hakikat aqiqah

Perintah Aqiqah Dalam Islam

By | Artikel, Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

PERINTAH AQIQAH DALAM ISLAM

Sebenarnya apa makna perintah aqiqah ? Mengapa umat muslim yang memiliki bayi dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah untuk bayi nya ? Untuk mendapatkan kejelasan dan memahami perintah aqiqah, berikut ini akan diuraikan mengenai hakikat perintah aqiqah dalam Islam.

Aqiqah secara etimologis atau lughawi adalah memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan. Menurut terminologi syariah / fiqih aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT atas lahirnya seorang bayi di dunia ini.

Kelahiran sang buah hatu di dunia merupakan suatu anugerah terindah dan rizki yang datang dari Allah. Sebab anak merupakan jalan rizki bagi kedua orang tuanya kelak serta anak adalah dambaan setiap suami istri. Ungkapan rasa syukur dengan hadirnya anak dalam kehidupan keluarga diwujudkan dalam bentuk aqiqah bagi umat muslim. Aqiqah dalam Islam merupakan sebuah sunnah yang harus dilaksanakan.

Pelaksanaan perintah aqiqah adalah dengan menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (baik anak laki-laki maupun anak perempuan). Hukum melaksanakan aqiqah merupakan sunnah bagi orang yang memiliki kewajiban menanggung nafkah anak (penapat sebagian besar ulama fiqih).

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad, meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia pernah menanyakan kepada Rosulullah tentang aqiqah. Rasulullah bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan 1 ekor, dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sebagai berikut :

الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع

“Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran”

Al-Hafizh Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa hikmah di laksanakannya syari’at aqiqah, antara lain:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi
  2. Taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan syukur kepada-Nya
  3. Membebaskan anak bayi dari pergadaian
  4. Penyebab kebaikan anak, pertumbuhan, keselamatan, panjang umur, dan terhindar dari gangguan setan.
  5. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, “Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah dicukur rambut kepalanya dan diberi nama”.

Hal-hal yang disunnahkan saat melaksanakan aqiqah adalah :

  1. Membaca basmalah.
  2. Membaca sholawat atas Nabi.
  3. Membaca takbir.
  4. Membaca doa.
  5. Disembelih sendiri oleh ayah dari anak yang diaqiqahkan.
  6. Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, sanak famili dan tetangga setelah dimasak terlebih dahulu.
  7. Pada hari itu anak dicukur rambutnya dan diberi nama dan bersedekah seberat rambu bayi yang baru dicukur dengan nilai 1/2 atau 1 dirham.

Hukum Aqiqah

Terdapat perbedaan pandangan mengenai hukum aqiqah dan makna aqiqah dalam Islam menurut para ahli fiqih adalah berikut ini :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Guna membantu memenuhi dan memudahkan pelaksanaan aqiqah, Aqiqah Berkah kini hadir untuk membantu pelaksanaan aqiqah maupun pemesanan hewan aqiqah. Bagi saudara yang berkenan untuk melaksanakan aqiqah di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Yoggyakarta, jawa Timur, Bandung, Surabaya, Nganjuk dan sekitarnya, kami siap melayani saudara.

Rukun Aqiqah

By | Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

RUKUN AQIQAH

Apa yang menjadi rukun aqiqah agar sesuai syari’at ?

Berikut ini penulis akan memberikan beberapa gambaran dan pengetahuan mengenai rukun aqiqah. Semoga bermanfaat untuk Anda 🙂

Apabila kita membicarakan mengenai rukun-rukun aqiqah dalam pandangan syari’at adalah bisa meliputi hal-hal sebagai berikut ini :

  1. rukun aqiah dalam hal waktu/kapan dilakukannya aqiqah
  2. rukun aqiqah tentang kapan rambut si bayi dicukur
  3. rukun aqiqah tentang apa yang kita lakukan dengan cukuran rambut bayi tersebut.

Maka untuk menjelaskan hal-hal tersebut di atas, waktu yang afdhal untuk aqiqah dilakukan pada hari ke tujuh atau hari keempat belas atau hari ke 21 dan seterusnya. Rambut bayi dicukur bisa pada saat pelaksanaan aqiqah, rambut cukuran bayi ditimbang kemudian menyedekahkan dengan hitungan harga perak seberat timbangan rambut tersebut. Wallahu a’lam. Beberapa rukun aqiqah yang menjadi syarat-syarat aqiqah sesuai dengan ketentuan syara’ penting untuk ketahui. Agar ibadah kita afdhal dan menjadai pahala di hadapan Allah.

Jasa penyedia aqiqah di Jawa Timur dan qurban di Jawa Timur yang murah berkualitas dan memenuhi syarat adalah layanan Aqiqah Berkah. Pemesanan qurban dan aqiqah online hubungi nomor 085853444472 melalui Telephone, SMS maupun Whatsapp.

