurban”, Nabi SAW tidak menyatakan;”Ingin berqurban untuknya”. Nabi ? juga berqurban untuk keluarganya dan tidak ada keterangan beliau juga memerintahkan yang demikian pada keluarganya. Maka bagi keluarga yang berqurban boleh ia memotong rambut, kuku dan kulitnya.

Pendistribusian Daging Qurban

Disunnahkan bagi shahibul qurban untuk memakan sebagian daging qurbannya, menghadiahkan dan bersedekah dengan daging itu. Allah SWT berfirman:
“maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta ” (Al Hajj :36)

Rasulullah SAW bersabda:
“Makanlah (daging qurban), berilah makan orang lain (dengannya), dan simpanlah” (Riwayat Bukhari, dari Salamah bin Al Akwa’ r.a)

‘Ulama berbeda pendapat tentang seberapa banyak daging qurban yang boleh di makan, dan seberapa banyak pula yang harus dihadiahkan dan disedekahkan oleh shahibul qurban.

Namun pendapat yang rajih mengenai hal ini adalah tidak ada ketentuan dalam hal ini. Akan tetapi pilihan yang terbaik adalah sepertiga untuk dimakan, sepertiga dihadiahkan, dan sepertiga lagi disedekahkan.

Untuk jatah yang dimakan, dibolehkan shahibul qurban untuk menyimpannya dalam waktu yang lama, kecuali jika terjadi wabah kelaparan, maka tidak boleh menyimpannya lebih dari tiga hari, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berqurban maka tidak boleh ada daging qurban yang tersisa dirumahnya setelah hari ketiga.” Maka pada tahun berikutnya para sahabat bertanya;”Wahai Rasulullah apakah kami harus berbuat sebagaimana yang telah kami lakukan pada tahun kemarin” Beliau bersabda; “Makanlah daging qurban, berilah makan orang lain dengannya dan simpanlah, karena pada tahun kemarin orang banyak berada dalam kesusahan, maka aku ingin kalian membantu mereka” (Riwayat Bukhari, Muslim, dari Salamah bin Al Akwa’ r.a)

Larangan Menjual Sesuatu Dari Hewan Qurban

Saat ini banyak kaum muslimin, terutama para panitia qurban yang menyelewengkan hal ini. Mereka menjual bagian dari binatang kurban, karena mereka kesulitan mendistribusikannya. Menjual kulit binatang qurban adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin padahal ini dilarang.

“Dari Ali r.a,bahwa Nabi SAW memerintahkan agar dia mengurusi budn (benatang qurban) beliau, membagi semuanya, dagingnya, kulitnya, dan jilalnya (kepada orang-orang miskin). Dan dia tidak boleh memberikan satupun (dari qurban itu) kepada penjagalnya (Riwayat Bukhari, Tambahan dalam kurung riwayat Muslim)

Imam Syafi’i Rahimahullah berkata: “Aku membenci menjual sesuatu darinya (hewan quban). Menukarkannya merupakan jual beli”.(Al umm 2/351)

Syeikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Bassam mengatakan; “Bahwa kulit binatang qurban tidak dijual. Bahkan penggunaankulitnya adalah seperti dagingnya. Pemiliknya boleh memanfaatkannya, atau mensadaqahkan kepada fakir miskin” (Lihat Taudhihul Ahkam Min Bulughul marram)

Wallahu A’lamu Bish Shawwab
————————————————–
Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan megenai Definisi qurban, hukum qurban dan tata cara berqurban. Selanjutnya kami akan membahas mengenai kambing Qurban Malang.

Terima kasih untuk semua customer Aqiqah berkah yang mempercayakan kami sebagai pusat layanan qurban dan aqiqah terbaik sampai saat ini.

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.

Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Nah itulah sedikit yang dapat kami jelaskan mengenai layanan qurban online. Kebutuhan daging kambing di indonesia per tahunnya terus bertambah. Dan harga-harga kambing pun sangat bervariasi. Berikut ini harga-harga kambing 2018 :

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2020 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2020 ini.

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS/WA :

0858-5344-4472

 

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Qurban Kambing Lebih Utama

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Qurban Kambing Lebih Utama

Qurban 2020 tinggal sebentar lagi, mari persiapkan hewan qurban untuk qurban nanti, memang qurban untuk hewan kambing itu lebih utama, tapi lebih bagus lagi jika berqurban dengan sapi atau atau unta. Biar lebih jelasnya baca ulasan berikut ini….

