korban

Jual Kambing Qurban 2020 di Surabaya

By | Artikel, Paket Qurban, Tentang Qurban | No Comments

JUAL KAMBING QURBAN 2020 DI SURABAYA

Menyediakan kambing qurban 2020 yang sehat, tidak cacat, kambing qurban dengan berat kambing hidup 29 Kg. Hubungi segera untuk pemesanan kambing qurban 2020 Online di Surabaya dan sekitarnya dengan menghubungi nomor layanan 085853444472. Penuhi ibadah qurban tahun 2020 dengan memesan kambing qurban 2020.

Apabila Anda sedang mencari kambing untuk sembelihan qurban 2020 di wilayah Surabaya, Anda dapat membelinya pada Aqiqah Berkah yang merupakan jasa penyedia aqiqah dan qurban terpercaya di Jawa Timur. Anda dapat memesan hewan qurban secara online dimanapun Anda berada.

Penentuan harga saat jual beli ternak umumnya akan didasarkan pada kondisi fisik baik bobot dan kesehatan ternak. Karena kondisi fisik mencerminkan produksi dan kualitas karkasnya. Semakin bagus kondisi fisik ternak yang dipilih, maka harga juga akan semakin tinggi. Ada juga beberapa hal yang menjadi pertimbangan Anda dalam menentukan harga jual hewan ternak.

UMUR HEWAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong kambing berkorelasi positif dengan keempukkan daging yang dihasilkannya. Artinya, makin tua ternak dipastikan dagingnya lebih liat. Diketahui juga, daging yang berasal dari kambing tua baunya lebih menyengat. Konsumen umumnya lebih suka daging kambing yang empuk. Karena itu, faktor umur cukup memengaruhi harga jual kambing.

Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi sebagai berikut.

– Daging anak kambing (umur 8 – 12 minggu)
– Daging kambing muda (umur 1 – 2 tahun)
– Daging kambing tua (umur 2 – 6 tahun)

KEBIRI

Kambing muda siap potong umumnya lebih murah dibandingkan dengan kambing muda kebirian, meski umur keduannya sama. Hal ini disebabkan karena persentase karkas kambing muda akan lebih rendah dibandingkan dengan kambing jantan kebiri.

Informasi mengenai harga kambing qurban 2020 di Surabaya, berikut ini informasinya :

1. Harga Kambing Gibas

Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2020 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.

2. Harga Kambing Kacang (Jawa)

Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.900.000,- hingga Rp.2.800.000,- di tahun 2020 ini.

3. Harga Kambing Etawa

Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2020 ini.

4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)

Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2020 ini.

Nah untuk memesan kambing qurban 2020 di Surabaya, Anda hanya perlu menghubungi nomor berikut ini :

SMS/WA/TLP : 0858 5344 4472

Pastikan kambing qurban 2020 pilihan Anda telah memenuhi tuntunan syariat ajaran Islam. Aqiqah Berkah akan senantiasa membantu Anda dalam kelancaran Ibadah. Pemesanan hewan qurban mudah, harga murah dan Insya Allah Berkah.

Sedekah Qurban Hukumnya

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

SEDEKAH QURBAN HUKUMNYA ?

Ibadah qurban bukan hanya semata diukur berdasarkan materi. Karena tujuan utama ibadah qurban adalah menegakkan syiar agama Islam. Dengan menyembelih hewan qurban, mengawal kegembiraan kaum muslimin dengan menikmati hewan yang Allah halalkan.

Ibnu Taimiyyah berkata: “Udhiyah (berkurban), aqiqah, dan hadyu lebih utama daripada sedekah sebanyak harganya.” (Majmu’ Fatawa: 26/304)

Keutamaannya ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “karena menyembelih dan mengalirkan darah itulah yang dimaksud, sungguh ia ibadah yang digandengkan dengan shalat, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَصَلّ لِرَبّكَ وَٱنْحَر

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2)

قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. ” (QS. Al-An’am: 162) [Lihat: Tuhfah al-Maudud: 65]

Karenanya, sebaiknya Anda berqurban dengan menyembelih sendiri hewan qurban Anda dan bersedekah dengan dagingnya, atau mewakilkannya kepada personal atau panitia yang mengurusi hewan kurban di tempat tingggal Anda atau di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

بُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

”Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al-Haj: 36)

Apabila kita perhatikan, Allah mengakhiri ayat diatas dengan pernyataan, “Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur’ secara fisik, onta jauh lebih besar dan lebih kuat dari pada manusia. Namun mereka bisa menjadi jinak dan dengan mudah dimanfaatkan manusia. Dengan menjadikan onta tersebut sebagai hewan qurban karena Allah, merupakan bentuk syukur terhadap nikmat Allah tersebut” (sumber Konsultasi Syariah).

