hari raya qurban

Kambing Qurban di Kec. Ngluyu Nganjuk

By | Paket Qurban | No Comments

KAMBING QURBAN NGLUYU NGANJUK

Apa kabar untuk qurban tahun 2020 ? Sudahkah Anda mempersiapkan kambing qurban ? Update selalu harga kambing qurban untuk wilayah Kec. Ngluyu Nganjuk 2020, cek disini www.aqiqahberkah.com

Qurban merupakan salah satu ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada umat muslim melalui perintahnya dalam Al-Qur’an yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus” (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Ibadah qurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan taqwa. Qurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha.

“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi). “Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Manfaat yang akan diperoleh ketika melaksanakan qurban antara lain:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s.
  2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  3. Mengikis sifat tamak (serakah) dan mewujudkan sifat murah hati.
  4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan Allah SWT.
  5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.

Hewan qurban yang menjadi pilihan bagi mayoritas penduduk di Indonesia khususnya di wilayah Kec. Ngluyu adalah hewan ternak sapi dan hewan ternak kambing. Mengapa kedua jenis hewan ini yang dipilih ? Karena kedua jenis hewan ini merupakan hewan yang paling mudah diternak dan dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Aqiqah Berkah Kec. Ngluyu Kab. Nganjuk

Saat ini dengan banyaknya berbagai lembaga jasa layanan atau jasa aqiqah yang hadir dan menyediakan hewan qurban, akan mempermudah kita dalam melaksanakan ibadah qurban. Update harga kambing qurban 2020 untuk persiapan ibadah qurban.

Dalam membeli kambing qurban ada banyak hal yang harus anda pertimbangkan, mulai dari kesempurnaan hewan hingga kesehatan. Tidak diperbolehkan berqurban dengan hewan yang cacat atau belum cukup umur untuk disembelih. Tidak hanya memiliki dari segi berat rata-ratanya saja, namun yang tak kalah penting ialah memilih dari segi kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan sembelihan qurban di Hari Raya Idul Adha tahun 2020.

Informasi dan pemesanan dapat segera menghubungi nomor layanan 0858-5344-4472. Segera pesan hewan qurban sebelum kehabisan. Ingat, Idul Adha kurang enam bulan lagi, maka persiapkan hewan sembelihan qurban agar ibadah lebih sempurna.

Aqiqah Berkah memberikan informasi mengenai harga kambing qurban 2020, tahun ini tersedia kambing gibas degan harga mulai dari Rp 1.900.000,- berat badan mulai dari 23 Kg. Segera pesan kambing qurban agar tidak kehabisan dan dapat meyempurnakan ibadah qurban. Kambing yang tersedia sudah memenuhi usia satu tahun lebih.

Kambing gibas adalah salah satu jenis kambing yang memiliki ciri-ciri khusus seperti bulunya yang panjang dan gimbal, sehingga kambing jenis ini sering juga disebut kambing gimbal. Pada umumnya, warna bulu kambing gibas adalah putih dan ukuran tubuhnya cukup besar. Untuk harga kambing qurban yang satu memiliki harga rendah jika di banding dengan harga kambing etawa ataupun kambing peranakan etawa.

Kambing merupakan produk jual yang dapat berproduksi melalui perawatan penuh berbulan-bulan, sehingga tidak mudah mencari kambing qurban yang sekaligus sesuai keinginan. Karena dalam berqurban, hewan yang boleh disembelih haruslah yang telah cukup umur bukan kambing yang asal saja dan baru lahir.

Harga jual kambing qurban akan semakin menaik ketika mendekati musim qurban tahun 2020 tiba. Maka segeralah persiapkan kambing qurban anda. Untuk informasi dan pemesanan kambing qurban 2020 hubungi nomor layanan kami :

Call/SMS/WA : 0858-5344-4472

Aqiqah Berkah siap melayani dan membantu saudara muslim di Kec. Ngluyu dalam kelancaran ibadah qurban tahun 2020 maupun aqiqah. Berikalnlah yang terbaik untuk kesempurnaan ibadah Anda. Semoga kita menjadi insan yang selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin

Sejarah Qurban

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

SEJARAH QURBAN

10 Dzulhijjah dalam hitungan tahun Masehi setiap umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Banyak juga yang menyebutnya dengan Hari Raya Haji karena pada tanggal tersebut umat islam sedang melaksankan ibadah haji utama dengan wuquf di padang Arafah.