Dari dulu hingga sekarang, topik kurban selalu menjadi bahasan penting dan menarik. Di awal tulisan ini, pembahasan difokuskan pada apa yang dimaksud dengan kurban. Secara etimologi, qurban yang sering ditulis dalam tulisan ini dengan huruf awal k berarti mendekat/pendekatan. Sedangkan menurut istilah adalah usaha pendekatan diri seorang hamba kepada penciptanya dengan jalan menyembelih binatang yang halal dan dilaksanakan sesuai dengan tuntunan, dalam rangka mencari ridla-Nya. Salah satu ajaran Islam yang penuh dengan kesakralan (suci) dan juga syarat dengan muatan kemanusiaan adalah ibadah qurban.

Dalam konteks ini, ibadah kurban adalah kesempatan bagi si miskin untuk merasakan kenikmatan dari si kaya. Mengalirnya darah-darah suci dari hewan qurban akan menghanyutkan noktah-noktah hitam di hati manusia, memercikkan aroma harum jalinan kasih antara sesama sembari menyemaikan rona ceria di wajah masing-masing.

Lewat ibadah kurban, akan tumbuh rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Terlebih saat ini bangsa Indonesia sedang berduka, di mana saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam yang telah merenggut ratusan ribu nyawa, keluarga dan harta. Melalui ibadah kurban ini, kita ketuk pintu hati kemanusiaan, rasa kepedulian sosial serta merasa senasib sepenanggungan terhadap apa yang menimpa saudara-saudara kita di negeri tersebut.

Dari sinilah, M. Quraish Shihab menyatakan ibadah kurban merupakan ibadah yang sempurna sepanjang hayat manusia. Pasalnya, ibadah kurban merupakan ajaran tertua sepanjang sejarah kehidupan manusia yang terus berlangsung hingga saat ini (M. Quraish Shihab, 2008: 38-40).

Tafsir Sosial Kontekstual Ibadah Kurban

Memahami ibadah kurban perlu banyak pendekatan, salah satunya adalah pendekatan sosial kontekstual. Ahmad Izzan dalam buku “Ulumul Qur’an: Telaah Tekstualitas dan Kontekstualitas Al-Qur’an” menjelaskan bahwa memahami dan menafsirkan al-Qur’an bisa dilakukan dengan cara mengaitkan antara teks al-Qur’an dengan konteksnya untuk kesempurnaan pemahaman (Ahmad Izzan, 2011: 8-19).

Dengan nada yang berbeda tapi sama maksudnya, Syafrudin dalam buku “Paradigma Tafsir Tekstual & Kontekstual”, juga mengungkap kelebihan pendekatan kontekstual ketimbang hanya dengan memakai paradigma tekstual (Syafrudin, 2009: 19-29). Menurutnya, pendekatan kontekstual bisa menjembatani pemahaman teks yang kadang terputus dan terhenti pada bacaan dan tulisan. Di sini, pendekatan konteks dianggap bisa mengarahkan pembaca pada tujuan dan tindakan nyata.

Pradana Boy dalam buku “Fikih Jalan Tengah: Dialektika Hukum Islam dan Masalah-masalah Masyarakat Modern” menengarai bahwa problem krusial penafsiran al-Qur’an memang selalu berujung pada ranah fikih sebagai kunci praktis dalam ajaran Islam. Di sinilah, ungkap Boy, perlunya jalan tengah yang lebih arif, bijak, adil dan fleksibel sebagai respons keunikan tradisi, budaya dan khazanah Islam yang tersebar di segala penjuru alam dan zaman (Pradana Boy, 2008: 4-14).

Secara epistemologis, Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsudin (ed.) dalam buku “Epistemologi Tafsir Kontemporer”, memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang tafsir kontemporer yang sesuai dengan konteks tetapi tetap tidak melupakan teks aslinya (Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsudin (ed.), 2011: 23-48).

Namun dalam konteks ini kita diingatkan oleh Islah Gusmian dalam buku “Khazanah Tafsir Indonesia, dari Hermeneutika hingga Ideologi”, terkait tafsir menafsir kita perlu memahami dan menghayati apakah penafsiran yang dimaksud mengarah pada kepentingan tertentu dan ideologi-ideologi ataukah murni pada penafsiran yang membawa ke arah keadilan dan kesejahteraan sosial (Islah Gusmian, 2003: 8-29).

Hal itu semua merupakan cakrawala dan wawasan baru yang menarik untuk dijadikan referensi pemahaman dalam studi tafsir sosial kontekstual dalam suatu masalah dan bahasan keislaman. Nashruddin Baidan dalam buku “Wawasan Baru Ilmu Tafsir”, mengungkap pentingnya penafsir dan pembaca untuk memupuk wawasan baru dalam semua bidang keilmuan, tidak terkecuali dalam ilmu tafsir itu sendiri (Nashruddin Baidan, 2011: 5-18).