PENGERTIAN PERINTAH AQIQAH

Aqiqah ialah sembelihan binatang an‘am yang dilakukan karena menyambut sang buah hati yang baru dilahirkan sebagai tanda kesyukuran kepada Allah subhanahu wata‘ala.

HUKUM MELAKSANAKAN AQIQAH

Hukum melakukan aqiqah ialah sunnah mu’akkadah bagi orang yang menanggung nafkah hidup sang anak tersebut. Jika anak itu lelaki disunatkan menyembelih dua ekor kambing, dan jika anak itu perempuan disunatkan menyembelih seekor kambing. Binatang seperti lembu, kerbau atau unta juga boleh dijadikan hewan sembelihan aqiqah.

WAKTU PELAKSANAAN AQIQAH

Waktu yang afdhal untuk melakukan aqiqah adalah dari hari kelahiran sang anak itu hingga ia mencapai usia baligh. Masa yang paling afdhal untuk melakukan aqiqah adalah pada hari ketujuh kelahiran sang anak tersebut.

Sabda Rasullullah sallallahu ‘alayhi wasallam:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ , وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى .

Artinya :

“Setiap bayi itu tergadai dengan ‘aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuh dan dicukur kepalanya dan diberi nama.”
(Riwayat Abu Daud)

SYARAT AQIQAH

1) Berniat aqiqah ketika menyembelih.

2) Hendaklah binatang tersebut tidak ada cacat yang boleh mengurangkan dagingnya serta sampai umur.

SUNNAH YANG DILAKSANAKAN SAAT AQIQAH

a) Berdoa sebelum menyembelih binatang aqiqah :

بِسْمِ اللهِ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَإِلَيْكَ عَقِيْقَةٌ … (sebut nama anak)

Artinya :

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, binatang ini daripada-Mu dan kembali kepada-Mu, ini ‘aqiqah…”.

b) Menyembelih ketika matahari sedang naik.

c) Daging aqiqah dimasak terlebih dahulu sebelum disedekahkan atau dibagikan.

d) Tidak mematah-matahkan tulang-tulang dari pada binatang aqiqah, hanya mencerai-ceraikan sendi-sendinya.

e) Menyedekahkan daging aqiqah kepada fakir miskin.

f) Memasak daging aqiqah dengan cara gulai manis untuk dihidangkan kepada para tamu undangan.

HAL YANG PERLU DILAKUKAN KETIKA MENYAMBUT KELAHIRAN ANAK

  1. Mengadzankan di telinga sebelah kanan anak yang baru lahir.
  2. Membaca iqamah di telinga sebelah kirinya.
  3. Membaca doa di kedua-dua belah telinganya, contohnya membaca surah Al-Ikhlas.
  4. Mengusap lelangit sang anak tersebut dengan benda-benda yang manis seperti buah tamar atau pisang.
  5. Memberi nama anak tersebut dengan nama-nama yang baik pada hari ketujuh kelahirannya.
  6. Mengadakan jamuan dan doa tasyakuran atas kelahirannya.
  7. Mencukur rambut sang anak tersebut selepas menyembelih ‘aqiqah untuknya.
  8. Memberi sedekah seberat rambut sang anak yang dicukur itu atau uang yang sama nilai dengan perak tersebut.
  9. Menyedekahkan daging aqiqah kepada fakir miskin.

HIKMAH AQIQAH

Aqiqah mengandungi beberapa hikmah, di antaranya sebagai berikut :

  1. Sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah karena telah mengaruniakan sang anak.
  2. Untuk mengisytiharkan kepada masyarakat umum tentang anugerah yang dikurniakan oleh Allah.
  3. Untuk memuliakan kehidupan anak dengan perkara-perkara kebaikan.
  4. Mengeratkan hubungan silaturrahim antara ahli-ahli masyarakat dengan keluarga yang dikurniakan anak.
  5. Melahirkan rasa kegembiraan karena mendapat zuriat yang menepati sunnah Rasulullah.

Arti Aqiqah

By | Artikel, Tentang Aqiqah | No Comments

ARTI AQIQAH

Mengapa kita sebagai muslim harus melaksanakan aqiqah ketika memiliki bayi yang baru lahir ? Untuk mengetahui arti aqiqah dan menjadi pengetahuan serta landasan dalam beribadah, mari simak artikel berikut ini.

Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir baik anak laki-laki atau anak perempuan pada hari ke tujuh sejak kelahirannya dengan tujuan semata-mata mencari ridha Allah SWT.

Secara etimologis / lughawi aqiqah adalah memotong atau al-qat’u atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan (اسم للشعر على رأس المولود). Menurut terminologi syariah (fiqih) akikah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya seorang anak baik laki-laki atau perempuan.