Awal mula dari perintah Qurban ini adalah tatkala Nabi Ibrahim as mengalami mimpi yang terjadi secara berturut-turut. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putera kesayangannya, yakni Ismail. Ismail merupakan putera semata wayang dari Nabi Ibrahim yang sangat disayangi serta ditunggunya selama bertahun-tahun. Hati Ibrahim sangat bimbang memikirkan mimpi yang telah dialaminya tersebut. Ismail adalah sosok anak yang penurut, patuh kepada orangtua dan perintah Allah. Selain itu, Ismail juga merupakan anak yang ceria dan memiliki pemikiran yang cerdas.

Kala itu, Ismail sudah diangkat menjadi seorang nabi dan berumur sekitar 13 tahun. Nabi Ibrahim tidak dapat berbuat apa-apa karena perintah itu merupakan perintah dari Allah SWT. Lalu, datanglah ia menemui puteranya yakni Ismail untuk menyampaikan perintah Allah bahwa Ia harus menyembelih anaknya tersebut. Akan tetapi di luar dugaan, ternyata Ismail justru mengamini perintah dalam mimpi ayahnya tersebut. Dirinya tidak merasa takut atau marah kepada ayah kandungnya. Hal tersebut dikarenakan mimpi itu merupakan wahyu dari Allah SWT.

Mendengar jawaban dari puteranya tersebut, membuat Ibrahim terkejut. Ia tidak mengira bahwa anak kesayangannya itu begitu ikhlas untuk menerima perintah dari Allah SWT. Akan tetapi, perintah tersebut bukanlah hal yang mudah bagi Ibrahim. Itu dikarenakan setan terus menggoda dirinya agar membatalkan perintah itu. Namun, usaha yang dilakukan oleh setan itu gagal, ia tidak berhasil menggoda Ibrahim. Begitu pula yang terjadi ketika setan menggoda Ismail, mereka juga mengalami kegagalan. Tidak ingin menyerah, setan kemudian menggoda isteri Nabi Ibrahim akan tetapi usaha tersebut pun tetap tidak berhasil.

Pada hari H, yakni pada tanggal 10 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim dan puteranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah tersebut. Agar Ismail tidak merasakan sakit ketika disembelih, Ibrahim mempersiapkan pedang yang diasah dengan sangat tajam. Selama perjalanan menuju tempat penyembelihan, syetan terus menggoda Ibrahim dan Ismail untuk membatalkan perintah Allah tersebut. Syetan menggoda Nabi Ismail dengan mengatakan bahwa nabi Ibrahim hanya membawa ia untuk dibunuh. Namun, mengingat nabi Ismail sudah diangkat menjadi nabi, ia tidak gentar dan berkata bahwa dirinya siap untuk melakukan perintah Allah SWT.

Iblis tak pernah jera dan tidak kehabisan akal untuk menggoda keduanya. Namun, tiba-tiba nabi Ibrahim dan Ismail mengambil beberapa kerikil di tanah dan melemparkannya ke arah iblis dengan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”. Prosesi inilah yang kemudian dikenal sebagai prosesi lempar jumrah.

Di luar dugaan, ternyata Nabi Ismail sudah benar-benar siap untuk disembelih oleh ayahnya. Ia merasa siap karena perintah kepada ayahnya itu merupakan perintah dari Allah SWT. Bahkan Ismail meminta ayahnya untuk menutup wajahnya agar nabi Ibrahim tidak merasa iba ataupun ragu untuk melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Kemudian, Ismail juga meminta nabi Ibrahim untuk menajamkan pedangnya serta memberikan beberapa wasiat jika ia telah meninggal nantinya. Karena mendengarkan perkataan serta permintaan nabi Ismail tersebut, nabi Ibrahim mengatakan bahwa nabi Ismail adalah kawan terbaik dalam melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Namun, tatkala nabi Ibrahim mulai menggoreskan pedangnya, pedang tersebut selalu terpental. Ismail kemudian berkata bahwa dirinya ingin tali pengikat yang ada di tangan dan kakinya dilepas. Hal itu dilakukan agar malaikat dapat menyaksikan bahwa ia taat kepada Allah SWT. Peristiwa yang terjadi selanjutny adalah peristiwa tradisional yang menjadi sejarah hari raya Idul Adha (hari Raya Qurban) yaitu ketika nabi Ismail ditukar dengan seekor domba oleh Allah SWT.

Ada salah satu riwayat yang menyebutkan bahwa Malaikat Jibril-lah yang membawa domba serta menukarnya dengan Nabi Ismail. Pada saat itu, ditulisan bahwa semesta beserta isinya mengucapkan takbir demi mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran yang dimiliki oleh Ismail dan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah yang berat tersebut.