Dari sini, memahami ibadah kurban bukan semata-mata ibadah individual. Ibadah kurban sebagai ibadah yang secara khusus dilaksanakan sekali dalam setahun dalam hitungan bulan Qamariyah, tepatnya pada hari besar Islam yaitu Idul Adha, merupakan ibadah sosial yang luarbiasa manfaatnya. Ibadah kurban termasuk hari raya besar dalam agama Islam. Penyebutan hari besar Islam untuk idul adha ini disebabkan beberapa hal. Pertama, pada hari itu kaum muslim melakukan shalat sunat Idul Adha. Kedua, adanya perhelatan agung yaitu ibadah haji di Makkah. Ketiga, dalam momentum ini pula, ada peristiwa penyembelihan hewan kurban.

Pada masa Rasulullah, konon katanya, peringatan hari raya Idul Adha sangat semarak melebihi semaraknya hari raya Idul Fitri. Namun, hal itu berbeda dengan sekarang, justru sebaliknya Hari Raya Idul Fitri jauh lebih semarak dibanding Idul Adha. Memang banyak faktor yang melatari kenapa saat ini berbeda dengan kehidupan di masa rasulullah. Terlepas dari perdebatan atas persoalan ini, fenomena kurban menjadi penting untuk dicari hikmahnya (M. Quraish Shihab, 1997: 46).

Dalam momen kurban, hampir setiap muslim yang berkemampuan melaksanakan penyembelihan hewan kurban, entah secara perorangan ataupun berkelompok. Di sekolah- sekolah pun diadakan penyembelihan hewan qurban sebagai suatu sarana untuk mendidik siswa.

Secara etimologis, qurban diartikan mendekat/ pendekatan. Dalam pengertian terminologisnya qurban adalah usaha pendekatan diri seorang hamba kepada penciptanya dengan jalan menyembelih binatang yang halal dan dilaksanakan dengan tuntunan, dalam rangka mencari ridla-Nya (QS Al Maidah, 5: 27).

Bila dilacak historisitasnya, ibadah qurban sudah ada sejak Nabi Adam. Menurut M. Quraish Shihab, dalam tafsir al-Misbah, qurban pertama kali yang terjadi di muka bumi ini adalah qurban yang diselenggarakan oleh dua putera Nabi Adam (Habil dan Qabil) kepada Allah (M. Quraish Shihab, 2002: 30). Secara formalistik, ungkap Quraish Shihab, sejarah ibadah qurban bermula dari Nabi Ibrhaim As. Yakni, tatkala ia bermimpi disuruh Tuhan-nya untuk menyembelih Nabi Ismail As, seorang putra yang sangat dicintainya (Q.S Ash-Shaffat, 37: 102-110). Singkat alkisah, dari persitiwa kenabian Ibrahim inilah ibadah qurban muncul dan menjadi tradisi umat Islam hingga saat ini. Apa makna sosial ibadah qurban? Sebetulnya, banyak makna yang dapat dipetik dari ibadah qurban ini, baik secara ruhiyah maupun secara sosial-kemasyarakatan. Secara ruhiyah, ibadah ini bisa menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran ritual dari para pelakunya. Secara sosial-kemasyarakatan, ibadah qurban akan bermakna apabila kerelaan dan keikhlasan orang-orang yang melaksanakan qurban berimbas pada perilaku keseharian dan perhatiannya pada sesama, utamanya kaum miskin dan mustadzafiin.

Secara esensial, tentu saja, tujuan ibadah qurban bagi umat Islam adalah semata-mata mencari ridla Allah SWT. Ibadah qurban ini dimaksudkan untuk memperkuat dan mempertebal ketaqwaan kepada Allah. Allah akan menilai ibadah ini sebagai wujud ketaqwaan hamba kepada-Nya. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al Hajj, 22: 37). Hal ini pulalah yang menjadi sebab tertolaknya qurban salah seorang dari kedua putera Nabi Adam A.S dan diterima-Nya qurban yang lain. Bukanlah suatu nilai yang tinggi dan banyak di mata Allah, qurban yang banyak tetapi tanpa keikhlasan dan ketakwaan orang yang berqurban hal itu sama saja tak ternilai di mata Allah SWT.

Kebanyakan kita menilai ibadah qurban, mungkin cenderung melihat sesuatu dari lahirnya yangtampak, padahal Tuhan melihat sebaliknya yaitu keikhlasan.