Nah, aqiqah juga dapat diartikan memutus atau melubangi. Hakikat adanya aqiqah anak laki ataupun anak perempuan merupakan upaya penebusan anak yang statusnya tergadai ketika lahir di dunia ini. Penebusan tersebut dilaksanakan melalui bentuk aqiqah.

Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sebagai berikut :

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع)

Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran.

Dalil yang mendasari adanya anjuran untuk aqiqah adalah sebagai berikut ini :

Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى

Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

Berdasarkan hadits diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasannya anak yang terlahir di dunia ini masih tergadai sehingga harus ditebus melalui aqiqah. Aqiqah baiknya dilaksanakan pada hari ke tujuh dengan menyembelih hewan ternak. Kemudian pada hari itu pula digunduli rambut si bayi dan diberi nama yang bagus.

Makna aqiqah dalam Islam sangat luas, namun hanya satu yang menjadi pokok pelaksanaannya yakni sebagai penebusan anak.

Sedangkan makna aqiqah dalam Islam menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib adalah sebagai berikut :

الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع

“Kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran”

Selain itu, Al-Hafizh Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa hikmah di laksanakannya syari’at aqiqah, antara lain:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi
  2. Taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan syukur kepada-Nya
  3. Membebaskan anak bayi dari pergadaian
  4. Penyebab kebaikan anak, pertumbuhannya, keselamatannya, panjang umurnya, dan terhindar dari gangguan setan.

Makna aqiqah dalam Islam dituangkan dalam sabda Rasulullah SAW sebagai berikut ini :

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

Hukum aqiqah menurut para ahli fiqih adalah sebagai berikut ini :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Daftar Harga Aqiqah Mandiri

Daftar Harga Aqiqah Peduli

Hakikat Qurban dan Aqikah

By | Artikel, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

HAKIKAT QURBAN DAN AQIKAH

Melaksanakan ibadah qurban dan aqiqah semata-mata karena Allah dan untuk mengharap ridho-Nya. Dalam melaksanakan perintah tersebut patutnya mengetahui dasar maupun hakikat perintahnya. Untuk itu, berikut ini penjelasan mendalam mengenai hakikat qurban dan aqiqah.

HAKIKAT QURBAN

Umat Islam setiap tahunnya bertemu dengan bulan Dzulhijjah, dimana di dalamnya disunnahkan bagi setiap Muslim untuk menyembelih hewan qurban. Adanya perintah qurban dilatarbelakangi oleh syariat yang ditetapkan Allah saat setelahh Nabi Ibrahim mampu menundukkan ego dalam dirinya sepenuhnya untuk mengabdi pada Allah. Nabi Ibrahim siap mengorbankan apapun demi mendapat ridha dari Allah, termasuk harta termahal di dunia yakni seorang anak.

Secara sosial, syariat ibadaH qurban menuntun umat Islam untuk tidak terjebak pada individualisme – materialisme yang berakibat pada berkurangnya solidaritas dan soliditas internal umat Islam. Dengan adanya syariat qurban diharapkan semua umat Islam secaraberjamaah tetap komitmen dan konsisten pada keimanan pada Allah.

Qurban adalah bentuk paling nyata dari keimanan seorang muslim untuk mengajak muslim lainnya untuk turut berbahagia dalam menapaki hidup dengan berpegang teguh pada Allah.

“Sesungguhnya Allah meridai kalian dalam tiga perkara dan membenci kalian dalam tiga perkara. Dia meridai kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai dan setia kepada orang yang telah diserahi urusan kalian oleh Allah (Pemimpin). Dan Allah membenci kalian dalam tiga perkara, yaitu banyak bicara (menyampaikan perkataan tanpa mengetahui kepastian dan kebenaran), banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta.” (HR. Muslim).

HAKIKAT AQIQAH

Aqiqah dapat diartikan memutus dan melubangi. Aqiqah di dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan).

Beberapa orang menyebutkan bahwa aqiqah nama untuk hewan yang disembelih. Namun, makna aqiqah secara syar’i adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang telah dilahirkan. Dasar hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkad meskipun orangtua dalam keadaan sulit. Berikut adalah hadist Rasulullah tentang aqiqah untuk anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”

Aqiqah yang afdhal untuk anak laki-laki adalah 2 ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan hanya 1 ekor kambing/domba. Seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah mengenai ketentuan jumlah hewan aqiqah yaitu :

عن الغلام شاتان متكأ فئتان . و عن الجارية شاة

”Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu ekor.” Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki.