Oleh karena itu, sejatinya berqurban tidak hanya dinilai dari banyaknya daging, darah, tetapi bagaimana seseorang menghadirkan sikap ikhlas, mengagungkan Allah dan semangat syiar Islam. Bagian dari semua ini merupakan suatu bentuk taqwa kepada Allah. Pada ayat lain Allah berfirman :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu.” (QS. Al-Haj: 37)

Karena alasan diatas, para ulama menegaskan bahwa dalam kondisi normal, menyembelih hewan qurban pahalanya lebih besar dan lebih afdhal daripada sedekah senilai hewan qurban. Keterangan-keterangan diatas sama sekali tidak menunjukkan bahwa sedekah yang diberikan menjadi tidak berarti. Kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan diatas bahwa qurban tidak dapat disetarakan dengan sedekah uang senilai hewan qurban.

Sedekah yang diberikan merupakan amal yang sangat bernilai dan berpahala. hanya saja, semata dengan sedekah ini tidak dapat dinilai sebagai qurban atau mendapatkan pahala qurban. Meskipun sedekah ini disalurkan dalam rangka membantu kegiatan qurban.

Dalam Kitab Mathalib UlinNuha (2/374) disebutkan, terdapat keterangan dari imam Ahmad akan hal ini, yakni berkurban lebih utama dari sedekah dengan harganya. Dan sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para Khulafa’ Rasyidin berkurban dan memberikan hadiah dari dagingnya. Jika sedekah lebih utama pastinya mereka tidak akan meninggalkan sedekah itu. Wallahu Ta’ala A’lam.

Harga Kambing Kurban di Nganjuk

By | Artikel, Paket Qurban | No Comments

HARGA KAMBING KURBAN DI NGANJUK

Membutuhkan informasi harga kambing qurban 1437 H di wilayah Nganjuk ? Update harga kambing qurban bulan Agustus di Pusat Qurban dan Aqiqah. Termurah dan sesai syariat.

Anda masih bingung untuk memesan kambing qurban di wilayah Nganjuk ? Tidak perlu khawatir lagi, karena Pusat Qurban dan Aqiqah menyediakn berbagai macam jenis kambing qurban untuk wilayah Nganjuk. Layanan kami memberikan GRATIS antar untuk wilayah Nganjuk dan sekitarnya.

Pusat Qurban dan Aqiqah menyedikan kambing qurban khusus untuk warga di wilayah Nganjuk dan sekitarnya dengan harga kambing yang murah. Persediaan kambing qurban telah diseleksi agar memenuhi tuntunan ajaran Islam. Anda juga dapat melakukan tabungan qurban atau tabungan aqiqah agar ibadah lebih terencana dan lancar terlaksana.

Kami juga menerima paket qurban kambing mandiri maupun paket qurban kambing peduli di wilayah Nganjuk, Jombang, Madiun, Kediri, Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung. Ke tujuh wilayah tersebut khusus melayani paket qurban mandiri. Sedangkan untuk diluar wilayah tersebut dilayani Paket Qurban Peduli.

Segera pesan kambing qurban Anda untuk Idul Adha 1437 H sekarang juga sebelum kehabisan atau mendekati Idul Adha. Dapat dipastikan bila Anda membeli kambing mendekati Hari Raya Idul Adha maka harga kambing akan kiann menaik. Itu dikarenakan tingkat kebutuhan akan kambing semakin meningkat mendekati hari raya qurban.