Mungkin tatkala kita melihat seseorang berqurban hanya dengan seekor kambing, kita menganggapnya remeh. Kita lebih memandang besar dan hormat kepada orang yang berqurban dengan seekor sapi yang gemuk. Padahal belum tentu penilaian kita benar. Sebenar-benar penilai hanyalah Allah. Mungkin saja di mata Allah lebih tinggi nilai seekor kambing tadi karena taqwa di hati orang yang berqurban. Jadi tak ada yang menghalangi seseorang untuk berqurban sedikit jika disertai hati yang suci, taqwa dan ikhlas. Dan tidak ada kepastian diterimanya qurban yang banyak dari seseorang tanpa ketaqwaan dan keikhlasan. Namun di sini bukan berarti tidak diperbolehkan berqurban dengan jumlah banyak, saya kira, berqurban banyak pun boleh asal disertai dengan taqwa dan ikhlas. Taqwa dan ikhlas menjadi inti amal, mengapa? Sebab, banyak sebagian dari kita tatkala beramal hanya untuk mencari muka, dan pujian semata.

Selain makna sosial di atas, Ibadah qurban juga bisa menjadi sarana untuk membentuk kepribadian yang penuh toleransi, media menebar kasih sayang, serasi dan jauh dari keegoisan.

Hubungan yang baik akan terjalin antara yang kaya dan miskin. Setidaknya selama beberapa hari tersebut orang-orang yang miskin akan merasakan kesenangan. Kalau saja hal itu bisa berlangsung terus–setidaknya untuk kebutuhan pokok-tentu tingkat kemiskinan di masyarakat kita akan menurun. Di dalam masyarakat akan tercipta ketenangan dan ketentraman. Sebab, tidak ada lagi perbedaan status/ keadaan hidup yang mencolok. Pengorbanan yang tumbuh dalam pelaksanaan ibadah qurban itu akan mengikis sikap egois dan kikir. Berkurangnya–atau bahkan hilangnya-sikap egois dan kikir itu akan berpengaruh baik bagi kehidupan dan penghidupan orang itu sendiri dan masyarakat luas.

Selanjutnya, berqurban merupakan ibadah wajib menurut sebagian ulama dan sunnat muakkad menurut ulama yang lain, dengan berqurban pula kita mendidik diri kita dan keluarga untuk meresapi makna pengorbanan sebagaimana Nabiyullah Ibrahim As memberikan contoh pengorbanan secara hakiki, dan penyembelihan hewan qurban adalah salah satu ritual dari makna pengorbanan itu untuk menggapai ketaqwaan kepada Allah SWT. Sehingga banyaknya hewan qurban yang disembelih menunjukkan respon masyarakat terhadap seruan ibadah qurban makin meningkat. Daging Qurban, bukan semata pesta sate dan gulai? Tetapi, Ibadah qurban yang kita tunaikan sudah saatnya berfungsi bukan saja menggugurkan kewajiban tapi lebih dari itu mampu memberikan manfaat dan menjadi solusi sebagai jawaban atas kondisi riil yang terjadi di masyarakat. Banyak dari kebiasaan kita dalam berqurban hanyalah identik dengan pesta sate dan gulai dalam 2 sampai 3 hari setelah Idul Adha, sementara dalam waktu 12 bulan ke depan kembali masyarakat (terutama di daerah-daerah miskin) memakan daging hanyalah menjadi khayalan, belum lagi kondisi alam Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, yang selalu saja menjadi pemandangan umum ketika bencana alam tiba.

Padahal, dibalik kesadaran kaum muslimin untuk berqurban serta melimpahnya hewan yang diqurbankan pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik, tersimpan potensi yang sangat besar bahwa daging qurban digunakan sebagai sarana untuk membina masyarakat miskin, serta daerah-daerah bencana alam. Sebagian yang lain dicadangkan untuk mengantisipasi daerah-daerah yang rawan bencana alam.

Pelaksanaan qurban yang dilakukan oleh umat terdahulu memang sangat berbeda dengan syari’at qurban dalam Islam. Dalam Islam, risalah qurban merupakan ibadah yang syarat dengan makna. Kisah pengurbanan Nabi Ibrahim As. yang hendak mengurbankan anaknya, Ismail As yang kemudian diganti oleh Allah dengan domba, mengandung pesan bahwa pelaksanaan qurban selayaknya tidak membawa derita bagi manusia. Patut direnungkan bahwa, pelaksanaan ibadah qurban dalam Islam tidak hanya mengandung dimensi ibadah kepada Allah, tapi juga dimensi kemanusiaan. Dimensi kemanusiaan ini nampak pada distribusi daging hewan qurban kepada yang berhak (Q.S.al-Hajj, 22: 36). Karenanya, para ulama ada yang membagi daging qurban menjadi tiga, yaitu: dimakan, diberikan kepada fakir miskin, dan disimpan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Makanlah, simpanlah, dan bersedekahlah.” Walaupun demikian, dimensi-dimensi tersebut tidak akan bermakna apa-apa bila tanpa dilandasi dengan refleksi taqwa kepada Allah SWT. Dengan kata lain, aplikasi solidaritas sosial yang diwujudkan melalui qurban harus dilandasi niat yang ikhlas. Bukan niat untuk mencari popularitas, ingin dikenal orang dermawan atau ingin dipikir orang hebat.