Waktu penyembelihan hewan untuk aqiqah jika memungkinkan dilangsungkan pada hari ke tujuh. Jika tidak, maka pada hari ke-14. Dan apabila masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan lagi maka pada kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:

تذبح لسبع ، و لاربع عشر ، و لاحد و عشرين

“Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu.”

Hikmah mendasar dari melaksanakan aqiqah adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa gembira demi tegaknya Islam dan lahirnya keturunan yang dikemudian hari memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW dan terhubung menjadi tali siltaurahim antar anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

Aqiqah juga dapat dilakukan ketika dewasa apabila pada saat kecil belum di aqiqahi oleh kedua orangtuanya. Para pengikut Imam Syafi’i mengamini pendapat tersebut, sehingga banyak pula orang yang belum di aqiqahi waktu kecil kemudian mengaqiqahi dirinya sendiri ketika sudah dewasa dan mampu. Kini telah banyak lembaga yang menawai Jasa Aqiqah di Indonesia sehingga memudahkan anda untuk melaksanakan aqiqah.

Paket Aqiqah Berkah Nganjuk

By | Paket Aqiqah, Tentang Aqiqah | No Comments

Mau tahu informasi mengenai paket aqiqah murah ? Cek disini untuk informasi paket Aqiqah Berkah Nganjuk dengan harga ekonomis.

Sebelum menelisik lebih dalam mengenai paket Aqiqah Berkah Nganjuk, maka kita perlu memahami terlebih dahulu hakikat aqiqah menurut syariat Islam.

Pengertian Aqiqah

Kata Aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’l berpendapat bahwa aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Hadits riwayat Abu Daud

(أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ)

Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

Aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Dalam aqiqah, yang disembelih adalah kambin, bukan ayam atau kelinci dan lain sebagainya.

Berdasarkan hadits diatas, bagi bayi laki-laki aqiqahnya dua ekor kambing yang seimbang atau setara dan bagi bayi perempuan aqiqahnya dengan seekor kambing. Oleh sebagian ulama disebut nasikah atau dzabihah (sembelihan).

Hukum Syariat Aqiqah

Hukum aqiqah menurut kalangan Syafi’i dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafi’i dan Hambali dengan menyatakan aqiqah sunnah adalah hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْـنَـةٌ بِـعَـقِـيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَـنْـهُ يَـوْمَ سَابِـعِـهِ وَيُـسَـمَّى فِيْـهِ وَيُـحْلَـقُ رَأْسُـهُ

“Setiap anak yang lahir tergadai aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama dan digunduli rambutnya.” (Hadits Sahih Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).

Dari Ummu Kurzin Al-Ka’biyah ra ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda :

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor kambing kibas (Hadits riwayat Abu Daud)

PAKET AQIQAH BERKAH

Jenis-jenis paket aqiqah di Aqiqah Berkah :

Aqiqah Mandiri

  1. Dikirim kerumah Sohibul Aqiqah
  2. Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Madiun dan sekitarnya.
  3. Pilihan menu (pengganti sate) lapis, krengseng, sate rebus, rendang, dendeng ragi, rawon

Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam bentuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah, ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Para ulama mengatakan, hikmah dan tujuan aqiqah antara lain sebagai berikut :

  1. Memelihara atau melindungi anak dari segala bahaya yang menimpanya dengan aqiqah yang telah diberikan untuk anak. Sebagaimana kita ketahui, bahwa pada usia bayi, sangat rentan dengan bahaya yang menimpanya, karena pada saat itu daya tahan tubuhnya belum stabil.
  2. Memberi nama dan bercukur rambut. Pada saat aqiqah, orangtua memberikan nama kepada anaknya. Memberikan nama adalah salah satu kewajiban orangtua terhadap anaknya. Sebaiknya anak diberi nama-nama yang baik sesuai ketentuan aqiqah. Contoh untuk nama-nama yang baik adalah Abdullah, Abdurrahman,juga dibolehkan dengan memberi nama Malaikat, Nabi dan nama-nama dari al-Qur’an.

Tidak dibolehkan untuk memberi nama yang disembah selain Allah, seperti Abdul Uzza, Abdul Hubal, Abdul Umar, Abdul Ka’bah, dan Hasya Abdul Muthallib. Juga di makruhkan memberikan memberikan nama seperti Yasar, Rabah, Nujaih, Aflah karena nama-nama tersebut terkadang sebagai sarana mendatangkan kesialan.

Sebagaimana riwayat dari Samurah bahwa Nabi SAW bersabda, “Janganlah engkau memberi nama anakmu itu dengan Yasar, Rabbah, Nujaih, dan Aflah. Karena sesungguhnya jika engkau menanyakannya, Apakah ia memang demikian?Jangan sampai ada yang menjawab “Tidak”. (HR. Muslim).

Daftar Harga Aqiqah Mandiri

Daftar Harga Aqiqah Peduli