Berikut ini kami memberikan pengetahuan mengenai kambing qurban yang baik menurut anjuran Islam. Kambing tersebut yang memenuhi beberapa ketentuan berikut ini :

  1. Umur kambing sudah layak sembelih. Biasanya berkisar antara usia satu tahun lebih untuk kambing.
  2. Gigi depan kambing sudah tanggal.
  3. Kambing haruslah sempurna, tidak cacat. Dilihat, diamati dari segi ekor, mata, kulita, kaki hingga warna bulu kambing.
  4. Pilihlah kambing yang gemuk agar menghasilkan banyak daging.

Sekedar menjadi gambaran harga kambing di wilayah Nganjuk, berikut ini kami update harga pasarannya. Harga dibawah ini dapat berubah sesuai dengan permintaan pasar, usia kambing, berat kambing dan jenis kelamin kambing.

KAMBING STANDAR

  1. Kambing Standar Kelas A Berat +/- 18 Kg Harga Rp 1.500.000,-
  2. Kambing Standar Kelas B Berat +/- 20 Kg Harga Rp 1.700.000,-
  3. Kambing Standar Kelas C Berat +/- 30 Kg Harga Rp 2.000.000,-

KAMBING SUPER

  1. Kambing Super Kelas A Berat +/- 35 Kg Harga Rp 2.500.000,-
  2. Kambing Super Kelas B Berat +/- 40 Kg Harga Rp 3.000.000,-
  3. Kambing Super Kelas C Berat +/- 45 Kg Harga Rp 3.500.000,-

KAMBING ISTIMEWA

  1. Kambing Istimewa Kelas A Berat +/- 50 Kg Harga Rp 4.000.000,-
  2. Kambing Istimewa Kelas B Berat +/- 55 Kg Harga Rp 4.500.000,-
  3. Kambing Istimewa Kelas C Berat +/- 60 Kg Harga Rp 5.500.000,-

Dalam rangka membantu kelancaran ibadah qurban di Nganjuk, Pusat Qurban dan Aqiqah menyediakan kambing qurban di Nganjuk dengan harga yang ekonomis. Tersedia kambing qurban jenis gibas dengan bert 24-29 Kg dijual dengan harga Rp 1.850.000,- Anda berminat untuk memesan kambing qurban pada kami ? Silahkan hubungi nomor layanan kami :

Call : 085853444472

SMS : 085853444472

Whatsapp : 085853444472

Segera pesan kambing qurban 1437 H pada Aqiqah Berkah sekarang juga sebelum kehabisan atau sebelum mendekati qurban. Stock terbatas !!! Karena bisa dipastikan ketika Anda membeli kambing qurban mendekati Idul Adha, maka harga kambing qurban akan semakin menaik (mahal). Kenaikan disebabkan tingkat kebutuhan terhadap kambing mulai menaik pada saat-saat musim qurban tiba.

Khusus untuk Anda yang berdomisili di wilayah Nganjuk dan sekitarnya (Kediri, Jombang, Blitar, Madiun, Bojonegoro), Anda dapat memesan Paket Qurban Mandiri Syar’i. Pada paket ini Pusat Qurban dan Aqiqah menyediakan jasa pemesanan hewan qurban syar’i dan untuk penyembelihannya dapat dilakukan secara mandiri oleh orang yang akan berqurban. Selanjutnya kami akan siap mengantar hewan kambing qurban yang telah Anda pesan.

Hukum Korban & Sedekah

By | Artikel, Tentang Qurban | No Comments

HUKUM KORBAN DAN SEDEKAH

Sedekah merupakan suatu pemberian yang diberikan kepada orang lain. Sedangkan qurban merupakan suatu bentuk ibadah yang ditujukan kepada Allah dengan menyembelih hewan ternak di hari raya Idul Adha.

HUKUM QURBAN

Hukum qurban menurut mazhab Imam Syafi’i dan Jumhur Ulama adlaah sunnah yang sangat dianjurkan dan dikukuhkan. Qurban merupakan syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang serta peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Hukum sunnah disini terbagi menjadi dua macam, yakni :

  1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang yang mampu.
  2. Sunnah Kifayah, yaitu : Disunnahkan dilakukan oleh sebuah keuarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah melaksanakan ibadah qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau.