Lebih dari itu, pembagian daging qurban kepada mereka yang barhak merupakan upaya pendekatan psikologis atas kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya. Ibadah qurban adalah wahana hubungan kemanusiaan yang dilandasi oleh semangat sense of belonging dan sense of responsibility yang bisa menyuburkan kasih sayang antar sesama dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah., s.w.t, (taqarrub ilallah). Dengan adanya ibadah qurban, dimaksudkan pula untuk menjembatani hubungan antara si kaya dan si miskin agar tetap harmonis. Si kaya tidak menyombongkan dirinya dan si miskin pun merasa bahwa ia tidak sendiri memikul hidup yang berat ini. Ternyata, masih banyak saudaranya (para aghniya’) yang senantiasa ikhlas memberikan bantuan kepada mereka yang lemah (para dhu’afa).

Wujud kepedulian sesama lewat ibadah qurban ini merupakan satu rangkaian pengabdian kepada Allah yang memiliki dimensi ibadah murni dan juga dimensi kemanusiaan. Dengan kata lain, hablun minannas merupakan salah satu faktor terjalinnya hablun minallah secara baik.

Sesuai dengan asal katanya “Qaruba” yang berarti dekat. Dengan demikian ibadah qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah sekaligus ungkapan syukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan kepada kita. Inilah yang dimaksudkan oleh Allah., s.w.t, dalam Q.S.al-Hajj, 22: 36.

Lewat ibadah qurban, akan tumbuh rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Melalui ibadah qurban ini kita ketuk pintu hati kemanusiaan, rasa kepedulian sosial serta merasa senasib sepenanggungan terhadap apa yang menimpa saudara-saudara kita tersebut.

Demikian itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Hewan Kurban. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya yang membaca. Aminnn….

Jika anda membutuhkan kambing Aqiqah atau qurban dengan Kualitas terbaik dan berkualitas anda melihat di website kami www.qurban-aqiqah.com atau bisa juga menghubungi nomor berikut ini untuk informasi lebih detailnya. Kami tunggu pesanan anda….

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON/SMS/WA  :

0858-5344-4472

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Kambing Kurban Untuk Orang Almarhum

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Kurban kambing untuk orang almarhum

Apa boleh kurban untuk orang yang sudah almarhum atau sudah meninggal. Anda penasaran… mari simak ulasan berikut ini… bahwa ada tiga bentuk kurban untuk orang yang sudah almarhum.

Kurban bagi orang yang sudah mening, ada tiga bentuk.

1. Menyembelih kurban bagi orang yang telah meninggal, namun yang masih hidup disertakan. Contohnya, seorang menyembelih seekor kurban untuk dirinya dan ahli baitnya, baik yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia.
Demikian ini boleh, dengan dasar sembelihan kurban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dirinya dan ahli baitnya, dan diantara mereka ada yang telah meninggal sebelumnya. Sebagaimana tersebut dalam hadits shahih yang berbunyi.
“Artinya : Aku menyaksikan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Id Al-Adha di musholla (tanah lapang). Ketika selesai khutbahnya, beliau turun dari mimbarnya. Lalu dibawakan seekor kambing dan Rasulullah menyembelihnya dengan tangannya langsung dan berkata : “Bismillah wa Allahu Akbar hadza anni wa amman lam yudhahi min ummati” (Bismillah Allahu Akbar, ini dariku dan dari umatku yang belum menyembelih). Ini meliputi yang masih hidup atau telah mati dari umatnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban seekor kambing bagi ahli bait, isteri-isterinya, anak-anaknya dan orang yang bersama mereka, sebagaimana dilakukan para sahabat” Dasarnya ialah hadits Aisyah, beliau berkata.
“Artinya : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta seekor domba bertanduk, lalu dibawakan untuk disembelih sebagai kurban. Lalu beliau berkata kepadanya (Aisyah), “Wahai , Aisyah, bawakan pisau”, kemudian beliau berkata : “Tajamkanlah (asahlah) dengan batu”. Lalu ia melakukannya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabil pisau tersebut dan mengambil domba, lalu menidurkannya dan menyembelihnya dengan mengatakan : “Bismillah, wahai Allah! Terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad”, kemudian menyembelihnya” [Riwayat Muslim]

Sehingga seorang yang menyembelih kurban seekor domba atau kambing untuk dirinya dan ahli baitnya, maka pahalanya dapat diperoleh juga oleh ahli bait yang dia niatkan tersebut, baik yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia. Jika tidak berniat baik secara khusus atau umum, maka masuk dalam ahli bait semua yang termaktub dalam ahli bait tersebut, baik secara adat mupun bahasa. Ahli bait dalam istilah adat, yaitu seluruh orang yang di bawah naungannya, baik isteri, anak-anak atau kerabat. Adapun menurut bahasa, yaitu seluruh kerabat dan anak turunan kakeknya, serta anak keturunan kakek bapaknya.