Allah SWT memiliki kuasa yang sangat besar. Ismail yang sudah siap untuk disembelih atas kuasa dari Allah SWT digantilah Ismail dengan domba besar, sehat lagi bersih. Mulai saat itulah, setiap tahunnya umat muslim di seluruh dunia diperintahkan untuk menyembelih Qurban oleh Allah SWT. Qurban tersebut dapat berupa domba, sapi, kerbau, ataupun unta. Serta waktu penyembelihannya dilakukan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Karena keikhlasan serta pengorbanan yang dilakukan oleh nabi Ibrahim as yang rela melakukan perintah Allah untuk menyembelih Ismail maka Nabi Ibrahim berhasil meraih predikat Khaliullah (Kekasih Allah). Semua pengorban yang dilakukan nabi Ibrahim tersebut hanya demi mencapai kecintannya kepada Allah SWT.

Begitulah asal mula atau sejarah adanya qurban. Peristiwa tersebut yang menjadi latarbelakang mengapa kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban ketika peringatan Hari Raya Idul Adha.

Pengertian & Hukum Qurban

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

PENGERTIAN & HUKUM QURBAN

Memahami pengertian dan hukum qurban, telah seringkali disampaikan ketika khutbah sholat Id di hari raya Idul Adha. Namun tidak ada salahnya apabila mengulas kembali mengenai pengertian qurban dan hukum qurban tersebut.

PENGERTIAN QURBAN

Qurban bahasa arabnya adalah الأضحية (al-udhiyah) yang diambil dari kata أَضْحَى (adh-ha). Makna أَضْحَى (adh-ha) adalah permulaan siang setelah terbitnya matahari dan dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk sebuah nama sholat, yaitu sholat dhuha di saat terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.

Adapun الأضحية (al-udhiyah / qurban) menurut syariat adalah sesuatu yang disembelih dari binatang ternak yang berupa unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah hari ke 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

“Semua hari-hari Tasyriq adalah (waktu) menyembelih qurban” (HR. Ad-Daruquthni dan Al Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro)

HUKUM QURBAN

Hukum qurban menurut mazhab Imam Syafi’i dan Jumhur Ulama adlaah sunnah yang sangat dianjurkan dan dikukuhkan. Qurban merupakan syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang serta peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Hukum sunnah disini terbagi menjadi dua macam, yakni :

  1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang yang mampu.
  2. Sunnah Kifayah, yaitu : Disunnahkan dilakukan oleh sebuah keuarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah melaksanakan ibadah qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau.

Perintah ibadah qurban akan menjadi wajib apabila :

  1. Dengan bernadzar, seperti: Seseorang berkata: “Aku wajibkan atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
  2. Dengan menentukan, maksudnya: Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata: “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.” Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.

Waktu penyembelihan binatang qurban yang sesuai dengan ajaran Islam adalah setelah terbitnya matahari di hari raya qurban dan setelah selesai 2 roka’at sholat hari raya idul adha ringan dan 2 khutbah ringan (mulai matahari terbit + 2 rokaat + 2 khutbah), maka tibalah waktu untuk menyemblih qurban. Bagi yang tidak melakukan sholat hari raya ia harus memperkirakan dengan perkiraan tersebut atau menunggu selesainya sholat dan khutbah dari masjid yang ada di daerah tersebut atau sekitarnya. Dan waktu menyembelih qurban berakhir saat terbenamnya matahari di hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebaik-baik waktu menyembelih qurban adalah setelah sholat dan khutbah hari Idul Adha.

Dari Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha, maka sembelihannya telah sempurna dan ia sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari no. 5545)

Adapun beberapa bintanag yang syah dijadikan sembelihan qurban antara lain :

  1. Unta, diperkiraan umurnya 5 – 6 tahun.
  2. Sapi, atau kerbau diperkirakan umurnya2 tahun ke atas.
  3. Kambing / domba dengan bermacam- macam jenisnya, diperkirakan umurnya 1- 2 tahun.

Daging qurban tidak boleh dijual dan dihukumi haram bagi yang menjualnya. Adapun jika daging qurban sudah dibagi dan diterima, maka bagi si fakir yang menerima daging tersebut boleh menjualnya dan juga boleh menyimpannya. Begitu juga kulitnya, tidak diperkenankan untuk dijual atau dijadikan upah bagi yang menyembelih, akan tetapi bagi seorang tukang sembelih boleh menerima kulit serta daging qurban sebagai bagian haknya akan tetapi tidak boleh daging dan kulit tersebut dijadikan upah.