Perintah ibadah qurban akan menjadi wajib apabila :

  1. Dengan bernadzar, seperti: Seseorang berkata: “Aku wajibkan atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
  2. Dengan menentukan, maksudnya: Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata: “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.” Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.

HUKUM SEDEKAH

Sedekah berasal dari kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Daat juga diartikan sebagai suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata.

Sedekah dalam pengertian di atas, oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela). Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah.

Di antara ayat yang dimaksud diatas adalah firman Allah SWT yang artinya: ”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa [4]: 114).

Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunnah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa apabila ditinggalkan. Di samping sunnah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan.

Terakhir hukum sedekah dapat berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga.

Menurut fuqaha, sedekah dalam arti sadaqah at-tatawwu’ berbeda dengan zakat. Sedekah lebih utama apabila diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan dalam arti diberitahukan atau diberitakan kepada umum. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW dari sahabat Abu Hurairah.

Dalam hadits yang dimaksud diatas dijelaskan salah satu kelompok hamba Allah SWT yang mendapat naungan-Nya di hari kiamat kelak adalah seseorang yang memberi sedekah dengan tangan kanannya lalu ia sembunyikan seakan-akan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya tersebut.

Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. Sedangkan mengenai kriteria barang yang lebih utama disedekahkan, para fuqaha berpendapat, barang yang akan disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh pemiliknya.

Hal yang dimaksud diatas sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya; ”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS Ali Imran [3]: 92).

Pahala sedekah akan lenyap bila si pemberi selalu menyebut-nyebut sedekah yang telah ia berikan atau menyakiti perasaan si penerima. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya yang berarti: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (QS Al Baqarah [2]: 264). (Disarikan dari buku Ensiklopedi Islam)

Hukum Aqiqah dan Korban

By | Artikel, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

HUKUM AQIQAH DAN KORBAN

Aqiqah dan korban adalah ibadah sunnah yang disukai Allah. Aqiqah dan korban berbeda dalam pengertian dan juga waktu pelaksanaan, namun pada hakikatnya kedua ibadah sunnah ini ditandai dengan penyembelihan binatang ternak.

HUKUM AQIQAH

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah yang artinya memutus dan melubangi. Ada yang mengatakan pula bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak (anak laki-laki atau anak perempuan). Hukum aqiqah merupakan sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah anak.

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Secara umum hukum aqiqah atau pelaksanaan aqiqah dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan. Karena ayah adalah penanggung nafkah bagi anak. Secara hukum aqiqah adalah sunnah muakkad sebagaimana hadist tersebut di atas.

Hukum aqiqah menurut sebagian ulama adalah sunnah. Namun ada beberapa pula yang mewajibkan maupun tidak sepakat dengan adanya aqiqah. Berikut penjelasan hukum aqiqah menurut para ahli fiqih :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu. Aqiqah menjadi tanggung jawab ayah sebagai karena penanggung nafkah anak (seperti penjelasan diatas). Namun hal ini tidak bermaksud untuk membebani.

Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan sebelum hari ketujuh. Inilah pendapat mayoritas ’ulama. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ’aqiqah itu dilaksanakan pada hari ketujuh, namun jika tidak dilakukan (pada hari itu) maka boleh dilakukan pada hari ke-14 (empatbelas) atau ke-21 (duapuluh satu).

Pendapat lainnya dari para ulama mengenai waktu aqiqah bahwa ’aqiqah itu boleh dilakukan setelah dewasa (yaitu ia mengaqiqahi dirinya sendiri) setelah ia mempunyai kemampuan (tidak dibatasi oleh hari-hari tertentu, walau mereka tetap berpendapat tentang sunnahnya hari ketujuh). Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pelaksanaan ’aqiqah hanyalah pada hari ketujuh kelahiran.