2. Menyembelih kurban untuk orang yang sudah meninggal, disebabkan tuntunan wasiat yang disampaikannya. Jika demikian, maka wajib dilaksanakan sebagai wujud dari pengamalan firman Allah.

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Artinya : Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 181]

Dr Abdullah Ath-Thayaar berkata : “Adapun kurban bagi mayit yang merupakan wasiat darinya, maka ini wajib dilaksanakan walaupun ia (yang diwasiati) belum menyembelih kurban bagi dirinya sendiri, karena perintah menunaikan wasiat”

3. Menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagai shadaqah terpisah dari yang hidup (bukan wasiat dan tidak ikut yang hidup) maka inipun dibolehkan.

Para ulama Hambaliyah (yang mengikuti madzhab Imam Ahmad) menegaskan bahwa pahalanya sampai ke mayit dan bermanfaat baginya dengan menganalogikannya kepada shadaqah. Ibnu Taimiyyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana diperolehkan haji dan shadaqah untuk orang yang sudah meninggal. Menyembelihnya di rumah dan tidak disembelih kurban dan yang lainnya di kuburan”

Akan tetapi, kami tidak memandang benarnya pengkhususan kurban untuk orang yang sudah meninggal sebagai sunnah, sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi was al sallam tidak pernah mengkhususkan menyembelih untuk seorang yang telah meninggal. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyembelih kurban untuk Hamzah, pamannya, padahal Hamzah merupakan kerabatnya yang paling dekat dan dicintainya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pula menyembelih kurban untuk anak-anaknya yang meninggal dimasa hidup beliau, yaitu tiga wanita yang telah bersuami dan tiga putra yang masih kecil. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak menyembelih kurban untuk istrinya, Khadijah, padahal ia merupakan istri tercintanya. Demikian juga, tidak ada berita jika para sahabat menyembelih kurban bagi salah seorang yang telah meninggal.

itulah yang dapat kami sampaikan mengenai qurban untuk orang yang sudah meninggal atau almarhum. Jika anda membutuhkan kambing qurban, kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra aqiqah anda dalam pelaksanaan qurban dan aqiqah.

Aqiqah Berkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa penyediaan kambing dan sapi kurban beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah, qurban atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan di dukung oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakuk karimah islami.

Maka kami layanan qurban online terpanggil untuk membantu san memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tunggu apalagi..

Segera pesan layanan qurban online sekarang juga. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi.
Tujuan Aqiqah Berkah yaitu membuat semua orang bisa berkurban menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Di Aqiqah Berkah harga jual kambing murah di bandingkan dengan jasa layananqurban lainnya dan terjangkau untuk seluruh umat.

Keunggulan layanan qurban online ini sebagai berikut:

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk qurban
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah) jika memilih qurban online.
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Qurban untuk daerah Sekarisidenan Kediri
  5. GRATIS ongkos kirim untuk Nganjuk, madiun, kediri dan sekitarnya
  6. Kambing sehat, baik/sesuai syariah
  7. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  8. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Harga kambing qurban dan sapi qurban dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Ngawi
    (g) Magetan
    (h) Ponorogo
    (i) Madiun
    Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah
    – Syarat hewan qurban sesuai syar’i
    – Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
    – Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
    – Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
    – Ternak berasal dari penampungan yang jelas
    – Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Silahkan bagi sahabat Aqiqah Berkah yang yang ingin memesan penawaran paket qurban 2020 dari kami. Karena kami Aqiqah Berkah siap menjadi mitra anda yang beramanah untuk membantu kelancaran ibadah qurban anda. Pesan paket qurban yang anda kehendaki mulai dari sekarang, untuk mendapatkan harga yang ekonomis. Berikut kontak kami yang dapat anda hubungi.