Syarat-Syarat Qurban

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

SYARAT QURBAN

Banyak diantara umat Islam yang berharap dapat ikut serta berqurban di hari Raya Idul Adha. Akan tetapi banyak pula yang belum mengetahui syarat qurban yang benar. Semoga artikel berikut ini akan membantu memahamkan saudara muslim lainnya dalam beribadah aqiqah.

Ibadah qurban akan sah hukumnya jika dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak berupa unta, sapi, kambing maupun domba. Banyak pula ulama yang menyebutkan, syarat hewan qurban selain tersebut tadi tidak layak dan tidak sah.

Udhiyyah atau berkurban termasuk salah satu syi’ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi’ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya melaksanakan perintah berqurban.

Usia hewan yang boleh dijadikan qurban adalah di usia yang telah mencapai umur tertentu. Sapi qurban haruslah yang memiliki umur diatas 5 tahun. Sedangkan kambing yang diperbolehkan untuk diqurbankan itu sudah berumur minimal 1 tahun. Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan kalau kambing jenis domba itu umur 6 bulan saja bisa untuk dijadikan qurban namun banyak ulama yang menyatakan kalau domba juga harus memiliki umur 1 tahun penuh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

Syarat Qurban

Diantara urusan kurban yang harus diketahui oleh seorang mudhahhi adalah syarat-syaratnya. Apa yang harus dipenuhi oleh pengorban dari ibadah qurbannya:

Pertama, hewan sembelihan qurban merupakan hewan ternak berupa unta, sapi, kambing dan domba. Hal ini berdasarkan sabda firman Allah Ta’ala :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34)

Kedua, usia hewan qurban sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Yakni sudah musinnah, kecuali bagi domba boleh jadza’ahnya. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW :

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

“Janganlah kalian menyembelih kecuali Musinnah (kambing yg telah berusia dua tahun), kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka sembelihlah domba jadza’ah.” (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin Abdillah RA)

Ketiga, Hewan qurban terbebas dari aib atau cacat. Di dalam nash hadits ada ada empat cacat yang disebutkan:

  1. Aur Bayyin (buta sebelah yang jelas)
  2. Araj Bayyin (kepincangan yang jelas)
  3. Maradh Bayyin (sakit yang jelas)
  4. Huzal (kekurusan yang membuat sungsum hilang).

Jika hewan qurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban. Dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata: “Rasulullah SAW ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan qurban?‘ Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.” Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata; “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah SAW :

الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَ تُنْقِى

“(empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Keempat, Hewan tersebut benar-benar dimiliki oleh orang yang berkurban atau yang diizikan dikurbankan atas namanya oleh syariat atau oleh orang yang memilikinya. Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. Sebabnya tidak sah ibadah taqarrub kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya.

Kelima, tidak ada hak orang lain pada harta hewan kurban tersebut, maka tidak sah kurban dari hewan yang digadai.

Keenam, menyembelihnya pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu setelah shalat Ied sampai terbenamnya matahari dari hari tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Maka waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. Maka siapa yang menyembelih sebelum shalat ied selesai atau sesudah matahari di tanggal 13 terbenam, tidak sah kurbannya.

Selain memperhatikan usia hewan sembelihan qurban, anda juga harus melihat dari kondisi hewan tersebut dan kesehataannya sehingga bisa sah menjadi hewan qurban. Hewan qurban yang akan menjadi sembelihan Idul Adha haruslah sempurna atau tidak memiliki kecacatan fisik yang menonjol seperti tidak memiliki kaki atau sakit , atau hewan yang akan menjadi qurban itu terlalu kurus sampai terlihat tulang-tulangnnya.

Bila saudara ingin berqurban namun masih belum tau urutan qurban yang baik dan benar, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu urutannya secara benar. Pada urutan pertama untuk berqurban adalah seekor unta yang dijadikan qurban untuk satu keluarga ataupun satu orang saja.

Pada urutan kedua adalah berqurban dengan 1 ekor sapi untuk satu orang atau orang serumah(keluarga). Sedangkan pada urutan ketiga anda bisa berqurban dengan seekor kambing kibas atau domba. Keempat, Anda dapat berqurban dengan menggunakan kambing jawa, dan kelima anda bisa berqurban unta secara patungan maksimal 7 orang atau 7 rumah. Urutan diatas adalah urutan yang pas namun lebih baik anda memperhatikan hewan yang akan diqurbankan, harusnya memiliki badan yang gemuk dan sehat.