HUKUM KORBAN

Perintah qurban disampaikan Allah melalui firman dalam Al-Quran surat Al Kautsar yang artinya sebagai berikut ini :

“Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebijakan yang banyak, maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. Al-Kautsar : 1-2)

Hukum ibadah qurban adalah sunnah muakadah atau sunnah yang penting dilaksanakan. Waktu pelaksanaan qurban adalah di tanggal 10 Dzulhijjah, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut dengan hari tasyrik dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dilaksanakan mulai dari matahari sejarak tombak setelah idul adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Pengertian qurban dalam istilah bahasa arab adalah dekat. Sedangkan pengertian qurban menurut istilah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Dasar Hukum Aqiqoh dan Korban

By | Artikel, Tentang Aqiqah, Tentang Qurban | No Comments

DASAR HUKUM AQIQOH DAN KORBAN

Dasar hukum yang melandasi adanya perintah aqiqah dan qurban ada di dalam Al-Quran dan Alhadits. Perintah ibadah sunnah ini sudah diajarkan oleh Nabi Kita Muhammad SAW. Berikut ini sejarah adanya perintah qurban dan dasar hukum mengenai aqiqah.

Hukum Aqiqah

Aqiqah dilaksanakan sebagai penebusan anak yang baru lahir baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Aqiqah dilaksanakan afdhalnya di hari ketujuh kelahiran anak. Berikut ini dasar hukum perintah aqiqah :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Apabila pelaksanaan aqiqah luput di hari ketujuh, ada beberapa pendapat ulama yang memperbolehkan aqiqah dilaksanakan diluar hari ketujuh. Dari ulama malikiyah berpendapat bahwa aqiqah jadi gugur apabila luput dari hari ketujuh. Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika luput dari hari ketujuh, aqiqah dilaksanakan pada hari ke empat belas atau ke dua puluh satu.

Kalangan ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa aqiqah masih menjadi tanggung jawab orangtua hingga anak usia baligh. Apabila sudah dewasa, maka aqiqah menjadi gugur. Namun anak memiliki pilihan untuk mengaqiqahi diri sendiri. Penulis kitab Mughnil Muhtaj, Asy Syarbini rahimahullah berkata, “Jika telah mencapi usia baligh, hendaklah anak mengakikahi diri sendiri untuk mendapati yang telah luput.” (Mughnil Muhtaj, 4: 391).

Hukum Qurban

Pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah untuk mengkurbankan hewan ternak, bukan untuk tujuan lainnya. Mengenai perintah qurban, Allah berfirman dalam surat Al – Kautsar ayat 1-2 yang menjadi dasar syariat penyembelihan hewan qurban: Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Para ulama dalam menentukan hukum penyembelihan hewan qurban terjadi perbedaan pendapat. Setidaknya ada dua pendapat mengenai hukum penyembelihan hewan qurban antara lain :

1. Sunnah Muakkadah

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama fiqih. Dengan adanya hukum sunnah muakadah untuk pelaksanaan qurban, walaupun seseorang tidak menyembelih hewan qurban, maka ia tidak berdosa. Apalagi mereka yang tergolong tidak mampu dan miskin. Namun bagi orang yang mampu dan berkecukupan, makruh hukumnya bila tidak menyembelih hewan qurban. Pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa hukum penyembelihan hewan qurban adalah sunnah muakkadah berdasarkan beberapa dalil berikut ini :

Rosulullah telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dan lainnya : “bila telah memasuki 10 (hari bulan dzulhijjah) dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah ia ganggu rambut qurban dan kuku-kukunya.”
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kalimat “seseorang ingin berqurban” menunjukan bahwa hukum berqurban diserahkan kepada kemauan seseorang, artinya tidak menjadi wajib melainkan sunnah. Seandainya hukumnya wajib, maka tidak akan disebutkan kalau berkeinginan

Perbuatan Abu Bakar dan Umar. Dalil lainnya adalah atsar yang diriwayatkan bahwa Abu Bakar dan Umar tidak melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban. Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para sahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

2. Wajib

Pendapat yang kedua menyatakan wajib hukumnya menyembelih hewan qurban. Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hanafi berdasarkan dalil sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Itulah dua pendapat yang telah dikemukakan beserta dalil-dalilnya mengenai hukum qurban. Adapun tentang ketentuan batasan qurban, para ulama telah sepakat bahwa hal tersebut tidak pernah ditetapkan dalam syariat, berbeda dengan zakat yang mengenal istilah nishab dan kadar.