TELPON / SMS / WA :

0858-5344-4472

Jl. Raya Gebangkerep No.01 Baron, Nganjuk

Syari’at Qurban

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

Syariat Berqurban

“… maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan Ber-Qurbanlah ” (QS. Al Kautsar/108:1-2)

Bagi seorang muslim yang merasa mampu sangat disunnahkan (sunnah mu’akad) dan ada mazhab yang mewajibkan seperti Imam Abu Hanifah untuk berkorban bagi yang mampu . Tidak seperti zakat ada nizabnya , hanya di sebutkan yang mampu untuk rasa syukur atas nikmat rezki yang telah diberikan dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah sekaligus untuk Syi’ar Agama seperti Ibadah menyembelih hewan qurban telah disyariatkan pada tahun kedua Hijriah seperti zakat dan dua shalat Ied (Iedul Fitri dan Adha). Syariatnya telah ditetapkan di kitab quran, sunnah dan Ijma.

Sedangkan di kitab Quran Allah berfirman ” fa sholli li robbika wanhar” (maka shollah dan berkorbanlah), yang dimaksud sholat disini adalah sholat Ied (Wahbah Azzuhaly di kitabnya Fiqhul Islami wa adillatuh).

Sedangkan dalam sunnah seperti dalam hadis Aisyah “Tidak ada amalnya anak adam pada hari nahr (10, 11, 12, 13 Dhul hijjah) suatu amal yang lebih dicintai Ta’alallah dari menumpahkan mengalirkan darah (berqorban), yang sesungguhnya qurban itu akan datang di hari kiamat…..dan sesungguhnya akan mencapai Allah Azza w Jalla sebelum darahnya sampai ke atas bumi , maka bersihkan / sucikan dengannya (qurban) jiwa” (HR Al hakim, Ibnu Majah dan Tirmidi). Dan riwayatkan oleh Anas, Rasulullah SAW berkorban dua kibas / domba…. .yang disembelih dengan tangannya.

Ijma kaum muslimin atas disyariatkannya menyembelih hewan Qurban yang ditunjukkan oleh hadis bahwanya amal yang lebih dicinati oleh Allah pada hari “nahr” yang sesungguhnya qurban itu akan datang di hari kiamat atas sifat-sifat hewan qurban yang disembelihnya, dan darahnya sampai untuk diterima di sisi Allah sebelum darahnya mencapai tanah yang mana ibadah qurban ini adalah sunnahnyaNabi Ibrahim a.s.

Kata rasulullah SAW: Bahwa setiap bulu dari hewan qurban adalah satu kebaikan. (berapa banyak bulu domba / kambing / sapi / onta???)

Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mendapatkan keluasan reziki untuk berqurban akan tetapi tidak berqurban maka janganlah hadir ketempat shalat kami”
“Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi dia tidak ber-Qurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami” ( HR. Ahmad dan Ibnu Majah ).

Rasululllah SAW menyruh putrinya Fatimah untuk berdiri menykasikan sembelihan Qurbannya, karena setiap awal tetesan darahnya adalah mengampuni dosa-dosanya yang lalu.

Rasulullah SAW bersabda: Ber qurban yang baik dengan penuh perhitungan (semata-mata karena Allah Ta’ala) baginya adalah sebagai penghalang dari neraka.

Rasulullah SAW bersabda: Apabila menyembelih Qurban , perbaikilah sembelihannya (pisaunya yang tajam, cara-caranya sesuai dengan yang disyraiatkan).

Allah swt. berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi Ketaqwaan dari kamulah yang mencapainya. Demikianlah Allah Swt. telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang berbuat kebaikan!” ( QS. Al-Hajj: 37 )

PENGERTIAN QURBAN

QURBAN yaitu menyembelih hewan unta, sapi, domba, kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyri’ dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt.

QURBAN merupakan cermin keyakinan kepada keadilan Illahi dan kemanusiaan yang universal. Melalui ibadah Qurban, Allah Swt. mengajak seluruh kaum muslimin untuk menghayati makna kebersamaan dan solidaritas.

ANJURAN MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

“Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berqurbanlah” ( Qur’an Surat Al-Kautsar 1-2 ).

“Tidak ada amalan Bani Adam yang lebih dicintai Allah ketika Idul Adha melebihi menyembelih hewan Qurban” ( HR. Ahmad )

– KOLEKTIF DALAM BERQURBAN

Boleh kolektif/ bergabung dalam melaksanakan Qurban.

Rasulullah memerintahkan kepada kami untuk berserikat dalam qurban unta atau sapi yaitu seekor untuk tujuh orang” ( HR Muslim )

Dalam kitab Al Majmu’ syarah Muhaddab oleh Imam Nawawi disebutkan bahwa Berqurban unta lebih utama / afdhal dari sapi karena lebih besar, dan sapi lebih baik dari domba karena sapi untuk sama dengan 7 ternak, dan berqurba domba sendirian lebih baik dari unta atau sapi yang patungan / di sharing / berserikat untuk 7 orang.

– BAGAIMANAKAH KETENTUAN HEWAN QURBAN?

Hewan Qurban wajib yang sehat. Rasulullah saw bersabda: “Empat macam hewan yang tidak sah dijadikan Qurban:
1. Yang rusak matanya 2. Yang sakit 3. Yang pincang 4. Yang kurus tidak berlemak” ( HR. Ahmad )

Umur ternak Qurban diusahakan :

  1. Kambing/domba telah berumur 1 tahun/ sudah berganti giginya.
  2. Sapi/kerbau telah berumur 2 tahun lebih.

Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kamu menyembelih Qurban kecuali yang musinnah (telah berganti gigi). Jika sukar didapati, maka boleh jadza’ah (yang berumur satu tahun lebih) dari biri-biri” ( HR. Muslim )

KAPAN WAKTUNYA PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN?

Waktu menyembelih Qurban ialah hari Nahar, dimulai sesudah shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11 – 13 Dzulhijjah ).

Cara menyembelih:

Ini daiambil dari kitab Al Majmu’ Syarah Muhaddab oleh Imam Nawawi (text aslinya dikutib dibawah)

Disunnatkan posisikan supaya yang menyembelih menghadap kiblat Disunnatkan sebelum baca “Bismillahi Allahu Akbar” baca “Allahumma minka wa ilayka Taqobbal Minnie” (kalau disembelih sendiri, kalau disembelihkan orang lain Minnie diganti dengan Min….sebut namanya) disunnahkan baca takbir (Allahu Akbar 3x) sebelum baca itu (sebelum mulai disembelih) dan disunnahkan juga abaca sholawat kepada Rasulullah SAW kemudian setelah seleasai disembelih disunnahkan baca takbir lagi 3x.

Yang berhak daging Qurban:

Dalam kitab Al Majmu’ disebutkan, sepertiga boleh dimakan, sepertiga dihadiahkan dan sepertiga dishodakahkan. Seandainya semua dishodaqahkan baik saja, Allahu A’lam

Daftar Harga Kambing dan Sapi Qurban di Aqiqah berkah

Untuk sobat semua yang ingin membeli kambing untuk berqurban kami memberikan referensi harga kambing qurban berikut ini:

A. Kambing qurban 2020 (Ready Stock)

  1. Jenis : Kambing / Domba Gibas
  2. Berat : Mulai dari 23-38 kg
  3. Umur : -+ 1 tahun
  4. Harga : Mulai dari Rp.1.900.000,-
    (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

B. Harga Sapi qurban 2020 (Ready Stock)

  1. Sapi Jawa
    – Berat : Mulai dari 300 kg
    – Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
  2. Sapi Bali
    – Berat : Mulai dari 300 kg
    – Harga : Mulai dari Rp.22.000.000,-
    (Untuk jenis lebih lengkap dan terupdate bisa menghubungi kontak kami)

Harga kambing qurban dan sapi qurban tersebut dapat anda dapatkan melalui penawaran Paket Qurban 2020 Aqiqah Berkah. Berikut Paket Qurban 2020 yang telah kami sediakan :

  1. Paket Qurban Peduli Syar’i
    Pada paket qurban peduli syar’i, kami menyediakan pemesanan hewan qurban sekaligus jasa pemotongan hewan qurban secara syar’i. Untuk penyaluran daging qurban, Anda dapat memesan tempat yang dikehendaki atau yang diamanahkan seperti panti asuhan, pondok pesantren, dll sebagai tempat pembagian daging qurban. Kami menerima jasa pemesanan dari kota semarang dan sekitarnya.
  2. Paket Qurban Mandiri Syar’i
    Pada paket ini kami menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dilakukan mandiri oleh orang yang akan berqurban.
    Adapun area atau tempat untuk pendistribusian daging (Paket Qurban Peduli Syar’i) dan pengantaran hewan qurban (Paket Qurban Mandiri Syar’i) yang dapat kami sediakan meliputi kabupaten dan kota :
    (a) Jombang
    (b) Mojokerto
    (c) Nganjuk
    (d) Kediri
    (e) Tulungagung
    (f) Ngawi
    (g) Magetan
    (h) Ponorogo
    (i) Madiun

Nilai tambah hewan qurban Aqiqah Berkah

  1. Syarat hewan qurban sesuai syar’i
  2. Umur hewan telah mencukupi (Nishab)
  3. Dipelihara secara baik dan tidak ber-aib
  4. Ternak berasal dari daerah bebas penyakit menular
  5. Ternak berasal dari penampungan yang jelas
  6. Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :

TELPON / SMS / WA :

0858-5344-4472

Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di anatar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-